Kupang Di 3 Hari Cuaca Yang Bikin Betah

Kota kelahiran saya ini memiliki waktu musim hujan yang sangat singkat karena itu biasanya di bulan Mei seperti ini udaranya mulai perlahan merangkak ke musim panas, jadi tidak heran jika udaranya mulai mikin keringatan saat berada di luar ruangan.

Namun sudah 3 hari ini udaranya berbeda, mendung menutupi langit seolah tidak mengijinkan sang mentari menyinari bumiku. Bukan hanya itu saja tetapi udara dingin sangat dirasakan bahkan hingga di pukul 12 tengah hari udaranya masih begitu adem.

Saya sangat menyukai cuaca ini, ketika bangun pagi hari dan membuka jendela kamar, angin meniupkan udara dingin menerpa wajah menjadi ucapan selamat pagi dari semesta untuk diri saya.

Saya masih berharap bahwa di kota Kupang udara seperti yang sekarang ini, masih bisa bertahan beberapa saat karena membayangkan udara panas yang biasa membuatku mengeluh, seolah ingin membuatku menahan waktu untuk tetap stay dicuaca seperti 3 hari ini. Tapi itu tidak mungkin.

Alam sedang berubah, cuaca sedang tidak biasanya. Ini mengingatkan saya pada hal bahwa di dunia ini semuanya dapat berubah dengan cepat, semuanya dapat meninggalkan posisinya tanpa bekas dengan cepat tanpa ada yang bisa menghentikannya. Karena itu sebagai manusia, kita harus selalu mempersiapkan diri untuk menerima setiap kemungkinan perubahan yang terjadi pada diri kita, pekerjaan kita, keluarga kita dan seterusnya.

Cuaca saat ini sedang bikin betah untuk seluruh penghuni Kota Kasih, baik yang sedang tetap beraktivitas diluar rumah atau yang masih stay at home seperti saya.

Saya merasa lebih fokus tanpa terganggu oleh udara panas disiang hari dan pada tidur malampun menjadi lebih nyenyak karena udaranya yang memang berbeda.

Ada beberapa kenyamanan yang seketika saja alam berikan ditengah pandemi ini bagi kota saya, karena itu saya makin di kuatkan bahwa di dalam keadaan atau situasi terburuk seperti apapun, tetap ada setitik kebaikan dan anugerah yang bisa membuat kita untuk menarik napas ucapan syukur kepada Pencipta.

Saya berharap bahwa di kotamupun ada kebaikan lain yang tetap bisa kamu temui di masa pandemi covid-19 ini.

Woman, Let Us Make Our Circle

I write down it in a small village in Kupang when entire of my house was falling in their bed, they were in their deep sleep. It is midnight here.

But I can’t wait to share with all of you, all of the women in out there. About what that resonance in my mind.

Wherever you are, I just want to encourage you to set up your mindset to started to create a circle of change

Let’s start it by what you have, what the small thing that has in your self that can you share with other people to make a circle, to make our surround feel about hope, to make them believe that future still waiting for us albeit still darkness cover.

We are a woman who has the power to make a change, we have the capacity to draw a circle to give meaning to others.

Set up your mindset and believe in your self that you are the person who can make a change.

Establish it if you were started it, keep going to make around of us feel the atmosphere of change.

I know it is not easy to do, it is not simple to keep it. But we must strive to do this because the world needs that from us.

I live in a small village that really hard to describe that have hope for my future, it’s not easy that I will make something to create the circle, but I keep in my mindset that the future will create by me with what I have.

I started it and will be continuing. I still work for that and can’t wait to see what those people said impossible become possible.  

I want all of women believe that we have a power to make that even we in the midst of limitation. We can still able to make a story. A story of change!

I hope you willing to do yours as I still keep doing mine.

If you stumble while doing it just make a dance.

If you feel want to stop it, just find another woman to encourage you again.

Let’s create the circle!, let’s change the situation!, let’s start from our self!. Let’s do it together!.

Sending love from me to all of you women out there!

20 Kosa Kata Bahasa Kupang Terkait Dengan Liburan

Salah satu postingan saya yang berjudul 20 Kosa Kata Bahasa Kupang Yang Menarik untuk Di Ketahui adalah salah satu postingan yang ramai di kunjungi setiap harinya. Awal menulisnya saya hanya ingin berbagi tentang keunikan bahasa sehari-hari daerah tempat kelahiran saya ini. Namun ternyata hal tersebut merupakan pengetahuan yang juga diperlukan untuk memperluas wawasan apalagi bagi para pelancong yang mungkin sedang mempertimbangkan untuk menjadikan kota saya sebagai pilihan eksplor mereka.

