Hari Ulang Tahun Indonesia Ke-75

Selamat ulang tahun Indonesiaku yang ke-75, semoga Engkau cepat sembuh dari wabah yang sedang menggerogoti tubuhmu.

Semoga ekonomi cepat bangkit lagi, semoga pemerataan terjadi, semoga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia digenapi.

Meskipun matahari terbit di Barat namun aku akan tetap menjadi Indonesia karena Engkaulah tumpah darahku. Bumiku yang kucintai dan kubanggakan.

Jadilah rumah untukku sampai akhir menutup mata, jadilah bangsa yang hebat.

Doa untukmu terdengar dari Sabang sampai Merauke, dari Nias sampai Pulau Rote. Merdeka! Merdeka! Merdeka

How I Prepare My IELTS At Home Before Take The Real Test

In this post, I want to share how I prepare IELTS at home without any professional tutor. What I share on this page maybe will help somebody but maybe it’s not suitable for others.

What is IELTS? IELTS is International English Language Testing System to test our proficiency English ability where after we take this test, they will give a certificate as evidence about our skill and it will be used for immigration purposes (general test) or higher study (academic test).

I will start sharing by giving little basic information about my self. 

I am from Kupang, a city located in Timor Island-it is the capital of East Nusa Tenggara province in Indonesia. So, usually every day we are speaking with our local language and just for a formal reason we using our national language.

This is the major reason why when I decided to learn English, it’s very stressful because every day I speak with a different language that not has format words for past, present, and future. Such as for eating, no matter when the time we eat the word that we use is eating, not like in English that has changed the form to adjust with the time. I am also a person who not have a strong interest in learning the language.

The second reason why I’m struggling with learning this skill is that in my place I don’t have friends that can accompany me to speak every day to practice this skill.

So, what I did when I started learning English especially for my IELTS preparation. 

As we know, IELTS has four sections to test our ability in English: listening, reading, writing, and speaking with the higher band score is 9. To make it more clear to understand, I will give an example for the listening section bellow (for the listening section have 40 questions that have to finish in 40 minutes).

Listening Band Scores Explained — IELTS ACHIEVE

This is my step:

I start this process by habituating my ears with this language. So, what I did? I take 3 days to listen to everything in English. Such as listening to songs in English, watched YouTube, and also listening to the news or people conversation from TV or web.

In this part, I only listen not to try to understand the words. If I understand something it okay but not push my self to understand every word.

One of my favorite sources that I use is https://www.bbc.co.uk/sounds.

After three days, I started to take the mock test for the listening section to check at what score I have, so I understand how much effort that should I give to achieve the band score that I need.

When I did it, I take 3 days (every day I took one time and write my result) to make an accurate score for myself self and I found, I’m is stated in band score 5! (you can see the table above). I need more than this in my real test.

So, I left this and jump to the reading section.

In this part, I started with direct scoring for three days and I found that I have the same result with the listening section.

I stop in this step and trying to identify the problem that I have.

This is what I found, I have big problem with grammar and also lack the vocabulary.

After this step, I understand that everyone who wants to prepare their self in IELTS, they have to make sure that they have good skill in English. What I trying to say is, IELTS is about trying to using a trick in our English ability to pass this test.

So, it’s impossible to only learn the tricks in IELTS without enhancing our English skills first.

So I pick up again my grammar book to learn this, every day I spent one hour for.

I also have another one hour for listening from the web that I share above and while I listening, I wrote down every word that I don’t know the meaning. I just wrote like what I heard.

After that, I using my smartphone to check the word meaning. In this part also I can understand what the word will write in the correct way. I check the pronunciation (how to speak the word)-for this I using app Cambridge Dictionary Fast (this dictionary helps us to know the word pronunciation in the UK and US).

All of the new words that I found I write in a book that I name it: Vocab Book. Every day I look 2 times or more, for the new vocab that I found and trying to remember them and also how to use them.

my vocab book

I think don’t have a short cut to improve my vocab, I have to take this way.

I want to be honest with all of you: if I have another choice to make me directly have good English skills, I choose to take another one because this way is needing perseverance and a commitment from our self to doing daily.

While I did all of the above, I also read a passage every day (from academic source). I collect every new word and put them in my vocab book.

This is what I find after I keep doing all of the activities above when I am going to scoring again, I see my band score is raised-has a progress.

I keep doing this and also learning the tricks that used for listening and reading sections where all of the sources that use is from YouTube: https://www.youtube.com/user/ieltsliz and https://www.youtube.com/channel/UCXg7gy4XmPZEGr4kumPNGyQ/videos.

Later I will share also about how I prepare another section from home.

Berbahagialah Yang Mendengar Panggilan Itu

Bila membandingkan desa dan kota maka akan ditemui adanya jurang perbedaan yang sangat dalam diantara keduanya. Dalam segala hal untuk menyangkut kehidupan yang lebih baik maka kota adalah tempat yang lebih baik dibandingkan kota. Mengapa? karena di kota segala hal sangat menunjang, karena itu tidaklah heran bahwa angka urbanisasi terus meningkat setiap tahunnya.

