Kalimat Sederhana Dalam Bahasa Kupang

Beberapa postingan saya sebelumnya, saya mengajak pembaca untuk belajar tentang beberapa kata bahasa Kupang yaitu: 20 Kosa Kata Bahasa Kupang Terkait Dengan Liburan dan 20 Kosa Kata Bahasa Kupang Yang Menarik untuk Di Ketahui.

Di postingan kali ini saya akan menuliskan beberapa kalimat-kalimat sederhana dalam bahasa Kupang yang umumnya di gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya bahasa Kupang sehari-hari tidak begitu sulit karena ada beberapa yang masih sama dengan bahasa Indonesia baku namun memang ada kata-kata yang sulit bagi orang-orang dari luar NTT.

Berikut ini beberapa kalimat sederhana yang bisa kalian pakai saat berbicara dengan orang Kupang.

  1. Bikin apa? / lagi buat apa? (artinya: lagi ngapain)
  2. Mau pi mana? (artinya: mau kemana?)
  3. Ada bekeng apa? (artinya: lagi ngapain?)
  4. Dudu-dudu sa (artinya: lagi bengong doang, atau lagi ga ngapa-ngapain)
  5. Lagi son bae nie (artinya: lagi tidak baik)
  6. Kere mati pung (artinya: lagi ga ada duit sama sekali/bokek)
  7. Kabar karmana? (artinya: apa kabar?)
  8. Makan deng? (artinya: makan dengan lauk apa?)
  9. Su makan ko balom? ( artinya: udah makan blom?)
  10. Be/beta su makan (artinya: saya sudah makan)
  11. Be/Beta bae-bae sa (artinya: Saya baik-baik saja)
  12. Doi sonde apa (artinya: ga ada duit/ tidak ada uang)
  13. Makan sam-sama sa (artinya: makan bareng-bareng aja)
  14. Talalu gaga (artinya: terlalu cantik/terlalu keren)
  15. Son/sonde bisa tahan (artinya: Tidak bisa tahan)
  16. Mau tapaleuk dolo (artinya: mau jalan-jalan dulu)
  17. Makan malintang (artinya: untung banyak)
  18. Bapa barana/mama barana (artinya: Bapak kandung/ibu kandung)
  19. Panas mati pung (artinya: cuacanya/udaranya sedang panas sekali)
  20. Sonde bae (rtinya: tidak baik)
  21. Babo puruk (artinya: bau banget)
  22. Nona bagaya mati sa (artinya: Nona bergaya abis)
  23. Talalu kembo (artinya: terlalu keren)
  24. Talalu makadadoto (artinya:terlalu cerewet)
  25. Talalu putar balek (artinya: bohongnya minta ampun)
  26. Mangantok kode (artinya: ngantuk) tetapi biasa untuk bilang terlalu lama menunggu makanya jadinya ngantuk ga jelas.
  27. Kelu deka (artinya: keluarga dekat)
  28. Parut kete/kampung tenga minta isi (artinya: lapar)
  29. Badan mamalek (artinya: badan lemas)
  30. Beta son parna satuju deng itu (artinya: saya tidak pernah setuju dengan hal itu)
  31. Be iko rame sa (artinya: saya ikut arus aja)
  32. Singga sadiki dolo (artinya: mampirlah sebentar dulu)
  33. Manyasal tar abis abis/manyasal mati pung (artinya: menyesal banget)
  34. Son toe/ sonde toe (artinya: tidak peduli)
  35. Baomong kusu-kusu (artinya: bicara secara berbisik-bisik)

Itu dulu yah, kalimat-kalimat sederhana yang saya bagikan kali ini, semoga bermanfaat!

Perempuan Timor

Dalam tulisan kali ini, saya akan berbagi tentang puisi yang saya tulis tentang perempuan Timor.

