Perempuan Hamil di Luar Nikah, Hilangkah Masa Depannya?

Saya menuliskan tulisan ini karena beberapa hari belakangan ini saya diminta untuk berkomunikasi dengan beberapa orang yang saya tidak kenal dengan mereka namun dikenalkan oleh teman-teman saya untuk meminta saya berbicara dengan mereka secara virtual. Saya bukan ahli untuk hal ini, namun saya adalah perempuan yang peduli dengan perempuan seperti mereka.

Ini bukan isu yang baru pertama kali saya bicarakan namun sudah sering secara personal saya berbicara kepada banyak perempuan muda yang hamil duluan sebelum menikah. Mereka masih dalam perjalanan mengejar cita-cita mereka, mereka masih kuliah, mereka masih menempuh bangku sekolah menengah tingkat atas. Mereka masih sangat muda.

Baca juga: Perempuan Mesin Pemuas Nafsu dan Mesin ProduksiĀ Anak.

Perempuan yang hamil diluar nikah yang hidup di Indonesia mengalami tekanan sosial yang luar biasa. Kepala mereka sudah tidak bisa lagi terangkat saat berbicara dengan orang lain, sehingga membayangkan akan ada masa depan di hari-hari ke depan sudah tidak ada. Apalagi jika pria yang menghamili mereka tidak bertanggung jawab. Bahkan lingkunganpun seolah menutup pintu untuk mereka.

Minimal ada 2 kasus yang saya dengar dalam 2 minggu terakhir ini, dan mereka adalah para perempuan harus menutupi aib itu rapat-rapat dan tidak ingin membuka diri kepada siapapun. Salah satu yang saya berbicara dengannya kemarin adalah seorang perempuan cantik yang tidak bisa lagi melanjutkan sekolah karena alasan ini.

Saya merasa ingin menuliskan ini untuk menguatkan mereka yang ada dalam kondisi ini. Jangan menutupi diri kalian, mari cari pertolongan dari perempuan lain yang bisa menguatkan kalian.

Atas nama budaya dan atas nama ajaran agama memang itu salah, memang sangat salah yang kalian lakukan. Namun masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri untuk masa depan. Karena itu saya sangat yakin bahwa ada ribuan perempuan yang bersedia membantu kalian, mengulurkan tangan untuk memeluk dan menenangkan kalian dimasa yang berat yang sedang kalian hadapi. Memberikan telinga untuk mendengar tanpa memberikan komentar yang tidak penting.

Ingat bahwa perempuan adalah makluk yang memiliki kekuatan yang hebat, kerena itu kehamilan diluar nikah bukan berarti dunia telah runtuh dan kiamat. Masih tetap ada harapan!

Please….jangan menyembunyikan keterpurukan kalian, cobalah mencari jendela kecil dan berbicara berbisik kepada beberapa perempuan yang bisa di percaya. Mereka tidak akan berdiri menjadi Tuhan yang langsung mengadakan sesuatu yang instan bagimu, atau menghakimimu, namun mereka akan bersamamu untuk memikirkan jalan yang tepat. Mereka akan menyediakan waktu untuk memelukmu sesaat, membantumu untuk bangkit lagi.

Saya tetap mengatakan bahwa keputusanmu melakukan seks diluar nikah adalah kesalahan dan kebodohan, karena kita ada dalam budaya yang berbeda dengan budaya negara barat. Dan kita memiliki keyakinan agama yang tidak menyetujui hal itu. Namun saya tetap ingin mengatakan bahwa di dalam kesalahanmu itu tetap ada harapan.

Kamu masih bisa terus memperjuangkan mimpimu, kamu masih bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk masa depanmu dari semesta. Semesta tidak pernah menolakmu karena kesalahan itu.

Jangan panik, jangan mengambil jalan pintas. Tenangkan dirimu dan carilah pertolongan dari sesama perempuan. Jika dirumahmu tidak ada perempuan yang bisa menolongmu, maka ada perempuan lain di luar rumahmu yang akan menolongmu.

Tarik napasmu dalam-dalam, lalu hembuskan lagi, lagi dan lagi. Sekarang waktunya bagimu untuk coba melangkah keluar dari kamarmu, dari tempat persembunyianmu.

Kamu harus mencari perempuan yang tepat, kamu harus berani membuka dirimu.

Beranilah lakukan itu atas nama masa depanmu. Atas nama cita-citamu, atas nama mimpimu.

Dunia belum berakhir, Tuhan masih memberikan kesempatan kepada perempuan yang salah untuk bertobat dan memperbaiki diri.

Yakinlah ada banyak perempuan yang akan siap membantumu selama kamu membuka diri dan membiarkan mereka membantumu.

