Kebudayaan Timor yang Masih Lestari Hingga Sekarang

Pulau Timor adalah pulau dengan letak wilayah yang sangat strategis karena diapit di antara dua negera tetangga yaitu Australia dan Timor Leste. Walaupun berada di posisi seperti ini, tidak membuat orang asli yang mendiami wilayah ini tergerus arus budaya baru yang datang dari luar. Nyatanya masih ada sejumlah budaya khas Timor yang masih bisa mudah kamu temui saat ini, jika berkunjung ke Pulau yang bentuknya seperti buaya ini. Beberapa budaya yang masih ada itu antara lain:

Budaya Makan Sirih Pinang

Budaya makan Sirih pinang masih terus dipelihara dan dilakukan oleh masyarakat di Pulau Timor. Buah pinang yang dikunyah dengan daun/buah sirih ditambah kapur dan tembakau ini akan menghasilkan cairan merah yang akan membuat mulut berwarna merah dan akan sering mengeluarkan ludah dengan warna ini sehingga terkesan jorok.

Namun budaya ini merupakan bagian dari warisan leluhur orang Timor yang masih di pelihara sampai saat ini. Dalam upacara dan perkumpulan adat ataupun berkunjung ke rumah orang, biasanya sirih pinang merupakan suguhan awal yang diberikan sebagai simbol tata pergaulan dan tata nilai kemasyarakatan.

Budaya yang konon telah di praktikkan lebih dari 3000 tahun ini masih lestari hingga saat ini. Jika berkunjung ke rumah orang Timor asli atau sebagai pegunjung dengan urusan apa saja baik itu pemerintahan ataupun keagamaan, maka jika di suguhkan sirih dan pinang di dalam tempat suguhan (oko mama) walaupun kita tidak bisa memakan namun adalah sopan santun untuk tetap mengambil dan mengatakan “maaf saya tidak makan, tapi saya terima pemberian ini“. Bagi orang Timor, jika ini kamu lakukan maka kamu adalah orang yang diterima dengan baik oleh mereka dan juga sebagai tanda bahwa kamu bukan orang yang sombong.

Perempuan Memakai Tais

Tais (bahasa Dawan) atau dalam bahasa Indonesia di sebut sarung merupakan gaya berbusana yang masih di pelihara oleh perempuan Timor hingga saat ini. Tais yang digunakan biasanya murni hasil tenunan asli perempuan Timor dengan corak dan motif yang memiliki nilai filosofi yang tinggi.

Perempuan Timor yang ada di desa-desa saat ini masih banyak yang terus melakukan aktivitas menenun untuk menghasilkan Tais, Selimut ataupun Selendang dengan motif khas suku Timor. Meskipun zaman sudah modern namun perempuan Timor masih menggunakan Tais sebagai busana khas. Bahkan di Kota Kupangpun budaya ini begitu kuat diterapkan, karena itu diupacara kematian, pernikahan atau upacara apapun perempuan-perempuan di Kupang pasti akan datang menggunakan kain Tais dengan motif daerahnya masing-masing.

Salam Cium Hidung

Budaya salam yang menjadi simbol secara keseluruhan masyarakat Nusa Tenggara Timor (NTT) adalah budaya salam cium hidung. Budaya ini merupakan salam khas orang NTT secara khusus juga di Timor. Dimana ketika memasuki suatu rumah, atau bertemu dengan seseorang, baik itu family ataupun pejabat. Salam khas ini masih terus dilakukan sampai saat ini, bahkan saya berpikir bahwa ini merupakan satu budaya khas yang tidak akan pernah punah.

Salam cium hidung dilakukan terhadap semua orang, baik itu untuk sesama jenis maupun lawan jenis. Budaya ini selalu menjadi tanda jelas orang NTT ketika berada di luar pulaunya.

Penggunaan Bahasa Timor

Bahasa Timor atau bahasa Dawan (Uab Meto) masih menjadi bahasa komunikasi sehari-hari Atoin Meto (arti harafiahnya Orang Kering) yaitu sebutan untuk orang Timor karena merupakan orang-orang dari wilayah yang kering. Di wilayah Kota Propinsi sendiri penggunaan bahasa ini masih dipakai oleh para orang tua. Namun untuk wilayah Timor Tengah Selatan (Soe) dan Wilayah Timor Tengah Utara, bahasa ini merupakan bahasa yang dipakai sehari-hari. Karena itu jika berkunjung ke Pulau Timor penting untuk sebagai pendatang belajar bahasa daerah disana untuk memudahkan dalam berkomukasi.

Nah, itu adalah empat budaya lokal orang Timor yang masih lestari hingga saat ini di pulau Timor. Jika kamu tertarik untuk mengenal dengan dekat silahkan datang ke Pulau yang berada di bagian barat dari Negara Timor Leste ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s