Saya Tidak Ingin ke Gili Trawangan Lagi

Suasana boat umum yang saya dan teman-teman tumpangi
Ada lokasi penjualan kerajinan tangan penduduk setempat, bisa di beli sebagai ole-ole
Salah satu ruas jalan di Gili Trawangan, sudah dibuat sangat bagus
Nikmatnya minum kopi Lombok seharga 10 ribu disini dengan suguhan pemandangan pulau Gili Meno
Pemadangan di ruas jalan yang lain di Gili Trawangan
Pasirnya putih dan bersih, sangat cocok sebagai alas tidur saat berjemur

Saya dan lima orang teman berangkat dari Tanjung tepat jam 08.45 pagi dan menempuh perjalanan dengan bersepeda motor kurang lebih 15 menit menuju ke tempat pembelian tiket di sebuah pelabuhan kecil untuk tujuan perjalaan kami ke Gili Trawangan.

Sewaktu tiba di lokasi pembelian tiket, disana sudah ada banyak orang baik turis asing maupun warga lokal yang sedang menunggu keberangkatan kapal mereka (kami menggunakan boat umum). Saya segera merogoh kantong untuk membayar tiket kami ber-enam sebesar 105.000 (sangat murah kan?).

Setelah menungggu beberapa saat akhirnya kapal kamipun berangkat. Dan taraaaa 15 menit kemudian akhirnya kami tiba di pulau yang bersih dari polusi kendaraan ini. Disana ada banyak sekali turis mancanegara maupun lokal yang datang untuk berlibur, namun suasananya sedang tidak sepadat sebelum gempa terjadi.

Saya dan teman-teman ke sini bukan semata-mata untuk refreshing, tetapi ini merupakan paket hemat yaitu urusan kerjaan plus berlibur. Karena itu kami berkomitmen untuk menyelesaikan terlebih dahulu pekerjaan kami, dan setelah itu baru akan menikmati keindahan alam Gili Trawangan.

Kegiatan kami bisa selesai di jam 3 sore, artinya masih ada sisa waktu untuk bisa menikmati suasana alam pulau indah ini karena boat umum jadwal terakhirnya di jam 5 sore.

Teman-teman saya memilih untuk ngobrol dan tidur-tiduran di pinggir pantai. Sedangkan saya, yang sejak lama sudah penasaran dengan pulai ini memilih untuk eksplor dengan berjalan kaki sendirian.

Yah, dengan berbekal sebotol air mineral di tangan, saya mulai berjalan kaki berputar mulai ke arah barat pulau tersebut. Pulau yang merupakan tempat pembuangan narapidana pada jaman dulu ini, sebenarnya tidak begitu luas. Karena itu dengan berjalan kaki sambil foto-foto dan sesekali ngobrol singkat dengan beberapa orang yang saya temui, waktu yang saya butuhkan hanyalah 1,5 jam untuk mengelilingi pulau ini.

Yang saya sukai dari Gili Trawangan adalah:

  1. Tidak ada kendaraan bermotor (jika ingin berkeliling silahkan sewa sepeda atau cidomo atau juga bisa berjalan kaki seperti saya) jadi pulau ini benar-benar bebas polusi.
  2. Jalur jalan yang di buat mengelilingi pulai ini. Pulau ini benar-benar sudah di buat jalur jalan yang terhubung dari ujung ke ujung dengan suguhan pemandangan pantai yang begitu indah.
  3. Masih bisa menjumpai makanan kaki lima yang harganya terjangkau, jadi ini bukan pulau yang eksklusif bagi yang berduit banyak.
  4. Tatanan penginapan yang berfariasi arsitekturnya, menjadi dekorasi tambahan bagi keindahan pulau ini.
  5. Pulaunya benar-benar aman, sehingga tidak menimbulkan ketakutan bagi wisatawan yang datang.

Sebenarnya sebelum berangkat saya tidak mencari tahu berapa luas dari pulau ini, tetapi sewaktu di boat saya melihat pulau ini dari kejauhan dan dalam hati saya berkata “kalau nanti memungkinkan saya akan berjalan kaki mengelilingi pulau ini karena sepertinya tidak begitu luas” dan benar, keinginan saya yang satu ini terwujud, Saya akhirnya berhasil mengelilinginya. Meskipun waktu eksekusi misi saya ini, teman-teman tidak mengetahui.Itulah sebabnya mereka kaget ketika saya kembali dari arah yang berbeda, dan mereka sendiri kagum karena ternyata saya berhasil mengelilingi pulau itu dengan berjalan kaki. Padahal ada diantara mereka yang sudah beberapa kali ke situ tapi tidak pernah mengelilinginya.

Sewaktu saya hampir tiba kembali ke titik start, di dalam hati saya berkata “saya tidak akan datang lagi ke pulau ini, karena saya sudah mengengelilinginya dan mengetahui ada apa saja di sini. Sudah tak ada rasa penasaran lagi dalam diri saya“. Memang rasanya itu pikiran yang lebay, tapi rasa penasaran saya benar-benar sudah tidak ada lagi.

Jam 5 sore kami menaiki boat untuk kembali ke Tanjung. Rasa puas memenuhi di hati saya karena pekerjaan selesai dan juga saya berhasil menghapus rasa penasaran saya selama ini tentang Gili Trawangan.

Rasanya ini adalah liburan saya yang murah namun berkelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s