Woman, Let Us Make Our Circle

I write down it in a small village in Kupang when entire of my house was falling in their bed, they were in their deep sleep. It is midnight here.

But I can’t wait to share with all of you, all of the women in out there. About what that resonance in my mind.

Wherever you are, I just want to encourage you to set up your mindset to started to create a circle of change

Let’s start it by what you have, what the small thing that has in your self that can you share with other people to make a circle, to make our surround feel about hope, to make them believe that future still waiting for us albeit still darkness cover.

We are a woman who has the power to make a change, we have the capacity to draw a circle to give meaning to others.

Set up your mindset and believe in your self that you are the person who can make a change.

Establish it if you were started it, keep going to make around of us feel the atmosphere of change.

I know it is not easy to do, it is not simple to keep it. But we must strive to do this because the world needs that from us.

I live in a small village that really hard to describe that have hope for my future, it’s not easy that I will make something to create the circle, but I keep in my mindset that the future will create by me with what I have.

I started it and will be continuing. I still work for that and can’t wait to see what those people said impossible become possible.  

I want all of women believe that we have a power to make that even we in the midst of limitation. We can still able to make a story. A story of change!

I hope you willing to do yours as I still keep doing mine.

If you stumble while doing it just make a dance.

If you feel want to stop it, just find another woman to encourage you again.

Let’s create the circle!, let’s change the situation!, let’s start from our self!. Let’s do it together!.

Sending love from me to all of you women out there!

Berani Meletakkan

Beranikah meletakkan segalanya untuk berdiri dan berfungsi sebagaimana seharusnya?

Bukankah hati manusia itu penuh dengan ketamakan dan keegoisan serta keinginan diri untuk tampil solo di dalam segala hal dan menjadi bintang sendiri.

Saya merenungkan hari ini bahwa ada berapa banyak orang yang berani meletakkan egonya, meletakkan keinginan dirinya, dan meletakkan ambisinya agar orang lain bisa di tolong? mungkinkah jumlahnya sangat sedikit atau malah banyak?

Dunia dimana kita tinggal saat ini sedang membutuhkan banyak orang yang berani untuk meletakkan hal-hal di atas agar bisa membangun lingkaran perubahan.

Bagaimana jika Tuhan bersuara padamu untuk tanggung jawab yang tidak meng-enakkan? bagaimana jika seharusnya kamu berdiri untuk memulai sesuatu perubahan di suatu komunitas yang jelas bahwa kamulah kandidat perubahan itu. Bagaimana jika masyarakat disekitarmu sedang membutuhkan seseorang yang harusnya melakukan sesuatu untuk menolong mereka dan kamulah orang itu.

Mana lebih penting di saat-saat seperti itu, tetapkah kamu berdiri teguh mempertahankan keegoisan, mempertahankan keinginan sendiri, mempertahankan ambisi sendiri?

Coba bertanya sejenak pada hati nuranimu. Mana yang lebih penting saat ini?

Saya pernah menuliskan Satu Anak untuk Satu┬áPerubahan, di mana dalamnya saya mengatakan bahwa “satu perubahan yang diupayakan untuk orang lain adalah hasil dari perubahan diri sendiri”

Memang memukau jika menjadi satu-satunya bintang di tengah langit yang gelap. Semua akan memuja, semua mata akan tertuju. Namun bukankah lebih indah jika cahaya kita, kita bagikan kepada orang lain yang dalam kegelapan sehingga merekapun bisa turut menerangi di langit yang gelap sehingga terang itu makin lama makin menguasai banyak kegelapan lain?

Saya mengajak kita untuk terus merenungkan dan berkomitmen untuk terus mengupayakan perubahan, jangan ragu untuk memulainya, jangan tawar hati untuk terus mengerjakannya karena kontribusimu besar manfaatnya.

Jika harus meletakkan apapun itu untuk bisa memberikan manfaat dan perubahan di sekitarmu maka tak ada salahnya untuk meletakkannya. Ingatlah bahwa Tuhanmu melihat pengorbananmu itu dan pasti ada upah bagimu.

