Tuhan Lebih Aktif Karena Itu Stop Mendikte

Apa kabar kalian semua? semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan sudah berdamai dengan kondisi pandemi saat ini. Artinya, sudah mulai nyaman mengikuti protokol kesehatan dan mulai melangkah dalam aktivitas normal keseharian lagi.

Aku menulis kali ini untuk mengingatkan kita bahwa kita harus belajar stop mendikte Tuhan untuk seluruh urusan tetek bengek kehidupan kita. Ingat: Dia Tuhan! jadi Dia paling tahu, bahkan dia lebih aktif dari mampunya otak kita aktif untuk memikirkan hal-hal berkaitan dengan kehidupan kita.

Jadi untuk hal apa saja yang sedang kita hadapi hari ini, tak perlu mendikte Tuhan. Karena Dia selalu tahu yang paling baik, yang paling benar bagi masing-masing kita.

Stop jadikan Tuhan budak keiginan kita, karena kebanyakan hal-hal yang sering kita diktekan ke Tuhan itu umumnya berkaitan dengan keinginan-keinginan kita, bukan KEBUTUHAN KITA.

Bayangkan gimana perasaan Tuhan menghadapi umat seperti ini, yang kerjanya mendikte. Menjadi murid dikelas yang biasa didikte oleh guru untuk menulis sesuatu pelajaran saja menjengkelkan apalagi Tuhan. Pikirkan ini sendiri.

Banyaklah bersyukur, banyaklah berserah.

Memohon pertolongan dari Tuhan sah-sah saja, tapi jangan menuntut bahwa Tuhan harus total ikut mau kita.

Semoga hati kita makin dipenuhi dengan rasa syukur dan kepasrahan pada Sang Khalik.

Hal Sederhana

Happy weekend buat kita semua!

Kali ini di akhir pekan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk menghargai hal-hal sederhana di dalam hidup kita, karena hal-hal itulah yang sering dapat membuat urat-urat kita rilex lagi setelah seminggu berjuang dengan berbagai rutinitas kita.

Saya menulis sebuah puisi untuk hal ini, kalian semua bisa menontonnya di dalam video dibawah ini.

Terimakasih untuk semua yang menontonnya.

Bila Keadaan Makin Buruk

Hari ini kita berada di bulan Juli di tahun 2020, siapa yang sangka bahwa kita yang sudah berjuang keras menyusun rencana dengan matang, tetapi tetap saja harus menghadapi kenyataan hidup dimana ada hal-hal yang menjadi semakin buruk.

Itu bisa saja terjadi di bisnis kita, kesehatan kita, pekerjaan kita, studi kita ataupun rumah tangga kita. Ada banyak hal yang bisa muncul tanpa bisa kita memprediksinya, dan hal tersebut makin hari makin menjadi buruk. Sudah banyak usaha perbaikan yang kita lakukan, sudah banyak tenaga yang dicurahkan, sudah banyak usaha pertolongan di berikan namun tetap saja itu menjadi semakin buruk.

Jika hal ini terjadi, tidak perduli apa agamamu, saran saya yang paling utama adalah ambil waktu dan berdoa. Berlututlah dan sampaikan situasi itu kepada DIA yang tahu untuk menyelesaikan hal apapun yang buruk.

Dalam doamu, berikan juga waktu untuk bukan saja bertele-tele dengan segala kalimat curhatmu, tetapi diam sesaat. Diam dan tenang, coba kuasai emosimu, coba kuasai imajinasimu. Biarkan ada petunjuk dalam ketenangan yang kamu dapatkan.

Lakukan terus menerus dalam hidupmu hal ini, hal yang buruk dan semakin buruk itu nantinya kamu tidak akan tahu bagaimana cara Tuhanmu menolong dan menyelesaikannya. Kamu sendiripun diberikan ketenangan dan sejahatera.

Tuhan tidak akan serta merta mengubah semuanya secara instant, tetapi DIA akan memberikan kamu kekuatan dan ketenangan juga hikmat untuk menemukan jalan keluar, solusi dan petunjuk untuk keluar dari situasi tersebut.

