Pengalaman Daftar New Zealand Scholarship

Di bulan Februari lalu saya berkomitmen untuk melamar salah satu beasiswa yang paling mudah menurut saya yaitu New Zealand Scholarship bisa lihat detailnya di sini: https://www.mfat.govt.nz/en/aid-and-development/new-zealand-government-scholarships/.

Kenapa saya mengatakan bahwa beasiswa ini mudah?

Karena kita bisa melamar beasiswa ini tanpa harus memiliki sertifikat bahasa terlebih dahulu seperti TOEFEL, TOEIC atau IELTS dan juga belum perlu yang namanya LOA (letter of acceptance) dari univ di NZ. Karena itu sangat mudah untuk mencoba mendaftar beasiswa yang satu ini.

Beasiswa ini hanya di buka sebulan penuh, dimana pada tahun 2020 ini pembukaan untuk New Zealand Scholarship ini di mulai pada tanggal 1-29 Februari 2020. Jadi ketersediaan waktunya lumayan sangat singkat. Saya sendiri baru submit dokumen di tanggal 22 Februari 2020.

Karena saya ingin meng-apply untuk program doctoral maka saya harus menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu seperti outline proposal riset (sudah pasti ada title riset kita disini, karena ini di minta) dan juga menerjemahkan transcript nilai S1 dan S2 saya di penerjemah bersumpah (di Kupang tidak ada penerjemah bersumpah karena itu saya mengirim berkas saya ke penerjemah bersumpah di Jakarta yang sangat baik dan juga cepat pengerjaannya).

Memang untuk New Zealand Scholarship ada beberapa prioritas sectors namun bukan berarti jurusan yang diluar dari yang diprioritaskan itu tidak bisa mendaftar, sangat bisa. Karena saat sosialisasi beasiswa ini di Kupang ada yang menanyakan “apakah boleh dari jurusan yang tidak masuk dalam list yang di prioritaskan?” dan jawabannya “sangat boleh” bahkan ada yang memberikan testimoni hari itu dari Rote yang merupakan awardee beasiswa ini beberapa tahun yang lalu padahal saat itu jurusannya bukan yang masuk bidang yang diprioritaskan.

Well, saya mulai dengan membuat akun untuk pendaftaran beasiswa ini dan selanjutnya isi biodata diri, basic info dan mulai menjawab semua essay yang ada dimana untuk jawabannya paling rendah itu 250 characters.

Pengalaman saya, persiapan yang paling lama saya lakukan adalah saat membuat outline propose research karena saya belum memiliki hal ini makanya saya harus menyiapkann seminggu untuk baca-baca buku dan mencari ide untuk pembuatan outline proposalnya. Mungkin kalau sudah ada ini dari jauh-jauh hari akan lebih mudah karena akan lebih fokus untuk menjawab essay yang ada lalu bisa submit.

Saya memang belum mengetahui apakah saya akan lolos ke long-list applicant tapi pengalaman mendaftar beasiswa NZC di awal tahun ini kemudian mem-boost semangat saya untuk mengejar beasiswa lain.

Meng-apply beasiswa overseas memang merupakan perjalanan terjal yang menguji kesabaran dan komitmen. Namun bagi orang-orang yang memiliki mimpi untuk mendulang ilmu pengetahuan dan meng-improve diri ini merupakan perjalanan yang layak untuk dilewati dan diambil.

Saya sendiri sudah lama merindukan untuk melanjutkan study ke negara orang, meski memang jujur saya juga belum berjuang untuk hal ini. Namun komitmen itu sudah ada di hati sejak lama, karena itu saya berpikir bahwa 2020 layak menjadi tahun untuk mulai melakukan perjuangan untuk menempuh perjalanan ini.

Alasan kenapa saya begitu ambisius untuk mengambil pendidikan di luar negeri adalah: Pertama ingin mendapatkan ilmu yang lebih luas dari sistim pendidikan yang lebih baik. Saya ingin belajar di univ yang masuk peringkat terbaik dunia dimana akan memacu saya belajar lebih banyak dari biasanya.

Kedua untuk membangun relasi skala internasional. Kemana dan dimana saja Tuhan ijinkan saya berada, membangun relasi adalah hal yang sangat penting. Membangun relasi ini bukan sekedar untuk tahu orang, namun saya selalu ingin terkoneksi dengan orang yang memiliki visi dan mimpi hidup yang besar dan barangkali sama dengan saya.