Episode Selanjutnya

Semua manusia di seluruh dunia sedang berada dimasa yang sulit saat ini karena adanya pandemi covid-19. Ada beberapa yang benar-benar menggunakan waktu dirumah saja ini untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi episode kehidupan selanjutnya, namun sayangnya ada juga yang hanya “membiarkan episode sekarang ini berjalan tak bermakna” karena itu tidak dapat dibayangkan akan episode selanjutnya akan seperti apa.

Saya pribadi sedang berdiri di antara berdoa agar situasi ini segera berakhir sehingga bisa kembali beraktifitas secara normal, namun juga berharap agar waktunya masih lama (keinginan egois) karena saya belum siap untuk membuat episode selanjutnya yang mengagumkan.

Tentang skenario dari episode selanjutnya sedang saya tulis dengan hati-hati dimasa karantina ini. Saya harus jujur bahwa proses penulisannya belum memasuki 60 persen. Itulah sebabnya saya masih ingin dirumah saja untuk menyelesaikannya.

Masa berada dirumah ini membuat saya benar-benar memiliki waktu untuk merangkai dan mendesain tentang episode selanjutnya, karena covid benar-benar menahan diri saya untuk tidak keluar rumah dan memiliki banyak waktu untuk bisa memikirkan episode selanjutnya dengan detail.

Bagaimana dengan kamu semua? adakah yang sedang kamu persiapkan untuk menciptakan satu episode selanjutnya yang lebih bermakna? ataukah kamu benar-benar tidak menyiapkan apa-apa dimasa dirumah saja ini sehingga kamu menjadi begitu bosan dan terus mengeluh?

Saya berharap kalian tidak berada di kelompok yang kedua.

Saya pernah menuliskan Ini Keuntungan #Dirumah aja# dimana selain itu saya menemukan dihari kesekian bahwa saya harus mempersiapkan dengan baik episode selanjutnya.

Karena itu saya merasa jauh lebih produktif saat ini dibandingkan masa sebelum covid, ada banyak yang sedang saya kerjakan dan persiapkan untuk tayangan kehidupan saya selanjutnya. Dimana harapannya adalah setelah masa ini selesai, cerita hidupku akan makin memberikan inspirasi bagi banyak orang. Jujur, karena ini maka saya kadang tidur di jam 4 pagi.

Ada habit yang tidak baik disini, namun saya tetap mencoba untuk menyeimbangi ini dengan minum air putih yang cukup, makan makanan bernutrisi dan juga tetap tidur 6-7 jam sehari (meski kadang-kadang saya berubah jam tidurnya tapi quota ini selalu saya penuhi).

Saya hanya ingin mendorong semua pembaca untuk mari bersama menyiapkan diri untuk episode selanjutnya yang lebih baik dari sebelumnya karena kita benar-benar memanfaatkan waktu dirumah saja saat ini.

Jika kamu belum memulainya, ayo mulailah dari hari ini. Jika kamu sudah melakukannya, lanjutkanlah sampai selesai.

Saya percara setelah masa covid ini ada beberapa orang yang akan berlari lebih cepat lagi dari sebelumnya, ada yang lebih bersinar dari sebelumnya. Tapi juga saya tahu bahwa ada yang akan merangkak dan tertinggal jauh karena meremehkan masa dirumah saja ini.

Kita Adalah Anak Kunci

Cara Mudah Duplikat Kunci Sendiri Kurang dari 10 Menit - Citizen6 ...

Hari ini saya menemukan bahwa ada satu hal yang ingin saya bagikan di dalam tulisan ini, yaitu kebenaran bahwa kita adalah anak kunci.

Anak kunci bukan secara literal adalah anak yang lahir dari sebuah ibu kunci, tetapi anak kunci adalah kunci itu sendiri yang berfungsi untuk membuka sedangkan kunci (bagian yang bisa di kunci dan di buka) adalah sebagai induknya, bagian kunci yang didesain untuk mengambil fungsi sebagai alat pembuka dan penutup dari kunci.

Ada banyak orang menjadi panik ketika tiba-tiba anak kuncinya hilang, patah atau rusak. Kenapa demikian? karena untuk waktu tertentu kita tidak akan bisa masuk ke dalam rumah (jika yang hilang/patah/rusak adalah anak kunci rumah) atau kita tidak bisa mengakses isi dari apa saja yang sedang terkunci (misalnya: lemari,dll).