Hal yang buruk itu pasti akan menghampiri siapa saja, namun jangan sampai kamu mati terkubur di dalam situasi itu. Tapi ambil keputusan penting yaitu BERDOA.

Doa dengan memberikan waktu dalam tenang, bukan seperti sedang mendikte Tuhan. Tetapi juga menenagkan diri sesaat di hadapan-Nya dan mendengar-Nya dan beristirahat sejenak di hadapan-Nya.

Meski memang kamu sedang berjuang keras, menangis dan berpeluh dengan hal buruk di kisah hidup kamu. Saya tetap mendorongmu, untuk saat ini juga untuk BERDOA.

BERDOA dan beristirahat sejenak di hadapan TUHAN.

Semoga minggumu diberkati!

Apa Ketakutan Terbesarmu?

Mari berbicara dengan jujur tentang perasaan yang satu ini, apa sesungguhnya yang menjadi ketakutan terbesar dari kamu hari ini? apakah itu ketakutan akan kematian? ketakutan akan karir atau pekerjaan? sekolah, dan hal lainnya?

Mari jujur, karena faktanya masing-masing kita memiliki ketakutan, ada yang kadarnya berlebihan ada yang biasa-biasa saja. Namun umumnya semua kita memiliki ketakutan itu.

Apakah ketika perasaan takut itu ada engkau mengabaikannya? ataukah mau duduk sejenak dan mencari tahu akan kebenaran ketakutan itu dan juga solusinya?

Ada yang bisa kita selesaikan sendiri, ada yang kita butuh orang lain. Namun dirimupun harus jujur bahwa ada beberapa ketakutan dalam dirimu yang membutuhkan Sang Tuhan.

Jangan merasa sok sempurna, apalagi berusaha tampil selalu kuat dan memukai. Karena masing-masing kita memiliki bayangan yang sering membuat kita gagal tidur nyenyak dimalam hari.

Coba ambil waktu hari ini dan cari tahu apa sesungguhnya ketakutanmu itu? lalu segera selesaikan hal itu. Jika mampu selesaikan sendiri ayo lakukan. Jika butuh teman, segera cari pertolongan namun jika butuh Sang Khalik, ayo berlutut dan berseru.

Semoga minggumu menyenangkan!

Apa Kabar Resolusi Tahun 2020-Mu?

5 Tips Resolusi 2020 Agar Tidak Menjadi Ambyar! - AWONAPA JR ...

Beberapa hari yang lalu seseorang mengatakan bahwa setiap menutup tahun semua orang di dunia memikirkan dan mengharapkan resolusi di tahun baru. Itu bisa berkaitan dengan pekerjaan mereka, impian, ataupun tentang diri dan keluarga. Namun di bulan Februari di tahun yang baru, 80 persen dari orang-orang yang mengharapkan resolusi itu sudah menyerah untuk mencapai apa yang mereka harapkan.

Sewaktu mendengar tentang hal itu, saya tersenyum sambil membayangkan diri sendiri dan juga satu dua orang yang saya kenal yang ternyata mengungkapkan resolusi itu tapi tidak mengupayakannya.

Hari ini sudah bulan Juni, yaitu bulan yang membelah dua tahun 2020 menjadi seimbang. Sudah satu semester kita semua melewati tahun 2020. Apakah kamu masih setia dan terus berjuang keras untuk merealisasikan resolusimu?

Coba cek lagi buku catatan harianmu, dari sekian daftar resolusi pribadimu ada berapa yang sedang dikerjakan, ataukah sama sekali kamu sudah melupakannya?

Saya sendiri, ketika melihat di buku harian pribadi minimal ada 5 resolusi 2020 yang sudah berhasil saya kerjakan, dan masih mengupayakan yang lain. Bagaimana dengan kamu, ada berapa yang sudah berhasil kamu kerjakan? dan ada berapa lagi yang sedang diupayakan?

Semoga listmu lebih panjang dari punyaku.

Karena pasti ada yang diantaramu yang mengatakan di 2020 ingin rajin menabung, ingin rajin membaca, ingin belajar memasak, ingin diet, ingin rutin berolah raga, ingin lebih minimalis dan sebagainya.

Apakah kamu sudah melakukannya?