Baca juga: Aku tak bisa sendiri

Ketiga saya ingin melayakkan diri untuk memenuhi panggilan Tuhan yang Tuhan berikan bagi saya dalam visi pribadi yang sedang mulai saya perjuangkan saat ini.

Baca juga: Alasan mengapa saya begitu mencintai NTT

Karena itu pada saat mempersiapkan untuk submit berkas-berkas untuk apply beasiswa NZ kemaren lumayan menghadirkan stres bagi saya, namun saya berjuang mencari cara untuk mengusir itu semua agar bisa memulai satu lagi langkah yang penting ini.

Bagaimana denganmu? adakah satu pengalaman berharga yang kamu dapatkan akhir-akhir ini? adakah itu adalah satu langkah penting untuk mewujudkan mimpimu?

Jangan takut untuk mulainya, jangan menyerah untuk berjuang mengambil langkah yang sulit.

Tuhan sedang bersamamu!

Tidak Ada Sekolah Untuk Menjadi Orang Tua, Tetapi Semua Orang Tua Dituntut Sempurna Sebagai Teladan Untuk Anak

Tidak ada sekolah yang didirikan khusus untuk seseorang dipersiapkan menjadi orang tua yang baik. Namun orang-orang yang mendapatkan prevelidge untuk menjadi orang tua dituntut untuk menjadi teladan bagi generasi di bawahnya. Karena sebuah keteladanan jauh lebih efektif dari semua pengajaran yang hanya berbentuk teoritis saja.

Orang tua tidak diminta untuk tahu segalanya tentang ilmu pengetahuan, namun dalam segala hal tentang sikap hidup, orang tua diminta untuk menjadi teladan bagi anak mereka.

Berat bukan menjadi orang tua?

Tapi itulah realitanya di dunia. Semua orang tua dimintai untuk menjadi contoh dan panutan bagi buah hatinya. Orang tua diharapkan menjadi contoh dalam iman, dalam perkataan, dan dalam sikap dan tingkah hidup setiap hari.

Karena itu panggilan menjadi orang tua itu memang sebuah panggilan yang berat. Karena menurut saya setiap anak tidak bisa menjadi teladan bagi orang-orang disekitarnya jika mereka tidak mendapatkan keteladan dari orang tuanya.

Setiap anak akan selalu mengingat akan contoh hidup apa yang sudah diberikan oleh orang tuanya. Dan apa yang mereka lihat dari orang tuanya membekas seumur hidup dalam ingatan mereka. Bahkan mereka akan memultiplikasi apa yang mereka lihat dan pelajari dari orang tuanya untuk dibagikan ke generasi mereka.

Memang tidak ada orang tua yang sempurna, tidak akan ada orang tua ideal di dunia ini. Namun semua orang tua di dunia pasti terus berjuang dari hari ke hari untuk menjadi yang terbaik bagi anak-anaknya.

Semua orang tua memiliki kelemahan, kekurangan dan keterbatasan namun semua orang tua di dunia di tuntut untuk terus berjuang untuk memberikan kesan yang mendalam di benak anak-anaknya tentang hal positif dari nilai-nilai kehidupan yang diajarkan agama, budaya dan nilai moral yang baik yang ada di masyarakat.

Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, namun semua orang tua diberikan kesempatan oleh kehidupan untuk terus belajar dari semua kelas kehidupan untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Karena itu tugas anak adalah belajar keteladan dari orang tua dan mentaati mereka. Sedangkan tugas orang tua adalah menginspirasi anak lewat tutur kata, tingkah laku dan pola pikir yang benar setiap hari.

Akan selalu ada titik lemah dari orang tua untuk tidak menjadi contoh bagi anak-anaknya. Tapi hendaklah setiap orang tua tidak berselimut dengan kelemahan itu secara terus menerus dan lupa memberikan keteladanan hidup. Karena dunia saat ini dengan mudah memberikan berbagai pengajaran kepada manusia yang tinggal di dalamnya lewat berbagai kemudahan untuk mendapatkan akses berbagai ilmu pengetahuan. Namun sesungguhnya dunia sedang haus akan keteladanan karena mereka yang dianggap akan menjadi teladan dan inspirasi hidup baik dan benar justru sedang melenceng jauh dari harapan itu.