Saya mempercayai nilai ini, bahwa tidak ada kesalahan yang tidak dapat dimaafkan di dunia ini, semua kesalahan ada porsi maafnya. Semua pembuat salah memiliki kesempatan untuk mendapatkan maaf dari orang lain untuk perubahan diri. semua orang yang pernah salah memiliki kesempatan untuk benar dimasa yang akan datang.

Bangkitlah perempuanku, masih ada harapan bagimu!

Perempuan Asal Timor Leste-Panggil Dia “Noy”

Noy

Saya bertemu dengannya beberapa tahun yang lalu saat menempuh pendidikan di kota Jakarta. Saat itu saya mengenalnya karena tubuhnya memiliki masalah karena dia pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang parah yang menyebabkan beberapa tulangnya pernah patah. Karena itu saat dia berada di udara yang dingin (sebut saja di ruangan ber-AC) maka dia akan selalu merasakan sakit pada tubuhnya-karena itu dia tidak suka dengan di udara yang dingin.

Nama aslinya “Rotabai” nama ini memiliki arti yang luar biasa: “Ro” di ambil dari awalan nama ibunya “Rofina sedangkan “Tabai” dalam bahasa daerahnya berarti “tahan badai“.

Nama adalah sebuah doa yang diharapkan bahwa kelak orang yang memiliki nama itu akan menjadi seperti itu. Karena itu, tidaklah heran bahwa dia tumbuh menjadi seorang perempuan yang tahan dengan badai kehidupan.

Dia memulai perjalanan kehidupannya begitu sulit, di waktu SMA harus tinggal dengan orang lain yang bukan keluarga untuk bisa melanjutkan studinya (tidak mudah di fase ini, karena harus bekerja keras untuk orang yang menyekolahkannya). Selesai dari kondisi itu, dengan nekat dia merantau ke Jakarta bersama seorang tantenya.

Perjalanan kehidupan di Jakarta penuh dengan drama kehidupan yang menguras keringat dan air mata.

Lewat perjuangan yang sangat sulit, dia akhirnya menyelesaikan pendidikan strata-1 nya, dan mulai untuk menyekolahkan adik-adiknya satu per satu. Sebagai anak sulung dari 6 bersaudara, bahunya sekuat baja dan hatinya tabah dan teguh menghadapai badai kehidupan yang datang silih berganti atas hidupnya dan keluarganya.

Dia selalu keluar dari setiap kemelut kehidupan dengan senyum kemenangan. Jika mendengar tentang kisah-kisah perjalanannya, tak ada satupun yang tak berurai air mata.

Satu hal yang saya akui dari pribadinya sebagai insan beriman, dia tidak pernah lelah berdoa-imannya kepada Tuhan begitu kokoh, karena itu dia selalu meyakini bahwa Tuhan pasti akan selalu menolongnya keluar dari setiap persoalan yang dihadapinya.

Pribadinya sangat tegas dan berani untuk mengatakan tidak atas hal yang tidak di setujuinya meski beresiko ditolak oleh orang lain.

Karena itu setelah 3 orang saudaranya dia bawa ke Jakarta untuk menempuh pendidikan universitas mereka, di tahun 2019 dalam satu langkah iman dia kembali ke tengah-tengah masyarakatnya. Ini bukan sebuah keputusan mudah-butuh iman yang kokoh dan keteguhan hati serta komitmen untuk berjuang.

Kepulangannya bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk menjadi inspirasi dan membantu sesamanya di daerah tinggalnya. Menjadi guru yang setia mengajar anak-anak dan juga bersama beberapa temannya membentuk sebuah komunitas yang bernama FLG (front line generation) sebagai wadah untuk membentuk karakter dari orang-orang muda di tempatnya-umumnya para peserta adalah orang asal Timor Leste.

Apa yang dilakukannya ini membawanya komplit untuk menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Banyak orang tidak mengira bahwa dia seorang perempuan yang tangguh karena fisiknya yang lemah. Namun bagi saudara dan orang tuanya, dia adalah seorang pahlawan kehidupan. Dia telah berdiri bertahun-tahun menantang badai kehidupan untuk memberikan rasa aman dan kehidupan bagi mereka semua.

Hatinya yang murah hati selalu membawanya untuk berbagi dengan orang lain, meski dirinya sendiri kekurangan. Dia tak malu mengakui bahwa dia berasal dari keluarga yang tidak mampu (berani jujur dan apa adanya).

Dia adalah seorang perempuan yang telah menjadi ispirasi dan akan terus menjadi inspirasi.