Karena itu kali ini saya ingin berbagi beberapa kata dalam bahasa Kupang yang lebih berkaitan dengan liburan.

  1. Tapaleuk artinya jalan-jalan atau bepergian.
  2. Tatafik artinya sama dengan tapaleuk namun kata ini lebih kasar, biasanya dipakai dalam konteks nada negatif atau sedang marah (biasanya ini lebih kepada bepergian tanpa arah/maksud yang jelas).
  3. Bajalan artinya bepergian atau refreshing.
  4. Doi artinya uang.
  5. Kere artinya tidak ada uang.
  6. Oto artinya mobil.
  7. Oto Bemo artinya angkot yaitu transportasi umum (baca juga:Rute Angkot/Bemo di Kupang Yang Harus Kamu Ketahui).
  8. Loyo artinya capek.
  9. Mamalek sama artinya dengan loyo, yaitu keadaan seseorang tak bertenaga lagi.
  10. Tanganga artinya bengong atau juga untuk menjelaskan tentang situasi ketika tidak melakukan apa-apa.
  11. Isi kampung tenga artinya makan.
  12. Ceke artinya makan namun ini lebih kasar, biasanya ini dipakai ketika sedang marah atau untuk teman sebaya.
  13. Bacarita artinya bercerita atau ngobrol.
  14. Mete artinya begadang atau tidur di larut malam
  15. Batingka artinya banyak maunya atau milih-milih.
  16. Gaga artinya indah atau bagus.
  17. Kastunjuk artinya kasih tunjuk/kasih petunjuk.
  18. Pi mana artinya ke mana/pergi kemana
  19. Batanya artinya bertanya.
  20. Panas mandidi artinya panas membara.

Demikian 20 kosa kata baru yang saya bagikan. Semoga bermanfaat!

Kenikmatan Tinggal di Kupang

Saya pernah meninggalkan kota ini lebih dari satu dekade, karena itu saya memiliki gambaran yang jelas ketika membandingkan kota yang di juluki “Kota Kasih” ini dengan beberapa kota lain. Setidaknya ada beberapa kenikmatan yang saya bisa bagikan dalam tulisan ini.

Saya menyukai tinggal di kota ini karena mudah mengakses pantai dengan pemandangan langit biru dan juga pantai yang indah. Kota ini memang dikeliling di lautan karena itu mudah sekali untuk menikmati keindahan lautan.

Bukan saja laut tetapi gunung dan padang bisa dinikmati dengan leluasa di daerah ini. Memang ketika musim panas tiba semuanya menjadi berubah warna menjadi kecoklatan karena teriknya matahari di kota ini mematikan semua tumbuhan di musim panas.

Namun ketika musim hujan tiba, mata kita akan disuguhkan dengan pemandangan indah tentang keajaiban alam yang sulit untuk dimengerti. Tunas-tunas pohon mulai tumbuh, rerumputan seolah bersembunyi berbulan-bulan di balik tanah yang kemudian mulai muncul di musim hujan. Semua seketika menjadi hijau, hamparan yang memanjakan mata dan membuat semua orang menjadi terkagum-kagum dengan pesona tanah karang ini.

Banyak pangan lokal yang masih dicintai oleh masyarakatnya, karena itu jagung dan aneka ubi-ubian menjadi kenikmatan tersendiri ketika tinggal di kota ini. Kita dapat membeli dengan harga yang sangat murah, apalagi menyingkir berburu pangan lokal di pasar-pasar tradisional di pinggiran kabupaten Kupang.

Kenikmatan seafood bukan menjadi rahasia lagi, karena itu tinggal di Kupang selalu memberikan kesempatan untuk memuaskan hasrat hati untuk menikmati aneka seafood, meski daging se’i tetap menjadi oleh-oleh khas dari daerah ini. Namun kapanpun kamu ada di kota ini maka jangan lupa untuk puaskan lidah dengan aneka makanan dari laut.