Karena itu untuk memperbaikinya, saya mengajak kita untuk memulai dari setiap keluarga kita. Mulai dengan setiap orang tua untuk menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sehingga bangsa ini di penuhi dengan orang tua yang berintegritas dan pada akhirnya dunia akan kembali dipenuhi dengan orang-orang yang layak dicontohi kehidupan mereka.

Mari mulai dari keluargamu

Mari mulai untuk anak-anakmu

Biarkan Indonesia dipenuhi dengan orang tua yang berintegritas

Biarkan dunia kembali diberikan warna yang kuat tentang keteladanan

Selamat menjadi teladan wahai semua orang tua.

Percayakan Cerita Hidupmu Pada Seseorang “Terimakasih Sudah Ada Bagiku Sampai Hari Ini”

Beberapa hari yang lalu saya berbicara dengan seseorang yang cukup dekat di hidup saya. Seseorang yang dalam bahasa profesional di sebut dengan Mentor.

Pembicaraan kami membuat saya sadar bahwa betapa pentingnya dalam hidup kita untuk mempercayakan cerita hidup kita kepada seseoang yang tepat. Orang yang akan berdiri bersama dengan kita di masa-masa sulit, dan juga menjadi orang yang akan ada di masa bahagia. Dia adalah seseorang yang akan banyak tahu tentang cerita kehidupan kita.

Sangat penting untuk memiliki seseorang yang tahu cerita tentang hidup kita, yang akan selalu mendukung kita, mendoakan kita, mendorong kita, menginspirasi kita dan menegur kita dengan kasih.

Memang saat ini tidak mudah untuk mendapatkan seseorang seperti kualifikasi ini dan mau untuk menjadi orang yang tulus untuk menampung semua cerita kita. Karena itu saya sangat bersyukur bisa memiliki seseorang seperti ini yang cukup tahu tentang cerita hidup saya dan juga terus ada bagi saya dalam semua masa senang dan berat yang saya alami.

Berikut ini beberapa manfaatnya mengapa kita perlu mempercayakan cerita hidup kita kepada seorang mentor yang benar.

1. Hidup kita di bantu untuk makin terarah.

Menempatkan seorang mentor dalam kehidupan kita ibaratnya menempatkan seseorang untuk membantu kita untuk melihat arah jalan yang seharusnya kita lewati.

Dia bisa menjadi tempat diskusi saat kita berada dalam kebingungan dan dilema mengambil suatu keputusan hidup. Karena kita tidak dapat memungkiri bahwa dalam proses hidup kita, sering terjadi pecah fokus karena beberapa hal yang muncul sekaligus dan seolah-olah semuanya menjadi penting di waktu yang bersamaan. Namun seorang mentor biasanya dapat membantu kita untuk melihat apa yang paling prioritas diantara yang prioritas.

2. Suatu hari kita akan tahu bahwa sudah banyak yang kita lewati.

Saat melewati masa-masa sulit atau senang biasanya seorang mentor akan terus memberikan nasihat dan wejangan. Suatu hari dia juga akan mengingatkan kita bahwa kamu pernah melewati ini dan itu, meski mungkin saat membahas hal tersebut kita dibawa untuk melihat pada pempelajarannya, namun sebenarnya dia juga sedang mengingatkan kita bahwa ada begitu banyak hal yang telah kita berhasil lewati atau raih dalam hidup.

3. Selalu tahu bahwa ada orang yang tepat untuk mendengar tentang cerita kita.

Mentor biasanya banyak memberikan telinganya untuk mendengar cerita kita dan cerita kita tidak akan pernah diceritakan lagi kepada orang lain. Saya pikir mungkin ini sangat langka di dunia saat ini. Namun saya benar-benar beruntung sebab saya memiliki seseorang seperti ini, yang sangat berintegritas dengan menjaga semua cerita saya.

4. Nasihat dan wejangannya dapat dipercaya.

Hal ini jelas karena biasanya seseorang yang menjadi mentor biasanya dia adalah seseorang yang dipercaya dan mampu menjadi role model dalam kehidupan. Biasanya manusia tidak mudah untuk menjadikan seseorang sebagai mentor jika kita tidak tahu pasti bahwa orang tersebut bisa di contohi dan bisa dijadikan panutan. Karena itu tatkala mendapat masukan dan nasihat darinya biasanya hal itu bisa dipercaya kebenarannya karena kita tahu siapa yang memberikan nasihat atau masukan bagi kita.