Karena itu yang terjadi adalah di kota penuh dengan manusia unggul, produktif, kritis, kreatif, dan inovatif. Orang-orang ini akan membayar harga meninggalkan desa menuju ke kota untuk harapan memperbaharui kehidupan. Tidak ada yang salah dengan ini.

Lalu apa yang terjadi selanjutnya? desa menjadi kekurangan orang-orang dengan kategori di atas. Karena itu tidak heran jika pada akhirnya segala bentuk pelayanan masyarakat menjadi tidak begitu baik akibat dari kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas.

Namun dari pengalaman saya bepergian beberapa tahun ini ke wilayah pedalaman di Indonesia, saya mendapati bahwa ada saja orang-orang yang berani meninggalkan panggung kota yang membesarkan nama mereka. Ada saja orang-orang yang berani bayar harga mahal untuk bisa memberikan kontribusi di daerah-daerah yang membutuhkan.

Saya menamai mereka ini “berbagia” karena mereka mendengar panggilan kebutuhan itu. Mereka mendengar suara yang memanggil-manggil dari berbagai pelosok negeri, dan dengan kerelaan hati mereka menjawab panggilan itu.

Tidak mudah kehidupan yang mereka alami dari keputusan untuk mendengar jeritan-jeritan meminta pertolongan itu. Mereka harus meninggalkan keluarga, meninggalkan fasilitas, meninggalkan sorotan kamera, meninggakan tepukan tangan hanya demi senyuman mereka yang di desa-desa.

Saya pernah bertemu tenaga medis yang berani meninggalkan kota, saya pernah bertemu dengan tenaga pendidik yang berani meninggalkan tingginya gaji di perkotaan yang ditawarkan kepadanya. Saya juga pernah bertemu dengan banyak tokoh agama yang mau ke desa-desa dan dusun-dusun karena ada umat yang harus dilayani disana juga.

Keputusan mereka itu menginspirasi saya, keputusan mereka itu sungguh menguatkan saya. Komitmen mereka membuat saya untuk juga harus mendengar panggilan itu.

Saya menyebut mereka “berbahagia” itu bukan tentang materi yang diterima, itu bukan tentang penghormatan yang diperoleh. Tetapi mereka berani keluar dari zona nyaman kehidupan, membawa setiap talenta mereka untuk berguna bagi mereka yang tinggal di desa, membawa setiap kelebihan mereka untuk menjadi manfaat bagi mereka di desa.

Mereka saya sebut “berbahagia” karena mempunyai telinga yang tajam, mereka saya sebut “berbahagia” karena memiliki hati yang begitu iklas dan kuat. Mereka saya sebut “berbahagia” karena mereka memiliki cinta yang tulus.

Saya pernah bertemu dengan anak-anak yang begitu senang karena bisa di ajar oleh tenaga pendidik yang dari kota dengan wawasan yang begitu luas sehingga menginspirasi mereka saat belajar.

Saya pernah bertemu dengan para mantan pasien yang selalu berkata “bersyukur sekali ada dokter/bidan ….” karena ada tenaga medis dari kota yang mau ada di desa mereka sehingga ada banyak dari mereka yang tertolong saat sakit.

Saya juga pernah bertemu dengan banyak umat, yang bercerita penuh senyum karena mereka dipimpin, diajar tentang agama oleh pemimpin yang berani tinggalkan kota sehingga mereka bisa mendapatkan ilmu agama yang berkualitas dan dalam.

Mereka-mereka itulah yang akhirnya membuat saya menyimpulkan bahwa mereka yang memiliki telinga dan mendengar panggilan kebutuhan itu adalah orang-orang yang berbagia.

Saya mengagumi mereka dan saya berterima kasih kepada mereka.

Saya senang berjumpa dengan mereka dan benar-benar menghargai mereka.

Bagi saya mereka begitu hebat dan begitu luar biasa

Bagi saya mereka manusia-manusia berbahagia yang hidup untuk sebuah panggilan kebutuhan.

Terimakasih untuk kalian semua dan harapanku adalah semoga makin banyak yang di kota yang mendengar panggilan itu.

Salam kasih dan hormat untuk kalian semua.

Bangun Kebiasaanmu Dari Sekarang

Sulitnya Mengubah Kebiasaan Buruk Manusia Halaman 1 - Kompasiana.com

Bagi beberapa orang memiliki kebiasaan yang terus menerus dikerjakan setiap hari adalah hal yang mudah dilakukan namun tak dapat dipungkiri juga bahwa ada banyak orang yang hidup tanpa ada rutinitas kegiatan yang pasti, semua berantakan.