Apakah kamu yang mengatakan ingin rajin menabung sudah rajin menyisihkan penghasilan untuk mulai rutin menabung? ataukah masih boros dan tidak ada tabungan apapun sampai di bulan ke enam ini?

Yang ingin diet, apakah sudah berjalan pola makan sehat dan benar-benar disiplin dengan tidak mengikuti keinginan lidah? apalagi dirumah saja saat ini, apakah kamu benar-benar disiplin dengan menolak segala godaan makanan agar bisa mencapai harapanmu? ataukah kamu masih bergaul erat dengan semua camilan favoritmu dan semua makanan cepat saji yang menjadi kesukaanmu?

Yang ingin rajin berolah raga, apakah sudah ada jadwal rutin untuk melakukan hal ini? ataukah kamu masih lebih senang tidur? dan malas gerak kemana-mana?

Yang mengatakan ingin rajin membaca, apakah sudah setia melakukannya? sudah ada berapa banyak buku yang kamu habiskan sampai saat ini? apalagi situasi pandemi covid-19 yang bikin harus di rumah saja, apakah ini merupakan kesempatakan untuk mewujudkan hal ini? ataukah kamu setiap hari hanya menghabiskan waktu dengan semua media sosialmu tanpa memberikan menfaat apa-apa?

Dan seterusnya…..

Adakah kalian semua sedang memperjuangkan resolusi 2020? ataukah sudah melupakannya dan sibuk dengan kehidupan tanpa harapan pencapaian apapun?

Buatmu yang masih sibuk berdalih dan mempersalahkan situasi pandemi sebagai halangan untuk mencapai resolusimu maka menurutku, kamu perlu memperbaiki pola pikir kunomu itu. Karena hanya orang malas dan tak bertujuan hidup yang suka berdalih dan mempersalahkan situasi dan orang disekitar atas ketidak capaian apapun.

Saranku: perbaiki pola pikirmu, duduk dan buat kembali komitmen untuk mengerjakan satu dari sekian resolusimu yang bisa kamu mulai dari sekarang.

Lihat dari yang paling mungkin bisa kamu kerjakan, pikirkan langkah-langkahnya, lihat dari yang paling mudah yang bisa kamu lakukan dan latih dirimu untuk melakukannya dengan disiplin sampai itu menjadi kebiasaan baru bagimu atau bisa menjadi hal yang bisa kamu capai.

Selamat berjuang dan jangan menyerah yah!

Perempuan Hamil di Luar Nikah, Hilangkah Masa Depannya?

Saya menuliskan tulisan ini karena beberapa hari belakangan ini saya diminta untuk berkomunikasi dengan beberapa orang yang saya tidak kenal dengan mereka namun dikenalkan oleh teman-teman saya untuk meminta saya berbicara dengan mereka secara virtual. Saya bukan ahli untuk hal ini, namun saya adalah perempuan yang peduli dengan perempuan seperti mereka.

Ini bukan isu yang baru pertama kali saya bicarakan namun sudah sering secara personal saya berbicara kepada banyak perempuan muda yang hamil duluan sebelum menikah. Mereka masih dalam perjalanan mengejar cita-cita mereka, mereka masih kuliah, mereka masih menempuh bangku sekolah menengah tingkat atas. Mereka masih sangat muda.

Baca juga: Perempuan Mesin Pemuas Nafsu dan Mesin ProduksiĀ Anak.

Perempuan yang hamil diluar nikah yang hidup di Indonesia mengalami tekanan sosial yang luar biasa. Kepala mereka sudah tidak bisa lagi terangkat saat berbicara dengan orang lain, sehingga membayangkan akan ada masa depan di hari-hari ke depan sudah tidak ada. Apalagi jika pria yang menghamili mereka tidak bertanggung jawab. Bahkan lingkunganpun seolah menutup pintu untuk mereka.

Minimal ada 2 kasus yang saya dengar dalam 2 minggu terakhir ini, dan mereka adalah para perempuan harus menutupi aib itu rapat-rapat dan tidak ingin membuka diri kepada siapapun. Salah satu yang saya berbicara dengannya kemarin adalah seorang perempuan cantik yang tidak bisa lagi melanjutkan sekolah karena alasan ini.