Untuk urusan belanja untuk kehidupan sehari-hari, segala jenis sayur mayur sangat murah disini. Memang untuk daging harganya hampir mengikuti standarat nasional namun jika membeli di penjual tradisional yang menjual sendiri potongan ternaknya maka harganya sangat menghemat kantong.

Bila bepergian dengan kendaraan kemana saja, kita bisa memprediksi berapa menit akan tiba ke tempat rujuan, karena tidak sama seperti ibukota yang begitu macet. Tinggal di Kupang membuat saya terhindar dari stres macet.

Orangnya saling mengenal satu dengan yang lain, budaya basa-basinya juga kental dan suguhan kopi dan teh gratis masih bisa kita nikmati kala bertamu ke rumah orang.

Ada banyak hal lain yang masih belum bisa saya jelaskan secara rinci tentang kenikmatan tinggal di kota Kupang, namun sekiranya gambaran singkat ini memberikan pemahaman kepada kamu bahwa ibu kota propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan tanah yang layak ditinggali karena tersembunyi kenikmatan hidup di dalamnya.

Berani Meletakkan

Beranikah meletakkan segalanya untuk berdiri dan berfungsi sebagaimana seharusnya?

Bukankah hati manusia itu penuh dengan ketamakan dan keegoisan serta keinginan diri untuk tampil solo di dalam segala hal dan menjadi bintang sendiri.

Saya merenungkan hari ini bahwa ada berapa banyak orang yang berani meletakkan egonya, meletakkan keinginan dirinya, dan meletakkan ambisinya agar orang lain bisa di tolong? mungkinkah jumlahnya sangat sedikit atau malah banyak?

Dunia dimana kita tinggal saat ini sedang membutuhkan banyak orang yang berani untuk meletakkan hal-hal di atas agar bisa membangun lingkaran perubahan.

Bagaimana jika Tuhan bersuara padamu untuk tanggung jawab yang tidak meng-enakkan? bagaimana jika seharusnya kamu berdiri untuk memulai sesuatu perubahan di suatu komunitas yang jelas bahwa kamulah kandidat perubahan itu. Bagaimana jika masyarakat disekitarmu sedang membutuhkan seseorang yang harusnya melakukan sesuatu untuk menolong mereka dan kamulah orang itu.

Mana lebih penting di saat-saat seperti itu, tetapkah kamu berdiri teguh mempertahankan keegoisan, mempertahankan keinginan sendiri, mempertahankan ambisi sendiri?

Coba bertanya sejenak pada hati nuranimu. Mana yang lebih penting saat ini?

Saya pernah menuliskan Satu Anak untuk Satu┬áPerubahan, di mana dalamnya saya mengatakan bahwa “satu perubahan yang diupayakan untuk orang lain adalah hasil dari perubahan diri sendiri”

Memang memukau jika menjadi satu-satunya bintang di tengah langit yang gelap. Semua akan memuja, semua mata akan tertuju. Namun bukankah lebih indah jika cahaya kita, kita bagikan kepada orang lain yang dalam kegelapan sehingga merekapun bisa turut menerangi di langit yang gelap sehingga terang itu makin lama makin menguasai banyak kegelapan lain?

Saya mengajak kita untuk terus merenungkan dan berkomitmen untuk terus mengupayakan perubahan, jangan ragu untuk memulainya, jangan tawar hati untuk terus mengerjakannya karena kontribusimu besar manfaatnya.

Jika harus meletakkan apapun itu untuk bisa memberikan manfaat dan perubahan di sekitarmu maka tak ada salahnya untuk meletakkannya. Ingatlah bahwa Tuhanmu melihat pengorbananmu itu dan pasti ada upah bagimu.

Episode Selanjutnya

Semua manusia di seluruh dunia sedang berada dimasa yang sulit saat ini karena adanya pandemi covid-19. Ada beberapa yang benar-benar menggunakan waktu dirumah saja ini untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi episode kehidupan selanjutnya, namun sayangnya ada juga yang hanya “membiarkan episode sekarang ini berjalan tak bermakna” karena itu tidak dapat dibayangkan akan episode selanjutnya akan seperti apa.

Saya pribadi sedang berdiri di antara berdoa agar situasi ini segera berakhir sehingga bisa kembali beraktifitas secara normal, namun juga berharap agar waktunya masih lama (keinginan egois) karena saya belum siap untuk membuat episode selanjutnya yang mengagumkan.