Sekarang coba pikirkan tentang satu jam pertama saat anda bangun tidur di pagi hari. Ada kebiasaan apa yang ada di jam tersebut? Apakah itu sudah terbentuk dengan baik ataukah masih berantakan dan dilakukan asal-asal saja atau melakukan sesuatu jika lagi ingin saja.

Saya berikan contoh saat bangun tidur untuk 1 jam pertama saya memiliki kebiasaan yang saya sebut “waktu pribadi” biasanya saya memulai dengan berdoa, membaca kitab suci saya dan kemudian menulis beberapa hal di catatan pribadi saya-karena itu saya benar-benar ingin waktu ini tenang, tidak ada berisik. Ini sudah rutin saya lakukan beberapa tahun, dan saya merasakan manfaat yang sangat besar dari kebiasaan ini.

Oleh karena itu jika ada suatu pagi dimana saya bangun dengan tidak melakukan 3 kegiatan utama yang saya sebutkan di atas maka saya selalu merasa bahwa ada bagian yang sangat kurang di diri saya pada hari tersebut. Dan saya sedang membangun kebiasaan lain lagi di sepanjang jam di dalam satu hari.

Bagaimana dengan anda? apa kebiasaan yang sudah terbentuk sebagai jadwal rutin anda?

Membangun rutinitas setiap hari juga termaksud membangun kebiasaan-kebiasaan positif yang membuat orang lain mengenal kita sebagai apa atau ada lebel apa yang dipasang kepada kita. Membangun pengenalan orang terhadap diri kita, membangun “nama” yang akan orang lain ingat tentang keberadaan kita tatkala kita sudah tidak ada nanti.

Bagunlah hal-hal positif yang menjadi budaya diri sendiri, bangunlah kebiasaan-kebiasaan benar yang membuat diri kita terbentuk menjadi manusia yang baik. Hancurkan dan tinggalkan semua kebiasaan buruk yang menghancurkanmu secara perlahan.

Bisa jadi contoh kecil adalah kebiasaan penggunaan atau pengaturan keuangan pribadi. Ada kebiasaan buruk apa yang perlu kamu tinggalkan di area ini, lalu ada peluang kebiasaan positif apa yang ingin kamu bangun di area ini. Bisa jadi menabung? atau apa saja yang perlu kamu mulai hari ini, agar tidak menyesal nanti.

Memang dalam proses pembentukkannya butuh komitmen karena itu tidak mudah untuk melakukannya. Ada yang mengatakan butuh 23 hari berturut-turut untuk membentuk satu budaya di diri kita.

Misalnya juga ketika anda ingin memiliki kebiasaan membaca, maka upayakan untuk selama sebulan minimal ada 1 jam yang diinfestasikan untuk membaca. Membaca buku yang topiknya sesuai dengan minat kita. Sehingga lama kelamaan kita akan merasa bahwa membaca itu seperti makan, yang kalau tidak dilakukan dalam sehari maka anda akan terasa sangat lapar.

Saya tidak tahu kebiasaan apa yang hendak kalian bangun, namun saya ingin mengajak untuk “ayo, kita lakukan dari sekarang sebelum terlambat” karena manfaatnya pasti untuk diri kita sendiri juga, dan nantinya akan berdampak pada orang-orang di sekitar.

Selamat membangun kebiasaan positifmu!

Wahai Perempuan Teruslah Belajar Karena Masa Depan Negeri Ini Ada Andil Besarmu

Image result for foto perempuan berikan kontribusi untuk pembangunan bangsa

Peran perempuan sangat besar untuk masa depan suatu bangsa, karena itu perempuan perlu di kuatkan, perempuan perlu terus diberikan kesempatan untuk tampil, perempuan perlu diberi kesempatan untuk belajar, perempuan harus memiliki bergudang-gudang ilmu.

Perempuan harus mencintai budaya daerahnya, perempuan harus belajar dari sana tentang nilai-nilai budaya yang pantas di lestarikan untuk kelak diwariskan lagi.

Biarkan perempuan berbudaya, biarkan dia belajar dan menemukan nilai yang perlu dijunjung tinggi dan menjadi teladan dalam nilai-nilai tersebut.

Jangan dikte perempuan untuk berkreasi, karena nilai kreativitas dalam dirinya melebihi tingginya gunung everest dan tak akan terdeteksi apa yang bisa di ubah dan dibentuk ataupun dihasilkan. Karena itu wahai perempuan sadarilah akan kelebihanmu itu!

Biarkan perempuan mendapatkan pendidikan yang layak, biarkan perempuan memiliki pendidikan yang tinggi bukan saja tentang gelar tetapi tentang kesadaran untuk haus akan pengetahuan setiap harinya.

Biarkan perempuan memiliki pengalaman belajar hingga ke negeri yang jauh, menyeberangi banyak negeri baik secara langsung maupun dengan menggunakan aplikasi IT yang sedang memudahkan manusia untuk menjelajahi dunia lain. Cukup dirumah sajapun kamu tetap bisa belajar!

Kuatkan setiap perempuan disekitarmu untuk bermimpi.

