Cara Mengurus KTP Pindah Masuk dan KK Baru Di Kabupaten Kupang

Kali ini saya ingin berbagi informasi berdasarkan pengalaman saya sendiri mengurus KTP pindah masuk ke wilayah Kabupaten Kupang sekaligus dengan KK-nya (kartu keluarga).

Dokumen yang harus sudah disiapkan adalah surat pindah dari domisili asli yang dibuat di Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (SUDIN KECAPIL). Untuk mendapatkan surat ini pengurusannya dari RT dan RW lalu sampai ke Kelurahan dan kita akan mendapatkan surat dari SUDIN KECAPIL.

Nah kalau dokumen ini sudah kita miliki di Kabupaten Kupang, kita datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang kantornya ada di Jl. Timor Raya Km.37 Oelmasi.

Saat datang kesana minta formulir F-1 (biasanya harus langsung masuk ke dalam ruangan kantor dan minta kepada petugas, tidak perlu ikut di antrian yang ada di luar). Setelah dapat formulir ini, isi semua data sesuai dengan yang diminta dan formulir ini di bawa kepada Desa dimana kita akan terdaftar disana.

Sewaktu menuju ke kantor Desa, jangan lupa untuk meng-copy surat pindah dari SUDIN KECAPIL untuk nanti di berikan kepada administrator desa sebagai arsip mereka.

Di desa kalau beruntung kepala desanya ada di tempat maka urusannya tidak lama, biasanya yang lama adalah menunggu kepala Desanya. Di kantor desa, mereka akan memberikan surat keterangan domisili untuk dilampirkan ke berkas formulir F-1 kita dan kepala Desa akan membubuhi tanda tangan di formulir F-1 dan juga di surat keterangan domisili.

Kalau sudah dapat tanda tangan kita lanjutkan ke kantor kecamatan sesuai domisili desa kita. Disana, kita tinggal bilang sama petugas mau minta tanda tangan. Sepengalaman saya, disini tidak lama untuk mendapatkan tanda tangannya.

Setelah dapat tanda tangan semuanya dari Desa dan Camat kita bawa kembali form F-1 ke Dispenduk. Saran saya datangnya harus pagi di keesokan harinya.

Pengalaman saya petugas baru melayani di jam 8.44 WITA tapi kita kudu wajib datang pagi-pagi untuk mendaftar untuk nomor antrian. Untuk mendaftar ini ada formulir yang sudah mereka siapkan di samping dari ruangan pengurusan KTP dan KK. Tinggal tulis nama disana dan selanjutnya MENUNGGU.

Setelah mendapatkan giliran kita akan diarahkan ke loket nomor yang kosong, dan disini terjadi ferivikasi data dan tidak terlalu lama. Jika beruntung seperti saya, si petugas mengambil nomor HP saya untuk menginfokan kalau KK nya sudah jadi.

Dannnnnn, sekitar kurang 2 jam dari waktu ferivikasi data, si ibu petugas yang baik hati menelpon dan memberitahukan bahwa KK saya sudah selesai dan bisa diambil.

Saya memilih untuk besoknya baru datang, karena memang lokasi tinggal dengan kantor Dispenduk jaraknya lumayan. Keesokan harinya saya datang dan menyerahkan lembaran pengambilan yang dikasih oleh petugas di hari sebelumnya. Dan KK sudah bisa di tangan.

Selanjutnya saya langsung saja meng-copy KK dan membawa satu lembar untuk mendaftar untuk pencetakan KTP. Langsung saja ikut antrian di dalam ruangan untuk bagian KTP.

Tapi sayang untuk saat ini katanya form untuk pembuatan KTP lagi habis karena covid-19. Kata mereka formnya blom diambil di Jakarta, jadi waktu untuk KTP nya bisa diambil tidak pasti alias harus MENUNGGU DALAM WAKTU YANG TIDAK PASTI.

Tapi so far sebenarnya pengurusannya tidak rumit kalau kita mengerti jalurnya dan menyiapkan semua dokumen dengan baik.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kalian yang ada kepikiran untuk mau mengurus KTP pindah.

Perempuan Timor

Dalam tulisan kali ini, saya akan berbagi tentang puisi yang saya tulis tentang perempuan Timor.

Perempuan Timor

Adalah maha karya Tuhan yang tiada duanya

Lahir dengan kulit sawo matang dan hitam

Sang Tuhan memahkotainya dengan rambut keriting nan unik

Mendandaninya dengan bulu mata yang lentik

Karena itu ia tak perlu diperbandingkan dengan maha karya yang lain

Karena sejak dalam kandungan Mama, Sang Tuhanlah yang menenunnya sempurna

Andaikan kecantikan itu diukur dengan warna kulit maka aku mengerti mengapa engkau mengucilkannya

Jika menghargai ditentukan oleh kesamaan rambut, kulit, dan bola mata maka aku mengerti alasan engkau sering meremehkannya

Jika seandainya Bahasa dan nada bicara membuatmu sering menertawakannya, haruskah aku menyalahkan Sang Ilahi yang mengijinkan kecorakan mewarnai bumi?

Jika kecerdasan, kemampuan dan kapasitas digambarkan oleh warna kulit, maka benarkah aku tidak memiliki semuanya itu?

Perempuan Timor

Memiliki talenta mengatur benang dan menenun

Dia mampu mengubah jagung kering menjadi Bose yang lembut untuk memanjakan lidah seisi rumahnya

Kehebatannya tersembunyi dibalik kemampuannya menjaga lumbung dan memelihara hasil bumi

Perempuan Timor agung dan bermartabat

Ia bukan budak yang seenaknya dikuasai oleh para lelaki.

Meski memang fisiknya kuat untuk mengerjakan segala pekerjaan, namun haruskah semua pekerjaan rumah ia yang mengerjakannya?

Bahkan untuk secangkir kopi para lelaki haruskah ia yang membuatnya?

Jangan remehkan bahwa ia lemah atau bodoh

Karena derajatnya begitu agung sebagai pemberi hidup

Memang ia tidak melestarikan marganya setelah menikah

Namun kelestarian satu marga ternjadi karena keberadaanya

Perempuan Timor memiliki rasa dan asa

Perempuan Timor memiliki kemampuan, keteguhan dan kapasitas

Ia memiliki kaki yang panjang untuk melangkah keluar dari kebodohan, kemiskinan dan kekerasan

Dia terus bergerak, berjuang untuk perubahan dan harumnya nama ibu Pertiwi.

Apa Ketakutan Terbesarmu?

Mari berbicara dengan jujur tentang perasaan yang satu ini, apa sesungguhnya yang menjadi ketakutan terbesar dari kamu hari ini? apakah itu ketakutan akan kematian? ketakutan akan karir atau pekerjaan? sekolah, dan hal lainnya?

Mari jujur, karena faktanya masing-masing kita memiliki ketakutan, ada yang kadarnya berlebihan ada yang biasa-biasa saja. Namun umumnya semua kita memiliki ketakutan itu.

Apakah ketika perasaan takut itu ada engkau mengabaikannya? ataukah mau duduk sejenak dan mencari tahu akan kebenaran ketakutan itu dan juga solusinya?

Ada yang bisa kita selesaikan sendiri, ada yang kita butuh orang lain. Namun dirimupun harus jujur bahwa ada beberapa ketakutan dalam dirimu yang membutuhkan Sang Tuhan.

Jangan merasa sok sempurna, apalagi berusaha tampil selalu kuat dan memukai. Karena masing-masing kita memiliki bayangan yang sering membuat kita gagal tidur nyenyak dimalam hari.

Coba ambil waktu hari ini dan cari tahu apa sesungguhnya ketakutanmu itu? lalu segera selesaikan hal itu. Jika mampu selesaikan sendiri ayo lakukan. Jika butuh teman, segera cari pertolongan namun jika butuh Sang Khalik, ayo berlutut dan berseru.

Semoga minggumu menyenangkan!

Kemanusiaan, Kemanusiaan

Sebagai respon terhadap pembunuhan George Floyd, maka seorang teman asal Inggris menuliskan sebuah puisi dengan judul “Humanity”

Dan pada saat dia memposting di instagramnya saya merasa hal itu beresonansi juga kepada saya secara pribadi. Karena itu lewat pembahasan dengan penulis asli dari puisi ini akhirnya saya menerjemahkan puisi tersebut ke dalam bahasa Indonesia dengan beberapa pengubahan termaksud konteks.

Dan ini adalah hasil dari kerjasama kami itu.

Sekiranya dimanapun kita berada, isu kemanusiaan adalah hal yang harus selalu menjadi tanggung jawab kita bersama dan juga tanggung jawab pribadi sebagai manusia untuk pemerataan keadilan di muka bumi.

Apa Kabar Resolusi Tahun 2020-Mu?

5 Tips Resolusi 2020 Agar Tidak Menjadi Ambyar! - AWONAPA JR ...

Beberapa hari yang lalu seseorang mengatakan bahwa setiap menutup tahun semua orang di dunia memikirkan dan mengharapkan resolusi di tahun baru. Itu bisa berkaitan dengan pekerjaan mereka, impian, ataupun tentang diri dan keluarga. Namun di bulan Februari di tahun yang baru, 80 persen dari orang-orang yang mengharapkan resolusi itu sudah menyerah untuk mencapai apa yang mereka harapkan.

Sewaktu mendengar tentang hal itu, saya tersenyum sambil membayangkan diri sendiri dan juga satu dua orang yang saya kenal yang ternyata mengungkapkan resolusi itu tapi tidak mengupayakannya.

Hari ini sudah bulan Juni, yaitu bulan yang membelah dua tahun 2020 menjadi seimbang. Sudah satu semester kita semua melewati tahun 2020. Apakah kamu masih setia dan terus berjuang keras untuk merealisasikan resolusimu?

Coba cek lagi buku catatan harianmu, dari sekian daftar resolusi pribadimu ada berapa yang sedang dikerjakan, ataukah sama sekali kamu sudah melupakannya?

Saya sendiri, ketika melihat di buku harian pribadi minimal ada 5 resolusi 2020 yang sudah berhasil saya kerjakan, dan masih mengupayakan yang lain. Bagaimana dengan kamu, ada berapa yang sudah berhasil kamu kerjakan? dan ada berapa lagi yang sedang diupayakan?

Semoga listmu lebih panjang dari punyaku.

Karena pasti ada yang diantaramu yang mengatakan di 2020 ingin rajin menabung, ingin rajin membaca, ingin belajar memasak, ingin diet, ingin rutin berolah raga, ingin lebih minimalis dan sebagainya.

Apakah kamu sudah melakukannya?

Apakah kamu yang mengatakan ingin rajin menabung sudah rajin menyisihkan penghasilan untuk mulai rutin menabung? ataukah masih boros dan tidak ada tabungan apapun sampai di bulan ke enam ini?

Yang ingin diet, apakah sudah berjalan pola makan sehat dan benar-benar disiplin dengan tidak mengikuti keinginan lidah? apalagi dirumah saja saat ini, apakah kamu benar-benar disiplin dengan menolak segala godaan makanan agar bisa mencapai harapanmu? ataukah kamu masih bergaul erat dengan semua camilan favoritmu dan semua makanan cepat saji yang menjadi kesukaanmu?

Yang ingin rajin berolah raga, apakah sudah ada jadwal rutin untuk melakukan hal ini? ataukah kamu masih lebih senang tidur? dan malas gerak kemana-mana?

Yang mengatakan ingin rajin membaca, apakah sudah setia melakukannya? sudah ada berapa banyak buku yang kamu habiskan sampai saat ini? apalagi situasi pandemi covid-19 yang bikin harus di rumah saja, apakah ini merupakan kesempatakan untuk mewujudkan hal ini? ataukah kamu setiap hari hanya menghabiskan waktu dengan semua media sosialmu tanpa memberikan menfaat apa-apa?

Dan seterusnya…..

Adakah kalian semua sedang memperjuangkan resolusi 2020? ataukah sudah melupakannya dan sibuk dengan kehidupan tanpa harapan pencapaian apapun?

Buatmu yang masih sibuk berdalih dan mempersalahkan situasi pandemi sebagai halangan untuk mencapai resolusimu maka menurutku, kamu perlu memperbaiki pola pikir kunomu itu. Karena hanya orang malas dan tak bertujuan hidup yang suka berdalih dan mempersalahkan situasi dan orang disekitar atas ketidak capaian apapun.

Saranku: perbaiki pola pikirmu, duduk dan buat kembali komitmen untuk mengerjakan satu dari sekian resolusimu yang bisa kamu mulai dari sekarang.

Lihat dari yang paling mungkin bisa kamu kerjakan, pikirkan langkah-langkahnya, lihat dari yang paling mudah yang bisa kamu lakukan dan latih dirimu untuk melakukannya dengan disiplin sampai itu menjadi kebiasaan baru bagimu atau bisa menjadi hal yang bisa kamu capai.

Selamat berjuang dan jangan menyerah yah!

Perempuan Hamil di Luar Nikah, Hilangkah Masa Depannya?

Saya menuliskan tulisan ini karena beberapa hari belakangan ini saya diminta untuk berkomunikasi dengan beberapa orang yang saya tidak kenal dengan mereka namun dikenalkan oleh teman-teman saya untuk meminta saya berbicara dengan mereka secara virtual. Saya bukan ahli untuk hal ini, namun saya adalah perempuan yang peduli dengan perempuan seperti mereka.

Ini bukan isu yang baru pertama kali saya bicarakan namun sudah sering secara personal saya berbicara kepada banyak perempuan muda yang hamil duluan sebelum menikah. Mereka masih dalam perjalanan mengejar cita-cita mereka, mereka masih kuliah, mereka masih menempuh bangku sekolah menengah tingkat atas. Mereka masih sangat muda.

Baca juga: Perempuan Mesin Pemuas Nafsu dan Mesin Produksi Anak.

Perempuan yang hamil diluar nikah yang hidup di Indonesia mengalami tekanan sosial yang luar biasa. Kepala mereka sudah tidak bisa lagi terangkat saat berbicara dengan orang lain, sehingga membayangkan akan ada masa depan di hari-hari ke depan sudah tidak ada. Apalagi jika pria yang menghamili mereka tidak bertanggung jawab. Bahkan lingkunganpun seolah menutup pintu untuk mereka.

Minimal ada 2 kasus yang saya dengar dalam 2 minggu terakhir ini, dan mereka adalah para perempuan harus menutupi aib itu rapat-rapat dan tidak ingin membuka diri kepada siapapun. Salah satu yang saya berbicara dengannya kemarin adalah seorang perempuan cantik yang tidak bisa lagi melanjutkan sekolah karena alasan ini.

Saya merasa ingin menuliskan ini untuk menguatkan mereka yang ada dalam kondisi ini. Jangan menutupi diri kalian, mari cari pertolongan dari perempuan lain yang bisa menguatkan kalian.

Atas nama budaya dan atas nama ajaran agama memang itu salah, memang sangat salah yang kalian lakukan. Namun masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri untuk masa depan. Karena itu saya sangat yakin bahwa ada ribuan perempuan yang bersedia membantu kalian, mengulurkan tangan untuk memeluk dan menenangkan kalian dimasa yang berat yang sedang kalian hadapi. Memberikan telinga untuk mendengar tanpa memberikan komentar yang tidak penting.

Ingat bahwa perempuan adalah makluk yang memiliki kekuatan yang hebat, kerena itu kehamilan diluar nikah bukan berarti dunia telah runtuh dan kiamat. Masih tetap ada harapan!

Please….jangan menyembunyikan keterpurukan kalian, cobalah mencari jendela kecil dan berbicara berbisik kepada beberapa perempuan yang bisa di percaya. Mereka tidak akan berdiri menjadi Tuhan yang langsung mengadakan sesuatu yang instan bagimu, atau menghakimimu, namun mereka akan bersamamu untuk memikirkan jalan yang tepat. Mereka akan menyediakan waktu untuk memelukmu sesaat, membantumu untuk bangkit lagi.

Saya tetap mengatakan bahwa keputusanmu melakukan seks diluar nikah adalah kesalahan dan kebodohan, karena kita ada dalam budaya yang berbeda dengan budaya negara barat. Dan kita memiliki keyakinan agama yang tidak menyetujui hal itu. Namun saya tetap ingin mengatakan bahwa di dalam kesalahanmu itu tetap ada harapan.

Kamu masih bisa terus memperjuangkan mimpimu, kamu masih bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk masa depanmu dari semesta. Semesta tidak pernah menolakmu karena kesalahan itu.

Jangan panik, jangan mengambil jalan pintas. Tenangkan dirimu dan carilah pertolongan dari sesama perempuan. Jika dirumahmu tidak ada perempuan yang bisa menolongmu, maka ada perempuan lain di luar rumahmu yang akan menolongmu.

Tarik napasmu dalam-dalam, lalu hembuskan lagi, lagi dan lagi. Sekarang waktunya bagimu untuk coba melangkah keluar dari kamarmu, dari tempat persembunyianmu.

Kamu harus mencari perempuan yang tepat, kamu harus berani membuka dirimu.

Beranilah lakukan itu atas nama masa depanmu. Atas nama cita-citamu, atas nama mimpimu.

Dunia belum berakhir, Tuhan masih memberikan kesempatan kepada perempuan yang salah untuk bertobat dan memperbaiki diri.

Yakinlah ada banyak perempuan yang akan siap membantumu selama kamu membuka diri dan membiarkan mereka membantumu.

Saya mempercayai nilai ini, bahwa tidak ada kesalahan yang tidak dapat dimaafkan di dunia ini, semua kesalahan ada porsi maafnya. Semua pembuat salah memiliki kesempatan untuk mendapatkan maaf dari orang lain untuk perubahan diri. semua orang yang pernah salah memiliki kesempatan untuk benar dimasa yang akan datang.

Bangkitlah perempuanku, masih ada harapan bagimu!

Kupang Di 3 Hari Cuaca Yang Bikin Betah

Kota kelahiran saya ini memiliki waktu musim hujan yang sangat singkat karena itu biasanya di bulan Mei seperti ini udaranya mulai perlahan merangkak ke musim panas, jadi tidak heran jika udaranya mulai mikin keringatan saat berada di luar ruangan.

Namun sudah 3 hari ini udaranya berbeda, mendung menutupi langit seolah tidak mengijinkan sang mentari menyinari bumiku. Bukan hanya itu saja tetapi udara dingin sangat dirasakan bahkan hingga di pukul 12 tengah hari udaranya masih begitu adem.

Saya sangat menyukai cuaca ini, ketika bangun pagi hari dan membuka jendela kamar, angin meniupkan udara dingin menerpa wajah menjadi ucapan selamat pagi dari semesta untuk diri saya.

Saya masih berharap bahwa di kota Kupang udara seperti yang sekarang ini, masih bisa bertahan beberapa saat karena membayangkan udara panas yang biasa membuatku mengeluh, seolah ingin membuatku menahan waktu untuk tetap stay dicuaca seperti 3 hari ini. Tapi itu tidak mungkin.

Alam sedang berubah, cuaca sedang tidak biasanya. Ini mengingatkan saya pada hal bahwa di dunia ini semuanya dapat berubah dengan cepat, semuanya dapat meninggalkan posisinya tanpa bekas dengan cepat tanpa ada yang bisa menghentikannya. Karena itu sebagai manusia, kita harus selalu mempersiapkan diri untuk menerima setiap kemungkinan perubahan yang terjadi pada diri kita, pekerjaan kita, keluarga kita dan seterusnya.

Cuaca saat ini sedang bikin betah untuk seluruh penghuni Kota Kasih, baik yang sedang tetap beraktivitas diluar rumah atau yang masih stay at home seperti saya.

Saya merasa lebih fokus tanpa terganggu oleh udara panas disiang hari dan pada tidur malampun menjadi lebih nyenyak karena udaranya yang memang berbeda.

Ada beberapa kenyamanan yang seketika saja alam berikan ditengah pandemi ini bagi kota saya, karena itu saya makin di kuatkan bahwa di dalam keadaan atau situasi terburuk seperti apapun, tetap ada setitik kebaikan dan anugerah yang bisa membuat kita untuk menarik napas ucapan syukur kepada Pencipta.