Tentang skenario dari episode selanjutnya sedang saya tulis dengan hati-hati dimasa karantina ini. Saya harus jujur bahwa proses penulisannya belum memasuki 60 persen. Itulah sebabnya saya masih ingin dirumah saja untuk menyelesaikannya.

Masa berada dirumah ini membuat saya benar-benar memiliki waktu untuk merangkai dan mendesain tentang episode selanjutnya, karena covid benar-benar menahan diri saya untuk tidak keluar rumah dan memiliki banyak waktu untuk bisa memikirkan episode selanjutnya dengan detail.

Bagaimana dengan kamu semua? adakah yang sedang kamu persiapkan untuk menciptakan satu episode selanjutnya yang lebih bermakna? ataukah kamu benar-benar tidak menyiapkan apa-apa dimasa dirumah saja ini sehingga kamu menjadi begitu bosan dan terus mengeluh?

Saya berharap kalian tidak berada di kelompok yang kedua.

Saya pernah menuliskan Ini Keuntungan #Dirumah aja# dimana selain itu saya menemukan dihari kesekian bahwa saya harus mempersiapkan dengan baik episode selanjutnya.

Karena itu saya merasa jauh lebih produktif saat ini dibandingkan masa sebelum covid, ada banyak yang sedang saya kerjakan dan persiapkan untuk tayangan kehidupan saya selanjutnya. Dimana harapannya adalah setelah masa ini selesai, cerita hidupku akan makin memberikan inspirasi bagi banyak orang. Jujur, karena ini maka saya kadang tidur di jam 4 pagi.

Ada habit yang tidak baik disini, namun saya tetap mencoba untuk menyeimbangi ini dengan minum air putih yang cukup, makan makanan bernutrisi dan juga tetap tidur 6-7 jam sehari (meski kadang-kadang saya berubah jam tidurnya tapi quota ini selalu saya penuhi).

Saya hanya ingin mendorong semua pembaca untuk mari bersama menyiapkan diri untuk episode selanjutnya yang lebih baik dari sebelumnya karena kita benar-benar memanfaatkan waktu dirumah saja saat ini.

Jika kamu belum memulainya, ayo mulailah dari hari ini. Jika kamu sudah melakukannya, lanjutkanlah sampai selesai.

Saya percara setelah masa covid ini ada beberapa orang yang akan berlari lebih cepat lagi dari sebelumnya, ada yang lebih bersinar dari sebelumnya. Tapi juga saya tahu bahwa ada yang akan merangkak dan tertinggal jauh karena meremehkan masa dirumah saja ini.

Perempuan Asal Timor Leste-Panggil Dia “Noy”

Noy

Saya bertemu dengannya beberapa tahun yang lalu saat menempuh pendidikan di kota Jakarta. Saat itu saya mengenalnya karena tubuhnya memiliki masalah karena dia pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang parah yang menyebabkan beberapa tulangnya pernah patah. Karena itu saat dia berada di udara yang dingin (sebut saja di ruangan ber-AC) maka dia akan selalu merasakan sakit pada tubuhnya-karena itu dia tidak suka dengan di udara yang dingin.

Nama aslinya “Rotabai” nama ini memiliki arti yang luar biasa: “Ro” di ambil dari awalan nama ibunya “Rofina sedangkan “Tabai” dalam bahasa daerahnya berarti “tahan badai“.

Nama adalah sebuah doa yang diharapkan bahwa kelak orang yang memiliki nama itu akan menjadi seperti itu. Karena itu, tidaklah heran bahwa dia tumbuh menjadi seorang perempuan yang tahan dengan badai kehidupan.

Dia memulai perjalanan kehidupannya begitu sulit, di waktu SMA harus tinggal dengan orang lain yang bukan keluarga untuk bisa melanjutkan studinya (tidak mudah di fase ini, karena harus bekerja keras untuk orang yang menyekolahkannya). Selesai dari kondisi itu, dengan nekat dia merantau ke Jakarta bersama seorang tantenya.

Perjalanan kehidupan di Jakarta penuh dengan drama kehidupan yang menguras keringat dan air mata.

Lewat perjuangan yang sangat sulit, dia akhirnya menyelesaikan pendidikan strata-1 nya, dan mulai untuk menyekolahkan adik-adiknya satu per satu. Sebagai anak sulung dari 6 bersaudara, bahunya sekuat baja dan hatinya tabah dan teguh menghadapai badai kehidupan yang datang silih berganti atas hidupnya dan keluarganya.