Kuatkan setiap perempuan di sekelilingmu untuk belajar.

Kuatkan semua perempuan di dekatmu untuk menuntut ilmu dan jangan malas untuk itu.

Tegarkan mereka yang sedang berjuang untuk ilmu pengetahuan yang sedang dikejar.

Topang mereka yang sedang berjuang menempuh perjalanan pengalaman belajar yang melelahkan.

Ijiankan mereka menyelesaikannya, ijiankan mereka meraihnya, ijinkan mereka mendapatkannya.

Sebab semua perempuan memiliki panggilan yang luar biasa untuk masa depan negeri.

Semua perempuan mendapatkan mandat dari Sang Tuhan untuk memberikan sumbangsih besar bagi masa depan bangsa. Sebuah panggilan untuk berdiri di garis depan untuk mendidik pemimpin-peminpin negeri yang dititipkan lahir dari rahim mereka.

Karena itu jika Facebook hanya membuatmu galau berhenti memakainya. Padahal itu bisa menjadi meja belajarmu!

Jika instagram malah membuat gaya hidupmu sembrawut, berhentilah menggunakannya. Karena sesungguhnya HP dan Gadget di tanganmu itu adalah universitas terbaik tanpa biaya mahal jika kamu menyadarinya!

Belajar adalah salah satu kesadaran yang harus dimiliki oleh setiap perempuan.

Perempuan harus banyak membaca setiap hari

Perempuan harus banyak mendengar hal yang posistif setiap hari

Perempuan harus tahu memilih komunitas mana yang harus dia masuk ke dalamnya. Tidak sembarangan!

Perempuan harus mengisi dirinya sebanyak mungkin dengan semua hal positif, semua hal yang membangun, semua yang membuat dirinya terus berkembang dan semua hal yang menjadikannya menjadi lebih berkualitas.

Tulisan ini bukan tentang perempuan yang bergelar, tetapi untuk semua perempuan yang sadar bahwa dirinya harus belajar bukan saja tentang universitas yang harus dimasukinya. Tetapi bagaimana perempuan sadar untuk mencintai buku, mencintai membaca, mencintai menimba ilmu, mencintai diri untuk terus diisi dan terus berkembang.

Salam untuk semua perempuan.

#masihdirumahaja#

#Marilakukanyangpositifdanbermanfaat#

Pengalaman Daftar New Zealand Scholarship

Di bulan Februari lalu saya berkomitmen untuk melamar salah satu beasiswa yang paling mudah menurut saya yaitu New Zealand Scholarship bisa lihat detailnya di sini: https://www.mfat.govt.nz/en/aid-and-development/new-zealand-government-scholarships/.

Kenapa saya mengatakan bahwa beasiswa ini mudah?

Karena kita bisa melamar beasiswa ini tanpa harus memiliki sertifikat bahasa terlebih dahulu seperti TOEFEL, TOEIC atau IELTS dan juga belum perlu yang namanya LOA (letter of acceptance) dari univ di NZ. Karena itu sangat mudah untuk mencoba mendaftar beasiswa yang satu ini.

Beasiswa ini hanya di buka sebulan penuh, dimana pada tahun 2020 ini pembukaan untuk New Zealand Scholarship ini di mulai pada tanggal 1-29 Februari 2020. Jadi ketersediaan waktunya lumayan sangat singkat. Saya sendiri baru submit dokumen di tanggal 22 Februari 2020.

Karena saya ingin meng-apply untuk program doctoral maka saya harus menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu seperti outline proposal riset (sudah pasti ada title riset kita disini, karena ini di minta) dan juga menerjemahkan transcript nilai S1 dan S2 saya di penerjemah bersumpah (di Kupang tidak ada penerjemah bersumpah karena itu saya mengirim berkas saya ke penerjemah bersumpah di Jakarta yang sangat baik dan juga cepat pengerjaannya).

Memang untuk New Zealand Scholarship ada beberapa prioritas sectors namun bukan berarti jurusan yang diluar dari yang diprioritaskan itu tidak bisa mendaftar, sangat bisa. Karena saat sosialisasi beasiswa ini di Kupang ada yang menanyakan “apakah boleh dari jurusan yang tidak masuk dalam list yang di prioritaskan?” dan jawabannya “sangat boleh” bahkan ada yang memberikan testimoni hari itu dari Rote yang merupakan awardee beasiswa ini beberapa tahun yang lalu padahal saat itu jurusannya bukan yang masuk bidang yang diprioritaskan.

Well, saya mulai dengan membuat akun untuk pendaftaran beasiswa ini dan selanjutnya isi biodata diri, basic info dan mulai menjawab semua essay yang ada dimana untuk jawabannya paling rendah itu 250 characters.