Saya berharap bahwa di kotamupun ada kebaikan lain yang tetap bisa kamu temui di masa pandemi covid-19 ini.

Woman, Let Us Make Our Circle

I write down it in a small village in Kupang when entire of my house was falling in their bed, they were in their deep sleep. It is midnight here.

But I can’t wait to share with all of you, all of the women in out there. About what that resonance in my mind.

Wherever you are, I just want to encourage you to set up your mindset to started to create a circle of change

Let’s start it by what you have, what the small thing that has in your self that can you share with other people to make a circle, to make our surround feel about hope, to make them believe that future still waiting for us albeit still darkness cover.

We are a woman who has the power to make a change, we have the capacity to draw a circle to give meaning to others.

Set up your mindset and believe in your self that you are the person who can make a change.

Establish it if you were started it, keep going to make around of us feel the atmosphere of change.

I know it is not easy to do, it is not simple to keep it. But we must strive to do this because the world needs that from us.

I live in a small village that really hard to describe that have hope for my future, it’s not easy that I will make something to create the circle, but I keep in my mindset that the future will create by me with what I have.

I started it and will be continuing. I still work for that and can’t wait to see what those people said impossible become possible.  

I want all of women believe that we have a power to make that even we in the midst of limitation. We can still able to make a story. A story of change!

I hope you willing to do yours as I still keep doing mine.

If you stumble while doing it just make a dance.

If you feel want to stop it, just find another woman to encourage you again.

Let’s create the circle!, let’s change the situation!, let’s start from our self!. Let’s do it together!.

Sending love from me to all of you women out there!

20 Kosa Kata Bahasa Kupang Terkait Dengan Liburan

Salah satu postingan saya yang berjudul 20 Kosa Kata Bahasa Kupang Yang Menarik untuk Di Ketahui adalah salah satu postingan yang ramai di kunjungi setiap harinya. Awal menulisnya saya hanya ingin berbagi tentang keunikan bahasa sehari-hari daerah tempat kelahiran saya ini. Namun ternyata hal tersebut merupakan pengetahuan yang juga diperlukan untuk memperluas wawasan apalagi bagi para pelancong yang mungkin sedang mempertimbangkan untuk menjadikan kota saya sebagai pilihan eksplor mereka.

Karena itu kali ini saya ingin berbagi beberapa kata dalam bahasa Kupang yang lebih berkaitan dengan liburan.

  1. Tapaleuk artinya jalan-jalan atau bepergian.
  2. Tatafik artinya sama dengan tapaleuk namun kata ini lebih kasar, biasanya dipakai dalam konteks nada negatif atau sedang marah (biasanya ini lebih kepada bepergian tanpa arah/maksud yang jelas).
  3. Bajalan artinya bepergian atau refreshing.
  4. Doi artinya uang.
  5. Kere artinya tidak ada uang.
  6. Oto artinya mobil.
  7. Oto Bemo artinya angkot yaitu transportasi umum (baca juga:Rute Angkot/Bemo di Kupang Yang Harus Kamu Ketahui).
  8. Loyo artinya capek.
  9. Mamalek sama artinya dengan loyo, yaitu keadaan seseorang tak bertenaga lagi.
  10. Tanganga artinya bengong atau juga untuk menjelaskan tentang situasi ketika tidak melakukan apa-apa.
  11. Isi kampung tenga artinya makan.
  12. Ceke artinya makan namun ini lebih kasar, biasanya ini dipakai ketika sedang marah atau untuk teman sebaya.
  13. Bacarita artinya bercerita atau ngobrol.
  14. Mete artinya begadang atau tidur di larut malam
  15. Batingka artinya banyak maunya atau milih-milih.
  16. Gaga artinya indah atau bagus.
  17. Kastunjuk artinya kasih tunjuk/kasih petunjuk.
  18. Pi mana artinya ke mana/pergi kemana
  19. Batanya artinya bertanya.
  20. Panas mandidi artinya panas membara.

Demikian 20 kosa kata baru yang saya bagikan. Semoga bermanfaat!

Kenikmatan Tinggal di Kupang

Saya pernah meninggalkan kota ini lebih dari satu dekade, karena itu saya memiliki gambaran yang jelas ketika membandingkan kota yang di juluki “Kota Kasih” ini dengan beberapa kota lain. Setidaknya ada beberapa kenikmatan yang saya bisa bagikan dalam tulisan ini.

Saya menyukai tinggal di kota ini karena mudah mengakses pantai dengan pemandangan langit biru dan juga pantai yang indah. Kota ini memang dikeliling di lautan karena itu mudah sekali untuk menikmati keindahan lautan.

Bukan saja laut tetapi gunung dan padang bisa dinikmati dengan leluasa di daerah ini. Memang ketika musim panas tiba semuanya menjadi berubah warna menjadi kecoklatan karena teriknya matahari di kota ini mematikan semua tumbuhan di musim panas.

Namun ketika musim hujan tiba, mata kita akan disuguhkan dengan pemandangan indah tentang keajaiban alam yang sulit untuk dimengerti. Tunas-tunas pohon mulai tumbuh, rerumputan seolah bersembunyi berbulan-bulan di balik tanah yang kemudian mulai muncul di musim hujan. Semua seketika menjadi hijau, hamparan yang memanjakan mata dan membuat semua orang menjadi terkagum-kagum dengan pesona tanah karang ini.

Banyak pangan lokal yang masih dicintai oleh masyarakatnya, karena itu jagung dan aneka ubi-ubian menjadi kenikmatan tersendiri ketika tinggal di kota ini. Kita dapat membeli dengan harga yang sangat murah, apalagi menyingkir berburu pangan lokal di pasar-pasar tradisional di pinggiran kabupaten Kupang.

Kenikmatan seafood bukan menjadi rahasia lagi, karena itu tinggal di Kupang selalu memberikan kesempatan untuk memuaskan hasrat hati untuk menikmati aneka seafood, meski daging se’i tetap menjadi oleh-oleh khas dari daerah ini. Namun kapanpun kamu ada di kota ini maka jangan lupa untuk puaskan lidah dengan aneka makanan dari laut.

Untuk urusan belanja untuk kehidupan sehari-hari, segala jenis sayur mayur sangat murah disini. Memang untuk daging harganya hampir mengikuti standarat nasional namun jika membeli di penjual tradisional yang menjual sendiri potongan ternaknya maka harganya sangat menghemat kantong.

Bila bepergian dengan kendaraan kemana saja, kita bisa memprediksi berapa menit akan tiba ke tempat rujuan, karena tidak sama seperti ibukota yang begitu macet. Tinggal di Kupang membuat saya terhindar dari stres macet.

Orangnya saling mengenal satu dengan yang lain, budaya basa-basinya juga kental dan suguhan kopi dan teh gratis masih bisa kita nikmati kala bertamu ke rumah orang.

Ada banyak hal lain yang masih belum bisa saya jelaskan secara rinci tentang kenikmatan tinggal di kota Kupang, namun sekiranya gambaran singkat ini memberikan pemahaman kepada kamu bahwa ibu kota propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan tanah yang layak ditinggali karena tersembunyi kenikmatan hidup di dalamnya.

Berani Meletakkan

Beranikah meletakkan segalanya untuk berdiri dan berfungsi sebagaimana seharusnya?

Bukankah hati manusia itu penuh dengan ketamakan dan keegoisan serta keinginan diri untuk tampil solo di dalam segala hal dan menjadi bintang sendiri.

Saya merenungkan hari ini bahwa ada berapa banyak orang yang berani meletakkan egonya, meletakkan keinginan dirinya, dan meletakkan ambisinya agar orang lain bisa di tolong? mungkinkah jumlahnya sangat sedikit atau malah banyak?

Dunia dimana kita tinggal saat ini sedang membutuhkan banyak orang yang berani untuk meletakkan hal-hal di atas agar bisa membangun lingkaran perubahan.

Bagaimana jika Tuhan bersuara padamu untuk tanggung jawab yang tidak meng-enakkan? bagaimana jika seharusnya kamu berdiri untuk memulai sesuatu perubahan di suatu komunitas yang jelas bahwa kamulah kandidat perubahan itu. Bagaimana jika masyarakat disekitarmu sedang membutuhkan seseorang yang harusnya melakukan sesuatu untuk menolong mereka dan kamulah orang itu.

Mana lebih penting di saat-saat seperti itu, tetapkah kamu berdiri teguh mempertahankan keegoisan, mempertahankan keinginan sendiri, mempertahankan ambisi sendiri?

Coba bertanya sejenak pada hati nuranimu. Mana yang lebih penting saat ini?

Saya pernah menuliskan Satu Anak untuk Satu Perubahan, di mana dalamnya saya mengatakan bahwa “satu perubahan yang diupayakan untuk orang lain adalah hasil dari perubahan diri sendiri”

Memang memukau jika menjadi satu-satunya bintang di tengah langit yang gelap. Semua akan memuja, semua mata akan tertuju. Namun bukankah lebih indah jika cahaya kita, kita bagikan kepada orang lain yang dalam kegelapan sehingga merekapun bisa turut menerangi di langit yang gelap sehingga terang itu makin lama makin menguasai banyak kegelapan lain?

Saya mengajak kita untuk terus merenungkan dan berkomitmen untuk terus mengupayakan perubahan, jangan ragu untuk memulainya, jangan tawar hati untuk terus mengerjakannya karena kontribusimu besar manfaatnya.

Jika harus meletakkan apapun itu untuk bisa memberikan manfaat dan perubahan di sekitarmu maka tak ada salahnya untuk meletakkannya. Ingatlah bahwa Tuhanmu melihat pengorbananmu itu dan pasti ada upah bagimu.

Episode Selanjutnya

Semua manusia di seluruh dunia sedang berada dimasa yang sulit saat ini karena adanya pandemi covid-19. Ada beberapa yang benar-benar menggunakan waktu dirumah saja ini untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi episode kehidupan selanjutnya, namun sayangnya ada juga yang hanya “membiarkan episode sekarang ini berjalan tak bermakna” karena itu tidak dapat dibayangkan akan episode selanjutnya akan seperti apa.

Saya pribadi sedang berdiri di antara berdoa agar situasi ini segera berakhir sehingga bisa kembali beraktifitas secara normal, namun juga berharap agar waktunya masih lama (keinginan egois) karena saya belum siap untuk membuat episode selanjutnya yang mengagumkan.

Tentang skenario dari episode selanjutnya sedang saya tulis dengan hati-hati dimasa karantina ini. Saya harus jujur bahwa proses penulisannya belum memasuki 60 persen. Itulah sebabnya saya masih ingin dirumah saja untuk menyelesaikannya.

Masa berada dirumah ini membuat saya benar-benar memiliki waktu untuk merangkai dan mendesain tentang episode selanjutnya, karena covid benar-benar menahan diri saya untuk tidak keluar rumah dan memiliki banyak waktu untuk bisa memikirkan episode selanjutnya dengan detail.

Bagaimana dengan kamu semua? adakah yang sedang kamu persiapkan untuk menciptakan satu episode selanjutnya yang lebih bermakna? ataukah kamu benar-benar tidak menyiapkan apa-apa dimasa dirumah saja ini sehingga kamu menjadi begitu bosan dan terus mengeluh?

Saya berharap kalian tidak berada di kelompok yang kedua.

Saya pernah menuliskan Ini Keuntungan #Dirumah aja# dimana selain itu saya menemukan dihari kesekian bahwa saya harus mempersiapkan dengan baik episode selanjutnya.

Karena itu saya merasa jauh lebih produktif saat ini dibandingkan masa sebelum covid, ada banyak yang sedang saya kerjakan dan persiapkan untuk tayangan kehidupan saya selanjutnya. Dimana harapannya adalah setelah masa ini selesai, cerita hidupku akan makin memberikan inspirasi bagi banyak orang. Jujur, karena ini maka saya kadang tidur di jam 4 pagi.

Ada habit yang tidak baik disini, namun saya tetap mencoba untuk menyeimbangi ini dengan minum air putih yang cukup, makan makanan bernutrisi dan juga tetap tidur 6-7 jam sehari (meski kadang-kadang saya berubah jam tidurnya tapi quota ini selalu saya penuhi).

Saya hanya ingin mendorong semua pembaca untuk mari bersama menyiapkan diri untuk episode selanjutnya yang lebih baik dari sebelumnya karena kita benar-benar memanfaatkan waktu dirumah saja saat ini.

Jika kamu belum memulainya, ayo mulailah dari hari ini. Jika kamu sudah melakukannya, lanjutkanlah sampai selesai.

Saya percara setelah masa covid ini ada beberapa orang yang akan berlari lebih cepat lagi dari sebelumnya, ada yang lebih bersinar dari sebelumnya. Tapi juga saya tahu bahwa ada yang akan merangkak dan tertinggal jauh karena meremehkan masa dirumah saja ini.

Perempuan Asal Timor Leste-Panggil Dia “Noy”

Noy

Saya bertemu dengannya beberapa tahun yang lalu saat menempuh pendidikan di kota Jakarta. Saat itu saya mengenalnya karena tubuhnya memiliki masalah karena dia pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang parah yang menyebabkan beberapa tulangnya pernah patah. Karena itu saat dia berada di udara yang dingin (sebut saja di ruangan ber-AC) maka dia akan selalu merasakan sakit pada tubuhnya-karena itu dia tidak suka dengan di udara yang dingin.

Nama aslinya “Rotabai” nama ini memiliki arti yang luar biasa: “Ro” di ambil dari awalan nama ibunya “Rofina sedangkan “Tabai” dalam bahasa daerahnya berarti “tahan badai“.

Nama adalah sebuah doa yang diharapkan bahwa kelak orang yang memiliki nama itu akan menjadi seperti itu. Karena itu, tidaklah heran bahwa dia tumbuh menjadi seorang perempuan yang tahan dengan badai kehidupan.

Dia memulai perjalanan kehidupannya begitu sulit, di waktu SMA harus tinggal dengan orang lain yang bukan keluarga untuk bisa melanjutkan studinya (tidak mudah di fase ini, karena harus bekerja keras untuk orang yang menyekolahkannya). Selesai dari kondisi itu, dengan nekat dia merantau ke Jakarta bersama seorang tantenya.

Perjalanan kehidupan di Jakarta penuh dengan drama kehidupan yang menguras keringat dan air mata.

Lewat perjuangan yang sangat sulit, dia akhirnya menyelesaikan pendidikan strata-1 nya, dan mulai untuk menyekolahkan adik-adiknya satu per satu. Sebagai anak sulung dari 6 bersaudara, bahunya sekuat baja dan hatinya tabah dan teguh menghadapai badai kehidupan yang datang silih berganti atas hidupnya dan keluarganya.

Dia selalu keluar dari setiap kemelut kehidupan dengan senyum kemenangan. Jika mendengar tentang kisah-kisah perjalanannya, tak ada satupun yang tak berurai air mata.

Satu hal yang saya akui dari pribadinya sebagai insan beriman, dia tidak pernah lelah berdoa-imannya kepada Tuhan begitu kokoh, karena itu dia selalu meyakini bahwa Tuhan pasti akan selalu menolongnya keluar dari setiap persoalan yang dihadapinya.

Pribadinya sangat tegas dan berani untuk mengatakan tidak atas hal yang tidak di setujuinya meski beresiko ditolak oleh orang lain.

Karena itu setelah 3 orang saudaranya dia bawa ke Jakarta untuk menempuh pendidikan universitas mereka, di tahun 2019 dalam satu langkah iman dia kembali ke tengah-tengah masyarakatnya. Ini bukan sebuah keputusan mudah-butuh iman yang kokoh dan keteguhan hati serta komitmen untuk berjuang.

Kepulangannya bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk menjadi inspirasi dan membantu sesamanya di daerah tinggalnya. Menjadi guru yang setia mengajar anak-anak dan juga bersama beberapa temannya membentuk sebuah komunitas yang bernama FLG (front line generation) sebagai wadah untuk membentuk karakter dari orang-orang muda di tempatnya-umumnya para peserta adalah orang asal Timor Leste.

Apa yang dilakukannya ini membawanya komplit untuk menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Banyak orang tidak mengira bahwa dia seorang perempuan yang tangguh karena fisiknya yang lemah. Namun bagi saudara dan orang tuanya, dia adalah seorang pahlawan kehidupan. Dia telah berdiri bertahun-tahun menantang badai kehidupan untuk memberikan rasa aman dan kehidupan bagi mereka semua.

Hatinya yang murah hati selalu membawanya untuk berbagi dengan orang lain, meski dirinya sendiri kekurangan. Dia tak malu mengakui bahwa dia berasal dari keluarga yang tidak mampu (berani jujur dan apa adanya).

Dia adalah seorang perempuan yang telah menjadi ispirasi dan akan terus menjadi inspirasi.

Saya memanggilnya “Noy” namun saya selalu melihatnya sebagai “Rotabai” karena hidupnya telah memperlihatkan kepada saya sebagai seorang Tabai yang hebat.

Kita Adalah Anak Kunci

Cara Mudah Duplikat Kunci Sendiri Kurang dari 10 Menit - Citizen6 ...

Hari ini saya menemukan bahwa ada satu hal yang ingin saya bagikan di dalam tulisan ini, yaitu kebenaran bahwa kita adalah anak kunci.

Anak kunci bukan secara literal adalah anak yang lahir dari sebuah ibu kunci, tetapi anak kunci adalah kunci itu sendiri yang berfungsi untuk membuka sedangkan kunci (bagian yang bisa di kunci dan di buka) adalah sebagai induknya, bagian kunci yang didesain untuk mengambil fungsi sebagai alat pembuka dan penutup dari kunci.

Ada banyak orang menjadi panik ketika tiba-tiba anak kuncinya hilang, patah atau rusak. Kenapa demikian? karena untuk waktu tertentu kita tidak akan bisa masuk ke dalam rumah (jika yang hilang/patah/rusak adalah anak kunci rumah) atau kita tidak bisa mengakses isi dari apa saja yang sedang terkunci (misalnya: lemari,dll).

Kita harus memahami bagian bahwa kunci sudah di desain untuk di buka dan di tutup oleh anak kunci tersebut. Karena itu anak kunci bisa melakukan kedua hal itu. Tapi benda lain, tidak didesain untuk kedua fungsi tersebut, karena itu jika membuka menggunakan benda lain pasti butuh usaha yang lebih keras dan kadang-kadang merusakkan bagian kunci tersebut.

Tuhan sudah memanggil setiap kita untuk terlibat di dalam satu rencanaNya yang spesifik. Seharusnya kita tidak bisa menolak untuk mengerjakan hal itu. Tetapi faktanya ada banyak orang yang menolak, padahal itu mudah karena kita telah disiapkan oleh Allah untuk menjalankan fungsi tersebut.

Seringkali Tuhan memakai latar belakang kejatuhan kita, latar belakang pendidikan kita, latar belakang pengalaman kerja kita, latar belakang status ekonomi kita, latar belakang hubungan kita dan seterusnya untuk menjalankan fungsi yang telah Allah siapkan untuk kita terlibat dalam salah satu spesifik rencanaNya untuk membawa kebaikan bagi orang lain.

Sekarang coba pikirkan mengapa kamu diberikan salah satu hal yang saya sebutkan di atas atau mungkin belum disebutkan. Bukankah Allah memiliki rencana untuk kamu mengambil bagian sebagai anak kunci untuk menjalankan fungsinya?

Ingat, bahwa titik fokusnya adalah Allah-lah yang yang telah mendesain kita untuk suatu fungsi tersebut. Jika kita menolak untuk melakukannya, Allah masih dapat memilih orang lain untuk mengerjakan fungsi tersebut.

Karena itu jangan arogan dan merasa paling penting dalam mengerjakan suatu panggilan dalam salah satu spesifik pelayanan. Karena Allah masih tetap bisa memilih orang lain untuk mengerjakan bagian tersebut. Tapi jika kamu merespon untuk menjalankan fungsi itu, bersyukurlah untuk respon yang kamu lakukan.

Uang, talenta, nama besar, relasi, fasilitas, posisi dan sebagainya hanyalah cara Allah yang diberikan kepadamu untuk menjalankan fungsi tertentu untuk menjadi berkat bagi orang lain. Berfungsilah sebagaimana seharusnya!