Dia selalu keluar dari setiap kemelut kehidupan dengan senyum kemenangan. Jika mendengar tentang kisah-kisah perjalanannya, tak ada satupun yang tak berurai air mata.

Satu hal yang saya akui dari pribadinya sebagai insan beriman, dia tidak pernah lelah berdoa-imannya kepada Tuhan begitu kokoh, karena itu dia selalu meyakini bahwa Tuhan pasti akan selalu menolongnya keluar dari setiap persoalan yang dihadapinya.

Pribadinya sangat tegas dan berani untuk mengatakan tidak atas hal yang tidak di setujuinya meski beresiko ditolak oleh orang lain.

Karena itu setelah 3 orang saudaranya dia bawa ke Jakarta untuk menempuh pendidikan universitas mereka, di tahun 2019 dalam satu langkah iman dia kembali ke tengah-tengah masyarakatnya. Ini bukan sebuah keputusan mudah-butuh iman yang kokoh dan keteguhan hati serta komitmen untuk berjuang.

Kepulangannya bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk menjadi inspirasi dan membantu sesamanya di daerah tinggalnya. Menjadi guru yang setia mengajar anak-anak dan juga bersama beberapa temannya membentuk sebuah komunitas yang bernama FLG (front line generation) sebagai wadah untuk membentuk karakter dari orang-orang muda di tempatnya-umumnya para peserta adalah orang asal Timor Leste.

Apa yang dilakukannya ini membawanya komplit untuk menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Banyak orang tidak mengira bahwa dia seorang perempuan yang tangguh karena fisiknya yang lemah. Namun bagi saudara dan orang tuanya, dia adalah seorang pahlawan kehidupan. Dia telah berdiri bertahun-tahun menantang badai kehidupan untuk memberikan rasa aman dan kehidupan bagi mereka semua.

Hatinya yang murah hati selalu membawanya untuk berbagi dengan orang lain, meski dirinya sendiri kekurangan. Dia tak malu mengakui bahwa dia berasal dari keluarga yang tidak mampu (berani jujur dan apa adanya).

Dia adalah seorang perempuan yang telah menjadi ispirasi dan akan terus menjadi inspirasi.

Saya memanggilnya “Noy” namun saya selalu melihatnya sebagai “Rotabai” karena hidupnya telah memperlihatkan kepada saya sebagai seorang Tabai yang hebat.

Kita Adalah Anak Kunci

Cara Mudah Duplikat Kunci Sendiri Kurang dari 10 Menit - Citizen6 ...

Hari ini saya menemukan bahwa ada satu hal yang ingin saya bagikan di dalam tulisan ini, yaitu kebenaran bahwa kita adalah anak kunci.

Anak kunci bukan secara literal adalah anak yang lahir dari sebuah ibu kunci, tetapi anak kunci adalah kunci itu sendiri yang berfungsi untuk membuka sedangkan kunci (bagian yang bisa di kunci dan di buka) adalah sebagai induknya, bagian kunci yang didesain untuk mengambil fungsi sebagai alat pembuka dan penutup dari kunci.

Ada banyak orang menjadi panik ketika tiba-tiba anak kuncinya hilang, patah atau rusak. Kenapa demikian? karena untuk waktu tertentu kita tidak akan bisa masuk ke dalam rumah (jika yang hilang/patah/rusak adalah anak kunci rumah) atau kita tidak bisa mengakses isi dari apa saja yang sedang terkunci (misalnya: lemari,dll).

Kita harus memahami bagian bahwa kunci sudah di desain untuk di buka dan di tutup oleh anak kunci tersebut. Karena itu anak kunci bisa melakukan kedua hal itu. Tapi benda lain, tidak didesain untuk kedua fungsi tersebut, karena itu jika membuka menggunakan benda lain pasti butuh usaha yang lebih keras dan kadang-kadang merusakkan bagian kunci tersebut.

Tuhan sudah memanggil setiap kita untuk terlibat di dalam satu rencanaNya yang spesifik. Seharusnya kita tidak bisa menolak untuk mengerjakan hal itu. Tetapi faktanya ada banyak orang yang menolak, padahal itu mudah karena kita telah disiapkan oleh Allah untuk menjalankan fungsi tersebut.