Kita harus memahami bagian bahwa kunci sudah di desain untuk di buka dan di tutup oleh anak kunci tersebut. Karena itu anak kunci bisa melakukan kedua hal itu. Tapi benda lain, tidak didesain untuk kedua fungsi tersebut, karena itu jika membuka menggunakan benda lain pasti butuh usaha yang lebih keras dan kadang-kadang merusakkan bagian kunci tersebut.

Tuhan sudah memanggil setiap kita untuk terlibat di dalam satu rencanaNya yang spesifik. Seharusnya kita tidak bisa menolak untuk mengerjakan hal itu. Tetapi faktanya ada banyak orang yang menolak, padahal itu mudah karena kita telah disiapkan oleh Allah untuk menjalankan fungsi tersebut.

Seringkali Tuhan memakai latar belakang kejatuhan kita, latar belakang pendidikan kita, latar belakang pengalaman kerja kita, latar belakang status ekonomi kita, latar belakang hubungan kita dan seterusnya untuk menjalankan fungsi yang telah Allah siapkan untuk kita terlibat dalam salah satu spesifik rencanaNya untuk membawa kebaikan bagi orang lain.

Sekarang coba pikirkan mengapa kamu diberikan salah satu hal yang saya sebutkan di atas atau mungkin belum disebutkan. Bukankah Allah memiliki rencana untuk kamu mengambil bagian sebagai anak kunci untuk menjalankan fungsinya?

Ingat, bahwa titik fokusnya adalah Allah-lah yang yang telah mendesain kita untuk suatu fungsi tersebut. Jika kita menolak untuk melakukannya, Allah masih dapat memilih orang lain untuk mengerjakan fungsi tersebut.

Karena itu jangan arogan dan merasa paling penting dalam mengerjakan suatu panggilan dalam salah satu spesifik pelayanan. Karena Allah masih tetap bisa memilih orang lain untuk mengerjakan bagian tersebut. Tapi jika kamu merespon untuk menjalankan fungsi itu, bersyukurlah untuk respon yang kamu lakukan.

Uang, talenta, nama besar, relasi, fasilitas, posisi dan sebagainya hanyalah cara Allah yang diberikan kepadamu untuk menjalankan fungsi tertentu untuk menjadi berkat bagi orang lain. Berfungsilah sebagaimana seharusnya!

Jika kamu masih terus bertanya-tanya sebenarnya Allah mendesain saya untuk fungsi apa? apa yang harus saya lakukan untuk “menjadi” berfungsi dalam salah satu rencana spesifiknya maka coba lihat, pada cara Allah mempersiapkanmu. Dari proses itu ada potongan-potongan informasi yang menegaskan bahwa kamu harus mengambil fungsi sebagai apa untuk melengkapi anggota tubuhNya bisa didapatkan.

Namun juga jangan terlalu emosional atau terburu-buru membuat keputusan, buatlah keputusan dengan baik.

Jadilah anak kunci sebagaimana engkau didesain untuk fungsi tersebut. Mungkin kamu harus mengambil tanggung jawab untuk membuka sesuatu bagi orang lain, lewat ide, jalan keluar, pertolongan secara finansial, dll. Jadilah seperti itu.

Namun jika situasimu adalah kamu dipilih untuk menutup sesuatu, maka beranilah untuk menutup hal itu karena Allah yang akan menyertai kamu untuk melakukannya sampai selesai.

Ingatlah bahwa komunitas, jemaat, masyarakat, kumpulan orang muda, sekolah atau segala bentuk komunitas manusia yang ada di sekitarmu saat ini ada bagianmu di dalamnya untuk mengambil salah satu fungsi atau kedua-duanya bagi mereka itu.

Sadarilah bahwa ketika harus menjalankan kedua fungsi ini akan penuh dengan air mata, peluh, perjuangan keras, ketekunan dan sebagainya. Namun jangan menyerah berhadapan dengan hal-hal itu karena Allah-lah yang mendesain kamu, akan memampukanmu untuk menyelesaikan dan menjalani itu semua.

Sejenak bertanyalah kepada Tuhan, apakah situasiku saat ini Engkau mau untuk aku mengambil fungsi “membuka” ataukah fungsi “menutup” atau bisa jadi Allah sedang ingin engkau mengambil kedua fungsi tersebut secara bersamaan di area-area yang berbeda-beda?

Meresponlah karena itulah fungsimu!