Jika kamu masih terus bertanya-tanya sebenarnya Allah mendesain saya untuk fungsi apa? apa yang harus saya lakukan untuk “menjadi” berfungsi dalam salah satu rencana spesifiknya maka coba lihat, pada cara Allah mempersiapkanmu. Dari proses itu ada potongan-potongan informasi yang menegaskan bahwa kamu harus mengambil fungsi sebagai apa untuk melengkapi anggota tubuhNya bisa didapatkan.

Namun juga jangan terlalu emosional atau terburu-buru membuat keputusan, buatlah keputusan dengan baik.

Jadilah anak kunci sebagaimana engkau didesain untuk fungsi tersebut. Mungkin kamu harus mengambil tanggung jawab untuk membuka sesuatu bagi orang lain, lewat ide, jalan keluar, pertolongan secara finansial, dll. Jadilah seperti itu.

Namun jika situasimu adalah kamu dipilih untuk menutup sesuatu, maka beranilah untuk menutup hal itu karena Allah yang akan menyertai kamu untuk melakukannya sampai selesai.

Ingatlah bahwa komunitas, jemaat, masyarakat, kumpulan orang muda, sekolah atau segala bentuk komunitas manusia yang ada di sekitarmu saat ini ada bagianmu di dalamnya untuk mengambil salah satu fungsi atau kedua-duanya bagi mereka itu.

Sadarilah bahwa ketika harus menjalankan kedua fungsi ini akan penuh dengan air mata, peluh, perjuangan keras, ketekunan dan sebagainya. Namun jangan menyerah berhadapan dengan hal-hal itu karena Allah-lah yang mendesain kamu, akan memampukanmu untuk menyelesaikan dan menjalani itu semua.

Sejenak bertanyalah kepada Tuhan, apakah situasiku saat ini Engkau mau untuk aku mengambil fungsi “membuka” ataukah fungsi “menutup” atau bisa jadi Allah sedang ingin engkau mengambil kedua fungsi tersebut secara bersamaan di area-area yang berbeda-beda?

Meresponlah karena itulah fungsimu!

Jangan sombong dan arogan dengan fungsimu!

Tetaplah rendah hati dan bersyukurlah untuk Allah yang memilihmu untuk fungsi-fungsi itu, dan kerjakanlah dengan setia sampai selesai.

Kebaikan dan Rahmat Allah menyertai kita semua!

Happy Birthday To You Kak “J”

Today is her birthday, a woman who spent almost a decade in my beloved country Indonesia for the social project in the west of Jakarta-Indonesia. I want to write little things about her for a virtual present from Kupang.

Before that, I just want to say “happy birthday to you, happy birthday to you..” this is an Indonesia song for you.

Thanks for your patience that you show, to always give a contribution to the community that you serve, thank you for the perseverance that you “live in” to learn more about our culture and willing to think about how to bring a contribution for a changing.

My prayer is, may God always lead you to continue pursuing your calling and bring the blessing that was your received to share with others around you.

I just want you to know that I feel blessed to meet with you. Thanks for being apart with my journey of life since 2013, you help me to grow in all of my potential that God put on me.

What you gave for me is something that valuable and meaning full as an investment in my life.

Thanks for that.

Keep as a “J” who humble and patience

Keep as a “J” that always showing care and love

Keep as a “J” whose a poet

I hope God gives you what you hope from for your future.

I think, every woman must hold her head up and walk in her route, but not many women around the world can’t do that because of many reasons. But I do believe, every woman always has the opportunity to be a person who inspires others to keep walk in their way, to be a person.

For me, you took the obligation and I know you will continue it and I will take mine also because you’ve helped me and I will make the circles around me more than you.

Let’s do it together!

Sending love and prayer for you from here

Happy Birthday kak “J”.

Mitos/Kepercayaan Di Kupang Yang Masih Ada Sampai Hari Ini

Saya di besarkan di tengah lingkungan masyarakat di Kupang yang sangat kuat meyakini hal-hal yang bersifat supranatural termaksud mitos yang masih terus diyakini sampai hari ini.

Berikut ini beberapa mitos yang masih di yakini di Kupang sampai hari ini.

  1. Perempuan hamil jika keluar rumah harus membawa peniti atau paku. Diyakini jika perempuan hamil yang keluar rumah dengan membawa kedua benda ini maka kandungannya akan aman dari gangguan makluk jahat yang bisa membayahakan janin dalam kandungannya.
  2. Jika merantau maka wajib berpamitan dengan orang tua atau leluhur di kuburan. Hal ini di yakini bahwa para arwah akan memberikan kemudahan di perantauan dan juga mereka mengetahui bahwa ada sanak family yang akan pergi jauh sehingga arwah tidak marah ketika orang tersebut tidak datang bersiarah di kuburan.
  3. Menaruh makanan/minuman dan sirih pinang di kuburan. Ini adalah kebiasaan yang sudah sejak dulu di yakini dalam masyarakat. Bahwa kita perlu memberikan makanan dan minuman kesukaan si arwah di kuburan sehingga malam hari dia tidak perlu datang ke dapur kita untuk mengotak-atik isi dapur bahkan akan membuat makanan yang di dapur yang sudah makan akan menjadi tidak berasa dan basi.
  4. Ada burung-burung tertentu yang jika mendengarnya berteriak di magrib atau di malam hari maka itu pertanda kuntilanak sedang lewat, karena itu dilarang untuk keluar rumah saat mendengar teriakan burung tersebut. Ini termaksud jika anjing melolong di malam hari, diyakini setan-setan sedang berjalan-jalan di area tersebut.
  5. Anak gadis atau perempuan muda dilarang bangun kesiangan karena akan susah ketemu jodohnya. Jika ada anak gadis atau perempuan yang belum menikah yang bagun kesiangan- bukan jam bangun pagi pada umumnya (biasanya masyarakat Kupang bangun pagi di jam 4-6 pagi), maka di yakini bahwa dia akan sulit menemukan jodoh.
  6. Di bulan Desember (Natal) wajib berziarah ke kuburan untuk membersihkan kuburan dan juga mengunjungi yang sudah meninggal. Jika ada orang dekat yang meninggal dan di kubur di jauh dari kota Kupang maka biasanya di depan rumah dibakar beberapa lilin dan disekelilingnya di tabur dengan rampe (irisan halus dari aneka bunga dan daun pandan).
  7. Khusus untuk suku Timor di larang memberi sesuatu dengan jumlah 3. contohnya jangan memberi 3 buah mangga, sebaiknya 1,2 atau 4. Bagi suku ini di yakini jika kita memberikan sesuatu dengan jumlah tiga maka itu sama dengan memaki orang yang menerima pemberian itu.
  8. Jangan menerima atau memberikan seseorang dengan tangan kiri. Bagi masyarakat kami, ini dianggap tidak sopan karena tidak memakai tangan kanan.

Itulah hal-hal yang masih diyakini sampai hari ini di kehidupan masyakarat kami. Namun karena perkembangan pendidikan atau alasan keyakinan agama maka beberapa orang sudah tidak lagi meyakini hal-hal ini.

How I Prepare My IELTS At Home Before Take The Real Test

In this post, I want to share how I prepare IELTS at home without any professional tutor. What I share on this page maybe will help somebody but maybe it’s not suitable for others.

What is IELTS? IELTS is International English Language Testing System to test our proficiency English ability where after we take this test, they will give a certificate as evidence about our skill and it will be used for immigration purposes (general test) or higher study (academic test).

I will start sharing by giving little basic information about my self. 

I am from Kupang, a city located in Timor Island-it is the capital of East Nusa Tenggara province in Indonesia. So, usually every day we are speaking with our local language and just for a formal reason we using our national language.

This is the major reason why when I decided to learn English, it’s very stressful because every day I speak with a different language that not has format words for past, present, and future. Such as for eating, no matter when the time we eat the word that we use is eating, not like in English that has changed the form to adjust with the time. I am also a person who not have a strong interest in learning the language.

The second reason why I’m struggling with learning this skill is that in my place I don’t have friends that can accompany me to speak every day to practice this skill.

So, what I did when I started learning English especially for my IELTS preparation. 

As we know, IELTS has four sections to test our ability in English: listening, reading, writing, and speaking with the higher band score is 9. To make it more clear to understand, I will give an example for the listening section bellow (for the listening section have 40 questions that have to finish in 40 minutes).

Listening Band Scores Explained — IELTS ACHIEVE

This is my step:

I start this process by habituating my ears with this language. So, what I did? I take 3 days to listen to everything in English. Such as listening to songs in English, watched YouTube, and also listening to the news or people conversation from TV or web.

In this part, I only listen not to try to understand the words. If I understand something it okay but not push my self to understand every word.

One of my favorite sources that I use is https://www.bbc.co.uk/sounds.

After three days, I started to take the mock test for the listening section to check at what score I have, so I understand how much effort that should I give to achieve the band score that I need.

When I did it, I take 3 days (every day I took one time and write my result) to make an accurate score for myself self and I found, I’m is stated in band score 5! (you can see the table above). I need more than this in my real test.

So, I left this and jump to the reading section.

In this part, I started with direct scoring for three days and I found that I have the same result with the listening section.

I stop in this step and trying to identify the problem that I have.

This is what I found, I have big problem with grammar and also lack the vocabulary.

After this step, I understand that everyone who wants to prepare their self in IELTS, they have to make sure that they have good skill in English. What I trying to say is, IELTS is about trying to using a trick in our English ability to pass this test.

So, it’s impossible to only learn the tricks in IELTS without enhancing our English skills first.

So I pick up again my grammar book to learn this, every day I spent one hour for.

I also have another one hour for listening from the web that I share above and while I listening, I wrote down every word that I don’t know the meaning. I just wrote like what I heard.

After that, I using my smartphone to check the word meaning. In this part also I can understand what the word will write in the correct way. I check the pronunciation (how to speak the word)-for this I using app Cambridge Dictionary Fast (this dictionary helps us to know the word pronunciation in the UK and US).

All of the new words that I found I write in a book that I name it: Vocab Book. Every day I look 2 times or more, for the new vocab that I found and trying to remember them and also how to use them.

my vocab book

I think don’t have a short cut to improve my vocab, I have to take this way.

I want to be honest with all of you: if I have another choice to make me directly have good English skills, I choose to take another one because this way is needing perseverance and a commitment from our self to doing daily.

While I did all of the above, I also read a passage every day (from academic source). I collect every new word and put them in my vocab book.

This is what I find after I keep doing all of the activities above when I am going to scoring again, I see my band score is raised-has a progress.

I keep doing this and also learning the tricks that used for listening and reading sections where all of the sources that use is from YouTube: https://www.youtube.com/user/ieltsliz and https://www.youtube.com/channel/UCXg7gy4XmPZEGr4kumPNGyQ/videos.

Later I will share also about how I prepare another section from home.

Dimana Tuhan?

Masa sulit adalah masa yang membuat orang yang beriman menanyakan dimana Tuhan. Ada dimana keberadaan Sang Penguasa ciptaan?

Di setiap waktu yang penuh dengan kabut hitam yang tak bisa membuat siapapun bisa melihat arah masa depan adalah masa yang tepat untuk menguatkan iman percaya bahwa Tuhan tetap eksis dan tetap ada di dekat.

Namun dapatkah kebenaran pikiran dan keyakinan seperti ini masih bisa tumbuh, masih bisa ada, masih bisa dipertahankan atau masih bisa dipegang teguh di waktu semua tak baik?

Seperti waktu sakit yang tidak pernah sembuh, diwaktu ekonomi pribadi yang makin merosot, bagaimana dengan keadaan hari-hari yang tidak menjanjikan masa depan yang lebih baik, bagaimana dengan semua hal sulit yang sedang dihadapi yang tidak pernah berakhir sampai hari ini?

Dimana Tuhan?

Adakah Dia masih penuh kasih? adakah Dia masih murah hati? adakah Dia masih penyayang? adakah Dia masih dekat? dan sejumlah pertanyaan yang tak tertuliskan disini tentang diriNya?

Dimana Tuhan?

Padahal kita tidak pernah meninggalkan doa, padahal sudah banyak perintah ajaran keyakinan yang sudah dijalankan dengan setia, padahal sudah begitu khusuk dalam setiap waktu beribadah. Tapi kenapa seolah DIA TIDAK NAMPAK untuk memberikan pertolongan akan harapan yang disampaikan?

Dimana Tuhan di saat-saat seperti ini?

Dimana Tuhan di waktu-waktu yang sulit sedang di hadapi?

Kenapa Dia seolah tuli, berdiam diri dan tidak ingin menolong?

Bagiku, Tuhan tetap ada sekalipun situasi tidak baik. Tuhan tetap eksis meski keadaan diri makin merosot. Tuhan masih Maha Kasih, Tuhan masih Maha Pemurah, Tuhan masih Maha Baik.

Meski tidak ada mujizat bukan berarti Tuhan mundur dari hidup kita, meski tidak ada perubahan bukan berarti Tuhan sedang tidur. Meski tidak ada pertolongan bukan berarti Dia berubah. Meski tidak ada yang seolah baik dalam hidup kita bukan berarti kebaikan sudah hilang.

Dia hanya menunggu waktu yang terbaik untuk menyatakan pertolonganNya. Dia hanya mengijinkan segala sesuatu untuk menjadi bagian dari pembelajaran iman. Dia hanya mengijinkan kita mengecap versi lain dari kebaikanNya. Dia sedang membiarkan kita belajar dalam pelajaran akan kebaikanNya dalam topik yang berbeda.

Meski keadaanmu tidak baik dan tidak menentu tetaplah percaya bahwa Tuhan sedang ada bersamamu dan berjalan bersamamu di lembah kekelaman hidupmu.

Tuhan masih dekat denganmu, Tuhan masih bekerja untuk menyatakan kebaikanNya bagimu dalam cara yang akan membuatmu kagum kepadaNya.

Berbahagialah Yang Mendengar Panggilan Itu

Bila membandingkan desa dan kota maka akan ditemui adanya jurang perbedaan yang sangat dalam diantara keduanya. Dalam segala hal untuk menyangkut kehidupan yang lebih baik maka kota adalah tempat yang lebih baik dibandingkan kota. Mengapa? karena di kota segala hal sangat menunjang, karena itu tidaklah heran bahwa angka urbanisasi terus meningkat setiap tahunnya.

Karena itu yang terjadi adalah di kota penuh dengan manusia unggul, produktif, kritis, kreatif, dan inovatif. Orang-orang ini akan membayar harga meninggalkan desa menuju ke kota untuk harapan memperbaharui kehidupan. Tidak ada yang salah dengan ini.

Lalu apa yang terjadi selanjutnya? desa menjadi kekurangan orang-orang dengan kategori di atas. Karena itu tidak heran jika pada akhirnya segala bentuk pelayanan masyarakat menjadi tidak begitu baik akibat dari kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas.

Namun dari pengalaman saya bepergian beberapa tahun ini ke wilayah pedalaman di Indonesia, saya mendapati bahwa ada saja orang-orang yang berani meninggalkan panggung kota yang membesarkan nama mereka. Ada saja orang-orang yang berani bayar harga mahal untuk bisa memberikan kontribusi di daerah-daerah yang membutuhkan.

Saya menamai mereka ini “berbagia” karena mereka mendengar panggilan kebutuhan itu. Mereka mendengar suara yang memanggil-manggil dari berbagai pelosok negeri, dan dengan kerelaan hati mereka menjawab panggilan itu.

Tidak mudah kehidupan yang mereka alami dari keputusan untuk mendengar jeritan-jeritan meminta pertolongan itu. Mereka harus meninggalkan keluarga, meninggalkan fasilitas, meninggalkan sorotan kamera, meninggakan tepukan tangan hanya demi senyuman mereka yang di desa-desa.

Saya pernah bertemu tenaga medis yang berani meninggalkan kota, saya pernah bertemu dengan tenaga pendidik yang berani meninggalkan tingginya gaji di perkotaan yang ditawarkan kepadanya. Saya juga pernah bertemu dengan banyak tokoh agama yang mau ke desa-desa dan dusun-dusun karena ada umat yang harus dilayani disana juga.

Keputusan mereka itu menginspirasi saya, keputusan mereka itu sungguh menguatkan saya. Komitmen mereka membuat saya untuk juga harus mendengar panggilan itu.

Saya menyebut mereka “berbahagia” itu bukan tentang materi yang diterima, itu bukan tentang penghormatan yang diperoleh. Tetapi mereka berani keluar dari zona nyaman kehidupan, membawa setiap talenta mereka untuk berguna bagi mereka yang tinggal di desa, membawa setiap kelebihan mereka untuk menjadi manfaat bagi mereka di desa.

Mereka saya sebut “berbahagia” karena mempunyai telinga yang tajam, mereka saya sebut “berbahagia” karena memiliki hati yang begitu iklas dan kuat. Mereka saya sebut “berbahagia” karena mereka memiliki cinta yang tulus.

Saya pernah bertemu dengan anak-anak yang begitu senang karena bisa di ajar oleh tenaga pendidik yang dari kota dengan wawasan yang begitu luas sehingga menginspirasi mereka saat belajar.

Saya pernah bertemu dengan para mantan pasien yang selalu berkata “bersyukur sekali ada dokter/bidan ….” karena ada tenaga medis dari kota yang mau ada di desa mereka sehingga ada banyak dari mereka yang tertolong saat sakit.

Saya juga pernah bertemu dengan banyak umat, yang bercerita penuh senyum karena mereka dipimpin, diajar tentang agama oleh pemimpin yang berani tinggalkan kota sehingga mereka bisa mendapatkan ilmu agama yang berkualitas dan dalam.

Mereka-mereka itulah yang akhirnya membuat saya menyimpulkan bahwa mereka yang memiliki telinga dan mendengar panggilan kebutuhan itu adalah orang-orang yang berbagia.

Saya mengagumi mereka dan saya berterima kasih kepada mereka.

Saya senang berjumpa dengan mereka dan benar-benar menghargai mereka.

Bagi saya mereka begitu hebat dan begitu luar biasa

Bagi saya mereka manusia-manusia berbahagia yang hidup untuk sebuah panggilan kebutuhan.

Terimakasih untuk kalian semua dan harapanku adalah semoga makin banyak yang di kota yang mendengar panggilan itu.

Salam kasih dan hormat untuk kalian semua.

Bangun Kebiasaanmu Dari Sekarang

Sulitnya Mengubah Kebiasaan Buruk Manusia Halaman 1 - Kompasiana.com

Bagi beberapa orang memiliki kebiasaan yang terus menerus dikerjakan setiap hari adalah hal yang mudah dilakukan namun tak dapat dipungkiri juga bahwa ada banyak orang yang hidup tanpa ada rutinitas kegiatan yang pasti, semua berantakan.

Sekarang coba pikirkan tentang satu jam pertama saat anda bangun tidur di pagi hari. Ada kebiasaan apa yang ada di jam tersebut? Apakah itu sudah terbentuk dengan baik ataukah masih berantakan dan dilakukan asal-asal saja atau melakukan sesuatu jika lagi ingin saja.

Saya berikan contoh saat bangun tidur untuk 1 jam pertama saya memiliki kebiasaan yang saya sebut “waktu pribadi” biasanya saya memulai dengan berdoa, membaca kitab suci saya dan kemudian menulis beberapa hal di catatan pribadi saya-karena itu saya benar-benar ingin waktu ini tenang, tidak ada berisik. Ini sudah rutin saya lakukan beberapa tahun, dan saya merasakan manfaat yang sangat besar dari kebiasaan ini.

Oleh karena itu jika ada suatu pagi dimana saya bangun dengan tidak melakukan 3 kegiatan utama yang saya sebutkan di atas maka saya selalu merasa bahwa ada bagian yang sangat kurang di diri saya pada hari tersebut. Dan saya sedang membangun kebiasaan lain lagi di sepanjang jam di dalam satu hari.

Bagaimana dengan anda? apa kebiasaan yang sudah terbentuk sebagai jadwal rutin anda?