Pengalaman saya, persiapan yang paling lama saya lakukan adalah saat membuat outline propose research karena saya belum memiliki hal ini makanya saya harus menyiapkann seminggu untuk baca-baca buku dan mencari ide untuk pembuatan outline proposalnya. Mungkin kalau sudah ada ini dari jauh-jauh hari akan lebih mudah karena akan lebih fokus untuk menjawab essay yang ada lalu bisa submit.

Saya memang belum mengetahui apakah saya akan lolos ke long-list applicant tapi pengalaman mendaftar beasiswa NZC di awal tahun ini kemudian mem-boost semangat saya untuk mengejar beasiswa lain.

Meng-apply beasiswa overseas memang merupakan perjalanan terjal yang menguji kesabaran dan komitmen. Namun bagi orang-orang yang memiliki mimpi untuk mendulang ilmu pengetahuan dan meng-improve diri ini merupakan perjalanan yang layak untuk dilewati dan diambil.

Saya sendiri sudah lama merindukan untuk melanjutkan study ke negara orang, meski memang jujur saya juga belum berjuang untuk hal ini. Namun komitmen itu sudah ada di hati sejak lama, karena itu saya berpikir bahwa 2020 layak menjadi tahun untuk mulai melakukan perjuangan untuk menempuh perjalanan ini.

Alasan kenapa saya begitu ambisius untuk mengambil pendidikan di luar negeri adalah: Pertama ingin mendapatkan ilmu yang lebih luas dari sistim pendidikan yang lebih baik. Saya ingin belajar di univ yang masuk peringkat terbaik dunia dimana akan memacu saya belajar lebih banyak dari biasanya.

Kedua untuk membangun relasi skala internasional. Kemana dan dimana saja Tuhan ijinkan saya berada, membangun relasi adalah hal yang sangat penting. Membangun relasi ini bukan sekedar untuk tahu orang, namun saya selalu ingin terkoneksi dengan orang yang memiliki visi dan mimpi hidup yang besar dan barangkali sama dengan saya.

Baca juga: Aku tak bisa sendiri

Ketiga saya ingin melayakkan diri untuk memenuhi panggilan Tuhan yang Tuhan berikan bagi saya dalam visi pribadi yang sedang mulai saya perjuangkan saat ini.

Baca juga: Alasan mengapa saya begitu mencintai NTT

Karena itu pada saat mempersiapkan untuk submit berkas-berkas untuk apply beasiswa NZ kemaren lumayan menghadirkan stres bagi saya, namun saya berjuang mencari cara untuk mengusir itu semua agar bisa memulai satu lagi langkah yang penting ini.

Bagaimana denganmu? adakah satu pengalaman berharga yang kamu dapatkan akhir-akhir ini? adakah itu adalah satu langkah penting untuk mewujudkan mimpimu?

Jangan takut untuk mulainya, jangan menyerah untuk berjuang mengambil langkah yang sulit.

Tuhan sedang bersamamu!

Tidak Ada Sekolah Untuk Menjadi Orang Tua, Tetapi Semua Orang Tua Dituntut Sempurna Sebagai Teladan Untuk Anak

Tidak ada sekolah yang didirikan khusus untuk seseorang dipersiapkan menjadi orang tua yang baik. Namun orang-orang yang mendapatkan prevelidge untuk menjadi orang tua dituntut untuk menjadi teladan bagi generasi di bawahnya. Karena sebuah keteladanan jauh lebih efektif dari semua pengajaran yang hanya berbentuk teoritis saja.

Orang tua tidak diminta untuk tahu segalanya tentang ilmu pengetahuan, namun dalam segala hal tentang sikap hidup, orang tua diminta untuk menjadi teladan bagi anak mereka.

Berat bukan menjadi orang tua?

Tapi itulah realitanya di dunia. Semua orang tua dimintai untuk menjadi contoh dan panutan bagi buah hatinya. Orang tua diharapkan menjadi contoh dalam iman, dalam perkataan, dan dalam sikap dan tingkah hidup setiap hari.

Karena itu panggilan menjadi orang tua itu memang sebuah panggilan yang berat. Karena menurut saya setiap anak tidak bisa menjadi teladan bagi orang-orang disekitarnya jika mereka tidak mendapatkan keteladan dari orang tuanya.

Setiap anak akan selalu mengingat akan contoh hidup apa yang sudah diberikan oleh orang tuanya. Dan apa yang mereka lihat dari orang tuanya membekas seumur hidup dalam ingatan mereka. Bahkan mereka akan memultiplikasi apa yang mereka lihat dan pelajari dari orang tuanya untuk dibagikan ke generasi mereka.

Memang tidak ada orang tua yang sempurna, tidak akan ada orang tua ideal di dunia ini. Namun semua orang tua di dunia pasti terus berjuang dari hari ke hari untuk menjadi yang terbaik bagi anak-anaknya.

Semua orang tua memiliki kelemahan, kekurangan dan keterbatasan namun semua orang tua di dunia di tuntut untuk terus berjuang untuk memberikan kesan yang mendalam di benak anak-anaknya tentang hal positif dari nilai-nilai kehidupan yang diajarkan agama, budaya dan nilai moral yang baik yang ada di masyarakat.

Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, namun semua orang tua diberikan kesempatan oleh kehidupan untuk terus belajar dari semua kelas kehidupan untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Karena itu tugas anak adalah belajar keteladan dari orang tua dan mentaati mereka. Sedangkan tugas orang tua adalah menginspirasi anak lewat tutur kata, tingkah laku dan pola pikir yang benar setiap hari.

Akan selalu ada titik lemah dari orang tua untuk tidak menjadi contoh bagi anak-anaknya. Tapi hendaklah setiap orang tua tidak berselimut dengan kelemahan itu secara terus menerus dan lupa memberikan keteladanan hidup. Karena dunia saat ini dengan mudah memberikan berbagai pengajaran kepada manusia yang tinggal di dalamnya lewat berbagai kemudahan untuk mendapatkan akses berbagai ilmu pengetahuan. Namun sesungguhnya dunia sedang haus akan keteladanan karena mereka yang dianggap akan menjadi teladan dan inspirasi hidup baik dan benar justru sedang melenceng jauh dari harapan itu.

Karena itu untuk memperbaikinya, saya mengajak kita untuk memulai dari setiap keluarga kita. Mulai dengan setiap orang tua untuk menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sehingga bangsa ini di penuhi dengan orang tua yang berintegritas dan pada akhirnya dunia akan kembali dipenuhi dengan orang-orang yang layak dicontohi kehidupan mereka.

Mari mulai dari keluargamu

Mari mulai untuk anak-anakmu

Biarkan Indonesia dipenuhi dengan orang tua yang berintegritas

Biarkan dunia kembali diberikan warna yang kuat tentang keteladanan

Selamat menjadi teladan wahai semua orang tua.

Percayakan Cerita Hidupmu Pada Seseorang “Terimakasih Sudah Ada Bagiku Sampai Hari Ini”

Beberapa hari yang lalu saya berbicara dengan seseorang yang cukup dekat di hidup saya. Seseorang yang dalam bahasa profesional di sebut dengan Mentor.

Pembicaraan kami membuat saya sadar bahwa betapa pentingnya dalam hidup kita untuk mempercayakan cerita hidup kita kepada seseoang yang tepat. Orang yang akan berdiri bersama dengan kita di masa-masa sulit, dan juga menjadi orang yang akan ada di masa bahagia. Dia adalah seseorang yang akan banyak tahu tentang cerita kehidupan kita.

Sangat penting untuk memiliki seseorang yang tahu cerita tentang hidup kita, yang akan selalu mendukung kita, mendoakan kita, mendorong kita, menginspirasi kita dan menegur kita dengan kasih.

Memang saat ini tidak mudah untuk mendapatkan seseorang seperti kualifikasi ini dan mau untuk menjadi orang yang tulus untuk menampung semua cerita kita. Karena itu saya sangat bersyukur bisa memiliki seseorang seperti ini yang cukup tahu tentang cerita hidup saya dan juga terus ada bagi saya dalam semua masa senang dan berat yang saya alami.

Berikut ini beberapa manfaatnya mengapa kita perlu mempercayakan cerita hidup kita kepada seorang mentor yang benar.

1. Hidup kita di bantu untuk makin terarah.

Menempatkan seorang mentor dalam kehidupan kita ibaratnya menempatkan seseorang untuk membantu kita untuk melihat arah jalan yang seharusnya kita lewati.

Dia bisa menjadi tempat diskusi saat kita berada dalam kebingungan dan dilema mengambil suatu keputusan hidup. Karena kita tidak dapat memungkiri bahwa dalam proses hidup kita, sering terjadi pecah fokus karena beberapa hal yang muncul sekaligus dan seolah-olah semuanya menjadi penting di waktu yang bersamaan. Namun seorang mentor biasanya dapat membantu kita untuk melihat apa yang paling prioritas diantara yang prioritas.

2. Suatu hari kita akan tahu bahwa sudah banyak yang kita lewati.

Saat melewati masa-masa sulit atau senang biasanya seorang mentor akan terus memberikan nasihat dan wejangan. Suatu hari dia juga akan mengingatkan kita bahwa kamu pernah melewati ini dan itu, meski mungkin saat membahas hal tersebut kita dibawa untuk melihat pada pempelajarannya, namun sebenarnya dia juga sedang mengingatkan kita bahwa ada begitu banyak hal yang telah kita berhasil lewati atau raih dalam hidup.

3. Selalu tahu bahwa ada orang yang tepat untuk mendengar tentang cerita kita.

Mentor biasanya banyak memberikan telinganya untuk mendengar cerita kita dan cerita kita tidak akan pernah diceritakan lagi kepada orang lain. Saya pikir mungkin ini sangat langka di dunia saat ini. Namun saya benar-benar beruntung sebab saya memiliki seseorang seperti ini, yang sangat berintegritas dengan menjaga semua cerita saya.