Saya merasa ingin menuliskan ini untuk menguatkan mereka yang ada dalam kondisi ini. Jangan menutupi diri kalian, mari cari pertolongan dari perempuan lain yang bisa menguatkan kalian.

Atas nama budaya dan atas nama ajaran agama memang itu salah, memang sangat salah yang kalian lakukan. Namun masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri untuk masa depan. Karena itu saya sangat yakin bahwa ada ribuan perempuan yang bersedia membantu kalian, mengulurkan tangan untuk memeluk dan menenangkan kalian dimasa yang berat yang sedang kalian hadapi. Memberikan telinga untuk mendengar tanpa memberikan komentar yang tidak penting.

Ingat bahwa perempuan adalah makluk yang memiliki kekuatan yang hebat, kerena itu kehamilan diluar nikah bukan berarti dunia telah runtuh dan kiamat. Masih tetap ada harapan!

Please….jangan menyembunyikan keterpurukan kalian, cobalah mencari jendela kecil dan berbicara berbisik kepada beberapa perempuan yang bisa di percaya. Mereka tidak akan berdiri menjadi Tuhan yang langsung mengadakan sesuatu yang instan bagimu, atau menghakimimu, namun mereka akan bersamamu untuk memikirkan jalan yang tepat. Mereka akan menyediakan waktu untuk memelukmu sesaat, membantumu untuk bangkit lagi.

Saya tetap mengatakan bahwa keputusanmu melakukan seks diluar nikah adalah kesalahan dan kebodohan, karena kita ada dalam budaya yang berbeda dengan budaya negara barat. Dan kita memiliki keyakinan agama yang tidak menyetujui hal itu. Namun saya tetap ingin mengatakan bahwa di dalam kesalahanmu itu tetap ada harapan.

Kamu masih bisa terus memperjuangkan mimpimu, kamu masih bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk masa depanmu dari semesta. Semesta tidak pernah menolakmu karena kesalahan itu.

Jangan panik, jangan mengambil jalan pintas. Tenangkan dirimu dan carilah pertolongan dari sesama perempuan. Jika dirumahmu tidak ada perempuan yang bisa menolongmu, maka ada perempuan lain di luar rumahmu yang akan menolongmu.

Tarik napasmu dalam-dalam, lalu hembuskan lagi, lagi dan lagi. Sekarang waktunya bagimu untuk coba melangkah keluar dari kamarmu, dari tempat persembunyianmu.

Kamu harus mencari perempuan yang tepat, kamu harus berani membuka dirimu.

Beranilah lakukan itu atas nama masa depanmu. Atas nama cita-citamu, atas nama mimpimu.

Dunia belum berakhir, Tuhan masih memberikan kesempatan kepada perempuan yang salah untuk bertobat dan memperbaiki diri.

Yakinlah ada banyak perempuan yang akan siap membantumu selama kamu membuka diri dan membiarkan mereka membantumu.

Saya mempercayai nilai ini, bahwa tidak ada kesalahan yang tidak dapat dimaafkan di dunia ini, semua kesalahan ada porsi maafnya. Semua pembuat salah memiliki kesempatan untuk mendapatkan maaf dari orang lain untuk perubahan diri. semua orang yang pernah salah memiliki kesempatan untuk benar dimasa yang akan datang.

Bangkitlah perempuanku, masih ada harapan bagimu!

Woman, Let Us Make Our Circle

I write down it in a small village in Kupang when entire of my house was falling in their bed, they were in their deep sleep. It is midnight here.

But I can’t wait to share with all of you, all of the women in out there. About what that resonance in my mind.

Wherever you are, I just want to encourage you to set up your mindset to started to create a circle of change

Let’s start it by what you have, what the small thing that has in your self that can you share with other people to make a circle, to make our surround feel about hope, to make them believe that future still waiting for us albeit still darkness cover.

We are a woman who has the power to make a change, we have the capacity to draw a circle to give meaning to others.

Set up your mindset and believe in your self that you are the person who can make a change.

Establish it if you were started it, keep going to make around of us feel the atmosphere of change.