Perempuan Timor

Adalah maha karya Tuhan yang tiada duanya

Lahir dengan kulit sawo matang dan hitam

Sang Tuhan memahkotainya dengan rambut keriting nan unik

Mendandaninya dengan bulu mata yang lentik

Karena itu ia tak perlu diperbandingkan dengan maha karya yang lain

Karena sejak dalam kandungan Mama, Sang Tuhanlah yang menenunnya sempurna

Andaikan kecantikan itu diukur dengan warna kulit maka aku mengerti mengapa engkau mengucilkannya

Jika menghargai ditentukan oleh kesamaan rambut, kulit, dan bola mata maka aku mengerti alasan engkau sering meremehkannya

Jika seandainya Bahasa dan nada bicara membuatmu sering menertawakannya, haruskah aku menyalahkan Sang Ilahi yang mengijinkan kecorakan mewarnai bumi?

Jika kecerdasan, kemampuan dan kapasitas digambarkan oleh warna kulit, maka benarkah aku tidak memiliki semuanya itu?

Perempuan Timor

Memiliki talenta mengatur benang dan menenun

Dia mampu mengubah jagung kering menjadi Bose yang lembut untuk memanjakan lidah seisi rumahnya

Kehebatannya tersembunyi dibalik kemampuannya menjaga lumbung dan memelihara hasil bumi

Perempuan Timor agung dan bermartabat

Ia bukan budak yang seenaknya dikuasai oleh para lelaki.

Meski memang fisiknya kuat untuk mengerjakan segala pekerjaan, namun haruskah semua pekerjaan rumah ia yang mengerjakannya?

Bahkan untuk secangkir kopi para lelaki haruskah ia yang membuatnya?

Jangan remehkan bahwa ia lemah atau bodoh

Karena derajatnya begitu agung sebagai pemberi hidup

Memang ia tidak melestarikan marganya setelah menikah

Namun kelestarian satu marga ternjadi karena keberadaanya

Perempuan Timor memiliki rasa dan asa

Perempuan Timor memiliki kemampuan, keteguhan dan kapasitas

Ia memiliki kaki yang panjang untuk melangkah keluar dari kebodohan, kemiskinan dan kekerasan

Dia terus bergerak, berjuang untuk perubahan dan harumnya nama ibu Pertiwi.

Mitos/Kepercayaan Di Kupang Yang Masih Ada Sampai Hari Ini

Saya di besarkan di tengah lingkungan masyarakat di Kupang yang sangat kuat meyakini hal-hal yang bersifat supranatural termaksud mitos yang masih terus diyakini sampai hari ini.

Berikut ini beberapa mitos yang masih di yakini di Kupang sampai hari ini.

  1. Perempuan hamil jika keluar rumah harus membawa peniti atau paku. Diyakini jika perempuan hamil yang keluar rumah dengan membawa kedua benda ini maka kandungannya akan aman dari gangguan makluk jahat yang bisa membayahakan janin dalam kandungannya.
  2. Jika merantau maka wajib berpamitan dengan orang tua atau leluhur di kuburan. Hal ini di yakini bahwa para arwah akan memberikan kemudahan di perantauan dan juga mereka mengetahui bahwa ada sanak family yang akan pergi jauh sehingga arwah tidak marah ketika orang tersebut tidak datang bersiarah di kuburan.
  3. Menaruh makanan/minuman dan sirih pinang di kuburan. Ini adalah kebiasaan yang sudah sejak dulu di yakini dalam masyarakat. Bahwa kita perlu memberikan makanan dan minuman kesukaan si arwah di kuburan sehingga malam hari dia tidak perlu datang ke dapur kita untuk mengotak-atik isi dapur bahkan akan membuat makanan yang di dapur yang sudah makan akan menjadi tidak berasa dan basi.
  4. Ada burung-burung tertentu yang jika mendengarnya berteriak di magrib atau di malam hari maka itu pertanda kuntilanak sedang lewat, karena itu dilarang untuk keluar rumah saat mendengar teriakan burung tersebut. Ini termaksud jika anjing melolong di malam hari, diyakini setan-setan sedang berjalan-jalan di area tersebut.
  5. Anak gadis atau perempuan muda dilarang bangun kesiangan karena akan susah ketemu jodohnya. Jika ada anak gadis atau perempuan yang belum menikah yang bagun kesiangan- bukan jam bangun pagi pada umumnya (biasanya masyarakat Kupang bangun pagi di jam 4-6 pagi), maka di yakini bahwa dia akan sulit menemukan jodoh.
  6. Di bulan Desember (Natal) wajib berziarah ke kuburan untuk membersihkan kuburan dan juga mengunjungi yang sudah meninggal. Jika ada orang dekat yang meninggal dan di kubur di jauh dari kota Kupang maka biasanya di depan rumah dibakar beberapa lilin dan disekelilingnya di tabur dengan rampe (irisan halus dari aneka bunga dan daun pandan).
  7. Khusus untuk suku Timor di larang memberi sesuatu dengan jumlah 3. contohnya jangan memberi 3 buah mangga, sebaiknya 1,2 atau 4. Bagi suku ini di yakini jika kita memberikan sesuatu dengan jumlah tiga maka itu sama dengan memaki orang yang menerima pemberian itu.
  8. Jangan menerima atau memberikan seseorang dengan tangan kiri. Bagi masyarakat kami, ini dianggap tidak sopan karena tidak memakai tangan kanan.