Membangun rutinitas setiap hari juga termaksud membangun kebiasaan-kebiasaan positif yang membuat orang lain mengenal kita sebagai apa atau ada lebel apa yang dipasang kepada kita. Membangun pengenalan orang terhadap diri kita, membangun “nama” yang akan orang lain ingat tentang keberadaan kita tatkala kita sudah tidak ada nanti.

Bagunlah hal-hal positif yang menjadi budaya diri sendiri, bangunlah kebiasaan-kebiasaan benar yang membuat diri kita terbentuk menjadi manusia yang baik. Hancurkan dan tinggalkan semua kebiasaan buruk yang menghancurkanmu secara perlahan.

Bisa jadi contoh kecil adalah kebiasaan penggunaan atau pengaturan keuangan pribadi. Ada kebiasaan buruk apa yang perlu kamu tinggalkan di area ini, lalu ada peluang kebiasaan positif apa yang ingin kamu bangun di area ini. Bisa jadi menabung? atau apa saja yang perlu kamu mulai hari ini, agar tidak menyesal nanti.

Memang dalam proses pembentukkannya butuh komitmen karena itu tidak mudah untuk melakukannya. Ada yang mengatakan butuh 23 hari berturut-turut untuk membentuk satu budaya di diri kita.

Misalnya juga ketika anda ingin memiliki kebiasaan membaca, maka upayakan untuk selama sebulan minimal ada 1 jam yang diinfestasikan untuk membaca. Membaca buku yang topiknya sesuai dengan minat kita. Sehingga lama kelamaan kita akan merasa bahwa membaca itu seperti makan, yang kalau tidak dilakukan dalam sehari maka anda akan terasa sangat lapar.

Saya tidak tahu kebiasaan apa yang hendak kalian bangun, namun saya ingin mengajak untuk “ayo, kita lakukan dari sekarang sebelum terlambat” karena manfaatnya pasti untuk diri kita sendiri juga, dan nantinya akan berdampak pada orang-orang di sekitar.

Selamat membangun kebiasaan positifmu!

Hari Ke 15-17 #DirumahAja# Cuaca

Hujan di hari ke-15 sore, video diambil dari jendela kamar.

Kupang adalah daerah yang sangat panas, terik mataharinya itu serasa menggigit kulit. Meski di musim hujan asal saja tidak mendung maka terik matahari yang menggigit kulit ini pasti dirasakan. Karena itu meski saya adalah orang asli Kupang tetap saja tidak sanggup dengan teriknya matahari disini alhasil sering mengeluhkannya.

Oleh karena itu saya selalu berdoa agar hujan selalu turun. Kalaupun tidak turun hujan minimal mendung.

Dihari ke 15-17 #dirumahaja# aku sangat bersyukur bangat sama Tuhan karena hujan turun di sore hari. Di hari ke-15 pada saat siangnya, saya sempat berdoa meminta Tuhan hujan “mininal sejam saja Tuhan” itu yang saya ucapkan karena melihat kacang tanah yang tumbuh di pekarangan rumah sudah layu dan mau mati.

Dan sore harinya seolah doa itu dijawab Tuhan, benaran kurang lebih satu jam hujan turun dan itu berkat bangat untuk tanaman di kebun rumah dan juga membuat udara menjadi adem.

Hari 16 sejak siang cuaca mulai mendung dan deru hujan terdengar dari kejauhan. Meskipun hujan tidak turun di desa tinggal saya namun di kebanyakan wilayah di Kupang hujan turun dengan lebat. Dan di bagian daerah tinggal saya saja bisa menikmati udara yang adem.

Di hari ke-17 aku bersyukur karena cuaca mendung menyelimuti hampir sepanjang hari sehingga udara terasa berbeda bangat karena itu dirumah rasanya adem.

Aku menemukan kebaikan Tuhan dalam cuaca yang diberikan. Dimasa harus mengkarantina diri sendiri untuk mencegah penyebaran covid-19, aku tetap menemukan adanya cerita-cerita baik yang muncul.

Jujur memang tidak mengenakkan harus dirumah saja sejauh ini namun aku belajar untuk bisa merubah cara berpikir dimana “aku ingin melihat pada semua cerita baik di hari-hari ini, bahkan jika itu hal yang sangat sepele pun aku ingin beryukur untuk itu”. Lagian bonus besar dari dirumah saja adalah mengambil bagian dari pemutusan rantai penyebaran covid-19 di Indonesia. Jadi hal ini layak dilakukan dengan sabar dan terus berdoa agar Indonesia bisa segera di bebaskan dari virus ini.

Aku menemukan ada banyak hal positif yang diperoleh dari dirumah saja sejauh ini. Namun cuaca menjadi hal yang saya highlight untuk tiga hari ini. Karena itu, aku mengajak kalian semua untuk membagikan cerita baikmu selama di rumah saja.

Ayo sebar cerita baikmu!

Hari Ke-14 #Dirumah Aja# Nyanyian Syukur Sekeluarga

Di hari ke-14 saat dirumah saja ada nyanyian syukur dari kami sekeluarga “kami memuji kebesaran-Mu, ajaib Tuhan, ajaib Tuhan” Itulah penggalan kalimat dari lagu yang kami nyanyikan bersama karena sungguh Tuhan begitu ajaib bagi kami sekeluarga.

Tepat dua minggu berada di rumah saja, salah satu keponakan diberikan anugerah oleh Tuhan untuk genap berusia 2 tahun. Kami sangat bersyukur untuk kebaikan Tuhan karena keponakan diberikan panjang umur, kesehatan dan pertumbuhan yang baik.

Memang tahun ini kami tidak bisa membuat perayaan seperti tahun sebelumnya dimana mengundang teman-temannya untuk merayakan bersama namun kami masih bisa memasak sedikit makanan dirumah dan dibagikan kepada beberapa tetangga dekat kami.

Karena itu, bagi saya ini adalah cerita baik yang layak saya bagikan karena bagaimanapun tidak nyamannya untuk dirumah saja, masih tetap ada bagian yang harus di syukuri setiap harinya.

Baca: Temukan 1 alasan saja

Bagimana denganmu? adakah cerita menarik yang layak kamu bagikan di hari-hari harus di rumah saja? saya berharap bahwa kamu mendapatkan kesempatan untuk mengumpulkan cerita baik juga dan bisa bagikan kepada orang lain, sehingga dunia penuh dengan warna cerita baik.

Selamat hari minggu!

13 Hari #Dirumah AJa# Ada 9 Hal Di Rumah Yang Disyukuri

1. Anak Pisang Tumbuh

Tanaman pisang ini persis di depan jendela kamar saya, karena itu setiap hari ketika bangun dan membuka gorden jendela kamar, pohon pisang adalah hal pertama yang saya lihat. Karena itu saya sangat bersyukur karena beberapa minggu belakangan ini ada beberapa anak pisang yang tumbuh.
Kupang adalah daerah yang sangat panas karena itu di musim panas biasanya sangat sulit ada anak pisang yang tumbuh. Karena itu saya sangat bersyukur di musim ini ada beberapa yang tumbuh bersamaan. Bahkan pemandangan ini saya nikmati di hari-hari sedang #dirumah aja#

2. Banyak pohon pepaya yang tumbuh dan subur

Kebun di rumah sedang penuh dengan banyak sekali pohon pepaya, dimana bagi kami orang Kupang ini adalah sayur yang sangat nikmat. Jadi kami tidak perlu ke pasar untuk mencari sayur di musim ini, karena ada bunga (kembang), daun dan buah pepaya yang bisa di buat sayur sesuai dengan selera.

3. Cabe berbuah

Beberapa pohon cabe yang di rumah di minggu-minggu ini sedang berbuah banyak, karena itu kami di rumah tidak kuatir harus keluar rumah untuk membeli cabe, sudah tersedia.

4. Seledri tumbuh lebat

Tanaman seledri di rumah sedang tumbuh lebat dirumah.

5. Bunga lili Paris Subur

Ada 9 pot bunga ini yang ada dirumah yang sudah saya tanam sejak tahun kemaren namun tidak tumbuh dengan baik. Namun beberapa minggu terakhir ini saya melihat semua tanaman ini mulai mengeluarkan daun yang baru dan subur.

6. Pohon kelor atau moringga subur

Di kebun rumah, kami memiliki beberapa pohon moringga yang besar dan sedang berdaun lebat di musim ini. Ada banyak yang masih kecil juga yang tumbuh dimana-mana. Karena itu sayur sehat ini tidak perlu kami beli di pasar, tinggal petik dan langsung dimasak. Segar dan sehat… bahkan kadang diambil oleh tetanga rumah atau orang dari sekitar kampung.

7. Pohon Sipa (bahasa Kupang) atau pohon Ketumbar

Dirumah kami tanaman ini hanya tumbuh di musim hujan. Biasanya orang kupang memakai daun ketumbar di sambal untuk memberikan aroma dan rasa unik di sambal. Karena itu saya sangat senang ada tanaman ini di halaman rumah kami, kalau mau membuat sambal tinggal diambil saja.

8. Tanaman kangkung tumbuh

Saya menanam batang kangkung di halaman belakang rumah di awal minggu kemaren. Batang ini sisa dari kangkung yang kami masak, dari pada dibuang saya memanfaatkannya lagi dengan menanam kembali dan saat ini sudah mulai tumbuh tunas-tunasnya.

9. Banyak sekali tanaman bunga yang berbunga dan subur

Ada banyak sekali tanaman bungga di halaman rumah yang sedang tumbuh dengan subur, dan ini yang membuat saya masih betah-betah saja dirumah di masa social distancing ini.

Postingan ini terispirasi dari tulisan teman saya 1 april kemaren bisa lihat disini: https://janicewhyne.com/covid-chronicles/

Bagaimana dengan kamu, adakah sesuatu yang bisa disyukuri di hari-hari ini ketika harus di rumah aja?

Jangan Fokus Pada Kesulitan

Saya mendengar ada banyak orang mengeluh tentang kesulitan yang sedang terjadi, baik itu urusan covid-19 yang menghambat aktivitas luar rumah sampai segala macam urusan kehidupan yang sedang sulit.

Saya pernah menulis temukan 1 alasan saja untuk bisa bersyukur apapun itu situasinya. Entah itu di siang maupun malam, entah dihujan ataupun panas, entah di tertawa ataupun air mata, kita layak untuk terus berjuang agar menemukan satu alasan untuk tetap bisa bersyukur kepada Tuhan dan tidak menyalahkan keadaan apalagi menjadi terpuruk dalam hidup.

Secara pribadi saya juga sedang terus belajar untuk mengubah paradigma dalam menanggapi fakta-fakta yang sedang terjadi saat ini. Saya mulai nelajar melatih diri untuk tidak berfokus pada kesulitan namun memanufer pikiran dan berfokus pada hal positif lain yang bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri dan siapa tahu juga untuk orang lain.

Saran saya coba kita mulai memanfaatkan waktu dirumah untuk makin hangat dengan anggota keluarga, coba manfaatkan waktu dirumah untuk mempelajari skill-skill tertentu seperti: masak, membuat kue, menjahit, menulis, mempelajari bahasa tertentu, membaca dan segudang aktivitas rumah lainnya yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain kelak.

Jangan mengeluh, jangan menggerutu, jangan marah-marah, jangan menyalahkan keadaan, jangan menyalahkan seseorang, jangan menyalahkan diri sendiri, tetapi coba lihat pada PELUANG apa yang sedang ada.

Yah, peluang apa yang sedang disodorkan oleh kehidupan saat ini itulah yang harus dicari, diciptakan, dibangun, dikembangkan atau diperbanyak.

Peluang dalam hal apa saja yang bisa memberikan manfaat baik itu secara langsung ataupun jangka panjang.

Coba lihat pada buku catatan pribadi, apa yang pernah diimpikan dulu yang harusnya dikejar atau dipelajari yang tertulis disana, namun sampai saat ini belum bisa dilakukan karena berbenturan dengan waktu yang benar-benar tidak ada karena banyaknya aktivitas mencari nafkah selama ini.

Ambil salah satu hal dari dalam buku catatan itu dan coba mulai fokus memulainya. Memulai untuk mengejarnya, memulai untuk mempelajarinya, memulai untuk memperjuangkannya. Siapa tahu justru itu akan menghantarkan kamu pada jalan panjang kehidupan yang lebih baik dari saat ini, siapa tahu itu adalah jalan sukses yang sempat di abaikan, siapa tahu itu adalah jalan yang akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan juga orang lain.

JANGAN BERFOKUS PADA KESULITAN!

Mulailah untuk berkata pada diri sendiri bahwa pasti ada kebaikan dibalik kesulitan ini. Mulailah dorong diri sendiri untuk menemukan kebaikan itu. Mulailah membangun semangat untuk berjuang.

Mulailah sebuah mimpi di tengah kesulitan, mulailah susun kembali rencana-rencana hidup, mulailah memperbaiki semua hal yang perlu diperbaiki termaksud pemanfaatan waktu pribadi. Mulailah ubah orientasi target pribadi, mulailah ubah alasan-alasan berbuat sesuatu, mulailah ubah motivasi-motovasi diri sendiri.

Jika itu semua bisa dilakukan maka saya dan kamu tidak perlu lagi untuk mengeluh.

Saya dan kamu tidak perlu lagi menyalahkan keadaan atau siapa saja.

Saya dan kamu tidak perlu lagi berlarut dalam keputusasaan dan penyesalan.

Melainkan saya dan kamu mulai untuk bersyukur, bersemangat, berjuang dan seterusnya.

Mulailah hari ini dengan berpikir positif dan temukan hal baik apa yang bisa dikerjakan hari ini.

Fokus saja pada satu hal baik hari ini, dan biarkan satu hal baik itu yang akan mengajakmu bertemu banyak hal baik lainnya diluar sana kelak.

Matahari Berbicara

Terimakasih Tuhan untuk matahari yang Engkau telah ciptakan yang seringkali lupa untuk aku syukuri keberadaannya.

Namun minggu-minggu ini aku merasa bahwa dia sedang terus berbicara kepadaku. Dan aku syukuri akan itu!

Setiap hari ketika ufuk timur mulai memancarkan warna orange, kudengar dia mulai berbisik padaku “ada lagi satu kesempatan bagimu untuk mencoba, ada lagi jam-jam perjuangan yang bisa kamu pakai hari ini”

Setiap hari ketika panasnya begitu terik, bahkan ketika aku sedang bersembunyi di dalam rumah teriknya masih bisa dirasakan. Ku dengar suaranya bertanya “brapa banyak yang sudah kau selesaikan? ingat masih ada waktu lagi untuk mu untuk terus melanjutkan perjuanganmu, jangan cemas!”

Dan ketika warna jingga bercampur orange memenuhi ufuk barat dia tersenyum padaku dan berkata “well done! untuk usaha kerasmu hari ini. Jangan sedih kalau masih belum semua selesai, coba ambil sedikit ekstra waktu dan selesaikan semampumu saja“.

Ah,,, benar aku sedang mendengar suaranya besuara dengan begitu jelas dalam hari-hari ini.

Di pagi hari aku menjadi bersemangat mendengar suaranya, ketika siang hari rasa optimis itu makin membara dan ketika sore hari aku harus duduk dalam rasa syukur untuk hal yang bisa dikerjakan selama diberikan kesempatan.

Sore ini aku menulis ketika dia sudah bersembuyi di balik awan di ufuk barat. Aku menemukan bahwa ada begitu banyak yang hari ini coba aku upayakan dan ternyata tidak mudah.

Aku merasakan adanya dorongan untuk jika diberikan kesempatan besok aku ingin mengoptimalkan waktu itu sebaik mungkin karena target yang hendak aku raih masih sangat jauh.

Hari ini ketika matahari bersinar persis di tengah bumi dimana aku pijak, aku mendapati bahwa aku diminta untuk berjuang lebih keras lagi, melampaui semua kerja keras yang aku lakukan selama ini.

Aku semakin dibuat jelas bahwa aku tidak perlu lagi untuk membuang banyak waktu untuk hal-hal yang bukan prioritas. Aku semakin di buat jelas bahwa komitmenku untuk hal yang diupayakan harus lebih tajam lagi diasah.

Matahari sedang berbicara kepadaku dengan begitu keras, meski kadang dia berbisik namun bisikannya justru menggelegar laksana gemuruh.

Aku berterima kasih untuk matahari yang terus setia berbicara kepadaku.

Harapanku saat ini adalah ijinkanlah besok aku bisa bertemu denganmu lagi ya Penciptaku, karena aku ingin mendengarnya mendorongku, menginspirasiku, dan memotivasiku untuk lebih lagi taat, lebih lagi kerja keras, lebih lagi tekun dan lebih lagi disiplin.

Terimakasih untuk matahari yang begitu baik kepadaku.

Tetap Tenang

Situasi dunia saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa ada banyak rasa takut, ada rasa tidak aman, ada rasa kuatir dan ada rasa cemas yang bertebaran dimana-mana dalam hati dan pikiran manusia, lalu mengarahkan manusia pada pertanyaan “mengapa situasi berat ini ada?“.

Baca juga: Masalah pasti akan selalu ada

Kita semua tidak mempunyai kekuatan untuk mengubah keadaan ini seperti membalikkan telapak tangan. Namun kita semua bisa mengambil keputusan untuk TETAP TENANG dalam situasi ini.

Keputusan ini akan membantu kita untuk tetap bisa beribadah, untuk tetap mempercayai bahwa ada Tuhan yang memiliki kuasa yang mengendalikan semua hal.

Keputusan untuk tetap tenang bisa membuat kita bisa berdoa dan menyerahkan segala hal kepada Allah.

TETAPLAH TENANG!

Tidak perlu menjadi panik dan hilang iman disituasi saat ini, tidak boleh memutuskan hubungan dengan Tuhan dalam masa berat ini.

Dia Tuhan yang tetap bekerja meski kita tak melihat tangan yang bekerja itu.

TETAPLAH TENANG!

Allah yang besar mengendalikan cerita hidup dunia dan isinya tahu bagaimana mengendalikan apapun yang terjadi saat ini. Allah yang berkuasa mengerti cara yang tepat untuk menolong semua orang yang tetap tenang dan mempercayai-Nya.

Luangkan waktumu sejenak dengarkan lagu ini, semoga membuatmu makin yakin untuk memilih tetap tenang dimasa ini.

Saya pikir ini berlaku untuk semua hal yang berkaitan dengan hidup yang membuat manusia menjadi takut dan gelisah. Hal itu bisa merupakan masalah pekerjaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan atau apa saja.

Namun kita harus tetap tenang karena tangan Tuhan sanggup menolong untuk kita semua melewati gelombang kehidupan karena tidak mungkin Dia membiarkan umat-Nya tenggelam.

Doaku dan harapanku adalah:

Tetaplah miliki iman

Tetaplah mempercayai pemilik kehidupan

Tetaplah yakin bahwa Dia akan menyelesaikan semuanya dengan cara yang ajaib.

Semoga hari minggumu diberkati!

Bertanyalah Kepada Semua “Ibu” Harus Sesabar Apa?

Itu adalah arti sabar yang saya temukan dalam kamus besar bahasa Indonesia. Karena itu untuk belajar sabar saya pikir sebaiknya bertanyalah kepada ibu.

Tidak perduli apakah dia berpendidikan atau tidak, tanyalah kepadanya tentang kesabaran maka dia akan menjelaskan kepadamu.

Tanyalah harus sesabar apa saya terhadap hidup? Dia pasti akan memberikanmu penjelasan yang sederhana namun akan sulit untuk kamu lakukan.

Bertanyalah harus sesabar apa saya terhadap seseorang? Dia akan menceritakan kepadamu tentang bagaimana dia sabar menghadapimu. Dan itu akan makin sulit untuk kamu lakukan lagi!

Karena bukti sabarnya ibu adalah bagaimana dia sabar mencintaimu sampai hari ini. Eits, jangan munafik, kamu seringkali menguji kesabarannya bukan? dalam segala hal dan dalam banyak waktu kamu selalu menguji kesabarannya!

Sekarang coba pikirkan kenapa kamu sering meledak-ledak emosimu, kenapa kamu susah mengatur emosimu yang membuat banyak orang disekitarmu terganggu dan bahkan kamu tidak disukai banyak orang.