Saya memanggilnya “Noy” namun saya selalu melihatnya sebagai “Rotabai” karena hidupnya telah memperlihatkan kepada saya sebagai seorang Tabai yang hebat.

Happy Birthday To You Kak “J”

Today is her birthday, a woman who spent almost a decade in my beloved country Indonesia for the social project in the west of Jakarta-Indonesia. I want to write little things about her for a virtual present from Kupang.

Before that, I just want to say “happy birthday to you, happy birthday to you..” this is an Indonesia song for you.

Thanks for your patience that you show, to always give a contribution to the community that you serve, thank you for the perseverance that you “live in” to learn more about our culture and willing to think about how to bring a contribution for a changing.

My prayer is, may God always lead you to continue pursuing your calling and bring the blessing that was your received to share with others around you.

I just want you to know that I feel blessed to meet with you. Thanks for being apart with my journey of life since 2013, you help me to grow in all of my potential that God put on me.

What you gave for me is something that valuable and meaning full as an investment in my life.

Thanks for that.

Keep as a “J” who humble and patience

Keep as a “J” that always showing care and love

Keep as a “J” whose a poet

I hope God gives you what you hope from for your future.

I think, every woman must hold her head up and walk in her route, but not many women around the world can’t do that because of many reasons. But I do believe, every woman always has the opportunity to be a person who inspires others to keep walk in their way, to be a person.

For me, you took the obligation and I know you will continue it and I will take mine also because you’ve helped me and I will make the circles around me more than you.

Let’s do it together!

Sending love and prayer for you from here

Happy Birthday kak “J”.

Bertanyalah Kepada Semua “Ibu” Harus Sesabar Apa?

Itu adalah arti sabar yang saya temukan dalam kamus besar bahasa Indonesia. Karena itu untuk belajar sabar saya pikir sebaiknya bertanyalah kepada ibu.

Tidak perduli apakah dia berpendidikan atau tidak, tanyalah kepadanya tentang kesabaran maka dia akan menjelaskan kepadamu.

Tanyalah harus sesabar apa saya terhadap hidup? Dia pasti akan memberikanmu penjelasan yang sederhana namun akan sulit untuk kamu lakukan.

Bertanyalah harus sesabar apa saya terhadap seseorang? Dia akan menceritakan kepadamu tentang bagaimana dia sabar menghadapimu. Dan itu akan makin sulit untuk kamu lakukan lagi!

Karena bukti sabarnya ibu adalah bagaimana dia sabar mencintaimu sampai hari ini. Eits, jangan munafik, kamu seringkali menguji kesabarannya bukan? dalam segala hal dan dalam banyak waktu kamu selalu menguji kesabarannya!

Sekarang coba pikirkan kenapa kamu sering meledak-ledak emosimu, kenapa kamu susah mengatur emosimu yang membuat banyak orang disekitarmu terganggu dan bahkan kamu tidak disukai banyak orang.

Tidak usah berguru dan bertanya pada guru yang jauh, cukup sediakan segelas teh dan duduklah dengan ibumu dan bertanyalah kepadanya. Bagaimana agar saya bisa menjadi lebih sabar?

Okey, mungkin ibumu telah berpulang kepada Sang Khalik, coba duduklah sejenak di pusara dan renungkanlah tentang kesabaran yang dimilikinya. Kenapa saya tidak memiliki kesabaran yang besar sepertimu?

Tanyalah kepada ibumu bagaimana ia begitu sabar menghadapi ayah, bagaimana ia begitu sabar menghadapi kamu dan kakak atau adikmu. Tanyalah kepada ibu bagaimana ia sabar terhadap mertuanya, tanyalah kepadanya bagaimana ia sabar menghadapi sederetan manusia yang ada di sekitarnya.

Mengapa kamu tidak bisa sabar?

Belajarlah pada ibu, mintailah dia wejangan untuk kamu bisa melakukannya juga.

Jangan sombong! mintailah nasihatnya agar kamu bisa lebih sabar.

Sabar artinya tidak mudah putus asa.

Kenapa kamu mudah menyerah? kenapa kamu mudah meninggalkan perjuangan dan menjadi pemalas sehingga menggantungkan hidup pada orang lain.

Tanya ibu! Tanya kenapa dia tidak pernah menyerah, tanyalah kenapa dia begitu kreatif menanggapi jalan perjuangan. Tanyalah kenapa dia tidak pernah patah arang dengan kehidupan.

Lalu kenapa kamu yang adalah anaknya mudah sekali menyerah dan hilang semangat berjuang?

Lihat ibumu, dia begitu hebat! dia begitu memukau dalam perjuangan menaklukkan kegagalan.

Sabar artinya tenang, tidak terburu nafsu.