I know it is not easy to do, it is not simple to keep it. But we must strive to do this because the world needs that from us.

I live in a small village that really hard to describe that have hope for my future, it’s not easy that I will make something to create the circle, but I keep in my mindset that the future will create by me with what I have.

I started it and will be continuing. I still work for that and can’t wait to see what those people said impossible become possible.  

I want all of women believe that we have a power to make that even we in the midst of limitation. We can still able to make a story. A story of change!

I hope you willing to do yours as I still keep doing mine.

If you stumble while doing it just make a dance.

If you feel want to stop it, just find another woman to encourage you again.

Let’s create the circle!, let’s change the situation!, let’s start from our self!. Let’s do it together!.

Sending love from me to all of you women out there!

Berani Meletakkan

Beranikah meletakkan segalanya untuk berdiri dan berfungsi sebagaimana seharusnya?

Bukankah hati manusia itu penuh dengan ketamakan dan keegoisan serta keinginan diri untuk tampil solo di dalam segala hal dan menjadi bintang sendiri.

Saya merenungkan hari ini bahwa ada berapa banyak orang yang berani meletakkan egonya, meletakkan keinginan dirinya, dan meletakkan ambisinya agar orang lain bisa di tolong? mungkinkah jumlahnya sangat sedikit atau malah banyak?

Dunia dimana kita tinggal saat ini sedang membutuhkan banyak orang yang berani untuk meletakkan hal-hal di atas agar bisa membangun lingkaran perubahan.

Bagaimana jika Tuhan bersuara padamu untuk tanggung jawab yang tidak meng-enakkan? bagaimana jika seharusnya kamu berdiri untuk memulai sesuatu perubahan di suatu komunitas yang jelas bahwa kamulah kandidat perubahan itu. Bagaimana jika masyarakat disekitarmu sedang membutuhkan seseorang yang harusnya melakukan sesuatu untuk menolong mereka dan kamulah orang itu.

Mana lebih penting di saat-saat seperti itu, tetapkah kamu berdiri teguh mempertahankan keegoisan, mempertahankan keinginan sendiri, mempertahankan ambisi sendiri?

Coba bertanya sejenak pada hati nuranimu. Mana yang lebih penting saat ini?

Saya pernah menuliskan Satu Anak untuk SatuĀ Perubahan, di mana dalamnya saya mengatakan bahwa “satu perubahan yang diupayakan untuk orang lain adalah hasil dari perubahan diri sendiri”

Memang memukau jika menjadi satu-satunya bintang di tengah langit yang gelap. Semua akan memuja, semua mata akan tertuju. Namun bukankah lebih indah jika cahaya kita, kita bagikan kepada orang lain yang dalam kegelapan sehingga merekapun bisa turut menerangi di langit yang gelap sehingga terang itu makin lama makin menguasai banyak kegelapan lain?

Saya mengajak kita untuk terus merenungkan dan berkomitmen untuk terus mengupayakan perubahan, jangan ragu untuk memulainya, jangan tawar hati untuk terus mengerjakannya karena kontribusimu besar manfaatnya.

Jika harus meletakkan apapun itu untuk bisa memberikan manfaat dan perubahan di sekitarmu maka tak ada salahnya untuk meletakkannya. Ingatlah bahwa Tuhanmu melihat pengorbananmu itu dan pasti ada upah bagimu.

Episode Selanjutnya

Semua manusia di seluruh dunia sedang berada dimasa yang sulit saat ini karena adanya pandemi covid-19. Ada beberapa yang benar-benar menggunakan waktu dirumah saja ini untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi episode kehidupan selanjutnya, namun sayangnya ada juga yang hanya “membiarkan episode sekarang ini berjalan tak bermakna” karena itu tidak dapat dibayangkan akan episode selanjutnya akan seperti apa.

Saya pribadi sedang berdiri di antara berdoa agar situasi ini segera berakhir sehingga bisa kembali beraktifitas secara normal, namun juga berharap agar waktunya masih lama (keinginan egois) karena saya belum siap untuk membuat episode selanjutnya yang mengagumkan.

