Jangan Hidup untuk Kesenangan Sendiri

Kemaren saya mengunjungi suatu pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Utara karena alasan adanya janjian dengan seorang teman yang sudah lama tidak bertemu. Karena dia datang lebih lambat maka saya memutuskan untuk berkeliling dan melihat-lihat aktivitas dari isi mall tersebut.

Langkah saya terhenti ketika saya melihat antrian manusia yang cukup panjang dan di dalam toko tersebut ada banyak sekali pengunjung. Itu adalah pemandangan di dalam toko dari salah satu fashion yang memiliki nama dengan harga barang-barangnya di bandrol ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

Saya penasaran dengan atrian tersebut sehingga memutuskan untuk masuk dan melihat-lihat kira-kira harga barangnya berapaan sampai pengunjung serame itu. Saya hanya geleng-geleng kepala karena harganya memang tidak bersahabat dengan manusia berpenghasilan selevel saya.

Saya melihat ke orang-orang yang berada di antrian, rata-rata setiap orang memegang lebih dari 1 barang yang siap di bayar. Artinya mereka yang sedang ada di antrian untuk siap merogoh kantong kisaran lima ratus ribu sampe jutaan rupiah. Saya sempat berpikir dua hal pada saat itu, yaitu: apakah mereka benar-benar butuh barang-barang yang mereka hendak beli tersebut? dan kedua berapa rata-rata penghasilan mereka?.

Memang sah-sah saja jika seseorang menghabiskan uang dari hasil kerja kerasnya untuk membeli apa saja yang diinginkannya, dengan harga berapapun selama hal itu di sanggupi oleh mereka. Namun seringkali apa yang di beli itu tidak di butuhkan sehingga hanya menjadi tumpukan barang tak terpakai di rumah.

Seringkali gaya mengikuti trend dan keegoisan manusialah yang memicu keputusan tersebut. Karena itu tidak ada salahnya jika manusia ciptaan Tuhan belajar untuk menyadari panggilan hidup yang lebih dari itu yaitu menciptakan kesetaraan di dalam masyarakat. Kesetaraan agar tidak ada ketimpangan yang signifikan dalam masyarakat.

Memang sulit bukan?

Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba membangun sikap berbagi dan menahan diri dalam mengikuti trend ataupun pemupukan budaya konsumerisme dalam diri. Karena bagaimanapun hal ini memberikan keuntungan untuk diri sendiri. Dimana keuangan dapat di pakai untuk hal yang lebih penting dan terhindar dari penumpukan sampah di rumah karena barang-barang yang di beli tidak terpakai.

Selamat belajar melakukan hal ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s