Seringkali Tuhan memakai latar belakang kejatuhan kita, latar belakang pendidikan kita, latar belakang pengalaman kerja kita, latar belakang status ekonomi kita, latar belakang hubungan kita dan seterusnya untuk menjalankan fungsi yang telah Allah siapkan untuk kita terlibat dalam salah satu spesifik rencanaNya untuk membawa kebaikan bagi orang lain.

Sekarang coba pikirkan mengapa kamu diberikan salah satu hal yang saya sebutkan di atas atau mungkin belum disebutkan. Bukankah Allah memiliki rencana untuk kamu mengambil bagian sebagai anak kunci untuk menjalankan fungsinya?

Ingat, bahwa titik fokusnya adalah Allah-lah yang yang telah mendesain kita untuk suatu fungsi tersebut. Jika kita menolak untuk melakukannya, Allah masih dapat memilih orang lain untuk mengerjakan fungsi tersebut.

Karena itu jangan arogan dan merasa paling penting dalam mengerjakan suatu panggilan dalam salah satu spesifik pelayanan. Karena Allah masih tetap bisa memilih orang lain untuk mengerjakan bagian tersebut. Tapi jika kamu merespon untuk menjalankan fungsi itu, bersyukurlah untuk respon yang kamu lakukan.

Uang, talenta, nama besar, relasi, fasilitas, posisi dan sebagainya hanyalah cara Allah yang diberikan kepadamu untuk menjalankan fungsi tertentu untuk menjadi berkat bagi orang lain. Berfungsilah sebagaimana seharusnya!

Jika kamu masih terus bertanya-tanya sebenarnya Allah mendesain saya untuk fungsi apa? apa yang harus saya lakukan untuk “menjadi” berfungsi dalam salah satu rencana spesifiknya maka coba lihat, pada cara Allah mempersiapkanmu. Dari proses itu ada potongan-potongan informasi yang menegaskan bahwa kamu harus mengambil fungsi sebagai apa untuk melengkapi anggota tubuhNya bisa didapatkan.

Namun juga jangan terlalu emosional atau terburu-buru membuat keputusan, buatlah keputusan dengan baik.

Jadilah anak kunci sebagaimana engkau didesain untuk fungsi tersebut. Mungkin kamu harus mengambil tanggung jawab untuk membuka sesuatu bagi orang lain, lewat ide, jalan keluar, pertolongan secara finansial, dll. Jadilah seperti itu.

Namun jika situasimu adalah kamu dipilih untuk menutup sesuatu, maka beranilah untuk menutup hal itu karena Allah yang akan menyertai kamu untuk melakukannya sampai selesai.

Ingatlah bahwa komunitas, jemaat, masyarakat, kumpulan orang muda, sekolah atau segala bentuk komunitas manusia yang ada di sekitarmu saat ini ada bagianmu di dalamnya untuk mengambil salah satu fungsi atau kedua-duanya bagi mereka itu.

Sadarilah bahwa ketika harus menjalankan kedua fungsi ini akan penuh dengan air mata, peluh, perjuangan keras, ketekunan dan sebagainya. Namun jangan menyerah berhadapan dengan hal-hal itu karena Allah-lah yang mendesain kamu, akan memampukanmu untuk menyelesaikan dan menjalani itu semua.

Sejenak bertanyalah kepada Tuhan, apakah situasiku saat ini Engkau mau untuk aku mengambil fungsi “membuka” ataukah fungsi “menutup” atau bisa jadi Allah sedang ingin engkau mengambil kedua fungsi tersebut secara bersamaan di area-area yang berbeda-beda?

Meresponlah karena itulah fungsimu!

Jangan sombong dan arogan dengan fungsimu!

Tetaplah rendah hati dan bersyukurlah untuk Allah yang memilihmu untuk fungsi-fungsi itu, dan kerjakanlah dengan setia sampai selesai.

Kebaikan dan Rahmat Allah menyertai kita semua!

Happy Birthday To You Kak “J”

Today is her birthday, a woman who spent almost a decade in my beloved country Indonesia for the social project in the west of Jakarta-Indonesia. I want to write little things about her for a virtual present from Kupang.

Before that, I just want to say “happy birthday to you, happy birthday to you..” this is an Indonesia song for you.

Thanks for your patience that you show, to always give a contribution to the community that you serve, thank you for the perseverance that you “live in” to learn more about our culture and willing to think about how to bring a contribution for a changing.