Jangan sombong dan arogan dengan fungsimu!

Tetaplah rendah hati dan bersyukurlah untuk Allah yang memilihmu untuk fungsi-fungsi itu, dan kerjakanlah dengan setia sampai selesai.

Kebaikan dan Rahmat Allah menyertai kita semua!

Dimana Tuhan?

Masa sulit adalah masa yang membuat orang yang beriman menanyakan dimana Tuhan. Ada dimana keberadaan Sang Penguasa ciptaan?

Di setiap waktu yang penuh dengan kabut hitam yang tak bisa membuat siapapun bisa melihat arah masa depan adalah masa yang tepat untuk menguatkan iman percaya bahwa Tuhan tetap eksis dan tetap ada di dekat.

Namun dapatkah kebenaran pikiran dan keyakinan seperti ini masih bisa tumbuh, masih bisa ada, masih bisa dipertahankan atau masih bisa dipegang teguh di waktu semua tak baik?

Seperti waktu sakit yang tidak pernah sembuh, diwaktu ekonomi pribadi yang makin merosot, bagaimana dengan keadaan hari-hari yang tidak menjanjikan masa depan yang lebih baik, bagaimana dengan semua hal sulit yang sedang dihadapi yang tidak pernah berakhir sampai hari ini?

Dimana Tuhan?

Adakah Dia masih penuh kasih? adakah Dia masih murah hati? adakah Dia masih penyayang? adakah Dia masih dekat? dan sejumlah pertanyaan yang tak tertuliskan disini tentang diriNya?

Dimana Tuhan?

Padahal kita tidak pernah meninggalkan doa, padahal sudah banyak perintah ajaran keyakinan yang sudah dijalankan dengan setia, padahal sudah begitu khusuk dalam setiap waktu beribadah. Tapi kenapa seolah DIA TIDAK NAMPAK untuk memberikan pertolongan akan harapan yang disampaikan?

Dimana Tuhan di saat-saat seperti ini?

Dimana Tuhan di waktu-waktu yang sulit sedang di hadapi?

Kenapa Dia seolah tuli, berdiam diri dan tidak ingin menolong?

Bagiku, Tuhan tetap ada sekalipun situasi tidak baik. Tuhan tetap eksis meski keadaan diri makin merosot. Tuhan masih Maha Kasih, Tuhan masih Maha Pemurah, Tuhan masih Maha Baik.

Meski tidak ada mujizat bukan berarti Tuhan mundur dari hidup kita, meski tidak ada perubahan bukan berarti Tuhan sedang tidur. Meski tidak ada pertolongan bukan berarti Dia berubah. Meski tidak ada yang seolah baik dalam hidup kita bukan berarti kebaikan sudah hilang.

Dia hanya menunggu waktu yang terbaik untuk menyatakan pertolonganNya. Dia hanya mengijinkan segala sesuatu untuk menjadi bagian dari pembelajaran iman. Dia hanya mengijinkan kita mengecap versi lain dari kebaikanNya. Dia sedang membiarkan kita belajar dalam pelajaran akan kebaikanNya dalam topik yang berbeda.

Meski keadaanmu tidak baik dan tidak menentu tetaplah percaya bahwa Tuhan sedang ada bersamamu dan berjalan bersamamu di lembah kekelaman hidupmu.

Tuhan masih dekat denganmu, Tuhan masih bekerja untuk menyatakan kebaikanNya bagimu dalam cara yang akan membuatmu kagum kepadaNya.

Berbahagialah Yang Mendengar Panggilan Itu

Bila membandingkan desa dan kota maka akan ditemui adanya jurang perbedaan yang sangat dalam diantara keduanya. Dalam segala hal untuk menyangkut kehidupan yang lebih baik maka kota adalah tempat yang lebih baik dibandingkan kota. Mengapa? karena di kota segala hal sangat menunjang, karena itu tidaklah heran bahwa angka urbanisasi terus meningkat setiap tahunnya.

Karena itu yang terjadi adalah di kota penuh dengan manusia unggul, produktif, kritis, kreatif, dan inovatif. Orang-orang ini akan membayar harga meninggalkan desa menuju ke kota untuk harapan memperbaharui kehidupan. Tidak ada yang salah dengan ini.