Renungkan kenapa ibu tidak pernah mementingkan kepentingannya tetapi selalu mendahulukan kepentingan semua orang yang dicintai? karena memang dia tidak pernah terburu nafsu dirinya sendiri.

Tanyalah kepada ibu kenapa dia tenang ketika menghapi jalan buntu di hidup? tanyalah kepadanya kenapa dia tidak pernah mengambil satupun jalan pintas untuk menyelesaikan perkara hidup?

Jawabannya karena dia tidak pernah termakan oleh nafsu.

Lalu kenapa saat ini kamu menjadi rapuh? kenapa saat ini kamu menjadi galau berat? kenapa hari ini kamu kehilangan pengharapan?

Belajarlah sabar, belajarlah pada ibu, belajarlah untuk kuat, tenang dan pantang menyerah.

Meski mungkin kamu tidak menyadarinya, namun sebenarnya belajar pada ibu untuk sabar adalah orang tepat untuk kamu mempelajari nilai kehidupan yang penting ini.

Besok-besok, jangan mudah menyerah lagi. Ingat ibu dan belajarlah padanya.

Besok-besok jangan tergesa-gesa dan terburu-buru untuk termakan nafsu. Ingat ibu dan belajarlah darinya.

Semoga kita semua mau belajar untuk makin sabar.

Wahai Perempuan Teruslah Belajar Karena Masa Depan Negeri Ini Ada Andil Besarmu

Image result for foto perempuan berikan kontribusi untuk pembangunan bangsa

Peran perempuan sangat besar untuk masa depan suatu bangsa, karena itu perempuan perlu di kuatkan, perempuan perlu terus diberikan kesempatan untuk tampil, perempuan perlu diberi kesempatan untuk belajar, perempuan harus memiliki bergudang-gudang ilmu.

Perempuan harus mencintai budaya daerahnya, perempuan harus belajar dari sana tentang nilai-nilai budaya yang pantas di lestarikan untuk kelak diwariskan lagi.

Biarkan perempuan berbudaya, biarkan dia belajar dan menemukan nilai yang perlu dijunjung tinggi dan menjadi teladan dalam nilai-nilai tersebut.

Jangan dikte perempuan untuk berkreasi, karena nilai kreativitas dalam dirinya melebihi tingginya gunung everest dan tak akan terdeteksi apa yang bisa di ubah dan dibentuk ataupun dihasilkan. Karena itu wahai perempuan sadarilah akan kelebihanmu itu!

Biarkan perempuan mendapatkan pendidikan yang layak, biarkan perempuan memiliki pendidikan yang tinggi bukan saja tentang gelar tetapi tentang kesadaran untuk haus akan pengetahuan setiap harinya.

Biarkan perempuan memiliki pengalaman belajar hingga ke negeri yang jauh, menyeberangi banyak negeri baik secara langsung maupun dengan menggunakan aplikasi IT yang sedang memudahkan manusia untuk menjelajahi dunia lain. Cukup dirumah sajapun kamu tetap bisa belajar!

Kuatkan setiap perempuan disekitarmu untuk bermimpi.

Kuatkan setiap perempuan di sekelilingmu untuk belajar.

Kuatkan semua perempuan di dekatmu untuk menuntut ilmu dan jangan malas untuk itu.

Tegarkan mereka yang sedang berjuang untuk ilmu pengetahuan yang sedang dikejar.

Topang mereka yang sedang berjuang menempuh perjalanan pengalaman belajar yang melelahkan.

Ijiankan mereka menyelesaikannya, ijiankan mereka meraihnya, ijinkan mereka mendapatkannya.

Sebab semua perempuan memiliki panggilan yang luar biasa untuk masa depan negeri.

Semua perempuan mendapatkan mandat dari Sang Tuhan untuk memberikan sumbangsih besar bagi masa depan bangsa. Sebuah panggilan untuk berdiri di garis depan untuk mendidik pemimpin-peminpin negeri yang dititipkan lahir dari rahim mereka.

Karena itu jika Facebook hanya membuatmu galau berhenti memakainya. Padahal itu bisa menjadi meja belajarmu!

Jika instagram malah membuat gaya hidupmu sembrawut, berhentilah menggunakannya. Karena sesungguhnya HP dan Gadget di tanganmu itu adalah universitas terbaik tanpa biaya mahal jika kamu menyadarinya!

Belajar adalah salah satu kesadaran yang harus dimiliki oleh setiap perempuan.

Perempuan harus banyak membaca setiap hari

Perempuan harus banyak mendengar hal yang posistif setiap hari

Perempuan harus tahu memilih komunitas mana yang harus dia masuk ke dalamnya. Tidak sembarangan!