Tidak usah berguru dan bertanya pada guru yang jauh, cukup sediakan segelas teh dan duduklah dengan ibumu dan bertanyalah kepadanya. Bagaimana agar saya bisa menjadi lebih sabar?

Okey, mungkin ibumu telah berpulang kepada Sang Khalik, coba duduklah sejenak di pusara dan renungkanlah tentang kesabaran yang dimilikinya. Kenapa saya tidak memiliki kesabaran yang besar sepertimu?

Tanyalah kepada ibumu bagaimana ia begitu sabar menghadapi ayah, bagaimana ia begitu sabar menghadapi kamu dan kakak atau adikmu. Tanyalah kepada ibu bagaimana ia sabar terhadap mertuanya, tanyalah kepadanya bagaimana ia sabar menghadapi sederetan manusia yang ada di sekitarnya.

Mengapa kamu tidak bisa sabar?

Belajarlah pada ibu, mintailah dia wejangan untuk kamu bisa melakukannya juga.

Jangan sombong! mintailah nasihatnya agar kamu bisa lebih sabar.

Sabar artinya tidak mudah putus asa.

Kenapa kamu mudah menyerah? kenapa kamu mudah meninggalkan perjuangan dan menjadi pemalas sehingga menggantungkan hidup pada orang lain.

Tanya ibu! Tanya kenapa dia tidak pernah menyerah, tanyalah kenapa dia begitu kreatif menanggapi jalan perjuangan. Tanyalah kenapa dia tidak pernah patah arang dengan kehidupan.

Lalu kenapa kamu yang adalah anaknya mudah sekali menyerah dan hilang semangat berjuang?

Lihat ibumu, dia begitu hebat! dia begitu memukau dalam perjuangan menaklukkan kegagalan.

Sabar artinya tenang, tidak terburu nafsu.

Renungkan kenapa ibu tidak pernah mementingkan kepentingannya tetapi selalu mendahulukan kepentingan semua orang yang dicintai? karena memang dia tidak pernah terburu nafsu dirinya sendiri.

Tanyalah kepada ibu kenapa dia tenang ketika menghapi jalan buntu di hidup? tanyalah kepadanya kenapa dia tidak pernah mengambil satupun jalan pintas untuk menyelesaikan perkara hidup?

Jawabannya karena dia tidak pernah termakan oleh nafsu.

Lalu kenapa saat ini kamu menjadi rapuh? kenapa saat ini kamu menjadi galau berat? kenapa hari ini kamu kehilangan pengharapan?

Belajarlah sabar, belajarlah pada ibu, belajarlah untuk kuat, tenang dan pantang menyerah.

Meski mungkin kamu tidak menyadarinya, namun sebenarnya belajar pada ibu untuk sabar adalah orang tepat untuk kamu mempelajari nilai kehidupan yang penting ini.

Besok-besok, jangan mudah menyerah lagi. Ingat ibu dan belajarlah padanya.

Besok-besok jangan tergesa-gesa dan terburu-buru untuk termakan nafsu. Ingat ibu dan belajarlah darinya.

Semoga kita semua mau belajar untuk makin sabar.

Terimakasih Untuk Sekian Gagal Yang Memelukku

Baru saja 86 hari dijalani di tahun 2020. Tahun dimana diawal pembukaan aku telah berdoa kepada Sang Pencipta untuk sekian deret sukses yang aku ingin capai di dalamnya.

Namun hari ini ketika semua orang sedang tertidur pulas dikamarnya masing-masing, aku masih duduk di depan laptop sambil melihat kepada beberapa tulisan. Tulisan-tulisan yang aku terima yang menyatakan bahwa ada sederet kegagalan yang sedang datang memelukku secara bersamaan.

Ah Tuhan, adakah Engkau tidak mendengar permintaanku itu? mengapa ada sekian banyak ketidak beruntungan yang datang dalam waktu bersamaan. Rasanya tidak adil!

Namun aku memilih untuk menutup mata sejenak dan menatap dengan diam-diam Sang Tuhan dalam imajinasiku. “kau pasti tidak salah kan?” aku tersenyum namun air mataku mengalir deras seolah menjelaskan bahwa ini semua tidak seharusnya aku alami namun kutahu Sang Tuhan tahu yang terbaik.

Sang Tuhan memberikan aku ketenangan dan membawaku untuk berpikir logis. Sedikit logis di sela waktu yang sendiri ini.

oh ternyata itu? aku berpikir bahwa itu semua adalah deretan hal yang tepat bagiku, namun ternyata tidak”. Kau ternyata sedang menyiapkan yang lebih baik dari itu semua.

Aku membuka mata dan meminta pada kegagalan yang kuusir itu untuk merangkulku dengan erat. Mari peluk aku sampai aku merasakan api perjuangan yang gigih lagi dari sebelumnya. Mari peluk aku sampai hatiku membencimu sehingga membuatku berjuang untuk mendapatkan “yang terbaik itu”.

Aku melihat pada sederet usaha yang sudah kulewati, “oh ternyata aku masih belum maksimal mengupayakan semuanya”

Karena itu ku buka kedua tanganku lagi dan kuminta pada kegagalan itu, tolong peluk aku lagi dengan lebih erat karena aku harus merasakan denyut nadimu agar nanti aku tahu bahwa aku tak perlu senadi denganmu dimasa yang akan datang.

Jantungku kembali berdetak normal, aku mengambil buku catatanku dan kutuliskan semua peristiwa ini agar kelak ketika berhasil aku ingat bahwa aku pernah gagal sebelum tiba di kesuksesan yang aku impikan.

Terimakasih banyak untuk sekian kegagalan yang sedang memelukku saat ini.

Peluklah aku dengan erat saat ini karena besok aku telah putuskan untuk memulai perjuangan lagi untuk keberhasilan dan kesuksesan yang aku telah doakan.

Aku meyakini bahwa jika banyak kegagalan yang datang memeluk dalam waktu yang bersamaan artinya ada satu keberhasilan besar yang sedang menanti di depan mata.

Selamat melanjutkan perjuangan untukmu jiwa yang tak lelah!

Ini Keuntungan #Dirumah aja#

Image result for foto social distancing ilustrasi dirumah aja

Berkaitan dengan wabah covid-19 dimana pemerintah menghimbau untuk bekerja, beribadah dan belajar dari rumah saja maka saya sendiri secara pribadipun sangat merasakan manfaat dari hal ini selain dari hal berkaitan dengan urusan penyebaran wabah.

Pertama: Tidak ada pengeluaran untuk jajan

Saya ada pecinta minum kopi dimana biasanya saya selalu ada jadwal mengunjungi kafe favorit saya setiap minggunya. Memang datang ke sana bukan sekedar untuk ngopi saja tetapi biasanya saya bekerja di tempat dimana saja ngopi.

Pengeluaran ini akhirnya tidak ada selama waktu harus dirumah saja. Lumayan bisa irit.

Kedua: Belajar sesuatu secara serius karena waktu cukup banyak

Berhubung semua aktivitas luar rumah di hentikan maka saya secara pribadi memiliki waktu yang cukup banyak untuk belajar hal yang sedang saya jadwalkan untuk pelajari.

Setiap hari saya menjadi benar-benar tahu berapa jam yang akan saya alokasikan untuk mempelajari hal baru yang sedang saya pelajari. Dan hasilnya sangat terasa.

Ketiga: Makan makanan rumah dan memperhatikan gizi yang dikonsumsi

Himbauan dirumah saja membuat saya secara pribadi akhirnya tidak ada alasan untuk makan di luar alhasil maka saya makan masakan rumah yang memang lebih sehat karena kebanyakan sayuran diambil dikebun sendiri yang organic.

Kebutuhan gizi tubuhpun makin diperhatikan, tahu jenis sayur mana yang harus dikonsumsi dan memilih makanan lainnya yang nilai gizinya memang diperlukan oleh tubuh.

Keempat: Memperhatikan kebersihan diri

Salah satu hal yang sangat terasa adalah menjadi lebih perhatikan masalah kebersihan. Sering cuci tangan seperti yang dianjurkan dan makin peka dengan kebersihan diri dan lingkungan rumah. Benar-benar dibawa untuk kembali aware dengan masalah kebersihan.

Kelima: Dirumah saling mengingatkan dan saling memperhatikan

Hal ini dimulai dari soal makan, kebersihan diri, mengingatkan soal sosial distancing dan banyak hal lainnya. Intinya kami dirumah menjadi saling mengingatkan dan saling memperhatikan karena tidak ingin kecolongan.

Nah kira-kira ini adalah manfaat yang saya rasakan saat dirumah sejauh ini. Bagaimana dengan kamu manfaat apa yang kamu dapatkan?

#dirumahaja#

Wahai Perempuan Teruslah Belajar Karena Masa Depan Negeri Ini Ada Andil Besarmu

Image result for foto perempuan berikan kontribusi untuk pembangunan bangsa

Peran perempuan sangat besar untuk masa depan suatu bangsa, karena itu perempuan perlu di kuatkan, perempuan perlu terus diberikan kesempatan untuk tampil, perempuan perlu diberi kesempatan untuk belajar, perempuan harus memiliki bergudang-gudang ilmu.

Perempuan harus mencintai budaya daerahnya, perempuan harus belajar dari sana tentang nilai-nilai budaya yang pantas di lestarikan untuk kelak diwariskan lagi.

Biarkan perempuan berbudaya, biarkan dia belajar dan menemukan nilai yang perlu dijunjung tinggi dan menjadi teladan dalam nilai-nilai tersebut.

Jangan dikte perempuan untuk berkreasi, karena nilai kreativitas dalam dirinya melebihi tingginya gunung everest dan tak akan terdeteksi apa yang bisa di ubah dan dibentuk ataupun dihasilkan. Karena itu wahai perempuan sadarilah akan kelebihanmu itu!

Biarkan perempuan mendapatkan pendidikan yang layak, biarkan perempuan memiliki pendidikan yang tinggi bukan saja tentang gelar tetapi tentang kesadaran untuk haus akan pengetahuan setiap harinya.

Biarkan perempuan memiliki pengalaman belajar hingga ke negeri yang jauh, menyeberangi banyak negeri baik secara langsung maupun dengan menggunakan aplikasi IT yang sedang memudahkan manusia untuk menjelajahi dunia lain. Cukup dirumah sajapun kamu tetap bisa belajar!

Kuatkan setiap perempuan disekitarmu untuk bermimpi.

Kuatkan setiap perempuan di sekelilingmu untuk belajar.

Kuatkan semua perempuan di dekatmu untuk menuntut ilmu dan jangan malas untuk itu.

Tegarkan mereka yang sedang berjuang untuk ilmu pengetahuan yang sedang dikejar.

Topang mereka yang sedang berjuang menempuh perjalanan pengalaman belajar yang melelahkan.

Ijiankan mereka menyelesaikannya, ijiankan mereka meraihnya, ijinkan mereka mendapatkannya.

Sebab semua perempuan memiliki panggilan yang luar biasa untuk masa depan negeri.

Semua perempuan mendapatkan mandat dari Sang Tuhan untuk memberikan sumbangsih besar bagi masa depan bangsa. Sebuah panggilan untuk berdiri di garis depan untuk mendidik pemimpin-peminpin negeri yang dititipkan lahir dari rahim mereka.

Karena itu jika Facebook hanya membuatmu galau berhenti memakainya. Padahal itu bisa menjadi meja belajarmu!

Jika instagram malah membuat gaya hidupmu sembrawut, berhentilah menggunakannya. Karena sesungguhnya HP dan Gadget di tanganmu itu adalah universitas terbaik tanpa biaya mahal jika kamu menyadarinya!

Belajar adalah salah satu kesadaran yang harus dimiliki oleh setiap perempuan.

Perempuan harus banyak membaca setiap hari

Perempuan harus banyak mendengar hal yang posistif setiap hari

Perempuan harus tahu memilih komunitas mana yang harus dia masuk ke dalamnya. Tidak sembarangan!

Perempuan harus mengisi dirinya sebanyak mungkin dengan semua hal positif, semua hal yang membangun, semua yang membuat dirinya terus berkembang dan semua hal yang menjadikannya menjadi lebih berkualitas.

Tulisan ini bukan tentang perempuan yang bergelar, tetapi untuk semua perempuan yang sadar bahwa dirinya harus belajar bukan saja tentang universitas yang harus dimasukinya. Tetapi bagaimana perempuan sadar untuk mencintai buku, mencintai membaca, mencintai menimba ilmu, mencintai diri untuk terus diisi dan terus berkembang.

Salam untuk semua perempuan.

#masihdirumahaja#

#Marilakukanyangpositifdanbermanfaat#

Hidup Saat Ini Memang Berat Namun Jangan Bingung "Mengapa"

Jagalah pikiranmu saat ini dan berhati-hati untuk mengambil satu buah pikiran karena itu akan mempengaruhi perasaanmu. Sebisa mungkin lihat pada hal-hal praktis yang kecil di hidupmu dan bersyukurlah untuk hal-hal kecil tersebut. Jangan stres dengan apa yang tidak bisa kamu kendalikan!

Baca juga: Temukan 1 alasan saja.

Lihatlah setiap langkah kecil kemajuan yang berhasil kamu capai dan bersyukurlah dengan hal itu. Percayalah bahwa satu langkah maju yang kecil merupakan langkah maju besar menuju pencapaian besarmu yang sedang kamu mimpikan.

Beranilah saat ini untuk mengambil keputusan untuk melepaskan semua hal yang tidak bisa kamu ubah, dan berfokuslah pada apa yang bisa kamu ubah, karena mustahil untuk mengubah apa yang bukan kapasitasmu untuk mengubah.

Pikirkan sekarang apapun situasi kamu, apa sesungguhnya yang bisa kamu ubah?

Percayalah bahwa setiap usaha yang kamu ambil tidak akan menghianati hasil yang akan kamu dapat nanti. Sadarilah akan keunikan dirimu dan buat dirimu bersinar dari titik itu, jangan berfokus untuk sama seperti orang lain.

Saya senang membaca buku-buku yang mengupas tentang keberhasilan orang-orang yang mengupayakan sukses dan keberhasilannya dari titik nol, namun saya tidak pernah berpikir untuk menjadi sama seperti mereka. Ini yang ada di pikiranku: “aku akan menjadi salah satu yang bersinar kelak dalam versiku”.

Bukankah dirimu pun harus memiliki persepsi seperti ini?

Hidup memang berat, namun jangan terpuruk dengan mengisi pikiranmu dengan pertanyaan “mengapa, mengapa dan mengapa?” Jangan biarkan masa sulit menghancurkanmu, jangan menyerah dalam masa sulit ini dan teruslah berjuang.

Baca juga: Kuingat Tuhan dalam jalan perjuanganku kuyakin Dia bersamaku.

Karena itu berdirilah di kakimu sendiri sekarang, dan percayalah dengan dirimu bahwa dirimu pasti bisa melangkah menuju impianmu.

Jangan pernah mau berdiri di atas kaki orang lain, apalagi berjalan di bayangan orang lain “be your self!” meski berat namun percayalah bahwa kamu bisa!

Berdamailah dengan dirimu sendiri saat ini, dan maafkan untuk beberapa kegagalan yang di raih di hari-hari kemaren dan mulailah ambil satu langkah, besok satu langkah lagi, terus dan terus lakukan itu sampai kamu berjumpa dengan keberhasilan hidupmu dan bibirmu berani berkata “aku telah melewati masa berat dan kini Tuhan menghadiahi aku kebaikan yang layak aku nikmati dan sekaligus menjadikan diriku cerita hidup bahwa aku tidak perlu lagi bertanya “mengapa” saat ada situasi berat yang dihadapi”.

Selamat Menikmati Minggumu!

#Dirumahaja#

#NoBody’s Perfect#

Berpikirlah jernih dan sadarilah akan kenyataan bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna.

Tidak akan ada orang tua yang sempurna

Tidak akan ada anak yang selalu sempurna

Tidak akan ada teman yang sempurna

Tidak akan ada saudara kandung yang sempurna

Tidak akan ada bos atau pemimpin yang sempurna

Tidak akan ada istri/suami yang sempurna

Tidak akan ada pemimpin agama yang sempurna

Tidak akan ada hari yang bisa dikatakan sempurna dengan yang diharapkan

Tidak akan ada tahun hidup yang sempurna untuk sanggup menuntaskan semua rencana yang disusun.

Tidak akan ada apapun yang sempurna di dunia ini

Sempurna dalam kebaikan, sempurna dalam kekurangan, sempurna dalam kelemahan, sempurna dalam kelebihan. Semuanya sudah diberikan yang kurang untuk bisa saling melengkapi.

Akan selalu ada kata “tidak cukup” dan akan selalu ada yang bilang “masih kurang

Tak usah merasa terlalu terpuruk untuk apapun

Tidak usah menggangap terlalu terbeban dengan hal apa saja

Akan ada waktu untuk semuanya berlalu, akan ada waktu untuk semuanya hilang, akan ada waktu dimana semuanya menjadi membaik.

Tidak usah bicara terlalu banyak, tidak usah juga terlalu pendiam

Jangan juga terlalu tidak peduli, berikan juga sedikit ruang untuk mendengar.

Ingatlah tidak ada yang sempurna di dunia ini

Karena itu di dunia ini dibutuhkan kamu, saya, dan kita untuk bisa menjadi sempurna.

Karena itu kitapun memerlukan Tuhan Sang Sumber yang Sempurna.

#Dirumah Aja#

Berkaitan dengan epidemi virus corona maka seruan untuk dirumah aja di sampaikan kepada semua lapisan masyarakat untuk sama-sama memerangi penyebaran virus ini. Bekerja dari rumah, beribadah dari rumah bahkan belajar dari rumah saja. Meski memang ada juga golongan masyarakat yang tidak akan bisa melakukan hal ini karena beberapa alasan yang tidak bisa kita hakimi.

Namun tulisan saya kali ini bukan berfokus pada covid-19 tetapi tentang ide “dirumah aja“.

Baca juga: Apakah kamu rindu rumahmu

Rumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi semua orang, tidak peduli apapun bentuknya dan seperti apa fasilitas yang ada di dalamnya. Namun rumah selalu menjadi tempat untuk kembali beristirahat, berdiam diri, berintropeksi dan lainnya.

Baca juga: Pulang

Bagi saya seruan di rumah saja mengingatkan kita semua untuk mengingat bahwa siapapun kita, apapun profesi dan jabatan yang dimiliki, rumah adalah tempat dimana kita berada tatkala lelah dan takut. Rumah juga menjadi tempat pertama yang kita miliki yang harus di jaga terhadap apapun. Rumah adalah tempat dimana kita akan melepaskan segalanya dan juga rumah menjadi alasan kita berjuang untuk semuanya hal yang tengah di perjuangkan.

Bagaimana jika kita semua belajar untuk memperjuangkan kebahagiaan orang-orang di rumah kita, bagaimana jika kita memprioritaskan untuk belajar memahami perasaan orang-orang di rumah kita terlebih dahulu sebelum kita mau memahami perasaan orang diluar sana.

Bagaimana jika pelukan tulus itu kita berikan paling prioritas kepada semua orang terkasih di rumah kita dulu, bagaimana jika kata dukungan itu kita berikan pertama kepada orang-orang di rumah kita dulu, bagaimana jika kita belajar untuk berbicara jujur itu dengan orang dirumah dulu, bagaimana jika kita mengubah arah pembelajaran untuk apapun dengan dimulai dari rumah dulu?

Tak perlu kamu tampak “wao” di luar rumah sedangkan di rumahmu tidak, tak perlu kamu tampak hebat, memukai, penuh kasih, dan lainnya padahal dirumahmu orang-orang dekatmu tidak bisa melihat itu?

Tak perlu kita seolah pahlawan di luar rumah padahal dirumah kamu menjadi beban. Tidak perlu kelihatan paling dermawan di luar rumah padahal dirumahmu tidak ada sedikitpun konsep berbagi itu. Tidak perlu seolah kata-katamu seolah penuh hikmat diluar sana padahal dirumahmu sumpah serapah yang diucapkan selalu.