Lalu apa yang terjadi selanjutnya? desa menjadi kekurangan orang-orang dengan kategori di atas. Karena itu tidak heran jika pada akhirnya segala bentuk pelayanan masyarakat menjadi tidak begitu baik akibat dari kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas.

Namun dari pengalaman saya bepergian beberapa tahun ini ke wilayah pedalaman di Indonesia, saya mendapati bahwa ada saja orang-orang yang berani meninggalkan panggung kota yang membesarkan nama mereka. Ada saja orang-orang yang berani bayar harga mahal untuk bisa memberikan kontribusi di daerah-daerah yang membutuhkan.

Saya menamai mereka ini “berbagia” karena mereka mendengar panggilan kebutuhan itu. Mereka mendengar suara yang memanggil-manggil dari berbagai pelosok negeri, dan dengan kerelaan hati mereka menjawab panggilan itu.

Tidak mudah kehidupan yang mereka alami dari keputusan untuk mendengar jeritan-jeritan meminta pertolongan itu. Mereka harus meninggalkan keluarga, meninggalkan fasilitas, meninggalkan sorotan kamera, meninggakan tepukan tangan hanya demi senyuman mereka yang di desa-desa.

Saya pernah bertemu tenaga medis yang berani meninggalkan kota, saya pernah bertemu dengan tenaga pendidik yang berani meninggalkan tingginya gaji di perkotaan yang ditawarkan kepadanya. Saya juga pernah bertemu dengan banyak tokoh agama yang mau ke desa-desa dan dusun-dusun karena ada umat yang harus dilayani disana juga.

Keputusan mereka itu menginspirasi saya, keputusan mereka itu sungguh menguatkan saya. Komitmen mereka membuat saya untuk juga harus mendengar panggilan itu.

Saya menyebut mereka “berbahagia” itu bukan tentang materi yang diterima, itu bukan tentang penghormatan yang diperoleh. Tetapi mereka berani keluar dari zona nyaman kehidupan, membawa setiap talenta mereka untuk berguna bagi mereka yang tinggal di desa, membawa setiap kelebihan mereka untuk menjadi manfaat bagi mereka di desa.

Mereka saya sebut “berbahagia” karena mempunyai telinga yang tajam, mereka saya sebut “berbahagia” karena memiliki hati yang begitu iklas dan kuat. Mereka saya sebut “berbahagia” karena mereka memiliki cinta yang tulus.

Saya pernah bertemu dengan anak-anak yang begitu senang karena bisa di ajar oleh tenaga pendidik yang dari kota dengan wawasan yang begitu luas sehingga menginspirasi mereka saat belajar.

Saya pernah bertemu dengan para mantan pasien yang selalu berkata “bersyukur sekali ada dokter/bidan ….” karena ada tenaga medis dari kota yang mau ada di desa mereka sehingga ada banyak dari mereka yang tertolong saat sakit.

Saya juga pernah bertemu dengan banyak umat, yang bercerita penuh senyum karena mereka dipimpin, diajar tentang agama oleh pemimpin yang berani tinggalkan kota sehingga mereka bisa mendapatkan ilmu agama yang berkualitas dan dalam.

Mereka-mereka itulah yang akhirnya membuat saya menyimpulkan bahwa mereka yang memiliki telinga dan mendengar panggilan kebutuhan itu adalah orang-orang yang berbagia.

Saya mengagumi mereka dan saya berterima kasih kepada mereka.

Saya senang berjumpa dengan mereka dan benar-benar menghargai mereka.

Bagi saya mereka begitu hebat dan begitu luar biasa

Bagi saya mereka manusia-manusia berbahagia yang hidup untuk sebuah panggilan kebutuhan.

Terimakasih untuk kalian semua dan harapanku adalah semoga makin banyak yang di kota yang mendengar panggilan itu.

Salam kasih dan hormat untuk kalian semua.

Bangun Kebiasaanmu Dari Sekarang

Sulitnya Mengubah Kebiasaan Buruk Manusia Halaman 1 - Kompasiana.com

Bagi beberapa orang memiliki kebiasaan yang terus menerus dikerjakan setiap hari adalah hal yang mudah dilakukan namun tak dapat dipungkiri juga bahwa ada banyak orang yang hidup tanpa ada rutinitas kegiatan yang pasti, semua berantakan.