Itulah hal-hal yang masih diyakini sampai hari ini di kehidupan masyakarat kami. Namun karena perkembangan pendidikan atau alasan keyakinan agama maka beberapa orang sudah tidak lagi meyakini hal-hal ini.

Tidak Ada Sekolah Untuk Menjadi Orang Tua, Tetapi Semua Orang Tua Dituntut Sempurna Sebagai Teladan Untuk Anak

Tidak ada sekolah yang didirikan khusus untuk seseorang dipersiapkan menjadi orang tua yang baik. Namun orang-orang yang mendapatkan prevelidge untuk menjadi orang tua dituntut untuk menjadi teladan bagi generasi di bawahnya. Karena sebuah keteladanan jauh lebih efektif dari semua pengajaran yang hanya berbentuk teoritis saja.

Orang tua tidak diminta untuk tahu segalanya tentang ilmu pengetahuan, namun dalam segala hal tentang sikap hidup, orang tua diminta untuk menjadi teladan bagi anak mereka.

Berat bukan menjadi orang tua?

Tapi itulah realitanya di dunia. Semua orang tua dimintai untuk menjadi contoh dan panutan bagi buah hatinya. Orang tua diharapkan menjadi contoh dalam iman, dalam perkataan, dan dalam sikap dan tingkah hidup setiap hari.

Karena itu panggilan menjadi orang tua itu memang sebuah panggilan yang berat. Karena menurut saya setiap anak tidak bisa menjadi teladan bagi orang-orang disekitarnya jika mereka tidak mendapatkan keteladan dari orang tuanya.

Setiap anak akan selalu mengingat akan contoh hidup apa yang sudah diberikan oleh orang tuanya. Dan apa yang mereka lihat dari orang tuanya membekas seumur hidup dalam ingatan mereka. Bahkan mereka akan memultiplikasi apa yang mereka lihat dan pelajari dari orang tuanya untuk dibagikan ke generasi mereka.

Memang tidak ada orang tua yang sempurna, tidak akan ada orang tua ideal di dunia ini. Namun semua orang tua di dunia pasti terus berjuang dari hari ke hari untuk menjadi yang terbaik bagi anak-anaknya.

Semua orang tua memiliki kelemahan, kekurangan dan keterbatasan namun semua orang tua di dunia di tuntut untuk terus berjuang untuk memberikan kesan yang mendalam di benak anak-anaknya tentang hal positif dari nilai-nilai kehidupan yang diajarkan agama, budaya dan nilai moral yang baik yang ada di masyarakat.

Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, namun semua orang tua diberikan kesempatan oleh kehidupan untuk terus belajar dari semua kelas kehidupan untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Karena itu tugas anak adalah belajar keteladan dari orang tua dan mentaati mereka. Sedangkan tugas orang tua adalah menginspirasi anak lewat tutur kata, tingkah laku dan pola pikir yang benar setiap hari.

Akan selalu ada titik lemah dari orang tua untuk tidak menjadi contoh bagi anak-anaknya. Tapi hendaklah setiap orang tua tidak berselimut dengan kelemahan itu secara terus menerus dan lupa memberikan keteladanan hidup. Karena dunia saat ini dengan mudah memberikan berbagai pengajaran kepada manusia yang tinggal di dalamnya lewat berbagai kemudahan untuk mendapatkan akses berbagai ilmu pengetahuan. Namun sesungguhnya dunia sedang haus akan keteladanan karena mereka yang dianggap akan menjadi teladan dan inspirasi hidup baik dan benar justru sedang melenceng jauh dari harapan itu.