Bagi saya ke-empat manfaat di atas sangat saya alami sejak saya belajar mempercayakan cerita hidup saya kepada mentor saya.

Bagaimana denganmu, adakah seseorang yang kamu percayai untuk mengetahui tentang cerita hidupmu?

Saya ingin berterima kasih untuk seorang perempuan yang terus ada bagi saya sampai hari ini. Saya sangat berterima kasih untuk kesabaran, nasihat, bimbingan dan inspirasi yang terus di tebarkan dalam hidup saya.

Doaku sekiranya engkau tetap menjadi teladan dan manfaat bagi banyak orang.

5 Kebiasaan Siswa Kelas Rendah Yang Menguji Kesabaran Guru

Dalam tulisan kali ini saya ingin menuliskan hal-hal yang menjadi kebiasaan dari siswa kelas rendah, yaitu siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD (Sekolah Dasar). Dimana hal-hal tersebut justru suka menguji kesabaran dari guru atau wali kelasnya.

Apa saja?

nomor 1 yaitu kebiasaan Kejar-kejaran di dalam kelas

Ini adalah merupakan kebiasaan dari anak kelas rendah yang selalu akan terus dilakukan setiap hari yaitu kejar-kejaran dengan temannya di dalam kelas. Jika guru menegur maka sebentar lagi akan di ulang lagi. Aktivitas ini begitu sangat menyenangkan bagi mereka sehingga akan terus mereka lakukan begitu tidak ada guru di kelas atau jika jam istirahat tiba namun justru hal ini sangat menguji kesabaran gurunya karena harus menegur mereka lagi dan lagi dan membuat kelas menjadi berantakan bahkan ada yang sampai terjatuh dan cedera atau menangis.

Kebiasaan nomor dua adalah Makan jajan di dalam kelas saat pelajaran sedang berlangsung

Makan di dalam kelas saat pelajaran merupakan kebiasaan dari anak-anak kelas rendah yang memang sulit untuk di hentikan karena mereka pandai menyembunyikan jajan mereka di dalam kantong baju, kantong celana, tas buku atau bahkan di dalam laci mejanya. Dan saat guru sedang asyik mengajar mereka suka melakukan hal ini, yaitu mengambil jajanan mereka dan memasukkannya ke dalam mulut mereka.

Melompat dari satu meja ke meja yang lain

Anak-anak senang sekali melompat dari satu meja/kursi ke meja/kursi lainnya tanpa tahu jika mereka akan jatuh dan menjadi terluka atau cedera. Bagi anak-anak di kelas rendah ini merupakan aktivitas yang memiliki keseruan tersendiri dimana kadangkala mereka melakukannya sambil kejar-kejaran dari satu meja/kursi ke meja/kursi lainnya.

Kebiasaan nomor tiga adalah Menyembunyikan pensil/pulpen dan penghapus temannya

Kebiasaan usil dengan menyembunyikan alat tulis temannya suka menjadi hal yang hampir akan selalu terjadi di dalam kelas rendah. Entah kenapa namun anak-anak ini seolah ada kepuasan tersendiri jika melihat temannya kebingungan mencari barang miliki mereka. Karena itu tidak heran tindakan ini harus guru/wali kelasnya turun tangan barulah mereka akan memberitahukan dimana mereka meletakkan atau menaruh alat tulis teman mereka tersebut. Bisa kebayangkan jika dalam sehari ada beberapa anak yang melakukan hal ini, gimana gurunya tidak diuji kesabarannya?

Kebiasaan nomor empat adalah Sering ijin untuk keluar kelas saat jam pelajaran sedang berlangsung secara berkelompok

Akan ada saja alasan yang membuat siswa kelas rendah meminta ijin berulang-ulang kali saat jam pelajaran sedang berlangsung dan itu membuat mereka akan keluar ruangan berkelompok. Contohnya jika ada salah satu dari mereka yang ijin dengan ke toilet maka akan ada temannya yang ikut walaupun sebenarnya tidak membutuhkan toilet dan ada lagi yang lain sehingga membuat mereka berkelompok ijin ke toilet.

Kebiasaan kelima adalah Lupa lagi dan lagi untuk membawa buku aktivitas/buku tugas/LKS.