Sekarang coba pikirkan tentang satu jam pertama saat anda bangun tidur di pagi hari. Ada kebiasaan apa yang ada di jam tersebut? Apakah itu sudah terbentuk dengan baik ataukah masih berantakan dan dilakukan asal-asal saja atau melakukan sesuatu jika lagi ingin saja.

Saya berikan contoh saat bangun tidur untuk 1 jam pertama saya memiliki kebiasaan yang saya sebut “waktu pribadi” biasanya saya memulai dengan berdoa, membaca kitab suci saya dan kemudian menulis beberapa hal di catatan pribadi saya-karena itu saya benar-benar ingin waktu ini tenang, tidak ada berisik. Ini sudah rutin saya lakukan beberapa tahun, dan saya merasakan manfaat yang sangat besar dari kebiasaan ini.

Oleh karena itu jika ada suatu pagi dimana saya bangun dengan tidak melakukan 3 kegiatan utama yang saya sebutkan di atas maka saya selalu merasa bahwa ada bagian yang sangat kurang di diri saya pada hari tersebut. Dan saya sedang membangun kebiasaan lain lagi di sepanjang jam di dalam satu hari.

Bagaimana dengan anda? apa kebiasaan yang sudah terbentuk sebagai jadwal rutin anda?

Membangun rutinitas setiap hari juga termaksud membangun kebiasaan-kebiasaan positif yang membuat orang lain mengenal kita sebagai apa atau ada lebel apa yang dipasang kepada kita. Membangun pengenalan orang terhadap diri kita, membangun “nama” yang akan orang lain ingat tentang keberadaan kita tatkala kita sudah tidak ada nanti.

Bagunlah hal-hal positif yang menjadi budaya diri sendiri, bangunlah kebiasaan-kebiasaan benar yang membuat diri kita terbentuk menjadi manusia yang baik. Hancurkan dan tinggalkan semua kebiasaan buruk yang menghancurkanmu secara perlahan.

Bisa jadi contoh kecil adalah kebiasaan penggunaan atau pengaturan keuangan pribadi. Ada kebiasaan buruk apa yang perlu kamu tinggalkan di area ini, lalu ada peluang kebiasaan positif apa yang ingin kamu bangun di area ini. Bisa jadi menabung? atau apa saja yang perlu kamu mulai hari ini, agar tidak menyesal nanti.

Memang dalam proses pembentukkannya butuh komitmen karena itu tidak mudah untuk melakukannya. Ada yang mengatakan butuh 23 hari berturut-turut untuk membentuk satu budaya di diri kita.

Misalnya juga ketika anda ingin memiliki kebiasaan membaca, maka upayakan untuk selama sebulan minimal ada 1 jam yang diinfestasikan untuk membaca. Membaca buku yang topiknya sesuai dengan minat kita. Sehingga lama kelamaan kita akan merasa bahwa membaca itu seperti makan, yang kalau tidak dilakukan dalam sehari maka anda akan terasa sangat lapar.

Saya tidak tahu kebiasaan apa yang hendak kalian bangun, namun saya ingin mengajak untuk “ayo, kita lakukan dari sekarang sebelum terlambat” karena manfaatnya pasti untuk diri kita sendiri juga, dan nantinya akan berdampak pada orang-orang di sekitar.

Selamat membangun kebiasaan positifmu!

Jangan Fokus Pada Kesulitan

Saya mendengar ada banyak orang mengeluh tentang kesulitan yang sedang terjadi, baik itu urusan covid-19 yang menghambat aktivitas luar rumah sampai segala macam urusan kehidupan yang sedang sulit.

Saya pernah menulis temukan 1 alasan saja untuk bisa bersyukur apapun itu situasinya. Entah itu di siang maupun malam, entah dihujan ataupun panas, entah di tertawa ataupun air mata, kita layak untuk terus berjuang agar menemukan satu alasan untuk tetap bisa bersyukur kepada Tuhan dan tidak menyalahkan keadaan apalagi menjadi terpuruk dalam hidup.

Secara pribadi saya juga sedang terus belajar untuk mengubah paradigma dalam menanggapi fakta-fakta yang sedang terjadi saat ini. Saya mulai nelajar melatih diri untuk tidak berfokus pada kesulitan namun memanufer pikiran dan berfokus pada hal positif lain yang bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri dan siapa tahu juga untuk orang lain.