Karena itu untuk memperbaikinya, saya mengajak kita untuk memulai dari setiap keluarga kita. Mulai dengan setiap orang tua untuk menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sehingga bangsa ini di penuhi dengan orang tua yang berintegritas dan pada akhirnya dunia akan kembali dipenuhi dengan orang-orang yang layak dicontohi kehidupan mereka.

Mari mulai dari keluargamu

Mari mulai untuk anak-anakmu

Biarkan Indonesia dipenuhi dengan orang tua yang berintegritas

Biarkan dunia kembali diberikan warna yang kuat tentang keteladanan

Selamat menjadi teladan wahai semua orang tua.

Indonesia Dalam Enam Kamar

Indonesia adalah negara besar yang kaya akan keanekaragaman Agama, budaya, alam dan manusianya. Keberagaman inilah yang membuat saya sebagai anak bangsa begitu bangga terlahir sebagai putri dari bangsa yang besar ini.

Pengalaman saya saat bekerja di Lombok Utara adalah menakjubkan sekali karena di Homestay tempat saya tinggal selama setahun itu membuat saya melihat Indonesia yang sesungguhnya, Indonesia yang penuh dengan keberagaman dan toleransi yang membuat manusianya saling mencintai dan menghargai.

Di homestay dengan 6 kamarnya itu, setiap hari saya bertemu dengan Bu Ayu pemilik penginapan yang beragama Hindu yang sangat taat, setiap hari saya bisa menyaksikannya beliau mengatur persembahan sesuai dengan tata cara agama Hindu, baik itu di pekarangan penginapan maupun di loby homestay, baik sekali ibu ini.

Di kamar nomor tiga dan enam ada Dr. Frozi asal Padang dan Mba Junari asal Jawa Timur, dua orang muslim yang begitu rajin beribadah, tidak pernah alpa sholat 5 waktunya. Mereka benar-benar religius, saat mengagumkan melihat ketaatan mereka menjalankan ajaran agamanya.

Dikamar nomor lima ada pak Tirta seorang Katolik asal Bandung (hanya sebulan saja) dan di lanjutkan dengan pak Wisnu seorang Muslim asal Bali-Jakarta yang terlihat begitu mencintai keyakinannya, di kamar nomor dua ada saya asal Kupang yang berkeyakinan Kristen Protestan yang setiap hari memetik gitar menyayikan lagu-lagu gereja. Sedangkkan kamar nomor empat dan satu tidak ada tamu yang tetap, selalu saja ada yang baru yang datang menempati untuk beberapa hari dan cek out.

Pada pagi hari homestay ini akan sepi karena semua penghuninya berangkat untuk aktivitas masing-masing, beberapa mereka adalah kontraktor yang sedang membangun kembali banyak bangunan di Lombok Utara pasca gempa, ada yang dokter, ada yang pebisnis dan saya yang bekerja di NGO. Pagi sampai sore tempat ini akan sepi kecuali bu Ayu yang setia berada di sana.

Namun jika malam hari kami akan bersama duduk bersama, membawa makan malam masing-masing, share lauk, berbagi cerita tentang pekerjaan kami, dan juga cerita konyol lain yang suka bikin kami tertawa terpingkal-pingkal. Di musim bulan puasa kadang kami menikmati sahur bersama dengan mereka yang sedang melakukan ibadah tersebut, di hari raya nyepi kamipun benar-benar di kamar saja karena ibu pemilik sedang menjalankan hari rayanya. Dan di Natal saya mendapat ucapan natal yang penuh cinta dari mereka semua.

Meja bambu di depan rumah homestay itu selalu menjadi tempat yang meleburkan segala perbedaan, kami tahu bahwa masing-masing kami punya perbedaan dalam banyak hal. Namun kami semua bersaudara, karena itu saya sering berucap kepada mereka “kita ini Indonesia, Indonesia ada di disini, ada dalam 6 kamar” dan kami selalu bangga dengan fakta ini.

Banyak topik sering kami obrolkan bahkan kadang-kadang sampai topik agama, namun kami obrolkannya dalam sikap dewasa. Dimana tidak ada yang merasa paling benar dari yang lain, tidak ada yang merasa paling hebat dari yang lain, malah semuanya kami menikmati dan menghargainya.