Ini merupakan salah satu kebiasaan dari anak kelas rendah yang suka menguji kesabaran gurunya yaitu dengan melupakan lembar kerja siswa (LKS), buku aktivitas, buku pelajaran yang harusnya di bawa apalagi jika di rumah orang tuanya tidak terlalu memperhatikan anaknya ketika berangkat ke sekolah apakah sudah lengkap semua barang yang harus di bawa. Karena itu tidak heran bahwa hal ini akan terus terulang secara terus menerus karena memang mereka belum bisa bertanggung jawab untuk menyiapkan semua keperluan ke sekolah setiap harinya. Karena itu wajar saja bahwa hal ini juga sering kali membuat guru harus terus bersabar menghadapinya dan memberikan catatan kepada orang tua.

Karena itu jika kamu adalah seorang guru, kira-kira kebiasaan nomor berapa yang paling menguji kesabaran kamu?

Satu Anak untuk Satu Perubahan

Foto ketika saya sedang melihat kemampuan membaca anak di ruangan belajar sementara di salah satu sekolah dasar di Lombok Utara.

Judul tulisan ini datang ketika saya sedang duduk untuk merenung tentang apa yang sedang saya kerjakan berkaitan dengan pendidikan Indonesia khususnya di daerah. Dalam hal ini karena ada banyak anak yang saya temui akhir-akhir ini di dua propinsi yang berbeda yaitu Nusa Tenggara Timur (Kupang) dan Nusa Tenggara Barat (Lombok). Anak-anak tersebut selalu datang dengan cerita yang berbeda yang sangat menyentuh hati. Hal ini selalu membuat saya berpikir bahwa apa yang bisa saya lakukan untuk bisa ada satu perubahan kecil bagi mereka ini.

Saya sadar bahwa saya bukanlah seorang superhero yang akan memukau mereka dengan apa yang saya lakukan, tetapi saya ingin bisa membuat satu perubahan kecil dalam diri salah satu dari mereka yang saya temui yaitu satu perubahan kecil yang mungkin tidak diberikan tepukan tangan apresiasi dari orang lain tapi saya tahu anak tersebut membutuhkan hal itu.

Satu anak untuk satu perubahan adalah sebuah kalimat motivasi yang mendorong saya saat ini dalam bekerja dan melayani dalam bidang pendidikan. Satu anak untuk satu perubahan membuat saya saat ini tertegun dan menulis di note pribadi tentang target saya ke depan untuk bisa membantu beberapa dari mereka.

Anak-anak yang kecil, polos, sederhana dan punya banyak keterbatasan yang saya temui sedang menginspirasi saya dan mendorong saya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Mungkin benar bahwa suatu perubahan besar itu terjadi ketika kita mau belajar untuk memulai dari yang kecil. Dan perubahan yang sedang ingin diupayakan bagi orang lain sering justru membuat kita mengalami perubahan besar dalam hidup kita sendiri.

Mungkin saya sedang bermimpi untuk membuat suatu perubahan kecil bagi mereka, namun pikiran ini justru membuat suatu perubahan besar bagi target hidup saya secara pribadi. Karena itu apakah benar bahwa sebuah perubahan yang diupayakan bagi orang lain adalah hasil dari perubahan diri sendiri? entahlah, karena masing-masing memiliki konteks yang berbeda.

Jenggala 6

Jika kamu sudah membaca tulisan saya yang berjudul 26 menit untuk buta aksara maka postingan kali ini, saya akan membuat galeri foto dari perjalan tersebut.

Kondisi jalan beberapa puluh meter dari SDN Jenggala 6
Di kanan jalan adalah tebing yang curam
Bagian jalan yang selalu longsor, jalan di buat seperti lopo mengitari gunung batu lepas, dimana jika hujan dari atas akan jatuh batu-batu sehingga seperti hujan batu
Jalan yang menyusuri tebing yang curam, jika di pagi hari bagian jalan ini akan licin karena terkena embun
Salah satu jembatan yang harus di lewati untuk bisa mencapai ke lokasi sekolah
Sepanjang 50 meter ada dinding jalan batu lepas yang sangat berbahaya jika hujan

Memang sangat sulit medan jalan untuk mencapai lokasi sekolah, namun jika sudah tiba selalu ada kehangatan penerimaan guru-guru dan murid yang berlarian menyambut.

Kunjungan ke SDN 6 Jenggala selalu menjadi moment berharga dari pengalaman saya mengabdi di dunia pendidikan Indonesia.