Saran saya coba kita mulai memanfaatkan waktu dirumah untuk makin hangat dengan anggota keluarga, coba manfaatkan waktu dirumah untuk mempelajari skill-skill tertentu seperti: masak, membuat kue, menjahit, menulis, mempelajari bahasa tertentu, membaca dan segudang aktivitas rumah lainnya yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain kelak.

Jangan mengeluh, jangan menggerutu, jangan marah-marah, jangan menyalahkan keadaan, jangan menyalahkan seseorang, jangan menyalahkan diri sendiri, tetapi coba lihat pada PELUANG apa yang sedang ada.

Yah, peluang apa yang sedang disodorkan oleh kehidupan saat ini itulah yang harus dicari, diciptakan, dibangun, dikembangkan atau diperbanyak.

Peluang dalam hal apa saja yang bisa memberikan manfaat baik itu secara langsung ataupun jangka panjang.

Coba lihat pada buku catatan pribadi, apa yang pernah diimpikan dulu yang harusnya dikejar atau dipelajari yang tertulis disana, namun sampai saat ini belum bisa dilakukan karena berbenturan dengan waktu yang benar-benar tidak ada karena banyaknya aktivitas mencari nafkah selama ini.

Ambil salah satu hal dari dalam buku catatan itu dan coba mulai fokus memulainya. Memulai untuk mengejarnya, memulai untuk mempelajarinya, memulai untuk memperjuangkannya. Siapa tahu justru itu akan menghantarkan kamu pada jalan panjang kehidupan yang lebih baik dari saat ini, siapa tahu itu adalah jalan sukses yang sempat di abaikan, siapa tahu itu adalah jalan yang akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan juga orang lain.

JANGAN BERFOKUS PADA KESULITAN!

Mulailah untuk berkata pada diri sendiri bahwa pasti ada kebaikan dibalik kesulitan ini. Mulailah dorong diri sendiri untuk menemukan kebaikan itu. Mulailah membangun semangat untuk berjuang.

Mulailah sebuah mimpi di tengah kesulitan, mulailah susun kembali rencana-rencana hidup, mulailah memperbaiki semua hal yang perlu diperbaiki termaksud pemanfaatan waktu pribadi. Mulailah ubah orientasi target pribadi, mulailah ubah alasan-alasan berbuat sesuatu, mulailah ubah motivasi-motovasi diri sendiri.

Jika itu semua bisa dilakukan maka saya dan kamu tidak perlu lagi untuk mengeluh.

Saya dan kamu tidak perlu lagi menyalahkan keadaan atau siapa saja.

Saya dan kamu tidak perlu lagi berlarut dalam keputusasaan dan penyesalan.

Melainkan saya dan kamu mulai untuk bersyukur, bersemangat, berjuang dan seterusnya.

Mulailah hari ini dengan berpikir positif dan temukan hal baik apa yang bisa dikerjakan hari ini.

Fokus saja pada satu hal baik hari ini, dan biarkan satu hal baik itu yang akan mengajakmu bertemu banyak hal baik lainnya diluar sana kelak.

Matahari Berbicara

Terimakasih Tuhan untuk matahari yang Engkau telah ciptakan yang seringkali lupa untuk aku syukuri keberadaannya.

Namun minggu-minggu ini aku merasa bahwa dia sedang terus berbicara kepadaku. Dan aku syukuri akan itu!

Setiap hari ketika ufuk timur mulai memancarkan warna orange, kudengar dia mulai berbisik padaku “ada lagi satu kesempatan bagimu untuk mencoba, ada lagi jam-jam perjuangan yang bisa kamu pakai hari ini”

Setiap hari ketika panasnya begitu terik, bahkan ketika aku sedang bersembunyi di dalam rumah teriknya masih bisa dirasakan. Ku dengar suaranya bertanya “brapa banyak yang sudah kau selesaikan? ingat masih ada waktu lagi untuk mu untuk terus melanjutkan perjuanganmu, jangan cemas!”

Dan ketika warna jingga bercampur orange memenuhi ufuk barat dia tersenyum padaku dan berkata “well done! untuk usaha kerasmu hari ini. Jangan sedih kalau masih belum semua selesai, coba ambil sedikit ekstra waktu dan selesaikan semampumu saja“.