Perempuan harus mengisi dirinya sebanyak mungkin dengan semua hal positif, semua hal yang membangun, semua yang membuat dirinya terus berkembang dan semua hal yang menjadikannya menjadi lebih berkualitas.

Tulisan ini bukan tentang perempuan yang bergelar, tetapi untuk semua perempuan yang sadar bahwa dirinya harus belajar bukan saja tentang universitas yang harus dimasukinya. Tetapi bagaimana perempuan sadar untuk mencintai buku, mencintai membaca, mencintai menimba ilmu, mencintai diri untuk terus diisi dan terus berkembang.

Salam untuk semua perempuan.

#masihdirumahaja#

#Marilakukanyangpositifdanbermanfaat#

8 Bisikan Perempuan yang Ada di Sekitarmu

Perempuan selalu memiliki banyak rahasia, karena itu wajar jika perempuan tidak mudah untuk di mengerti oleh kaum Adam ataupun sesama perempuan lain. Dalam tulisan kali ini saya menuliskan 8 bisikan perempuan yang saya ketahui.

  1. Perempuan suka berbisik kepada Tuhan dengan linangan air mata, bahwa sesungguhnya situasi sulit yang sedang menimpanya sungguh tidak sanggup lagi untuk di pikul, dia sering berbisik ke Tuhan akan harapan agar anaknya kiranya diberikan masa depan yang baik dan suaminya diberikan rejeki yang cukup dalam pekerjaan sehingga bisa cukup ekonomi keluarganya.
  2. Perempuan akan berbisik kepada sesamanya perempuan “maaf, bisa saya pinjam….” karena memang dia sebenarnya malu untuk mengatakan kebutuhannya itu namun saat itu tidak ada pilihan lagi untuk ini dan itu yang dibisikannya itu harus dipenuhi.
  3. Perempuan sering berbicara dengan suara berbisik kepada anaknya, “okey, besok kita akan beli itu, sekarang belum bisa” sebenarnya itu dia lakukan karena yang tersisa di dompetnya adalah uang yang sudah tidak mampu lagi di bagi-bagi karena hanya cukup untuk membeli kebutuhan utama keluarga.
  4. Perempuan sering berbisik “lihat, dia pakai ini dan itu” hal ini di katakan kepada sesama perempuan yang lain karena ada rasa iri dan cemburu terhadap sesamanya yang memakai sesuatu atau memiliki sesuatu yang melebihi dirinya.
  5. Perempuan akan berbisik “kamu sudah tahu tentang ini…?, si anu itu ternyata…?….” padahal dirinya sendiri baru saja mengetahui hal yang diceritakan itu beberapa waktu lalu dari orang lain, tapi dirinya tidak bisa menahan diri untuk menceritakan lagi pada orang lain, karena itu dia harus berbisik suapaya tidak di dengar oleh orang yang dia ceritakan itu.
  6. Perempuanpun berbisik “I Love You Too” karena dia malu jika ucapannya itu dianggap terlalu agresif oleh lawan jenisnya.
  7. Perempuan akan berbisik “nanti saja saya lanjutkan ceritanya” karena dia sedang menceritakan orang lain atau rahasianya kepada sesamanya namun terpotong oleh seseorang yang tiba-tiba datang.
  8. Perempuan pasti berbisik “saya dilema” karena dia tidak tahu keputusan mana yang harus diambil.

Tentu masih ada bisikin perempuan lain yang mungkin pernah kamu dengar, boleh bagikan disini.

Ubud dan Perempuan yang Menginspirasi

Pada akhir bulan Oktober lalu, saya berpeluang mengikuti satu acara bertaraf international di daerah Ubud-Bali yang dinamai Ubud Writers and Readers Festival (UWRF19). Acara yang berlangsung selama 4 hari ini, di warnai dengan berbagai macam kegiatan yang full inspirasi dimana bagi saya secara pribadi ini sangat mengaduk emosi dan pikiran saya. Karena itu saya pulang dari acara ini dengan satu hal yang memenuhi hati dan pikiran saya yaitu “perempuan menginspirasi“.

Di dalam kegiatan ini saya menemukan bahwa ada begitu banyak perempuan yang menginspirasi dengan karya, gaya, sentuhan dan cara mereka sendiri. Ada yang ekstrim ceritanya namun ada juga yang sederhana namun begitu menyentuh.

Hingga hari ini, saya hanya berpikir bagaimana jika saya terus membenamkan diri di kerumunan perempuan-perempuan yang memiliki cerita dan karya yang menginspirasi? Bagaimana jika saya terus membiarkan tabung saya di isi penuh oleh para perempuan yang telah berjuang untuk satu perubahan yang mereka harapkan sehingga begitu menginspirasi.