Sudahlah mari kita rumah haluan kita, mulai dari rumah. Apapun itu, mari kita mulai dari rumah kita.

Sulit bukan? tapi saya berpikir ide mulai apapun dari rumah layak direnungkan dan dipraktekkan mulai dari diri sendiri.

Selamat beraktivitas dirumah aja!

Terimakasih Untuk Semua Temanku Atas Kenangan Manis Saat Bersama Kalian

Terimakasihku untuk semua teman yang telah menoreh kisah manis bersama denganku sehingga hari ini kisah itu menjadi kenangan yang membuatku bersyukur memiliki kalian semua.

Rasanya aku ingin kembali mengambil potongan-potongan kisah manis itu, menggenggamnya dan merangkul kembali karena barangkali itu akan memberikan aku energi baru untuk terus berjuang disini.

Baca: 2 minggu di Jakarta

Tapi akupun merasa bahwa itu adalah keinginan egois dari ku karena sangat mustahil mengubah waktu yang telah berlalu menjadi hari ini lagi.

Aku mengingat saat-saat aku berjuang dengan penuh air mata di kota-kota dimana kalian aku temui. Kalian menginspirasiku, menguatkanku dan mendorongku untuk maju meski waktu itu aku sendiri tidak yakin bahwa aku bisa.

Kalian memberikan aku ruang untuk tampil, memberikan aku kursi untuk duduk bahkan posisi, kalian menghargaiku, kalian menangis bersama bahkan rela menginvestasikan waktu berjam-jam untuk mendengar ceritaku padahal kalian adalah orang yang sibuk. Dan masih banyak kisah positif lain yang menjadi kenangan yang sulit untuk tuliskan semua tentang apa yang sudah kalian lakukan.

Hari ini aku berada di desa, jauh ribuan kilometer dari kalian semua. Rasanya rindu sekali menghabiskan waktu akhir pekan lagi bersama kalian, menonton film yang tidak kalian sukai tapi karena kau sukai kalian mengalah dan bingung ketika aku mengangis karena alur cerita di film itu.

Rasanya rindu hanya pergi mencari nasi goreng kolong, duduk berdisukusi di starbuck, jalan-jalan kemana saja tanpa arah yang jelas dan malamnya ternyata lelah sekali karena ada banyak perjalanan yang tidak direncanakan namun dilakukan sepanjang hari.

Rasanya rindu bercerita lagi dengan kalian sampai fajar pagi menyingsing dan berebutan kamar mandi karena terlalu banyak makan dan duduk sepanjang malam.

Terimakasih untuk sejuta kenangan manis saat aku tidak yakin bisa dan kalian bersama menaruh tangan kepada ku dan mendoakan aku. Terimakasih karena meskipun secara ekonomi kalian semua mampu namun tetap berteman baik denganku sehingga aku makin belajar tentang rendah hati dan hidup sederhana.

Kalian semua itu pernah aku temui di Lampung Utara, di Kalimantan Barat, di Bali, di Jogja, di Pare, di Surabaya, di Malang, di Sulawesi, di Lombok Utara, dan kebanyakan di Jakarta.

Baca juga: Tujuh Desember 2019

Hari ini aku melihat pada kartu-kartu yang pernah kalian berikan, aku melihat pada buku catatan yang kalian berikan, aku melihat pada foto dan semua hal lain yang membuatku mudah memanggil kembali kenangan bersama kalian itu. Dan aku sangat menyukai ini semua.

Tahukah kalian semua? aku menjadi bersemangat lagi, aku menjadi kuat lagi, aku menjadi berani lagi, aku menjadi yakin lagi, aku menjadi berdoa lagi untuk apa yang pernah aku lupakan.

Terimakasih untuk semua kenangan manis saat bersama, terimakasih untuk cerita positif saat bersama, terimakasih untuk semua perjalanan yang baik saat bersama.

Lewat tulisan ini aku ingin mengucapkan terimakasih untuk semua temanku yang sudah mewarnai hidupku dengan kenangan manis.

Bagaimana denganmu yang membaca? adakah kisah manis yang kamu miliki saat bersama dengan temanmu? Semoga dengan mengingatnya kamupun sepertiku menjadi bersama lagi.

Pengalaman Daftar New Zealand Scholarship

Di bulan Februari lalu saya berkomitmen untuk melamar salah satu beasiswa yang paling mudah menurut saya yaitu New Zealand Scholarship bisa lihat detailnya di sini: https://www.mfat.govt.nz/en/aid-and-development/new-zealand-government-scholarships/.

Kenapa saya mengatakan bahwa beasiswa ini mudah?

Karena kita bisa melamar beasiswa ini tanpa harus memiliki sertifikat bahasa terlebih dahulu seperti TOEFEL, TOEIC atau IELTS dan juga belum perlu yang namanya LOA (letter of acceptance) dari univ di NZ. Karena itu sangat mudah untuk mencoba mendaftar beasiswa yang satu ini.

Beasiswa ini hanya di buka sebulan penuh, dimana pada tahun 2020 ini pembukaan untuk New Zealand Scholarship ini di mulai pada tanggal 1-29 Februari 2020. Jadi ketersediaan waktunya lumayan sangat singkat. Saya sendiri baru submit dokumen di tanggal 22 Februari 2020.

Karena saya ingin meng-apply untuk program doctoral maka saya harus menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu seperti outline proposal riset (sudah pasti ada title riset kita disini, karena ini di minta) dan juga menerjemahkan transcript nilai S1 dan S2 saya di penerjemah bersumpah (di Kupang tidak ada penerjemah bersumpah karena itu saya mengirim berkas saya ke penerjemah bersumpah di Jakarta yang sangat baik dan juga cepat pengerjaannya).

Memang untuk New Zealand Scholarship ada beberapa prioritas sectors namun bukan berarti jurusan yang diluar dari yang diprioritaskan itu tidak bisa mendaftar, sangat bisa. Karena saat sosialisasi beasiswa ini di Kupang ada yang menanyakan “apakah boleh dari jurusan yang tidak masuk dalam list yang di prioritaskan?” dan jawabannya “sangat boleh” bahkan ada yang memberikan testimoni hari itu dari Rote yang merupakan awardee beasiswa ini beberapa tahun yang lalu padahal saat itu jurusannya bukan yang masuk bidang yang diprioritaskan.

Well, saya mulai dengan membuat akun untuk pendaftaran beasiswa ini dan selanjutnya isi biodata diri, basic info dan mulai menjawab semua essay yang ada dimana untuk jawabannya paling rendah itu 250 characters.

Pengalaman saya, persiapan yang paling lama saya lakukan adalah saat membuat outline propose research karena saya belum memiliki hal ini makanya saya harus menyiapkann seminggu untuk baca-baca buku dan mencari ide untuk pembuatan outline proposalnya. Mungkin kalau sudah ada ini dari jauh-jauh hari akan lebih mudah karena akan lebih fokus untuk menjawab essay yang ada lalu bisa submit.

Saya memang belum mengetahui apakah saya akan lolos ke long-list applicant tapi pengalaman mendaftar beasiswa NZC di awal tahun ini kemudian mem-boost semangat saya untuk mengejar beasiswa lain.

Meng-apply beasiswa overseas memang merupakan perjalanan terjal yang menguji kesabaran dan komitmen. Namun bagi orang-orang yang memiliki mimpi untuk mendulang ilmu pengetahuan dan meng-improve diri ini merupakan perjalanan yang layak untuk dilewati dan diambil.

Saya sendiri sudah lama merindukan untuk melanjutkan study ke negara orang, meski memang jujur saya juga belum berjuang untuk hal ini. Namun komitmen itu sudah ada di hati sejak lama, karena itu saya berpikir bahwa 2020 layak menjadi tahun untuk mulai melakukan perjuangan untuk menempuh perjalanan ini.

Alasan kenapa saya begitu ambisius untuk mengambil pendidikan di luar negeri adalah: Pertama ingin mendapatkan ilmu yang lebih luas dari sistim pendidikan yang lebih baik. Saya ingin belajar di univ yang masuk peringkat terbaik dunia dimana akan memacu saya belajar lebih banyak dari biasanya.

Kedua untuk membangun relasi skala internasional. Kemana dan dimana saja Tuhan ijinkan saya berada, membangun relasi adalah hal yang sangat penting. Membangun relasi ini bukan sekedar untuk tahu orang, namun saya selalu ingin terkoneksi dengan orang yang memiliki visi dan mimpi hidup yang besar dan barangkali sama dengan saya.

Baca juga: Aku tak bisa sendiri

Ketiga saya ingin melayakkan diri untuk memenuhi panggilan Tuhan yang Tuhan berikan bagi saya dalam visi pribadi yang sedang mulai saya perjuangkan saat ini.

Baca juga: Alasan mengapa saya begitu mencintai NTT

Karena itu pada saat mempersiapkan untuk submit berkas-berkas untuk apply beasiswa NZ kemaren lumayan menghadirkan stres bagi saya, namun saya berjuang mencari cara untuk mengusir itu semua agar bisa memulai satu lagi langkah yang penting ini.

Bagaimana denganmu? adakah satu pengalaman berharga yang kamu dapatkan akhir-akhir ini? adakah itu adalah satu langkah penting untuk mewujudkan mimpimu?

Jangan takut untuk mulainya, jangan menyerah untuk berjuang mengambil langkah yang sulit.

Tuhan sedang bersamamu!

Masa Sulit Di Hidup Pasti Akan Selalu Ada

Setiap hari manusia berdoa, berjuang dan berharap untuk kehidupannya menjadi lebih baik. Sebisa mungkin kebahagiaan yang diimpikan itu akan diperjuangkan dengan sekuat tenaga untuk diraih dan dinikmati.

Namun tahukah kamu bahwa sekuat apapun kita berjuang dan sebaik apapun kita menyusun rencana hidup, akan selalu ada masa sulit yang akan kita hadapi.

Baca juga: Mengapa di hidup tidak ada tombol replay dan restart.

Lihat saja fakta hari ini, siapa yang berpikir bahwa akan ada satu virus yang akan mengganggu jadwal manusia yang sudah di susun rapi di agenda pribadi masing-masing orang. Virus corona telah merubah jadwal banyak manusia di kolong langit, virus corona telah menghentikan sesaat beberapa jadwal yang sudah dibuat dengan rapi. Contoh paling sederhana adalah seorang teman saya yang sudah merencanakan liburan keluarga dari jauh-jauh hari ke Thailand di akhir bulan Maret ini pada akhirnya harus membatalkan rencana itu.

Masa sulit di hidup manusia akan selalu ada, akan selalu datang dan akan selalu mewarnai hidup setiap orang. Karena itu tidak cukup kita hanya belajar untuk mengisi pengetahuan kita semata, tetapi kita juga harus belajar untuk bertumbuh secara iman. Karena dengan imanlah kita akan memiliki paradigma yang positif saat menghadapi masa sulit di hidup.

Bersiaplah untuk tidak saja hidup dimasa bahagia dan senang tetapi belajar mempersiapkan diri juga untuk bertahan dan berjuang melewati masa sulit yang datang dihidup kita.

Pertanyaanku adalah adakah kamu sedang menghadapi masa sulit?

Ingatlah bahwa Tuhan tidak akan memberikan penderitaan hidup melebihi batas kesanggupan kita memikulnya.

Bila ada keinginan untuk mengeluh dan menyerah di dalam masa sulit. maka ingatlah bahwa Tuhanmu dan Tuhanku tidak pernah meninggalkan umat-Nya berjalan sendirian dimasa berat hidup yang sedang dihadapi.

Masa sulit di hidup akan selalu ada karena itu adalah cara Tuhan untuk membentuk kesabaran, keikhlasan, keberserahan diri dan iman setiap kita.

Menangislah dalam masa sulit hidupmu namun jangan pernah menyerah dengan hidup hanya karena masa itu.

Mungkin saat ini kita layak merenungkan kalimat ini:

Ketika kaki tidak kuat untuk berdiri, berlututlah
Ketika tangan tidak kuat untuk menggenggam, lipatlah
Ketika kepala tidak kuat untuk ditegakkan, menunduklah
Ketika hati tidak sanggup menahan kesedihan, menangislah
Ketika hidup tidak mampu kita hadapi, berdoalah
Ingatlah Allah selalu ada untuk kita.

Mengapa Saya Begitu Mencintai NTT

Lahir dan di besarkan di sana

Alasan utama mengapa saya sangat mencintai daerah ini adalah karena di Kupang saya dilahirkan dan dibesarkan. Disana tinggal kedua orang tua yang amat saya cintai, disana ada rumah yang sangat saya rindukan. Disana ada masakan mama yang selalu saya rindukan, di sana ada moment-moment indah yang hanya terjadi ketika saya di kelilingi oleh mereka yang sudah mengenal saya sejak kecil, disana saya bisa marah tanpa takut pada apa saja, disana saya bisa menjadi saya yang tak banyak di kenal di luar.

Mengetahui bahwa Tuhan memanggil saya untuk membuat perubahan di sana.

Ada alasan besar yang membuat saya selalu dan akan selalu mencintai daerah ini adalah karena saya mengetahui bahwa Tuhan memanggil saya untuk mengerjakan suatu perubahan yang Tuhan pikirkan bagi daerah ini.

Kupang dan NTT (Nusa Tenggara Timur) selalu menjadikan saya manusia yang beriman kepada Tuhan, karena saya mengerti bahwa si Empunya kehidupan memanggil saya untuk mengerjakan sesuatu untuk perubahan daerah tersebut. Saya sudah memulainya, sedang mengerjakannya dan akan terus memberikan kontribusi bagi perubahan daerah itu, Karena alasan inilah hati saya begitu mencintai daerah ini.

Ada banyak tulisan di vission board saya tentang daerah ini.

Jika saya melihat vission board pribadi saya maka ada banyak tujuan-tujuan besar mimpi saya tentang daerah ini. Rasanya setiap tahun ketika saya menuliskan sesuatu di vission board saya akan selalu ada hal-hal yang akan saya masukkan di sana tentang daerah ini.

Beberapa hal yang tertulis di sana ada beberapa yang sudah berani saya share dengan orang lain, namun ada sejumlah list yang masih menjadi percakapan antara saya dengan Tuhan di waktu-waktu doa saya.

Jantung saya selalu berdebar-bedar ketika melihat tulisan impian saya di vission board tentang daerah ini, tentang propinsi ini, tentang daerah yang sering di underestimate oleh orang yang hanya mengenal kulit potensi yang terkandung di sana.

Karena itu jika kamu bertanya sampai kapan kamu akan selalu jatuh cinta pada daerah disana? saya akan menjawab: sampai mati saya akan mencintainya.

Semua alasan mengapa saya berdoa, belajar, bermimpi dan keluar dari zona nyaman hidup adalah karena daerah ini.

Setiap hari iman saya kepada Tuhan makin bertumbuh karena daerah ini, bagaimana tidak? karena ada hal-hal besar yang mustahil untuk saya kerjakan di daerah ini dengan kemampuan saya, dengan kapasitas saya. Hanya Tuhan yang menjadi alasan saya layak untuk terus mempercayai bahwa Dia bersama saya dan karena itu tidak ada perkara yang mustahil untuk saya kerjakan. Karena itu setiap hari iman di dalam diri saya terus bertumbuh, terus bertumbuh dan terus bertumbuh.

Jika saya menginfestasikan waktu untuk belajar maka alasan utamanya adalah saya ingin mengetahui apa saja karena siapa tahu dari pengetahuan tersebut saya akan mengerjakan sesuatu bagi Kupang- bagi NTT. Saya mendengar masukan dari siapa saja, saya memberikan diri di kritik oleh siapa saja, saya membiarkan diri saya selalu tampak paling kecil di hadapan orang-orang yang saya temui karena saya ingin BELAJAR.

Dari Mereka tabung pengetahuan saya selalu di isi, dari mereka membuat saya tidak langsung puas dengan pencapaian apapun yang saya raih.

Saya keluar dari semua zona nyaman hidup saya, semua proses hidup yang membuat saya banyak mengangis saat jalaninya, semua perjalanan yang tidak lazim bagi seorang perempuan saya tempuh, semua hal yang tidak nyaman saya jalani dan akan terus dijalani. Karena satu alasan, saya begitu mencintai daerah saya, saya ingin membangunnya, saya ingin mematahkan paradigma salah tentang anak daerah sana, saya ingin menjadi inspirasi bagi semua generasi saya. Karena saya mencintai daerah ini dan saya ingin membuat daerah ini bangga memiliki seorang putri daerah seperti saya.

Karena itu saat menuliskan tulisan ini, beberapa tawaran sedang saya terima semua tentang kembali ke zona nyaman hidup, kembali ke kehidupan yang menurut manusia itu adalah jalan sukses. Tetapi saya berkomitmen untuk kembali membangun cintaku, membangun daerahku, membangun tempat kelahiranku, membangun mimpiku.

Bagaimana dengan kamu, adakah alasan yang membuatmu benar-benar sadar bahwa kamu memiliki cinta akan daerahmu atau sesuatu lain yang sedang kamu kejar atau perjuangkan?

Mungkin versinya dan alasannya berbeda namun jika itu kamu ketahui saya percaya bahwa cintamu untuk daerahmu atau negaramu atau pekerjaanmu atau apa saja yang kamu kerjakan itu akan membuatmu terus berjuang, pantang menyerah, terus bermimpi, dan terus berusaha untuk menjadi seseorang yang terbaik .

Semoga menginspirasimu!

8 Bisikan Perempuan yang Ada di Sekitarmu

Perempuan selalu memiliki banyak rahasia, karena itu wajar jika perempuan tidak mudah untuk di mengerti oleh kaum Adam ataupun sesama perempuan lain. Dalam tulisan kali ini saya menuliskan 8 bisikan perempuan yang saya ketahui.

  1. Perempuan suka berbisik kepada Tuhan dengan linangan air mata, bahwa sesungguhnya situasi sulit yang sedang menimpanya sungguh tidak sanggup lagi untuk di pikul, dia sering berbisik ke Tuhan akan harapan agar anaknya kiranya diberikan masa depan yang baik dan suaminya diberikan rejeki yang cukup dalam pekerjaan sehingga bisa cukup ekonomi keluarganya.
  2. Perempuan akan berbisik kepada sesamanya perempuan “maaf, bisa saya pinjam….” karena memang dia sebenarnya malu untuk mengatakan kebutuhannya itu namun saat itu tidak ada pilihan lagi untuk ini dan itu yang dibisikannya itu harus dipenuhi.
  3. Perempuan sering berbicara dengan suara berbisik kepada anaknya, “okey, besok kita akan beli itu, sekarang belum bisa” sebenarnya itu dia lakukan karena yang tersisa di dompetnya adalah uang yang sudah tidak mampu lagi di bagi-bagi karena hanya cukup untuk membeli kebutuhan utama keluarga.
  4. Perempuan sering berbisik “lihat, dia pakai ini dan itu” hal ini di katakan kepada sesama perempuan yang lain karena ada rasa iri dan cemburu terhadap sesamanya yang memakai sesuatu atau memiliki sesuatu yang melebihi dirinya.
  5. Perempuan akan berbisik “kamu sudah tahu tentang ini…?, si anu itu ternyata…?….” padahal dirinya sendiri baru saja mengetahui hal yang diceritakan itu beberapa waktu lalu dari orang lain, tapi dirinya tidak bisa menahan diri untuk menceritakan lagi pada orang lain, karena itu dia harus berbisik suapaya tidak di dengar oleh orang yang dia ceritakan itu.
  6. Perempuanpun berbisik “I Love You Too” karena dia malu jika ucapannya itu dianggap terlalu agresif oleh lawan jenisnya.
  7. Perempuan akan berbisik “nanti saja saya lanjutkan ceritanya” karena dia sedang menceritakan orang lain atau rahasianya kepada sesamanya namun terpotong oleh seseorang yang tiba-tiba datang.
  8. Perempuan pasti berbisik “saya dilema” karena dia tidak tahu keputusan mana yang harus diambil.

Tentu masih ada bisikin perempuan lain yang mungkin pernah kamu dengar, boleh bagikan disini.