Ah,,, benar aku sedang mendengar suaranya besuara dengan begitu jelas dalam hari-hari ini.

Di pagi hari aku menjadi bersemangat mendengar suaranya, ketika siang hari rasa optimis itu makin membara dan ketika sore hari aku harus duduk dalam rasa syukur untuk hal yang bisa dikerjakan selama diberikan kesempatan.

Sore ini aku menulis ketika dia sudah bersembuyi di balik awan di ufuk barat. Aku menemukan bahwa ada begitu banyak yang hari ini coba aku upayakan dan ternyata tidak mudah.

Aku merasakan adanya dorongan untuk jika diberikan kesempatan besok aku ingin mengoptimalkan waktu itu sebaik mungkin karena target yang hendak aku raih masih sangat jauh.

Hari ini ketika matahari bersinar persis di tengah bumi dimana aku pijak, aku mendapati bahwa aku diminta untuk berjuang lebih keras lagi, melampaui semua kerja keras yang aku lakukan selama ini.

Aku semakin dibuat jelas bahwa aku tidak perlu lagi untuk membuang banyak waktu untuk hal-hal yang bukan prioritas. Aku semakin di buat jelas bahwa komitmenku untuk hal yang diupayakan harus lebih tajam lagi diasah.

Matahari sedang berbicara kepadaku dengan begitu keras, meski kadang dia berbisik namun bisikannya justru menggelegar laksana gemuruh.

Aku berterima kasih untuk matahari yang terus setia berbicara kepadaku.

Harapanku saat ini adalah ijinkanlah besok aku bisa bertemu denganmu lagi ya Penciptaku, karena aku ingin mendengarnya mendorongku, menginspirasiku, dan memotivasiku untuk lebih lagi taat, lebih lagi kerja keras, lebih lagi tekun dan lebih lagi disiplin.

Terimakasih untuk matahari yang begitu baik kepadaku.

Tetap Tenang

Situasi dunia saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa ada banyak rasa takut, ada rasa tidak aman, ada rasa kuatir dan ada rasa cemas yang bertebaran dimana-mana dalam hati dan pikiran manusia, lalu mengarahkan manusia pada pertanyaan “mengapa situasi berat ini ada?“.

Baca juga: Masalah pasti akan selalu ada

Kita semua tidak mempunyai kekuatan untuk mengubah keadaan ini seperti membalikkan telapak tangan. Namun kita semua bisa mengambil keputusan untuk TETAP TENANG dalam situasi ini.

Keputusan ini akan membantu kita untuk tetap bisa beribadah, untuk tetap mempercayai bahwa ada Tuhan yang memiliki kuasa yang mengendalikan semua hal.

Keputusan untuk tetap tenang bisa membuat kita bisa berdoa dan menyerahkan segala hal kepada Allah.

TETAPLAH TENANG!

Tidak perlu menjadi panik dan hilang iman disituasi saat ini, tidak boleh memutuskan hubungan dengan Tuhan dalam masa berat ini.

Dia Tuhan yang tetap bekerja meski kita tak melihat tangan yang bekerja itu.

TETAPLAH TENANG!

Allah yang besar mengendalikan cerita hidup dunia dan isinya tahu bagaimana mengendalikan apapun yang terjadi saat ini. Allah yang berkuasa mengerti cara yang tepat untuk menolong semua orang yang tetap tenang dan mempercayai-Nya.

Luangkan waktumu sejenak dengarkan lagu ini, semoga membuatmu makin yakin untuk memilih tetap tenang dimasa ini.

Saya pikir ini berlaku untuk semua hal yang berkaitan dengan hidup yang membuat manusia menjadi takut dan gelisah. Hal itu bisa merupakan masalah pekerjaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan atau apa saja.

Namun kita harus tetap tenang karena tangan Tuhan sanggup menolong untuk kita semua melewati gelombang kehidupan karena tidak mungkin Dia membiarkan umat-Nya tenggelam.

Doaku dan harapanku adalah:

Tetaplah miliki iman

Tetaplah mempercayai pemilik kehidupan

Tetaplah yakin bahwa Dia akan menyelesaikan semuanya dengan cara yang ajaib.

Semoga hari minggumu diberkati!