Tentang skenario dari episode selanjutnya sedang saya tulis dengan hati-hati dimasa karantina ini. Saya harus jujur bahwa proses penulisannya belum memasuki 60 persen. Itulah sebabnya saya masih ingin dirumah saja untuk menyelesaikannya.

Masa berada dirumah ini membuat saya benar-benar memiliki waktu untuk merangkai dan mendesain tentang episode selanjutnya, karena covid benar-benar menahan diri saya untuk tidak keluar rumah dan memiliki banyak waktu untuk bisa memikirkan episode selanjutnya dengan detail.

Bagaimana dengan kamu semua? adakah yang sedang kamu persiapkan untuk menciptakan satu episode selanjutnya yang lebih bermakna? ataukah kamu benar-benar tidak menyiapkan apa-apa dimasa dirumah saja ini sehingga kamu menjadi begitu bosan dan terus mengeluh?

Saya berharap kalian tidak berada di kelompok yang kedua.

Saya pernah menuliskan Ini Keuntungan #Dirumah aja# dimana selain itu saya menemukan dihari kesekian bahwa saya harus mempersiapkan dengan baik episode selanjutnya.

Karena itu saya merasa jauh lebih produktif saat ini dibandingkan masa sebelum covid, ada banyak yang sedang saya kerjakan dan persiapkan untuk tayangan kehidupan saya selanjutnya. Dimana harapannya adalah setelah masa ini selesai, cerita hidupku akan makin memberikan inspirasi bagi banyak orang. Jujur, karena ini maka saya kadang tidur di jam 4 pagi.

Ada habit yang tidak baik disini, namun saya tetap mencoba untuk menyeimbangi ini dengan minum air putih yang cukup, makan makanan bernutrisi dan juga tetap tidur 6-7 jam sehari (meski kadang-kadang saya berubah jam tidurnya tapi quota ini selalu saya penuhi).

Saya hanya ingin mendorong semua pembaca untuk mari bersama menyiapkan diri untuk episode selanjutnya yang lebih baik dari sebelumnya karena kita benar-benar memanfaatkan waktu dirumah saja saat ini.

Jika kamu belum memulainya, ayo mulailah dari hari ini. Jika kamu sudah melakukannya, lanjutkanlah sampai selesai.

Saya percara setelah masa covid ini ada beberapa orang yang akan berlari lebih cepat lagi dari sebelumnya, ada yang lebih bersinar dari sebelumnya. Tapi juga saya tahu bahwa ada yang akan merangkak dan tertinggal jauh karena meremehkan masa dirumah saja ini.

Kita Adalah Anak Kunci

Cara Mudah Duplikat Kunci Sendiri Kurang dari 10 Menit - Citizen6 ...

Hari ini saya menemukan bahwa ada satu hal yang ingin saya bagikan di dalam tulisan ini, yaitu kebenaran bahwa kita adalah anak kunci.

Anak kunci bukan secara literal adalah anak yang lahir dari sebuah ibu kunci, tetapi anak kunci adalah kunci itu sendiri yang berfungsi untuk membuka sedangkan kunci (bagian yang bisa di kunci dan di buka) adalah sebagai induknya, bagian kunci yang didesain untuk mengambil fungsi sebagai alat pembuka dan penutup dari kunci.

Ada banyak orang menjadi panik ketika tiba-tiba anak kuncinya hilang, patah atau rusak. Kenapa demikian? karena untuk waktu tertentu kita tidak akan bisa masuk ke dalam rumah (jika yang hilang/patah/rusak adalah anak kunci rumah) atau kita tidak bisa mengakses isi dari apa saja yang sedang terkunci (misalnya: lemari,dll).

Kita harus memahami bagian bahwa kunci sudah di desain untuk di buka dan di tutup oleh anak kunci tersebut. Karena itu anak kunci bisa melakukan kedua hal itu. Tapi benda lain, tidak didesain untuk kedua fungsi tersebut, karena itu jika membuka menggunakan benda lain pasti butuh usaha yang lebih keras dan kadang-kadang merusakkan bagian kunci tersebut.