Ubud dan Perempuan yang Menginspirasi

Pada akhir bulan Oktober lalu, saya berpeluang mengikuti satu acara bertaraf international di daerah Ubud-Bali yang dinamai Ubud Writers and Readers Festival (UWRF19). Acara yang berlangsung selama 4 hari ini, di warnai dengan berbagai macam kegiatan yang full inspirasi dimana bagi saya secara pribadi ini sangat mengaduk emosi dan pikiran saya. Karena itu saya pulang dari acara ini dengan satu hal yang memenuhi hati dan pikiran saya yaitu “perempuan menginspirasi“.

Di dalam kegiatan ini saya menemukan bahwa ada begitu banyak perempuan yang menginspirasi dengan karya, gaya, sentuhan dan cara mereka sendiri. Ada yang ekstrim ceritanya namun ada juga yang sederhana namun begitu menyentuh.

Hingga hari ini, saya hanya berpikir bagaimana jika saya terus membenamkan diri di kerumunan perempuan-perempuan yang memiliki cerita dan karya yang menginspirasi? Bagaimana jika saya terus membiarkan tabung saya di isi penuh oleh para perempuan yang telah berjuang untuk satu perubahan yang mereka harapkan sehingga begitu menginspirasi.

Namun di saat yang bersamaan juga seolah ada penyesalan yang hadir dalam diri: mengapa saya terlambat mengenal mereka?, mengapa saya terlambat mendengar tentang mereka?, mengapa saya terlambat tahu apa yang mereka lakukan?, mengapa saya tidak bertemu mereka sebelum tahun 2019? mengapa dan sederet mengapa yang mengusik pikiran saya.

Yah, rasanya begitu terlambat, rasanya waktu terlambat membawa saya untuk bertemu dengan mereka semua. Rasanya memang kesempatan bertemu dengan mereka begitu terlambat datangnya.

Karena sesungguhnya saya pun ingin berjuang sepayah mereka, sekeras mereka, setegar mereka, sekuat mereka namun semampu versi saya untuk juga menginspirasi orang lain.

Ataukah karena setelah bertemu dengan mereka itu, maka kini saya mulai belajar berlari lebih kencang dari yang sebelumnya? ataukah benar, bahwa saat mengetahui apa yang mereka lakukan membuat saya makin menyadari bahwa saya harus terus berjuang dan tidak boleh berhenti untuk perubahan yang sedang ada dalam imajinasi saya dan saya berharap bahwa itupun akan menginspirasi orang lain?.

Para perempuan inspirasi yang sudah saya temui di Ubud telah kembali ke tempat mereka masing-masing namun kisah mereka, gerakan tubuh mereka, senyuman mereka, penampilan mereka, karya mereka dan semua hal tentang mereka telah memikat hati saya karena semua tentang mereka sungguh menginspirasi.

Bagaimana dengan kamu, apakah hari-hari ini ada kesempatan yang datang bagi kamu sehingga membuat kamu terdorong untuk menjadi sesuatu yang menginspirasi orang lain? apakah kamu sudah menemukan komunitas yang tepat sehingga kamu bisa menjadi versi terbaiknya kamu dalam berkarya untuk menginspirasi?

Bagi saya menemukan inspirasi adalah sepaket dengan mendapat tantangan untuk bisa menjadi inspirasi. Dan menjadi inspirasi tidak harus dengan karya memukau nan hebat. Menginspirasi bisa dimana saja dan kapan saja sama halnya dengan menemukan inspirasi.

Karena itu bagian kita adalah membuka mata, membuka telinga dan membuka hati untuk menemukan inspirasi sekaligus mulai untuk menginspiraasi orang lain.

Selamat menemukan ispirasimu dan jadilah inspirasi bagi orang lain!

Perempuan adalah Ibu Peradaban Manusia

Perempuan adalah makluk mulia yang diciptakan oleh Tuhan dengan mendapatkan kehormatan yang luar biasa yaitu menjadi ibu dari peradaban manusia di dunia ini.

Mengapa demikian?

Karena perempuanlah yang diberikan anugerah untuk mengandung dan melahirkan generasi.

Perempuan dapat mengambil alih tugas laki-laki dalam peran apapun itu, namun laki-laki tak bisa mengambil peran terhormat yang diberikan oleh Tuhan kepada perempuan untuk menjadi ibu generasi penerus.

Perempuan adalah insan yang penuh kelemahan namun menyimpan sejumlah kekuatan yang tak tertandingi.

Perempuan bisa merendahkan hati untuk dipimpin tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin yang hebat.

Perempuan adalah ibu bagi peradaban dunia ini, yang memegang kekuasaan untuk mengokohkan suatu bangsa.

Karena itu berdayakan perempuan, sekolahkan perempuan setinggi-tingginya, inspirasikan perempuan, maka negara pasti menjadi makin kuat sebab merekalah guru-guru hebat yang membangun dan membentuk generasi dirumah mereka masing-masing yang kelak pada waktunya hasil bentukkannya dan dididikannya itu akan keluar ke masyarakat, akan berkumpul dalam bangsa dan akan bersatu di dunia menjadi pejuang-pejuang untuk apapun yang sudah ada dan yang belum ada.

Perempuan adalah ibu peradaban, dimana kekuatannya ada di kepalanya, di perasaannya, di hatinya, di setiap gerakkan tubuhnya, di pendengarannya, di penciumannya dan di pandangan matanya.

Sekali lagi hargailah perempuan, berikanlah penghormaatan yang selayaknya, cintailah perempuan. Karena jika mereka terluka, terinjak dan terpuruk maka dunia ini terdiri dari kumpulan penerus-penerus yang penuh dengan luka batin, dendam, iri hati, kepalsuan, kemarahan dan semua hal negatif lainnya.

Perempuan adalah ibu peradaban manusia yang kecantikannya tidak bisa di berikan standart yang sama. Mereka semua cantik dalam versi yang berbeda sesuai dengan ide Agung Sang Pencipta.

Perempuan adalah ibu peradaban manusia yang akan terus eksis dengan kisahnya, persoalannya, tantangannya, kesulitannya namun mereka akan tetap tahu cara mencari solusi dan jalan keluar.

Mereka adalah adik/kakak perempuanmu, ibumu, tantemu, nenekmu dan sejumlah sapaan yang lebih familiar di telingamu. Merekalah perempuan yang ada di sekitarmu, yang ada di dekatmu.

Sudahkah engkau menghargai, menghormati dan mencintai mereka?

Aku Tak Bisa Sendiri

“Aku tak bisa sendiri” adalah kalimat yang muncul di dalam pikiranku sehingga membuat ku pada bulan Juli 2019 lalu harus mengambil keputusan untuk mendirikan Yayasan sebagai lembaga resmi yang mengayomi kedua PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang sudah berjalan selama 3 tahun ini di dua desa yang berbeda di Kupang dan Rote. Sekaligus sebagai bagian dari membetuk tim yang lebih resmi untuk bekerjasama.

“Aku tidak bisa sendiri” untuk mengupayakan sebuah perubahan yang maksimal di dua tempat tersebut, apalagi dengan ide membangun SMP dan SMA di Rote di tahun 2020.

Aku membutuhan orang lain untuk membantuku untuk merealisakan mimpi ini karena “aku tidak bisa sendiri”.

Aku tidak bisa sendiri jika harapannya adalah adanya sebuah bangunan sekolah PAUD, SMP dan SMA berdiri di tahun 2020 di Dusun Oendule-Rote.

Aku tidak bisa sendiri jika harapannya di desa tersebut tidak lagi muncul daftar panjang anak yang putus sekolah karena alasan sekolah menengah pertama dan tingkat atas yang sangat jauh jaraknya sehingga membutuhkan waktu berjalan kaki berjam-jam sehingga mereka menjadi malas dan akhirnya harus putus sekolah.

Aku tidak bisa sendiri jika harapannya adalah adanya catatan keuangan kedua lembaga PAUD menjadi lebih rapi sehingga bisa dipertanggung jawabkan dan sejumlah administrasi lain yang memenuhi standart.

Aku tidak bisa sendiri jika kerinduannya adalah berdiri lembaga pendidikan yang berkualitas di desa dengan sistem yang tertata dan terkoordinasi dengan baik.

Aku tidak bisa sendiri jika mimpinya adalah ada banyak anak di Rote dan Timor bahkan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibantu dalam pendidikan.

Aku tidak bisa sendiri jika yang kurindukan adalah daerahku mengalami perubahan sumber daya manusia, perubahan karakter, perubahan iman dan bermuara pada perubahan masa depan negri.

Dan aku tidak bisa sendiri untuk mengerjakan semua mimpi yang tertulis di agenda pribadiku untuk daerahku sebagai hadiah kecil dariku untuk Ibu Pertiwi.

Aku butuh orang lain: aku butuh lebih banyak teman, aku butuh tim, aku butuh mentor, aku butuh penasehat dan masih banyak lagi kalian yang tidak ku tuliskan disini. Namun sebenarnya aku membutuhkan kalian semua.

Karena itu, jika kamu merasa bahwa kamupun memiliki mimpi yang sama denganku, datanglah mendekat padaku. Maafkan jika suaraku belum sempat aku perdengarkan sampai kepadamu untuk menyampaikan bahwa aku membutuhkanmu. Tapi lewat tulisanku ini aku ingin menyampaikan bahwa aku butuh kalian semua, karena aku ingin mimpiku menjadi kenyataan.

Adakah itu dirimu? percayalah bahwa aku tidak bisa sendiri karena aku sangat terbatas.

Perempuan Di Desa Saya- “Menikah Saja dan Urus Anak”

Perempuan tidak usah sekolah yang tinggi, karena ujungnya pasti masak dan urus anak“. Kira-kira itu ada salah satu penggalan kalimat yang dulu sering saya dengar dari para orang tua di daerah kelahiran saya saat mereka menasehati anak perempuan mereka. Itu sebabnya, perempuan di dusun Oehau (Desa Noelbaki-Kecamatan Kupang Tengah) tempat saya di besarkan menjadikan pernikahan sebagai suatu pencapaian hidup yang tertinggi dan mengabaikan pendidikan, mimpi dan cita-cita.

Saya mengingat saat saya masuk sekolah pemahaman ini sedang begitu kuatnya diterapkan oleh banyak orang tua. Itulah sebabnya, biasanya anak perempuannya di sekolahkan dengan hanya tamat Sekolah Dasar (SD) saja atau syukur bisa sampai ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Karena itu teman masa SD saya hanya beberapa yang bisa melanjut sampai ke tingkat SMP dan hanya ada satu dua yang bisa sampai ke SMA lalu selesai dan langsung menikah.

Bersyukur bahwa pemahaman ini tidak dianut oleh Papa saya yang walalupun beliau bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi namun Papa begitu paham bahwa antara anak laki-laki dan perempuan memiliki hak pendidikan yang sama, bahkan hak mendapatkan warisan yang sama dari orang tua (karena di tempat kelahiran saya ini, anak perempuan biasanya tidak memiliki hak mendapatkan warisan dari oran tua).

Kalimat nasehat bodoh yang terdengar di sekitar tempat tinggal saya di masa lampau itu, telah membuat banyak perempuan yang memiliki potensi berhenti di dapur dan menghabiskan sisa hidup mereka sebatas bekerja di sawah atau di kebun. Saya mengingat salah seorang teman baik saya di masa SD yang sangat cerdas soal matematika, dulu saya sangat cemburu dengan kemampuan matematikanya itu. Karena beberapa kali dia mengikuti lomba matematika mewakili SD kami ke tingkat kabupaten, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa setelah itu karena orang tuanya lebih setuju dia menikah dan mengurus anak.

Perempuan di tanah dimana saya di besarkan begitu sibuk dengan pemikiran “untuk apa bersekolah tinggi, toh ujung-ujungnya ngurus anak dan masak di dapur”. Karena itu beberapa dari mereka hari ini begitu merana kehidupan pribadinya, padahal sebenarnya mereka adalah bintang.

Itulah sebabnya setiap kali saya berada di kampung halaman, saya selalu bersyukur pada Tuhan karena orang tua saya tidak menganut paham itu. Sehingga saya bisa menginjakkan kaku ke ibu kota tanah air, mengenyam pendidikan dan belajar memberikan sumbangsih membangun daerah saya dan bagi Indonesia.

Kini perempuan tidak boleh berpikir dan di bunuh dengan pemahaman ini, karena perempuan memiliki kekuatan yang besar untuk membuat perubahan.

Salam untukmu semua perempuan Indonesia di pelosok tanah air, semoga cerita di daerahmu hari ini sudah berubah.

Panggilan di Kupang yang Wajib di Ketahui Artinya Oleh Pendatang

Kupang merupakan ibu kota dari propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu kota terbesar saat ini yang berada di pulau Timor. Posisi kota Kupang saat ini begitu strategis karena berdekatan dengan dua negara tetangga yaitu Timor Leste dan Australia. Karena itu sebagai kota yang sedang berkembang maka tak heran jika kota yang memiliki sebutan lain “kota kasih” ini menjadi tempat mengais rejeki dari banyak suku di sekitar NTT maupun dari luar wilayah ini.

Jadi tidak ada salahnya jika kita belajar beberapa panggilan yang biasa di gunakan di Kupang. Berikut ini ulasannya:

1. Mama dan Bapa; Ini adalah panggilan yang akan selalu dipakai baik itu di acara resmi maupun non resmi (area pergaulan sehari-hari). Mama adalah sapaan hormat dan juga panggilan akrab yang di tujukan kepada perempuan yang dihormati atau yang dituakan atau juga untuk perempuan yang sudah menikah/memiliki anak. Sedangkan Bapa adalah panggilan hormat dan akrab bagi laki-laki yang sudah menikah atau yang berkedudukan/ yang dituakan. Mama dan Bapa juga adalah panggilan dari anak untuk ibu dan ayahnya di rumah dan juga panggilan suami-istri. Itulah sebabnya panggilan ini sehari-hari terdengar di semua ruang kehidupan di Kupang. 

2. Ba’i dan Nene; Ba’i adalah panggilan untuk kakek. Biasanya di tujukan kepada orang laki-laki berambut putih, sedangkan Nene (tanpa bunyi huruf K di akhir) adalah panggilan bagi istri kakek atau wanita tua. Kedua sapaan ini sama dengan sapaan Opa dan Oma, tetapi di Kupang untuk panggilan Opa dan Oma tidak banyak dipakai dalam panggilan sehari-hari dimana hanya segelintir orang yang menggunakannya.

3. Nona dan Nyong; Nona adalah panggilan untuk anak gadis di Kupang sedangkan Nyong adalah untuk anak laki-laki muda. Kedua panggilan ini selalu dipakai baik untuk urusan di dunia formal maupun di lingkup pergaulan sehari-hari. Karena itu tidak ada salahnya para lajang yang hendak berkunjung ke kota Kupang, harus tahu panggilan ini karena harus merelakan diri untuk disapa dengan sapaan manis orang Kupang ini.

5. Bu dan Susi; Kedua kata ini lebih intim karena biasanya di pakai lebih kepada konteks hubungan kekeluargaan ataupun keakraban. Dimana Bu adalah panggilan untuk kakak laki-laki  yang sudah menikah dan Susi untuk kakak perempuan yang sudah menikah. Karena itu panggilan ini sangat familiar dipakai di kota Kupang. 

6. To’o dan Mamto’o; Ini adalah panggilan dari suku Rote untuk Paman dan istrinya. Biasanya jika ada yang memanggil seseorang dengan panggilan ini, maka orang Kupang langsung mendeteksi bahwa orang tersebut adalah suku Rote atau memiliki hubungan darah yang dekat dengan suku tersebut. Berhubung suku ini banyak merantau di kota Kupang maka sapaan ini begitu familiar di dalam lingkungan masyarakat Kupang. 

7. Ama dan Ina; Ama adalah panggilan dari suku Sabu untuk laki-laki dan Ina adalah panggilan untuk perempuan. Dikarenakan suku ini juga banyak merantau di kota Kupang maka panggilan ini selalu terdengar, baik di pasar-pasar atau di lingkungan tempat tinggal yang ada suku ini maka pasti panggilan Ama dan Ina ini akan selalu terdengar di sana. 

8. Kici dan Besa; kedua panggilan ini merupakan panggilan yang menunjuk pada adanya hubungan darah yang kental. Karena panggilan Kici (asal dari kata di bahasa indonesia kecil) adalah panggilan untuk adik laki-laki dari ayah (untuk istrinya mamkici) dan Besa (asal dari kata di bahasa indonesia besar) adalah panggilan untuk kakak laki-laki ayah (untuk istrinya mambesa).

Inilah delapan sapaan yang familiar di Kota Kupang yang selalu digunakan setiap hari, bukan saja sebagai bentuk penghormatan tetapi juga sebagai sapaan khas ala NTT yang ada di Kupang.

Gimana, menarik bukan untuk diketahui?

Baiq Husniah

Perkenalan kami dimulai saat sekolah tempatnya mengajar menjadi salah satu mitra dari program yang sedang kami bawa ke Kabupaten Lombok Utara (KLU). Program yang bertujuan untuk membuat anak-anak bisa membaca dan suka membaca ini sudah di mulai sejak 3 bulan lalu.

Alhasil kelasnya sering saya kunjungi. Oleh karena itu saya beberapa waktu lalu meminta ijin untuk menuliskan kisah tentangnya di blog saya dan dia tidak keberatan.

Ibu guru yang baru di angkat menjadi PNS (pegawai negeri sipil) setelah 10 tahun mengabdi sebagai guru honor ini memiliki kepiawaian untuk menaklukkan kelas. Dimana kelasnya yang masih berjalan di dalam bangunan darurat dengan banyak tantangan-tantangan belajar yang di hadapi tetap saja kelasnya bisa di buatnya menjadi kelas yang menyenangkan sehingga bagi saya kelasnya menjadi salah satu kelas yang sangat saya sukai untuk di kunjungi karena selalu ada sesuatu yang saya pelajari dari sana sehingga menambah pengetahuan saya.

Setiap bertemu dengan perempuan yang mulai karirnya sebagai seorang pendidik selepas tamat dari bangku SMA ini, selalu memberikan cerita yang berbeda. Penampilannya yang selalu sederhana tidak dapat menutupi kharisma yang di mikikinya sebagai seorang pendidik yang ada di dalam dirinya.

Karena itu kelasnya tidak berjalan monoton, sebab guru yang satu ini selalu tahu bagaimana cara mengelola kelasnya meski tidak ada fasilitas pendukung yang ada dalam ruang belajar tersebut. Kelas dengan jumlah siswa 16 orang yang di ajarnya ini, memiliki tingkat kebutuhan dari anak yang berbeda-beda. Tetapi beliau tetap saja dengan sabar membimbing mereka satu per satu untuk membuat semuanya setara dalam pencapaian yang diiginkan.

Memang benar bahwa menjadi seorang guru bukan saja tentang berdiri di depan kelas dengan modal lulusan sarjana pendidikan tetapi panggilan jiwa untuk melayani dan membimbing anak-anak didik untuk dapat menjadi manusia. Karena itu di butuhkan kesabaran dan keuletan untuk bisa mewujudkan semuanya itu.

Dan ibu Baiq Husniah adalah guru yang memiliki semuanya itu, nyatanya meski saat beliau menjadi seorang guru dengan gaji yang di terima hanya sebesar 15.000 rupiah saja di tahun 2004. Tetapi dia dengan sabar dan tekun menjalani terus menjalani profesi dan panggilan jiwanya untuk terus berusaha agar anak-anak bisa cerdas.

Sepuluh tahun harus di lewatinya dengan gaji yang diterima per triwulan dengan jumlah yang tak seberapa tetapi hal itu tidak membuatnya mundur dari panggung pendidikan negeri ini. Seolah beliau sadar bahwa dirinya dilahirkann untuk menjalani kehidupan dengan misi mencerdaskan generasi bangsa karena itu uang tidak menjadi alasan untuk menguburkan panggilannya tersebut.