4. Nasihat dan wejangannya dapat dipercaya.

Hal ini jelas karena biasanya seseorang yang menjadi mentor biasanya dia adalah seseorang yang dipercaya dan mampu menjadi role model dalam kehidupan. Biasanya manusia tidak mudah untuk menjadikan seseorang sebagai mentor jika kita tidak tahu pasti bahwa orang tersebut bisa di contohi dan bisa dijadikan panutan. Karena itu tatkala mendapat masukan dan nasihat darinya biasanya hal itu bisa dipercaya kebenarannya karena kita tahu siapa yang memberikan nasihat atau masukan bagi kita.

Bagi saya ke-empat manfaat di atas sangat saya alami sejak saya belajar mempercayakan cerita hidup saya kepada mentor saya.

Bagaimana denganmu, adakah seseorang yang kamu percayai untuk mengetahui tentang cerita hidupmu?

Saya ingin berterima kasih untuk seorang perempuan yang terus ada bagi saya sampai hari ini. Saya sangat berterima kasih untuk kesabaran, nasihat, bimbingan dan inspirasi yang terus di tebarkan dalam hidup saya.

Doaku sekiranya engkau tetap menjadi teladan dan manfaat bagi banyak orang.

5 Kebiasaan Siswa Kelas Rendah Yang Menguji Kesabaran Guru

Dalam tulisan kali ini saya ingin menuliskan hal-hal yang menjadi kebiasaan dari siswa kelas rendah, yaitu siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD (Sekolah Dasar). Dimana hal-hal tersebut justru suka menguji kesabaran dari guru atau wali kelasnya.

Apa saja?

nomor 1 yaitu kebiasaan Kejar-kejaran di dalam kelas

Ini adalah merupakan kebiasaan dari anak kelas rendah yang selalu akan terus dilakukan setiap hari yaitu kejar-kejaran dengan temannya di dalam kelas. Jika guru menegur maka sebentar lagi akan di ulang lagi. Aktivitas ini begitu sangat menyenangkan bagi mereka sehingga akan terus mereka lakukan begitu tidak ada guru di kelas atau jika jam istirahat tiba namun justru hal ini sangat menguji kesabaran gurunya karena harus menegur mereka lagi dan lagi dan membuat kelas menjadi berantakan bahkan ada yang sampai terjatuh dan cedera atau menangis.

Kebiasaan nomor dua adalah Makan jajan di dalam kelas saat pelajaran sedang berlangsung

Makan di dalam kelas saat pelajaran merupakan kebiasaan dari anak-anak kelas rendah yang memang sulit untuk di hentikan karena mereka pandai menyembunyikan jajan mereka di dalam kantong baju, kantong celana, tas buku atau bahkan di dalam laci mejanya. Dan saat guru sedang asyik mengajar mereka suka melakukan hal ini, yaitu mengambil jajanan mereka dan memasukkannya ke dalam mulut mereka.

Melompat dari satu meja ke meja yang lain

Anak-anak senang sekali melompat dari satu meja/kursi ke meja/kursi lainnya tanpa tahu jika mereka akan jatuh dan menjadi terluka atau cedera. Bagi anak-anak di kelas rendah ini merupakan aktivitas yang memiliki keseruan tersendiri dimana kadangkala mereka melakukannya sambil kejar-kejaran dari satu meja/kursi ke meja/kursi lainnya.

Kebiasaan nomor tiga adalah Menyembunyikan pensil/pulpen dan penghapus temannya

Kebiasaan usil dengan menyembunyikan alat tulis temannya suka menjadi hal yang hampir akan selalu terjadi di dalam kelas rendah. Entah kenapa namun anak-anak ini seolah ada kepuasan tersendiri jika melihat temannya kebingungan mencari barang miliki mereka. Karena itu tidak heran tindakan ini harus guru/wali kelasnya turun tangan barulah mereka akan memberitahukan dimana mereka meletakkan atau menaruh alat tulis teman mereka tersebut. Bisa kebayangkan jika dalam sehari ada beberapa anak yang melakukan hal ini, gimana gurunya tidak diuji kesabarannya?

Kebiasaan nomor empat adalah Sering ijin untuk keluar kelas saat jam pelajaran sedang berlangsung secara berkelompok

Akan ada saja alasan yang membuat siswa kelas rendah meminta ijin berulang-ulang kali saat jam pelajaran sedang berlangsung dan itu membuat mereka akan keluar ruangan berkelompok. Contohnya jika ada salah satu dari mereka yang ijin dengan ke toilet maka akan ada temannya yang ikut walaupun sebenarnya tidak membutuhkan toilet dan ada lagi yang lain sehingga membuat mereka berkelompok ijin ke toilet.

Kebiasaan kelima adalah Lupa lagi dan lagi untuk membawa buku aktivitas/buku tugas/LKS.