Bagi saya inilah Indonesia, kisah nyata yang saya alami sendiri, dan karena kisah inilah yang membuat saya selalu merindukan Lombok Utara dan Northis Lombok Homestay yang sudah memberikan pengalaman yang berharga tentang keberagaman yang indah.

Semoga Indonesia akan selamanya beragam dan semua penghuninya terus mencintai kekayaan keberagaman itu sampai akhir hayat.

4 Jam Berspeed Tanpa Sabuk Pengaman

Tulisan kali ini bercerita tentang pengalaman saya menggunakan speed boat melintasi arus 2 sungai besar di Kalimantan Barat yaitu sungai Kapuas dan sungai Ketungau.

4 jam melayang menggunakan kendaraan air ini benar-benar menguji adrenalin. Bagaimana tidak? speed boat yang menggunakan mesin 40 PK ini, dijoki oleh seorang pria paruh baya melikuk dan melayang melintasi sungai yang deras airnya ini tanpa mengenal takut sedikitpun. Bahkan tidak ada sabuk pengaman bagi semua penumpang, ataupun pelampung untuk alasan keselamatan ataupun kenyamanan.

Saya mengamatinya memainkan setir dengan kepiawaian kedua tangannya yang luar bisa. Sesekali ia naik ke atas body dari speed yang sedang meluncur kencang di atas permukaan air dan memeriksa sesuatu. Dia bahkan juga mengarahkan transportasi air yang berkapasitas penumpang 7 orang ini dengan arah memotong arus, membentuk garis miring yang tegas. Namun di sepanjang perjalanan kebanyakan kendaraan berwarna merah miliknya itu di kendalikan membelah sungai persis di jalur tengah dari permukaan air, sehingga seolah seimbang membelah wajah air.

Air sungai berwarna merah kecoklatan khas sungai Kapuas ini terbelah membentuk gelombang-gelombang kecil di sisi-sianya dan di belakang dari posisi speed yang melintasi. Saya yang duduk di pinggir speed ini sering terkena percikan air sungai akibat hantaman badan speed ke air.

Setelah hampir 2 jam berada di atas arus sungai Kapuas, pak Yuri si pengendara mengambil jalan melewati anak sungai kecil yang membuat saya kaget tetapi juga kagum. Kaget karena kami memasuki anak sungai yang luasnya tidak lebih dari lima meter dengan kondisi berkelok-kelok tetapi kecepatan speed sama sekali tidak berkurang.

Sedangkan rasa kagum saya adalah pada si laki-laki yang mengendalikan jalannya speed ini, dia begitu percaya diri dalam keputusan membanting stir untuk membuat badan speed berkelok-kelok mengikuti bentuk anak sungai tersebut. Tak ada keraguan sedikitpun, dia begitu yakin akan perhitungannya bahwa tidak mungkin akan ada kesalahan.

7 menit kemudian kami keluar dari anak sungai tersebut dan kembali ke arus sungai yang besar, ternyata itu masih bagian dari badan sungai Kapuas. Menurut Pak Yuri, itu adalah jalan pintas untuk menghemat 20 menit perjalanan. Waooo saya makin kagum dengan hal tersebut.Kurang lebih 20 menit kemudian, mata saya melihat arus sungai yang datang dari dua arah yang berbeda. Sehingga dari posisi saya seolah air membentuk huruf Y. Satunya dari arah kanan dan satunya dari kiri.

Saya akan melintasi yang sebelah kiri, itulah sungai Ketungau yang warna airnya masih sama seperti warna dari air sungai Kapuas. Speed dan seisinya beristirahat setengah jam disini, lalu kembali melayang dan membelah sungai yang arusnya masih sama deras dengan yang sebelumnya hanya saja luasnya lebih kecil.

Sesekali saya membayangkan bagaimana jika ada buaya, bagaimana jika ada kayu yang tersembunyi di balik air coklat itu yang menghantam badan speed sehingga membuatnya rusak, bahkan saya sempat berpikir bagaimana jika ada bencana yang menyebabkan speed terbalik. Membayangkan semua hal itu membuat saya bergidik dan menutup mata.