Dua hari yang lalu saya bertemu dengannya lagi di kelasnya, hari itu saya datang bukan sekedar untuk mentoring saja tetapi di tangan saya ada alat ukur keberhasilan mengajar untuk kurikulum yang sedang diterapkan sejak bulan Februari 2019 di kelasnya. Dia tersenyum menyambut saya pagi itu, di ruang kelas yang berlantai tanah itu dia mulai berdiri dan mengajarkan materi yang terakhir sebelum saya mulai untuk mengetes anak didiknya.

Pada saat giliran saya sudah selesai, dia menghampiri saya dan bertanya “ada beberapa anak-anak yang belum tuntas bu?” saya tersenyum dan menjawab “cuman 3 orang bu, ibu sudah sangat berhasil untuk ukuran 3 bulan ini” puji saya dan dia menimpali “ya saya sudah tahu bahwa mereka ini hasilnya pasti kurang karena mereka jarang masuk sekolah” .

Saya tersenyum karena menyukai kalimat terakhirnya itu, karena bagi saya yang paling penting adalah dia sendiri sudah tahu alasan mengapa masih ada 3 anak didiknya yang masih kurang maksimal hasil pencapaian belajar mereka.

Memang benar bahwa guru bukan Tuhan yang tahu segalanya tentang murid-murid yang di ajarnya, tetapi guru adalah orang yang luar biasa yang bisa mengenali kemampuan setiap siswanya berapapun jumlah mereka di dalam kelasnya dan guru selalu berusaha semampunya untuk menolong mereka semua.

Guru adalah orang yang tidak pernah lelah belajar untuk menemukan cara supaya membuat siswanya bisa mengkuti pelajaran dengan baik, meski dalam semua proses itu ada banyak tantangan dan hambatan yang di alami tetapi dia pasti akan terus menjalani itu karena jika kelasnya berjalan dengan baik maka itu adalah kebahagiaan baginya.

Dan bagi saya, semua itu adalah hal luar biasa yang saya temukan di dalam seorang guru sederhana yang bernama Baiq Husniah yang kini sedang mengabdikan diri bagi dunia pendidikan tanah air yaitu di SDN 4 Sokong.

Tetap semangat untukmu guru hebat yang menginspirasi saya!

Andai Besok Tak Lagi Ada Perempuan

Image result for picture illustration tomorrow without women

Bisakah kamu bayangkan jika besok di dunia ini tidak ada peremuan lagi?

Dapatkah kamu bayangkan jika besok pagi kamu berada di dunia yang tak ada seorang perempuan pun disana? Bisakah kamu bayangkan seperti apa keadaan itu? atau bagaimana jika Sang Pencipta menghapus sejarah penciptaan dengan tidak menciptakan perempuan?

Apakah perempuan itu tidak penting di dunia ini, sehingga tindakan diskriminasi terhadap perempuan masih terdengar?

Benarkah jika tidak ada perempuan maka isu tindakan kekerasan pada makluk yang lemah secara fisik itu tidak akan ada dalam catatan sejarah kehidupan manusia?

Dapatkah kamu duduk sejenak dan berpikir andai saja Tuhan tidak menciptakan satu makluk mulia yang bernama perempuan untuk menjadi teman bagi laki-laki di dunia ini, bagaimana jadinya dunia ini?

Apakah kamu suka dengan dunia seperti ini?

Apakah kamu akan lebih suka dengan dunia tanpa ada panggilan “mama atau ibu, tante, cici, nona, mba, miss” di dalamnya?

Karena itu tidaklah berlebihan jika perempuan harus dikasihi, dicintai, dihargai dan dihormati. Itu harus di lakukan dengan sukacita dan hati yang senang oleh laki-laki.

Jangan tebar ketakutan bagi perempuan lewat isu kekerasan bagi kaum mereka, jangan intimidasi mental mereka dengan berita pemerkosaan yang kejam, jangan membuat langkah mereka terhenti beraktivitas di luar rumah karena isu pembunuhan keji bagi kaum mereka.

Adalah kewajiban memberikan hak mereka, adalah suatu kewajiban memberikan posisi bagi mereka, adalah suatu keharusan memberikan penghargaan bagi mereka, adalah suatu kewajiban juga untuk memberikan kenyamanan, memberikan perlindungan, dan memberikan dunia yang layak bagi mereka.

Karena perempuan pun adalah makluk yang sama nilainya dengan laki-laki, sama berharganya dengan kaum adam sehingga layak menjadi pribadi yang mendapatkan kesamaan hak di dunia hasil karya Tuhan ini. Karena Tuhan tidak memetakan bumi dimana di bagian tertentu khusus untuk laki-laki dan bagian lain khusus untuk perempuan.

Perempuan memiliki hak untuk hidup, hak untuk berkarya, hak untuk berekspresi, hak menyatakan pendapat, dan hak untuk berkontribusi bagi peradaban dunia.

Apakah laki-laki memang lebih hebat dari Tuhan Pencipta? karena jika Tuhan pun menganggap tidak baik laki-laki hidup seorang diri dunia ini maka DIA menciptakan perempuan baginya, mengapa justru laki-laki berpikir untuk menganiaya perempuan yang menjadi temannya mewarisi dunia ini?

Bisakah kamu menghentikan aktivitasmu sekarang dan berpikir andai saja Tuhan tidak menciptakan perempuan, siapakah yang akan menjadi teman penolong bagi laki-laki untuk berkarya di dunia yang fana ini?

Cintailah semua perempuan yang ada di sekitarmu karena merekalah dunia ini memiliki cerita cinta, cerita kasih, dan cerita pengorbanan.

Anak Perempuan Memang Tidak Meneruskan Marga Tapi ini yang di Lakukan Mereka.

Menjadi anak perempuan yang lahir di dalam keluarga yang memakai marga, seringkali mereka masih di anggap sebagai keturunan nomor dua dalam keluarga. Alasannya jelas, karena anak perempuan tidak meneruskan atau mempertahankan marga keluarganya kelak, karena jika si anak sudah menikah maka marga orang tuanya akan dengan sendirinya hilang karena dia akan memakai marga suami (apalagi jika menikah dengan laki-laki dari suku yang memakai marga).

Itulah sebabnya dalam suku-suku yang memakai marga, kehadiran anak laki-laki begitu di dambakan karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus marga dari keluarga tersebut. Karena itu jangan heran jika di Indonesia untuk suku-suku yang memiliki marga, meskipun sudah punya beberapa orang anak perempuan, pasangan suami istri masih saja terus berjuang untuk hadir seorang anak laki-laki dalam keluarga. Bahkan di banyak kasus juga, ada suami yang harus menikah lagi hanya demi mendapatkan anak laki-laki.

Meskipun demikian, anak perempuan kebanyakan melakukan hal yang berbeda yang tidak dilakukan oleh anak laki-laki pada umumnya. Apa saja itu?

Anak perempuan selalu yang pertama hadir jika orang tuanya sakit.

Sesibuk apapun seorang anak perempuan, jika orang tuanya sakit dia pasti akan berjuang menyiapkan waktu untuk datang untuk menemani orang tua yang sedang berada dalam kondisi lemah.

Anak perempuan yang selalu mengurus orang tua ketika sakit.

Kebanyakan fakta sudah bercerita bahwa anak perempuan selalu hadir di sisi orang tuanya untuk mengurus mereka saat mereka sedang sakit. Ada yang bahkan mengorbankan pekerjaan/karir, studi dan semua hal pribadi lain hanya demi mengurusi orang tuanya yang sedang sakit. Karena bagi kebanyakan anak perempuan, kesembuhan orang tua jauh lebih penting di bandingan dengan semua urusan pribadi lain.

Anak perempuan yang selalu tetap duduk di dekat mayat orang tuanya ketika mereka meninggal.

Hal ini sangat jelas, mengapa? karena kebanyakan anak laki-laki akan sibuk di saat-saat seperti ini untuk bertemu dengan para tamu dalam keluarga yang datang untuk melayat. Di waktu-waktu seperti ini, anak perempuan tidak akan pernah tega untuk berada jauh dari jasad orang tuanya.

Anak perempuan yang paling banyak kuatir saat berada jauh dari orang tua

Jika merantau, anak perempuan yang paling banyak Menelpon orang tua dari pada anak laki-laki. Hal ini sangat jelas, karena anak perempuan sangat ingin mengetahui kabar tentang orang tuanya setiap hari. Mereka tidak akan peduli berapa banyak pulsa atau paket data yang harus di habiskan setiap bulannya karena harus menghubungi orang tua dengan rutin. Karena mereka sangat mengkuatirkan kondisi orang tua mereka tatkala berada jauh dari mereka.

Nah itu hal-hal hebat yang di lakukan oleh anak perempuan, meski mereka memang tak meneruskan marga keluarganya.

Perempuan Harus Bisa Membaca

Dewi Sartika adalah seorang perempuan Indonesia dari Jawa Barat yang mendedikasikan hidupnya untuk mengajar anak-anak pramuwisma membaca dan menulis bahkan bahasa Belanda di usianya yang masih 10 tahun. Kemudian pada tahun 1905 Ia membuka sekolah bagi kaum perempuan di belakang rumahnya untuk mengajarkan mereka  membaca, menulis dan memasak bahkan menjahit. Sekolahnya ini adalah sekolah perempuan pertama di Indonesia yang disebut Sakola Istri.

Ini adalah kisah sejarah yang inspiratif, yang menunjukkan bahwa perempuan harus di bantu untuk bisa membaca dan menulis karena perempuan adalah guru pertama bagi anak-anaknya.

Ibu Suniti

Karena faktanya di Indonesia masih ada begitu banyak perempuan yang tidak bisa membaca dan menulis meskipun Dewi Sartika telah memberikan teladan inspiratif namun kenyataanya masih ada banyak perempuan yang masih belum terjangkaukan. Hal ini bukan saja di pedalaman tapi juga di perkotaan.

Saya sendiri ingin berbagi cerita tentang seorang perempuan berusia 47 tahun yang bernama Suniti. Seorang perempuan yang saya ajari untuk bisa membaca dan menulis Ia adalah seorang perempuan yang tidak bisa membaca dan menulis, namun setelah tekun belajar selama 3 bulan, perempuan yang berdomisili di kelurahan Kalianyar-Jakarta Barat itu, datang di hari itu dengan wajah gembira sambil berkata “kak, saya sudah bisa menulis nama Aba (suaminya)”, sambil ia melafalkan huruf-huruf dari nama suaminya.

Ini merupakan fakta yang datang dari perempuan di Ibu kota negara Republik Indonesia, bagaimana dengan perempuan yang ada di pedalaman Papua, mereka yang ada di pelosok Kalimantan, atau yang berada di balik gunung-gunung di daratan Nusa Tenggara Timur atau mungkin yang berada di Nias?

Pertanyaannya adalah apakah ada seseorang disana yang bersedia memberikan waktu untuk membantu mereka para perempuan yang memiliki keterbatasan ini?

Mari buka mata hati, dan singsingkan lengan baju dan berjuang untuk menyelamatkan semua perempuan Indonesia dari ikatan buta huruf. Jadilah Dewi Sartika masa kini yang mau melakukan sesuatu untuk para perempuan ini, karena jika satu perempuan yang tidak bisa membaca dan menulis di tolong maka kita sedang menyelamatkan satu generasi.

2 Minggu di Jakarta

Beberapa waktu lalu, aku kembali ke Jakarta setelah beberapa saat tidak lagi menjadikan kota ini sebagai tempat tinggalku. Pada waktu pesawat yang membawaku mendarat di bandara Soekarno Hatta, rasanya seperti aku sedang kembali ke my second home lagi. Perasaannya sama seperti sedang kembali ke kampung halaman. Entah karena benar-benar kangen dengan semua orang yang ada disana atau memang perasaan itu secara natural muncul. Entahlah.

Hari-hari singkat disana, saya habiskan dengan urusan pekerjaan yang sedikit menoreh rasa stres. Di setiap berada di jalan raya, aku menjadi begitu suka dengan macetnya Jakarta, rasanya sudah lama tak berjuang dengan suasana itu. Di kesempatan ini aku juga menyempatkan waktu untuk meet up lagi dengan beberapa teman untuk sekedar ngobrol, ngopi bareng atau dinner bareng. Rasanya semua moment itu begitu berharga, dan begitu berbeda sekali. Setiap pelukan yang aku dapatkan saat bertemu dengan mereka memberikan energi tersendiri sehingga aku kembali menjadi begitu bersemangat lagi.

Hal istimewa lain adalah ketika aku kembali ke beberapa ruas jalan di Jakarta Barat yang selalu kulewati dulu. Aku pernah berdiri bersama seseorang di flyover kanal banjir Tomang dimalam hari, pada saat itu dia mendoakan panggilanku disana. Sambil kami memandang deretan rumah-rumah dari Kelurahan Kalianyar dan gedung apartemen season city, dia terus mendoakan semua hal yang saat itu tampaknya belum begitu jelas selain kesan bahwa akan ada banyak kesulitan di depan sana yang akan ku hadapi. Malam itu aku kembali melihat pemandangan yang sama, namun sendirian berdiri di tempat itu. Aku berdiri dan kembali berbicara dengan Tuhan: “Tuhan sekarang yang Kau kehendaki untuk aku kerjakan sudah semakin jelas terbentang di depanku, dan kini sedang kuperjuangkan untuk dapat menyelesaikannya”.

Di hari terakhir di ibukota negera, aku kembali ke tempat yang dulu biasanya berjam-jam kuhabiskan untuk berdoa dan merenung, tempat itu di sebut “gazebo”. Kali ini aku tidak datang untuk mengeluh dan berteriak meminta tolong ke Tuhan lagi, tapi aku datang hanya untuk bersyukur, ku keluarkan buku catatan harianku dari tas dan aku kembali melihat catatan tanggal terakhir aku ada di tempat ini, aku tersenyum karena sederetan doa yang terucap kala itu sudah di jawab Tuhan. Betapa Tuhan yang Maha Tahu selalu mengatur semua jalan sulit seimbang dengan jalan kesenangan.

Dua minggu di Jakarta menjadi waktu yang indah, short escape yang memberikan energi baru. Aku berpikir bahwa kembali ke tempat dimana kita pernah berjuang dan menganggap sebagai second homenya kita adalah cara terbaik untuk merefresh semangat lagi. Bagaimana dengan kamu, apakah kamu punya cara yang lain?

Terima Kasihku untukmu Ibu yang Tak Sarjana

Aku lahir dan dibesarkan serta di didik oleh seorang ibu yang sederhana. Seorang ibu yang tidak menghabiskan banyak waktu untuk belajar di bangku pendidikan. Seorang perempuan desa yang sederhana yang tak bisa berpenampilan modis apalagi bersolek.

Penampilannya selalu sederhana, bicaranya pun selalu seperlunya saja. Jika kamu orang baru yang dia temui, janganlah ajak banyak berbicara dengannya karena dia bukan tipe orang yang mudah membangun komunikasi dengan orang yang baru di temuinya.

Namun Siapa yang menyangka bahwa wanita ini berhasil membesarkan aku dengan cinta yang penuh, tabung cintaku tak kurang sehingga aku tak pernah berpikir mencari tambahan dari luar sana. Memang tak banyak ilmu yang dimilikinya, namun wejangan yang diberikan kepadaku tak pernah usang oleh waktu, masih saja relevan sejak kecilku sampai dewasa sekarang.

Siapa yang tahu jika mental pejuang yang ada dalam diriku itu mengalir darinya. Kemampuan berpikir yang aku miliki sekarang adalah hasil bentukkannya, dan ketabahanku menjalani hidup adalah didapat darinya.

Hidupnya begitu menginpirasiku melebihi tokoh inspirator dunia manapun. Keinginanku untuk belajar darinya lebih banyak dari semua keinginanku untuk belajar dari orang pintar manapun yang pernah kutemui. Rasanya tak ada kata yang tepat untuk melukiskan betapa aku mengagumi kepribadiannya.

Dia tak sarjana namun begitu hebat, karena itu aku telah berjanji akan menceritakan tentangnya kepada generasi di bawahku. Aku telah berjanji untuk terus membagikan kisah tentangnya, tentang perjuangannya, tentang pengorbanannya, tentang kegigihannya dan tentang semangatnya.

Dia melebihi perempuan manapun yang pernah ku kenal. Dia tidak pernah mengeluh, dia tidak pernah mengatakan capek, dia tidak pernah berhenti mencintaiku hingga hari ini.

Ibuku begitu luar biasa, ibuku begitu menginspirasi.

Terimakasih ibu buat segalanya 🙏🙏

Apakah kamu pun memiliki ibu yang sehebat ibuku? Mari bagikan cerita tentang ibumu yang menginspirasi itu disini, biar makin banyak orang dikuatkan untuk menjadi ibu yang inspiratif di zaman ini.

Perempuan Mesin Pemuas Nafsu dan Mesin Produksi Anak

Beberapa tahun terakhir ini karena alasan memenuhi panggilan hidup yang Tuhan berikan, aku banyak melakukan traveling ke berbagai daerah di Indonesia. Kakiku bahkan telah di ijakkan di daerah dengan ojek termahal di Indonesia, dimana sekali naik ojek kita harus siap merogoh kantong 500-700 ribu untuk bisa diantarkan ke tempat tujuan. Nama daerah itu adalah Seko di daerah Sulawesi.

Di semua perjalanan ini, ada pemandangan yang sama yang selalu aku temukan yaitu umumnya perempuan di desa dan pedalaman itu seperti mesin pemuas nafsu laki-laki dan mesin produksi anak, jika sudah selesai mesin dipakai untuk salah satu alasan atau kedua-duanya perempuan di ceraikan atau ditinggalkan begitu saja. Di Seko, kebanyakan perempuan melahirkan anak antara 8 sampai 16 orang anak, namun setelah itu mereka di ceraikan. Saya pernah bertanya kepada seorang bapak yang sudah memiliki 12 anak namun menceraikan istrinya “mengapa istrinya diceraikan?” jawabannya “sudah bosan”. Dipinggiran ibu kota negara, saya pernah mengenal seorang perempuan yang bersedia terus melahirkan agar bisa mendapatkan perhatian suaminya, jika dia berhenti melahirkan maka suaminya menceraikannya.

Sederetan cerita tentang perempuan semacam ini mewarnai negeri ini, dari Sabang sampai Merauke, dan Nias sampai pulau Rote.

Apakah emansipasi perempuan yang di gagas oleh Kartini tidak sampai ke desa dan pedalaman?

Entahlah, namun Perempuan yang diciptakan Tuhan dengan maksud yang begitu mulia yaitu sebagai penolong bagi laki-laki kini telah sirna dari tujuan itu. Masih banyak perempuan yang kini dilihat tanpa harga dan martabat.

Apakah karena budaya ataukah kaum Adam yang salah memahami tentang tujuan Tuhan menciptakan perempuan di dunia?

Apapun itu alasan yang melatar belakangi semuanya, Indonesiaku harus membuka mata dengan lebar agar bisa melihat banyak perempuan di pelosok yang sedang terpuruk. Garuda harus makin mengembangkan sayapnya untuk melindungi banyak perempuan di negeri ini yang telanjang harga dirinya.

Jika kamu adalah perempuan, edukasilah perempuan yang kamu temui agar makin banyak yang terbebas menjadi manusia bukan mesin yang tergambar di atas, namun jika kamu adalah laki-laki maka jadilah laki-laki yang menghargai harkat dan martabat perempuan, karena perempuan adalah makluk mulia yang diciptakan segambar dengan Allah bukan mesin yang memiliki batas waktu pemakaian.

Selamat Hari Perempuan Sedunia,

Dariku (NM)

#DirumahAja# Tanaman Tumbuh Subur

Di postingan kali ini saya berbagi sekali lagi tentang salah satu hal yang saya kerjakan saat dirumah saja, yaitu menanam tanaman sayur.

Ada kangkung yang ditanam di jerigen bekas.

Bawang merah

Pakcoy yang hampir di panen

Sayur pakcoy yang baru tumbuh

Dari semuanya yang sudah saya panen untuk makan sekelurga beberapa hari lalu adalah kangkung yang di tanam di dalam botol bekas air mineral.

Saya pikir dirumah saja ini tetap memberikan kesempatan untuk tetap bisa menghasilkan apa saja selama kita ingin mencobanya.