Tuhan sudah memanggil setiap kita untuk terlibat di dalam satu rencanaNya yang spesifik. Seharusnya kita tidak bisa menolak untuk mengerjakan hal itu. Tetapi faktanya ada banyak orang yang menolak, padahal itu mudah karena kita telah disiapkan oleh Allah untuk menjalankan fungsi tersebut.

Seringkali Tuhan memakai latar belakang kejatuhan kita, latar belakang pendidikan kita, latar belakang pengalaman kerja kita, latar belakang status ekonomi kita, latar belakang hubungan kita dan seterusnya untuk menjalankan fungsi yang telah Allah siapkan untuk kita terlibat dalam salah satu spesifik rencanaNya untuk membawa kebaikan bagi orang lain.

Sekarang coba pikirkan mengapa kamu diberikan salah satu hal yang saya sebutkan di atas atau mungkin belum disebutkan. Bukankah Allah memiliki rencana untuk kamu mengambil bagian sebagai anak kunci untuk menjalankan fungsinya?

Ingat, bahwa titik fokusnya adalah Allah-lah yang yang telah mendesain kita untuk suatu fungsi tersebut. Jika kita menolak untuk melakukannya, Allah masih dapat memilih orang lain untuk mengerjakan fungsi tersebut.

Karena itu jangan arogan dan merasa paling penting dalam mengerjakan suatu panggilan dalam salah satu spesifik pelayanan. Karena Allah masih tetap bisa memilih orang lain untuk mengerjakan bagian tersebut. Tapi jika kamu merespon untuk menjalankan fungsi itu, bersyukurlah untuk respon yang kamu lakukan.

Uang, talenta, nama besar, relasi, fasilitas, posisi dan sebagainya hanyalah cara Allah yang diberikan kepadamu untuk menjalankan fungsi tertentu untuk menjadi berkat bagi orang lain. Berfungsilah sebagaimana seharusnya!

Jika kamu masih terus bertanya-tanya sebenarnya Allah mendesain saya untuk fungsi apa? apa yang harus saya lakukan untuk “menjadi” berfungsi dalam salah satu rencana spesifiknya maka coba lihat, pada cara Allah mempersiapkanmu. Dari proses itu ada potongan-potongan informasi yang menegaskan bahwa kamu harus mengambil fungsi sebagai apa untuk melengkapi anggota tubuhNya bisa didapatkan.

Namun juga jangan terlalu emosional atau terburu-buru membuat keputusan, buatlah keputusan dengan baik.

Jadilah anak kunci sebagaimana engkau didesain untuk fungsi tersebut. Mungkin kamu harus mengambil tanggung jawab untuk membuka sesuatu bagi orang lain, lewat ide, jalan keluar, pertolongan secara finansial, dll. Jadilah seperti itu.

Namun jika situasimu adalah kamu dipilih untuk menutup sesuatu, maka beranilah untuk menutup hal itu karena Allah yang akan menyertai kamu untuk melakukannya sampai selesai.

Ingatlah bahwa komunitas, jemaat, masyarakat, kumpulan orang muda, sekolah atau segala bentuk komunitas manusia yang ada di sekitarmu saat ini ada bagianmu di dalamnya untuk mengambil salah satu fungsi atau kedua-duanya bagi mereka itu.

Sadarilah bahwa ketika harus menjalankan kedua fungsi ini akan penuh dengan air mata, peluh, perjuangan keras, ketekunan dan sebagainya. Namun jangan menyerah berhadapan dengan hal-hal itu karena Allah-lah yang mendesain kamu, akan memampukanmu untuk menyelesaikan dan menjalani itu semua.

Sejenak bertanyalah kepada Tuhan, apakah situasiku saat ini Engkau mau untuk aku mengambil fungsi “membuka” ataukah fungsi “menutup” atau bisa jadi Allah sedang ingin engkau mengambil kedua fungsi tersebut secara bersamaan di area-area yang berbeda-beda?

Meresponlah karena itulah fungsimu!

Jangan sombong dan arogan dengan fungsimu!

Tetaplah rendah hati dan bersyukurlah untuk Allah yang memilihmu untuk fungsi-fungsi itu, dan kerjakanlah dengan setia sampai selesai.

Kebaikan dan Rahmat Allah menyertai kita semua!