Ini merupakan salah satu kebiasaan dari anak kelas rendah yang suka menguji kesabaran gurunya yaitu dengan melupakan lembar kerja siswa (LKS), buku aktivitas, buku pelajaran yang harusnya di bawa apalagi jika di rumah orang tuanya tidak terlalu memperhatikan anaknya ketika berangkat ke sekolah apakah sudah lengkap semua barang yang harus di bawa. Karena itu tidak heran bahwa hal ini akan terus terulang secara terus menerus karena memang mereka belum bisa bertanggung jawab untuk menyiapkan semua keperluan ke sekolah setiap harinya. Karena itu wajar saja bahwa hal ini juga sering kali membuat guru harus terus bersabar menghadapinya dan memberikan catatan kepada orang tua.

Karena itu jika kamu adalah seorang guru, kira-kira kebiasaan nomor berapa yang paling menguji kesabaran kamu?

4 Cara Menghilangkan Stres Saat Mengajar Yang Wajib Guru Ketahui

Mengajar di depan kelas adalah pekerjaan harian dari seorang guru, namun seprofesional apapun seorang guru tidak dapat di pungkiri bahwa kadang-kadang ada rasa stres yang di hadapi saat berada di depan kelas. Karena itu dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang tips yang biasa saya lakukan saat mengalami stres saat mengajar.

1. Deteksi Sumber Stres Secara Cepat

Salah satu kemampuan yang harus di miliki oleh seorang guru adalah mampu mendeteksi sumber stresnya sendiri maupun sumber stres siswa saat proses belajar sedang berlangsung.

Mencari tahu apa yang menyebabkan kita sebagai seorang guru merasakan stres saat berada di depan kelas, adalah hal yang paling penting. Kadangkala penyebabnya adalah karena kurangnya percaya diri (self confidence) dari guru sendiri saat berada di depan kelas, atau sumbernya adalah dari siswa, suasana, iklim dan lainnya.

Itulah sebabnya sangat penting sekali untuk mendeteksi sumber stres sehingga kita dapat memikirkan cara apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

2. Hentikan Kegiatan Mengajar Sesaat

Ini adalah cara sederhana namun sangat membantu ketika kita mengalami stres di dalam kelas saat mengajar yaitu dengan menghentikan kegiatan mengajar sesaat.

Waktu pause sesaat ini bisa di pakai untuk mengadakan kegiatan menyenangkan dengan siswa. Misalnya dengan meminta mereka bernyanyi, strecing, putar musik dan meminta anak mengikuti gerakan lagu tersebut, dan lainnya.

Biasanya pausing sejenak dapat menjadi senjata ampuh untuk memikirkan solusi atau cara mengatasi stres yang kita hadapi juga lho.

3. Ubah Bentuk Kelas Sekali Lagi

Apabila masalah yang menyebabkan Bapak/Ibu guru stres ketika mengajar adalah dari siswa karena berisik, mereka tidak konsentrasi, tantrum, dan lainnya maka tidak ada salahnya untuk mengambil langkah ini yaitu mengubah posisi duduk dari anak-anak. Misalnya duduknya menjadi melingkar, berkelompok, bentuk huruf U, duduk melantai dan lainnya. Intinya mengubah bentuk kelas bisa memberikan suasana baru dimana hal ini menguntungkan bagi kita sebagai guru maupun bagi siswa karena ada suasana baru di dalam kelas.

4. Selingi Aktivitas Belajar Dengan Kegiatan Menyenangkan

Sebagai seorang guru stok aktivitas menyenangkan bagi siswa itu selalu harus ada dalam pikiran kita. Sehingga tatkala proses belajar itu menjadi tegang dan serius dimana berujung pada stres baik di rasakan oleh siswa maupun oleh guru maka menyelingi kegiatan mengajar dengan melakukan aktivitas menyenangkan adalah trik jitu untuk menolong kita terbebas dari rasa stres.

Kegiatan menyenangkan ini bisa dengan melakukan games sederhana namun bermanfaat untuk proses belajar mengajar. Dimana sembari melakukan games kita bisa sambil mengecek pemahan siswa terhadap materi yang sedang atau sudah di pelajari.

Misalnya berdiri melingkar dalam ruangan dan melempar bola, pertama-tama guru yang melemparkan bola kepada seorang siswa lalu siswa tersebut menangkapnya dan guru akan memberikan pertanyaan kepadanya jika siswa tersebut bisa menjawab maka dia memiliki hak untuk memilih bola di lempar temannya yang lain dan kali ini dia bisa memberikan pertanyaan kepada temannya. Tetapi jika dia tidak bisa menjawab maka dia harus menciptakan satu gerakan lucu yang harus di ikuti teman-temannya (ingat gerakannya harus unik dan lucu). Bapak/Ibu guru bisa mengreasikannya sesuai dengan keinginan.

Demkian 4 cara untuk menghilangkan rasa stres ketika mengajar dari saya.

Semoga bermanfaat.