Di moment ini saya termenung dan berpikir bahwa hidup ini begitu singkat, sebentar lagi kematian akan menjemput dan mengubur semua pencapaian diri sehingga membuat itu semua hanyalah menjadi sebuah kenangan bagi orang lain yang masih tertinggal. Apa yang akan terjadi setelah itu? masing-masing orang akan mengetahuinya kelak.

Belum selesai ketermenungan itu, saya membuka mata dan pemandangan rumah yang berderet-deret menyita perhatian saya, oh ternyata itu adalah tanda bahwa saya sudah menyelesaikan 4 jam perjalanan air yang menyeramkan itu, dan siap untuk menikmati hal baru lain di ibu kota kecamatan Nanga Merakai.

Kota Soe, Kota Yang Berbeda?

Soe merupakan ibukota dari kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang berjarak 2,5-3 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat dari kota Kupang. Di kota ini ada beberapa keunikan yang sangat saya sukai, karena itu setiap kali berkunjung ke Soe, saya sangat menikmati waktu disana. Hal apa saja yang bikin saya fall in love dengan kota ini?

Cuacanya

Hal pertama yang sangat saya sukai dari kota soe adalah soal iklimnya yang dingin. Dimana hal ini sangat kontras dengan dua kota yang mengapitnya yaitu kota Kupang dan kota Atambua, yang memiliki udara yang sangat panas. Walaupun letaknya hanya berjarak 110 Km dari kota Kupang dan 185 Km dari kota Atambua, namun kota ini memiliki suguhan udara yang sangat jauh berbeda. Karena itu kota ini mendapat julukan “kota dingin atau the freezing city“. Itulah sebabnya di kota ini di bulan-bulan tertentu penghuninya harus memakai jaket yang tebal agar tubuh dapat merasa hangat.

Orang-orangnya

Kota kecil yang di huni oleh empat pemeluk agama di Indonesia ini yaitu: Kristen, Islam, Hindu dan Bundha ini, memiliki kekhasan manusianya. Dimana mayoritasnya di huni oleh orang Timor, karena itu budaya sopan santun masih begitu kental disini. Terlebih lagi karena kota ini sangat religius dimana mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama yang taat. Dalam sejarah kekritenan sendiri, kota ini mendapat perhatian dunia karena pada tahun 1965 terjadi mujizat di sini yaitu air berubah menjadi anggur.

Hingga saat ini jika berkunjung ke sini, kita masih bisa merasakan kehangatan sambutan ala orang Timor yaitu penyuguhan sirih pinang dan penyematan selendang tenun Timor, meski sudah tinggal di perkotaan, umumnya orang-orang disini masih begitu kuat menjunjung tinggi budaya dan nilai hidup dari orang Timor.

Karena itu setiap kali berkunjung ke kota ini saya makin mendapatkan pemahaman akan budaya suku ayah saya yang memang berasal dari suku ini. Sehingga meski tidak di lahirkan di sana, saya bisa dapat belajar dan melestarikan budaya suku ini dalam diri saya.

Makanannya

Mungkin bagi orang-orang pendatang baru, tidak banyak yang akan menyukai makanan di kota ini karena memang tidak banyak pilihan makanan yang sesuai dengan lidah orang kota yang terbiasa menikmati makanan yang kaya bumbu dengan varian rasa. Namun berbeda dengan saya, saya begitu menyukai suguhan sederhana dari makanan yang memang Timor bangat! karena itu setiap kali saya ke kota ini saya sangat menikmati suguhan pangan lokal yang ada disana. Seperti: Rebusan singkong dan ubi-ubian, aneka masakan jagung (jagung bose dan katemak), disertai dengan sambal lu’at,

Panorama Alam

Kota ini memang tidak memiliki banyak gedung bertingkat yang menjadi salah satu simbol manusia modern perkotaan. Tetapi jika berada di kota ini, tubuh dan otak akan menjadi lebih relax karena pemandangan alam sekitar yang memanjakan mata. Saya sangat menyukai pemandangan gunung-gunung yang terbentang sejauh mata memandang dari kota ini. Tidak hanya itu saja, tidak jauh dari pusat kota ada air terjun yang sudah sering di kunjung oleh wisatawan yang bernama air terjun Oehala, hutan pohon pinus, dan puncak km 12.

