Kenikmatan Tinggal di Kupang

Saya pernah meninggalkan kota ini lebih dari satu dekade, karena itu saya memiliki gambaran yang jelas ketika membandingkan kota yang di juluki “Kota Kasih” ini dengan beberapa kota lain. Setidaknya ada beberapa kenikmatan yang saya bisa bagikan dalam tulisan ini.

Saya menyukai tinggal di kota ini karena mudah mengakses pantai dengan pemandangan langit biru dan juga pantai yang indah. Kota ini memang dikeliling di lautan karena itu mudah sekali untuk menikmati keindahan lautan.

Bukan saja laut tetapi gunung dan padang bisa dinikmati dengan leluasa di daerah ini. Memang ketika musim panas tiba semuanya menjadi berubah warna menjadi kecoklatan karena teriknya matahari di kota ini mematikan semua tumbuhan di musim panas.

Namun ketika musim hujan tiba, mata kita akan disuguhkan dengan pemandangan indah tentang keajaiban alam yang sulit untuk dimengerti. Tunas-tunas pohon mulai tumbuh, rerumputan seolah bersembunyi berbulan-bulan di balik tanah yang kemudian mulai muncul di musim hujan. Semua seketika menjadi hijau, hamparan yang memanjakan mata dan membuat semua orang menjadi terkagum-kagum dengan pesona tanah karang ini.

Banyak pangan lokal yang masih dicintai oleh masyarakatnya, karena itu jagung dan aneka ubi-ubian menjadi kenikmatan tersendiri ketika tinggal di kota ini. Kita dapat membeli dengan harga yang sangat murah, apalagi menyingkir berburu pangan lokal di pasar-pasar tradisional di pinggiran kabupaten Kupang.

Kenikmatan seafood bukan menjadi rahasia lagi, karena itu tinggal di Kupang selalu memberikan kesempatan untuk memuaskan hasrat hati untuk menikmati aneka seafood, meski daging se’i tetap menjadi oleh-oleh khas dari daerah ini. Namun kapanpun kamu ada di kota ini maka jangan lupa untuk puaskan lidah dengan aneka makanan dari laut.

Untuk urusan belanja untuk kehidupan sehari-hari, segala jenis sayur mayur sangat murah disini. Memang untuk daging harganya hampir mengikuti standarat nasional namun jika membeli di penjual tradisional yang menjual sendiri potongan ternaknya maka harganya sangat menghemat kantong.

Bila bepergian dengan kendaraan kemana saja, kita bisa memprediksi berapa menit akan tiba ke tempat rujuan, karena tidak sama seperti ibukota yang begitu macet. Tinggal di Kupang membuat saya terhindar dari stres macet.

Orangnya saling mengenal satu dengan yang lain, budaya basa-basinya juga kental dan suguhan kopi dan teh gratis masih bisa kita nikmati kala bertamu ke rumah orang.

Ada banyak hal lain yang masih belum bisa saya jelaskan secara rinci tentang kenikmatan tinggal di kota Kupang, namun sekiranya gambaran singkat ini memberikan pemahaman kepada kamu bahwa ibu kota propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan tanah yang layak ditinggali karena tersembunyi kenikmatan hidup di dalamnya.

6 respons untuk ‘Kenikmatan Tinggal di Kupang

  1. Hi, Kakak atau saya panggil Nona saja.
    Senang bisa melihat ada yang menulis tentang kupang.
    Saya ingat pernah melewati kota Kopung dan tidur semalam di terminalnya, 20 tahun yang lalu!
    Meskipun ingatan saya sudah mulai pudar, saya masih ingat kehangatan kota dan juga senyum-senyum ramah mama-mama waktu itu.

    Suka

    1. Hallo mba Ayu, iya panggil aku Nona aja.
      Makasih udah mampir di halaman aku. Btw aku selalu baca tulisan mba yang buat aku mendapatkan banyak ilmu. Thanks dan terus menulis karena pasti ada banyak orang yang terus mampir untuk membaca.

      Oh yah pernah mampir ke Kupang yah? btw mba Ayu posisi skrng dimana? sudah lama yah. Kupang sekarang memiliki banyak perubahan dalam banyak hal, mungkin suatu hari mampir lagi ke kota saya.

      Salam

      Disukai oleh 1 orang

      1. Terima kasih, Nona. Semoga tulisan-tulisan yang diterbitkan di blog bisa memberikan manfaat dan mendorong pembaca melakukan sesuatu yang baik untuk dirinya sendiri, dan lingkungannya.

        Ia, saya pernah mampir ke kupang, dan bahkan saya punya teman satu asrama yang setiap tahun pasti mudik ke NTT dan mampir di Kupang. Katanya Kupang sudah seperti Surabaya.
        Saat ini saya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Nona. Sebenarnya, saya punya rencana untuk jalan ke Timor Leste tahun ini, setidaknya bulan Agustus nanti. Sekaligus ingin mampir di Kupang juga. Tapi, mengingat situasi dan kondisi sekarang, rencana saya tunda dulu.

        Salam juga untukmu, Nona e..

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s