Namun di saat yang bersamaan juga seolah ada penyesalan yang hadir dalam diri: mengapa saya terlambat mengenal mereka?, mengapa saya terlambat mendengar tentang mereka?, mengapa saya terlambat tahu apa yang mereka lakukan?, mengapa saya tidak bertemu mereka sebelum tahun 2019? mengapa dan sederet mengapa yang mengusik pikiran saya.

Yah, rasanya begitu terlambat, rasanya waktu terlambat membawa saya untuk bertemu dengan mereka semua. Rasanya memang kesempatan bertemu dengan mereka begitu terlambat datangnya.

Karena sesungguhnya saya pun ingin berjuang sepayah mereka, sekeras mereka, setegar mereka, sekuat mereka namun semampu versi saya untuk juga menginspirasi orang lain.

Ataukah karena setelah bertemu dengan mereka itu, maka kini saya mulai belajar berlari lebih kencang dari yang sebelumnya? ataukah benar, bahwa saat mengetahui apa yang mereka lakukan membuat saya makin menyadari bahwa saya harus terus berjuang dan tidak boleh berhenti untuk perubahan yang sedang ada dalam imajinasi saya dan saya berharap bahwa itupun akan menginspirasi orang lain?.

Para perempuan inspirasi yang sudah saya temui di Ubud telah kembali ke tempat mereka masing-masing namun kisah mereka, gerakan tubuh mereka, senyuman mereka, penampilan mereka, karya mereka dan semua hal tentang mereka telah memikat hati saya karena semua tentang mereka sungguh menginspirasi.

Bagaimana dengan kamu, apakah hari-hari ini ada kesempatan yang datang bagi kamu sehingga membuat kamu terdorong untuk menjadi sesuatu yang menginspirasi orang lain? apakah kamu sudah menemukan komunitas yang tepat sehingga kamu bisa menjadi versi terbaiknya kamu dalam berkarya untuk menginspirasi?

Bagi saya menemukan inspirasi adalah sepaket dengan mendapat tantangan untuk bisa menjadi inspirasi. Dan menjadi inspirasi tidak harus dengan karya memukau nan hebat. Menginspirasi bisa dimana saja dan kapan saja sama halnya dengan menemukan inspirasi.

Karena itu bagian kita adalah membuka mata, membuka telinga dan membuka hati untuk menemukan inspirasi sekaligus mulai untuk menginspiraasi orang lain.

Selamat menemukan ispirasimu dan jadilah inspirasi bagi orang lain!

Perempuan adalah Ibu Peradaban Manusia

Perempuan adalah makluk mulia yang diciptakan oleh Tuhan dengan mendapatkan kehormatan yang luar biasa yaitu menjadi ibu dari peradaban manusia di dunia ini.

Mengapa demikian?

Karena perempuanlah yang diberikan anugerah untuk mengandung dan melahirkan generasi.

Perempuan dapat mengambil alih tugas laki-laki dalam peran apapun itu, namun laki-laki tak bisa mengambil peran terhormat yang diberikan oleh Tuhan kepada perempuan untuk menjadi ibu generasi penerus.

Perempuan adalah insan yang penuh kelemahan namun menyimpan sejumlah kekuatan yang tak tertandingi.

Perempuan bisa merendahkan hati untuk dipimpin tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin yang hebat.

Perempuan adalah ibu bagi peradaban dunia ini, yang memegang kekuasaan untuk mengokohkan suatu bangsa.

Karena itu berdayakan perempuan, sekolahkan perempuan setinggi-tingginya, inspirasikan perempuan, maka negara pasti menjadi makin kuat sebab merekalah guru-guru hebat yang membangun dan membentuk generasi dirumah mereka masing-masing yang kelak pada waktunya hasil bentukkannya dan dididikannya itu akan keluar ke masyarakat, akan berkumpul dalam bangsa dan akan bersatu di dunia menjadi pejuang-pejuang untuk apapun yang sudah ada dan yang belum ada.

Perempuan adalah ibu peradaban, dimana kekuatannya ada di kepalanya, di perasaannya, di hatinya, di setiap gerakkan tubuhnya, di pendengarannya, di penciumannya dan di pandangan matanya.

Sekali lagi hargailah perempuan, berikanlah penghormaatan yang selayaknya, cintailah perempuan. Karena jika mereka terluka, terinjak dan terpuruk maka dunia ini terdiri dari kumpulan penerus-penerus yang penuh dengan luka batin, dendam, iri hati, kepalsuan, kemarahan dan semua hal negatif lainnya.