Beberapa minggu yang lalu saya baru saja menikmati semua daftar di atas. Dan saya masih terus bergairah untuk mengunjungi kota ini kapanpun saat saya memiliki kesempatan.

Apakah Pantai Pilihan Kedua?

Beberapa tahun terakhir ini, coffee shop merupakan tempat favorit saya. Karena itu setiap kali berada di tempat ini saya merasa bahwa ada waktu yang saya berikan bagi tubuh dan otak saya untuk beristirahat sejenak. Itulah sebabnya saya sering membuat jadwal rutin untuk datang ke coffee shop yang menjadi tempat kesukaan saya.

Namun di tahun ini, saya merasa bahwa ada satu tempat baru yang mulai saya sukai yaitu pantai. Saya sendiri sudah membuat jadwal rutin untuk mengunjungi tempat favorit baru saya ini. Biasanya saya datang ke sana di waktu sore atau pagi untuk ngopi, makan sesuatu yang saya bawa atau beli di sekitar lokasi pantai, membaca dan mendengar musik atau bahkan ngobrol dengan teman. Semua itu menjadi aktivtas yang sangat menyenangkan dan jujur bahwa ini memberikan energi baru lagi bagi saya.

Saya sendiri sadar bahwa tidak semua orang menyukai kedua tempat yang sedang saya sukai ini. Tapi yang pastinya masing-masing orang memiliki tempat favorit dimana di sana akan mendapatkan inspirasi, tenaga atau energi yang baru.

Karena itu tidak ada salahnya jika kamu membuat schedule di weekend kali ini untuk bisa menikmati tempat favorit kamu beserta aktivitas yang kamu sukai.

Selamat menyambut weekend!

Anak Perempuan Memang Tidak Meneruskan Marga Tapi ini yang di Lakukan Mereka.

Menjadi anak perempuan yang lahir di dalam keluarga yang memakai marga, seringkali mereka masih di anggap sebagai keturunan nomor dua dalam keluarga. Alasannya jelas, karena anak perempuan tidak meneruskan atau mempertahankan marga keluarganya kelak, karena jika si anak sudah menikah maka marga orang tuanya akan dengan sendirinya hilang karena dia akan memakai marga suami (apalagi jika menikah dengan laki-laki dari suku yang memakai marga).

Itulah sebabnya dalam suku-suku yang memakai marga, kehadiran anak laki-laki begitu di dambakan karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus marga dari keluarga tersebut. Karena itu jangan heran jika di Indonesia untuk suku-suku yang memiliki marga, meskipun sudah punya beberapa orang anak perempuan, pasangan suami istri masih saja terus berjuang untuk hadir seorang anak laki-laki dalam keluarga. Bahkan di banyak kasus juga, ada suami yang harus menikah lagi hanya demi mendapatkan anak laki-laki.

Meskipun demikian, anak perempuan kebanyakan melakukan hal yang berbeda yang tidak dilakukan oleh anak laki-laki pada umumnya. Apa saja itu?

Anak perempuan selalu yang pertama hadir jika orang tuanya sakit.

Sesibuk apapun seorang anak perempuan, jika orang tuanya sakit dia pasti akan berjuang menyiapkan waktu untuk datang untuk menemani orang tua yang sedang berada dalam kondisi lemah.

Anak perempuan yang selalu mengurus orang tua ketika sakit.

Kebanyakan fakta sudah bercerita bahwa anak perempuan selalu hadir di sisi orang tuanya untuk mengurus mereka saat mereka sedang sakit. Ada yang bahkan mengorbankan pekerjaan/karir, studi dan semua hal pribadi lain hanya demi mengurusi orang tuanya yang sedang sakit. Karena bagi kebanyakan anak perempuan, kesembuhan orang tua jauh lebih penting di bandingan dengan semua urusan pribadi lain.

Anak perempuan yang selalu tetap duduk di dekat mayat orang tuanya ketika mereka meninggal.

Hal ini sangat jelas, mengapa? karena kebanyakan anak laki-laki akan sibuk di saat-saat seperti ini untuk bertemu dengan para tamu dalam keluarga yang datang untuk melayat. Di waktu-waktu seperti ini, anak perempuan tidak akan pernah tega untuk berada jauh dari jasad orang tuanya.

