#Dirumah Aja#

Berkaitan dengan epidemi virus corona maka seruan untuk dirumah aja di sampaikan kepada semua lapisan masyarakat untuk sama-sama memerangi penyebaran virus ini. Bekerja dari rumah, beribadah dari rumah bahkan belajar dari rumah saja. Meski memang ada juga golongan masyarakat yang tidak akan bisa melakukan hal ini karena beberapa alasan yang tidak bisa kita hakimi.

Namun tulisan saya kali ini bukan berfokus pada covid-19 tetapi tentang ide “dirumah aja“.

Baca juga: Apakah kamu rindu rumahmu

Rumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi semua orang, tidak peduli apapun bentuknya dan seperti apa fasilitas yang ada di dalamnya. Namun rumah selalu menjadi tempat untuk kembali beristirahat, berdiam diri, berintropeksi dan lainnya.

Baca juga: Pulang

Bagi saya seruan di rumah saja mengingatkan kita semua untuk mengingat bahwa siapapun kita, apapun profesi dan jabatan yang dimiliki, rumah adalah tempat dimana kita berada tatkala lelah dan takut. Rumah juga menjadi tempat pertama yang kita miliki yang harus di jaga terhadap apapun. Rumah adalah tempat dimana kita akan melepaskan segalanya dan juga rumah menjadi alasan kita berjuang untuk semuanya hal yang tengah di perjuangkan.

Bagaimana jika kita semua belajar untuk memperjuangkan kebahagiaan orang-orang di rumah kita, bagaimana jika kita memprioritaskan untuk belajar memahami perasaan orang-orang di rumah kita terlebih dahulu sebelum kita mau memahami perasaan orang diluar sana.

Bagaimana jika pelukan tulus itu kita berikan paling prioritas kepada semua orang terkasih di rumah kita dulu, bagaimana jika kata dukungan itu kita berikan pertama kepada orang-orang di rumah kita dulu, bagaimana jika kita belajar untuk berbicara jujur itu dengan orang dirumah dulu, bagaimana jika kita mengubah arah pembelajaran untuk apapun dengan dimulai dari rumah dulu?

Tak perlu kamu tampak “wao” di luar rumah sedangkan di rumahmu tidak, tak perlu kamu tampak hebat, memukai, penuh kasih, dan lainnya padahal dirumahmu orang-orang dekatmu tidak bisa melihat itu?

Tak perlu kita seolah pahlawan di luar rumah padahal dirumah kamu menjadi beban. Tidak perlu kelihatan paling dermawan di luar rumah padahal dirumahmu tidak ada sedikitpun konsep berbagi itu. Tidak perlu seolah kata-katamu seolah penuh hikmat diluar sana padahal dirumahmu sumpah serapah yang diucapkan selalu.

Sudahlah mari kita rumah haluan kita, mulai dari rumah. Apapun itu, mari kita mulai dari rumah kita.

Sulit bukan? tapi saya berpikir ide mulai apapun dari rumah layak direnungkan dan dipraktekkan mulai dari diri sendiri.

Selamat beraktivitas dirumah aja!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s