Perempuan adalah ibu peradaban manusia yang kecantikannya tidak bisa di berikan standart yang sama. Mereka semua cantik dalam versi yang berbeda sesuai dengan ide Agung Sang Pencipta.

Perempuan adalah ibu peradaban manusia yang akan terus eksis dengan kisahnya, persoalannya, tantangannya, kesulitannya namun mereka akan tetap tahu cara mencari solusi dan jalan keluar.

Mereka adalah adik/kakak perempuanmu, ibumu, tantemu, nenekmu dan sejumlah sapaan yang lebih familiar di telingamu. Merekalah perempuan yang ada di sekitarmu, yang ada di dekatmu.

Sudahkah engkau menghargai, menghormati dan mencintai mereka?

Perempuan Di Desa Saya- “Menikah Saja dan Urus Anak”

Perempuan tidak usah sekolah yang tinggi, karena ujungnya pasti masak dan urus anak“. Kira-kira itu ada salah satu penggalan kalimat yang dulu sering saya dengar dari para orang tua di daerah kelahiran saya saat mereka menasehati anak perempuan mereka. Itu sebabnya, perempuan di dusun Oehau (Desa Noelbaki-Kecamatan Kupang Tengah) tempat saya di besarkan menjadikan pernikahan sebagai suatu pencapaian hidup yang tertinggi dan mengabaikan pendidikan, mimpi dan cita-cita.

Saya mengingat saat saya masuk sekolah pemahaman ini sedang begitu kuatnya diterapkan oleh banyak orang tua. Itulah sebabnya, biasanya anak perempuannya di sekolahkan dengan hanya tamat Sekolah Dasar (SD) saja atau syukur bisa sampai ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Karena itu teman masa SD saya hanya beberapa yang bisa melanjut sampai ke tingkat SMP dan hanya ada satu dua yang bisa sampai ke SMA lalu selesai dan langsung menikah.

Bersyukur bahwa pemahaman ini tidak dianut oleh Papa saya yang walalupun beliau bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi namun Papa begitu paham bahwa antara anak laki-laki dan perempuan memiliki hak pendidikan yang sama, bahkan hak mendapatkan warisan yang sama dari orang tua (karena di tempat kelahiran saya ini, anak perempuan biasanya tidak memiliki hak mendapatkan warisan dari oran tua).

Kalimat nasehat bodoh yang terdengar di sekitar tempat tinggal saya di masa lampau itu, telah membuat banyak perempuan yang memiliki potensi berhenti di dapur dan menghabiskan sisa hidup mereka sebatas bekerja di sawah atau di kebun. Saya mengingat salah seorang teman baik saya di masa SD yang sangat cerdas soal matematika, dulu saya sangat cemburu dengan kemampuan matematikanya itu. Karena beberapa kali dia mengikuti lomba matematika mewakili SD kami ke tingkat kabupaten, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa setelah itu karena orang tuanya lebih setuju dia menikah dan mengurus anak.

Perempuan di tanah dimana saya di besarkan begitu sibuk dengan pemikiran “untuk apa bersekolah tinggi, toh ujung-ujungnya ngurus anak dan masak di dapur”. Karena itu beberapa dari mereka hari ini begitu merana kehidupan pribadinya, padahal sebenarnya mereka adalah bintang.

Itulah sebabnya setiap kali saya berada di kampung halaman, saya selalu bersyukur pada Tuhan karena orang tua saya tidak menganut paham itu. Sehingga saya bisa menginjakkan kaku ke ibu kota tanah air, mengenyam pendidikan dan belajar memberikan sumbangsih membangun daerah saya dan bagi Indonesia.

Kini perempuan tidak boleh berpikir dan di bunuh dengan pemahaman ini, karena perempuan memiliki kekuatan yang besar untuk membuat perubahan.

Salam untukmu semua perempuan Indonesia di pelosok tanah air, semoga cerita di daerahmu hari ini sudah berubah.

Baiq Husniah

Perkenalan kami dimulai saat sekolah tempatnya mengajar menjadi salah satu mitra dari program yang sedang kami bawa ke Kabupaten Lombok Utara (KLU). Program yang bertujuan untuk membuat anak-anak bisa membaca dan suka membaca ini sudah di mulai sejak 3 bulan lalu.

Alhasil kelasnya sering saya kunjungi. Oleh karena itu saya beberapa waktu lalu meminta ijin untuk menuliskan kisah tentangnya di blog saya dan dia tidak keberatan.