Anak perempuan yang paling banyak kuatir saat berada jauh dari orang tua

Jika merantau, anak perempuan yang paling banyak Menelpon orang tua dari pada anak laki-laki. Hal ini sangat jelas, karena anak perempuan sangat ingin mengetahui kabar tentang orang tuanya setiap hari. Mereka tidak akan peduli berapa banyak pulsa atau paket data yang harus di habiskan setiap bulannya karena harus menghubungi orang tua dengan rutin. Karena mereka sangat mengkuatirkan kondisi orang tua mereka tatkala berada jauh dari mereka.

Nah itu hal-hal hebat yang di lakukan oleh anak perempuan, meski mereka memang tak meneruskan marga keluarganya.

Jangan Bilang Cinta ke Nona Rote, Kalau Belum Tahu Hal ini.

Image result for gambar nona rote

Agnes Monica dalam salah satu lirik lagunya mengatakan bahwa “cinta ini kadang-kadang tak ada logika”. Yah, lirik lagu ini mengambarkan bahwa cinta itu kadang-kadang tidak masuk akal atau mungkin juga bisa di katakan bahwa jatuh cinta itu tidak pakai logika.

Namun berbeda jika kamu mulai merasa punya perasaan dengan gadis Rote (Nona Rote), hal-hal ini wajib kamu ketahui sebelum mantap untuk mengutarakan perasaan kamu. Minimal ada 4 hal yang harus kamu ketahui:

Cari Tahu Apa Marganya

Mencari tahu marga (nama keluarga) adalah hal yang penting, jika kamu hendak membangun hubungan dengan anak gadis orang Rote. Karena Marga yang disandangnya mempengaruhi akan seberapa besar keluarga tersebut. Biasanya di Rote ada marga-marga tertentu yang merupakan marga yang memiliki keluarga besar. Dan biasanya mereka adalah keluarga yang selalu meminta Mas Kawin (Belis) dalam jumlah yang sangat mahal.

Cari Tahu Latar Belakang Pendidikannya

Mencari tahu latar belakang pendidikan adalah hal yang tak kalah penting sebelum kamu bilang “I Love You” sebab jika kalimat ini salah kamu ucapkan pada yang tak selevel dengan kamu urusannya bisa panjang. Cari tahu apa pekerjaannya juga, jika dia sudah bekerja. Karena jika kamu tidak setanding dalam hal ini, bisa-bisa keluarganya malah mempermalukan kamu, jadi kasian kan? Tingginya pendidikan juga biasanya mempengaruhi jumlah Belis yang akan di minta, karena itu wajib kalau kamu tahu setinggi apa pendidikan dari dia. Jadi kamu sendiri bisa mengukur kemampuan kamu dan keluarga apakah nanti akan sanggup atau tidak.

Cari Tahu Berapa Jumlah To’o nya

Kamu mungkin bilang ini tidak penting tapi peran To’o (panggilan Paman bagi orang Rote) dalam kehidupan orang Rote itu sangat penting. Karena itu mencari tahu jumlah To’o sang gadis adalah langkah yang cerdas, karena kamu akan bisa membayangkan berapa banyak Belis dari si perempuan. Karena setiap To’o memiliki hak untuk jumlah Belis yang ingin diminta jika hubungan kalian bermuara pada pernikahan.

Cari Tahu Status Ekonomi Keluarganya

Hal yang paling penting juga adalah cek status ekonomi dari si cantik. Di Rote sendiri ada peribahasa “kerbau tanduk kerbau” artinya pasangan tersebut berasal dari status ekonomi yang sama. Jika si gadis memiliki status ekonomi yang lebih tinggi maka hal ini bisa berimbas pada malu yang akan di dapat oleh pihak laki-laki.

Itu adalah hal-hal yang mesti kamu ketahui sebelum mengumbar perasaan kamu ke Nona Rote. Karena semua hal di atas akan berdampak pada jumlah belis yang mereka mintai ke pihak laki-laki jika hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan.

Cuman kabar baiknya adalah tidak semua keluarga Rote masih memegang ketat permintaan belis yang mahal karena faktor-faktor di atas yah.