My prayer is, may God always lead you to continue pursuing your calling and bring the blessing that was your received to share with others around you.

I just want you to know that I feel blessed to meet with you. Thanks for being apart with my journey of life since 2013, you help me to grow in all of my potential that God put on me.

What you gave for me is something that valuable and meaning full as an investment in my life.

Thanks for that.

Keep as a “J” who humble and patience

Keep as a “J” that always showing care and love

Keep as a “J” whose a poet

I hope God gives you what you hope from for your future.

I think, every woman must hold her head up and walk in her route, but not many women around the world can’t do that because of many reasons. But I do believe, every woman always has the opportunity to be a person who inspires others to keep walk in their way, to be a person.

For me, you took the obligation and I know you will continue it and I will take mine also because you’ve helped me and I will make the circles around me more than you.

Let’s do it together!

Sending love and prayer for you from here

Happy Birthday kak “J”.

Mitos/Kepercayaan Di Kupang Yang Masih Ada Sampai Hari Ini

Saya di besarkan di tengah lingkungan masyarakat di Kupang yang sangat kuat meyakini hal-hal yang bersifat supranatural termaksud mitos yang masih terus diyakini sampai hari ini.

Berikut ini beberapa mitos yang masih di yakini di Kupang sampai hari ini.

  1. Perempuan hamil jika keluar rumah harus membawa peniti atau paku. Diyakini jika perempuan hamil yang keluar rumah dengan membawa kedua benda ini maka kandungannya akan aman dari gangguan makluk jahat yang bisa membayahakan janin dalam kandungannya.
  2. Jika merantau maka wajib berpamitan dengan orang tua atau leluhur di kuburan. Hal ini di yakini bahwa para arwah akan memberikan kemudahan di perantauan dan juga mereka mengetahui bahwa ada sanak family yang akan pergi jauh sehingga arwah tidak marah ketika orang tersebut tidak datang bersiarah di kuburan.
  3. Menaruh makanan/minuman dan sirih pinang di kuburan. Ini adalah kebiasaan yang sudah sejak dulu di yakini dalam masyarakat. Bahwa kita perlu memberikan makanan dan minuman kesukaan si arwah di kuburan sehingga malam hari dia tidak perlu datang ke dapur kita untuk mengotak-atik isi dapur bahkan akan membuat makanan yang di dapur yang sudah makan akan menjadi tidak berasa dan basi.
  4. Ada burung-burung tertentu yang jika mendengarnya berteriak di magrib atau di malam hari maka itu pertanda kuntilanak sedang lewat, karena itu dilarang untuk keluar rumah saat mendengar teriakan burung tersebut. Ini termaksud jika anjing melolong di malam hari, diyakini setan-setan sedang berjalan-jalan di area tersebut.
  5. Anak gadis atau perempuan muda dilarang bangun kesiangan karena akan susah ketemu jodohnya. Jika ada anak gadis atau perempuan yang belum menikah yang bagun kesiangan- bukan jam bangun pagi pada umumnya (biasanya masyarakat Kupang bangun pagi di jam 4-6 pagi), maka di yakini bahwa dia akan sulit menemukan jodoh.
  6. Di bulan Desember (Natal) wajib berziarah ke kuburan untuk membersihkan kuburan dan juga mengunjungi yang sudah meninggal. Jika ada orang dekat yang meninggal dan di kubur di jauh dari kota Kupang maka biasanya di depan rumah dibakar beberapa lilin dan disekelilingnya di tabur dengan rampe (irisan halus dari aneka bunga dan daun pandan).
  7. Khusus untuk suku Timor di larang memberi sesuatu dengan jumlah 3. contohnya jangan memberi 3 buah mangga, sebaiknya 1,2 atau 4. Bagi suku ini di yakini jika kita memberikan sesuatu dengan jumlah tiga maka itu sama dengan memaki orang yang menerima pemberian itu.
  8. Jangan menerima atau memberikan seseorang dengan tangan kiri. Bagi masyarakat kami, ini dianggap tidak sopan karena tidak memakai tangan kanan.

Itulah hal-hal yang masih diyakini sampai hari ini di kehidupan masyakarat kami. Namun karena perkembangan pendidikan atau alasan keyakinan agama maka beberapa orang sudah tidak lagi meyakini hal-hal ini.