Ibu guru yang baru di angkat menjadi PNS (pegawai negeri sipil) setelah 10 tahun mengabdi sebagai guru honor ini memiliki kepiawaian untuk menaklukkan kelas. Dimana kelasnya yang masih berjalan di dalam bangunan darurat dengan banyak tantangan-tantangan belajar yang di hadapi tetap saja kelasnya bisa di buatnya menjadi kelas yang menyenangkan sehingga bagi saya kelasnya menjadi salah satu kelas yang sangat saya sukai untuk di kunjungi karena selalu ada sesuatu yang saya pelajari dari sana sehingga menambah pengetahuan saya.

Setiap bertemu dengan perempuan yang mulai karirnya sebagai seorang pendidik selepas tamat dari bangku SMA ini, selalu memberikan cerita yang berbeda. Penampilannya yang selalu sederhana tidak dapat menutupi kharisma yang di mikikinya sebagai seorang pendidik yang ada di dalam dirinya.

Karena itu kelasnya tidak berjalan monoton, sebab guru yang satu ini selalu tahu bagaimana cara mengelola kelasnya meski tidak ada fasilitas pendukung yang ada dalam ruang belajar tersebut. Kelas dengan jumlah siswa 16 orang yang di ajarnya ini, memiliki tingkat kebutuhan dari anak yang berbeda-beda. Tetapi beliau tetap saja dengan sabar membimbing mereka satu per satu untuk membuat semuanya setara dalam pencapaian yang diiginkan.

Memang benar bahwa menjadi seorang guru bukan saja tentang berdiri di depan kelas dengan modal lulusan sarjana pendidikan tetapi panggilan jiwa untuk melayani dan membimbing anak-anak didik untuk dapat menjadi manusia. Karena itu di butuhkan kesabaran dan keuletan untuk bisa mewujudkan semuanya itu.

Dan ibu Baiq Husniah adalah guru yang memiliki semuanya itu, nyatanya meski saat beliau menjadi seorang guru dengan gaji yang di terima hanya sebesar 15.000 rupiah saja di tahun 2004. Tetapi dia dengan sabar dan tekun menjalani terus menjalani profesi dan panggilan jiwanya untuk terus berusaha agar anak-anak bisa cerdas.

Sepuluh tahun harus di lewatinya dengan gaji yang diterima per triwulan dengan jumlah yang tak seberapa tetapi hal itu tidak membuatnya mundur dari panggung pendidikan negeri ini. Seolah beliau sadar bahwa dirinya dilahirkann untuk menjalani kehidupan dengan misi mencerdaskan generasi bangsa karena itu uang tidak menjadi alasan untuk menguburkan panggilannya tersebut.

Dua hari yang lalu saya bertemu dengannya lagi di kelasnya, hari itu saya datang bukan sekedar untuk mentoring saja tetapi di tangan saya ada alat ukur keberhasilan mengajar untuk kurikulum yang sedang diterapkan sejak bulan Februari 2019 di kelasnya. Dia tersenyum menyambut saya pagi itu, di ruang kelas yang berlantai tanah itu dia mulai berdiri dan mengajarkan materi yang terakhir sebelum saya mulai untuk mengetes anak didiknya.

Pada saat giliran saya sudah selesai, dia menghampiri saya dan bertanya “ada beberapa anak-anak yang belum tuntas bu?” saya tersenyum dan menjawab “cuman 3 orang bu, ibu sudah sangat berhasil untuk ukuran 3 bulan ini” puji saya dan dia menimpali “ya saya sudah tahu bahwa mereka ini hasilnya pasti kurang karena mereka jarang masuk sekolah” .

Saya tersenyum karena menyukai kalimat terakhirnya itu, karena bagi saya yang paling penting adalah dia sendiri sudah tahu alasan mengapa masih ada 3 anak didiknya yang masih kurang maksimal hasil pencapaian belajar mereka.

Memang benar bahwa guru bukan Tuhan yang tahu segalanya tentang murid-murid yang di ajarnya, tetapi guru adalah orang yang luar biasa yang bisa mengenali kemampuan setiap siswanya berapapun jumlah mereka di dalam kelasnya dan guru selalu berusaha semampunya untuk menolong mereka semua.

Guru adalah orang yang tidak pernah lelah belajar untuk menemukan cara supaya membuat siswanya bisa mengkuti pelajaran dengan baik, meski dalam semua proses itu ada banyak tantangan dan hambatan yang di alami tetapi dia pasti akan terus menjalani itu karena jika kelasnya berjalan dengan baik maka itu adalah kebahagiaan baginya.

Dan bagi saya, semua itu adalah hal luar biasa yang saya temukan di dalam seorang guru sederhana yang bernama Baiq Husniah yang kini sedang mengabdikan diri bagi dunia pendidikan tanah air yaitu di SDN 4 Sokong.

Tetap semangat untukmu guru hebat yang menginspirasi saya!