Rumah dan Cerita yang Berbeda

Sebagai perantau dan seorang yang sering bepergian, maka saya sudah menempati banyak rumah. Di rumah yang pernah menjadi tempat saya tinggal selalu mengukir sejarah tersendiri. Dimana di rumah tersebut, saya menemukan dan memulai sesuatu yang mengubah hidup saya. Berikut ini adalah beberapa alamat rumah yang menjadi tempat sejarah saya memulai sesuatu:

Rumah Jalan Tilong

Ini adalah rumah di mana saya di besarkan, dididik dan tuntun untuk menjadi seorang manusia. Di rumah inilah banyak keputusan penting dalam hidup saya buat. Salah satunya adalah keputusan untuk meninggalkan kota kelahiran menuju ibu kota negara, dengan keyakinan bahwa suatu hari saya akan kembali sebagai seorang perempuan yang berbeda untuk menolong orang lain.

Rumah di Jalan Percetakan Negara D771A

Saya tidak akan melupakan alamat rumah ini, sekalipun waktu itu saya hanya menghabiskan waktu setahun lebih di tempat ini. Tetapi ini adalah rumah dimana ada komitmen yang saya buat untuk melanjutkan studi meski tidak ada support finansial dari orang tua. Pengalaman selama 4 tahun di ibu kota yang sudah saya miliki waktu itu, serasa cukup untuk mendorong saya mengambil keputusan penting itu.

Tidak mudah memulai pendidikan pasca sarjana tanpa ada dukungan finansial, tetapi dikamar kos di rumah itu saya menemukan beberapa alasan mengapa saya harus melanjutkan studi meski mungkin prosesnya sangat sulit.

Rumah di Nanga Lungu

Ini adalah suatu rumah yang jauh di daerah Kalimantan Barat. Rumah yang merupakan tempat tinggal pendeta dari jemaat setempat merupakan sebuah tempat dimana melahirkan satu keputusan bagi panggilan hidup saya.

Siapa yang menyangka jika di pedalaman yang tak bersinyal inilah, Tuhan memberikan bagi saya beberapa penjelasan tentang beberapa hal yang harus saya kerjakan nanti di daerah kelahiran saya. Beberapa peneguhan dan penguatan akan apa yang saya tidak bayangkan sebelumnya. Disinilah saya menemukan satu alasan besar, saya menghargai diri saya dan potensi yang saya miliki.

Rumah di Jalan Mandala Selatan III Nomor 14

Rumah yang berada di kawasan Jakarta Barat ini menjadi rumah tinggal saya bersama adik selama beberapa waktu. Di rumah inilah lahir beberapa keputusan radikal dalam hidup yang membuat saya banyak melakukan hal-hal di luar kesanggupan diri saya. Rumah ini menjadi tempat yang penting dimana saya belajar bahwa setiap orang Tuhan ciptakan untuk maksud-maksud yang mulia.

Di rumah yang hanya beberapa ratus meter dari mall Taman Anggrek ini menjadi tempat saya bernegosisasi dengan kepentingan diri sendiri dan kepentingan panggilan hidup. Ini adalah rumah dimana saya memutuskan untuk mengerjakan apa yang sedang berjalan di Kupang dan Rote. Disinilah menjadi tempat saya belajar bahwa Tuhan tidak memberikan potensi diri untuk maksud kesombongan diri tetapi untuk membantu orang lain.

Rumah di Jalan Raya Tanjung

Salah satu rumah yang bersejarah dalam hidup saya adalah di foto yang saya pajang di tulisan ini. Disinilah saya berkomitmen untuk menulis di blog saya setiap hari. Di sini juga saya menemukan ide untuk memulai sekolah perempuan bagi perempuan yang tidak berpendidikan di desa-desa di daerah kelahiran sayah. Disinilah saya berpikir siapakah yang menjadi patner saya merealisasikan mimpi ini?

Mungkin bisa jadi salah satu dari pembaca tulisan ini? Saya berharap iya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s