Mitos/Kepercayaan Di Kupang Yang Masih Ada Sampai Hari Ini

Saya di besarkan di tengah lingkungan masyarakat di Kupang yang sangat kuat meyakini hal-hal yang bersifat supranatural termaksud mitos yang masih terus diyakini sampai hari ini.

Berikut ini beberapa mitos yang masih di yakini di Kupang sampai hari ini.

  1. Perempuan hamil jika keluar rumah harus membawa peniti atau paku. Diyakini jika perempuan hamil yang keluar rumah dengan membawa kedua benda ini maka kandungannya akan aman dari gangguan makluk jahat yang bisa membayahakan janin dalam kandungannya.
  2. Jika merantau maka wajib berpamitan dengan orang tua atau leluhur di kuburan. Hal ini di yakini bahwa para arwah akan memberikan kemudahan di perantauan dan juga mereka mengetahui bahwa ada sanak family yang akan pergi jauh sehingga arwah tidak marah ketika orang tersebut tidak datang bersiarah di kuburan.
  3. Menaruh makanan/minuman dan sirih pinang di kuburan. Ini adalah kebiasaan yang sudah sejak dulu di yakini dalam masyarakat. Bahwa kita perlu memberikan makanan dan minuman kesukaan si arwah di kuburan sehingga malam hari dia tidak perlu datang ke dapur kita untuk mengotak-atik isi dapur bahkan akan membuat makanan yang di dapur yang sudah makan akan menjadi tidak berasa dan basi.
  4. Ada burung-burung tertentu yang jika mendengarnya berteriak di magrib atau di malam hari maka itu pertanda kuntilanak sedang lewat, karena itu dilarang untuk keluar rumah saat mendengar teriakan burung tersebut. Ini termaksud jika anjing melolong di malam hari, diyakini setan-setan sedang berjalan-jalan di area tersebut.
  5. Anak gadis atau perempuan muda dilarang bangun kesiangan karena akan susah ketemu jodohnya. Jika ada anak gadis atau perempuan yang belum menikah yang bagun kesiangan- bukan jam bangun pagi pada umumnya (biasanya masyarakat Kupang bangun pagi di jam 4-6 pagi), maka di yakini bahwa dia akan sulit menemukan jodoh.
  6. Di bulan Desember (Natal) wajib berziarah ke kuburan untuk membersihkan kuburan dan juga mengunjungi yang sudah meninggal. Jika ada orang dekat yang meninggal dan di kubur di jauh dari kota Kupang maka biasanya di depan rumah dibakar beberapa lilin dan disekelilingnya di tabur dengan rampe (irisan halus dari aneka bunga dan daun pandan).
  7. Khusus untuk suku Timor di larang memberi sesuatu dengan jumlah 3. contohnya jangan memberi 3 buah mangga, sebaiknya 1,2 atau 4. Bagi suku ini di yakini jika kita memberikan sesuatu dengan jumlah tiga maka itu sama dengan memaki orang yang menerima pemberian itu.
  8. Jangan menerima atau memberikan seseorang dengan tangan kiri. Bagi masyarakat kami, ini dianggap tidak sopan karena tidak memakai tangan kanan.

Itulah hal-hal yang masih diyakini sampai hari ini di kehidupan masyakarat kami. Namun karena perkembangan pendidikan atau alasan keyakinan agama maka beberapa orang sudah tidak lagi meyakini hal-hal ini.

How I Prepare My IELTS At Home Before Take The Real Test

In this post, I want to share how I prepare IELTS at home without any professional tutor. What I share on this page maybe will help somebody but maybe it’s not suitable for others.

What is IELTS? IELTS is International English Language Testing System to test our proficiency English ability where after we take this test, they will give a certificate as evidence about our skill and it will be used for immigration purposes (general test) or higher study (academic test).

I will start sharing by giving little basic information about my self. 

I am from Kupang, a city located in Timor Island-it is the capital of East Nusa Tenggara province in Indonesia. So, usually every day we are speaking with our local language and just for a formal reason we using our national language.

This is the major reason why when I decided to learn English, it’s very stressful because every day I speak with a different language that not has format words for past, present, and future. Such as for eating, no matter when the time we eat the word that we use is eating, not like in English that has changed the form to adjust with the time. I am also a person who not have a strong interest in learning the language.

The second reason why I’m struggling with learning this skill is that in my place I don’t have friends that can accompany me to speak every day to practice this skill.

So, what I did when I started learning English especially for my IELTS preparation. 

As we know, IELTS has four sections to test our ability in English: listening, reading, writing, and speaking with the higher band score is 9. To make it more clear to understand, I will give an example for the listening section bellow (for the listening section have 40 questions that have to finish in 40 minutes).

Listening Band Scores Explained — IELTS ACHIEVE

This is my step:

I start this process by habituating my ears with this language. So, what I did? I take 3 days to listen to everything in English. Such as listening to songs in English, watched YouTube, and also listening to the news or people conversation from TV or web.

In this part, I only listen not to try to understand the words. If I understand something it okay but not push my self to understand every word.

One of my favorite sources that I use is https://www.bbc.co.uk/sounds.

After three days, I started to take the mock test for the listening section to check at what score I have, so I understand how much effort that should I give to achieve the band score that I need.

When I did it, I take 3 days (every day I took one time and write my result) to make an accurate score for myself self and I found, I’m is stated in band score 5! (you can see the table above). I need more than this in my real test.

So, I left this and jump to the reading section.

In this part, I started with direct scoring for three days and I found that I have the same result with the listening section.

I stop in this step and trying to identify the problem that I have.

This is what I found, I have big problem with grammar and also lack the vocabulary.

After this step, I understand that everyone who wants to prepare their self in IELTS, they have to make sure that they have good skill in English. What I trying to say is, IELTS is about trying to using a trick in our English ability to pass this test.

So, it’s impossible to only learn the tricks in IELTS without enhancing our English skills first.

So I pick up again my grammar book to learn this, every day I spent one hour for.

I also have another one hour for listening from the web that I share above and while I listening, I wrote down every word that I don’t know the meaning. I just wrote like what I heard.

After that, I using my smartphone to check the word meaning. In this part also I can understand what the word will write in the correct way. I check the pronunciation (how to speak the word)-for this I using app Cambridge Dictionary Fast (this dictionary helps us to know the word pronunciation in the UK and US).

All of the new words that I found I write in a book that I name it: Vocab Book. Every day I look 2 times or more, for the new vocab that I found and trying to remember them and also how to use them.

my vocab book

I think don’t have a short cut to improve my vocab, I have to take this way.

I want to be honest with all of you: if I have another choice to make me directly have good English skills, I choose to take another one because this way is needing perseverance and a commitment from our self to doing daily.

While I did all of the above, I also read a passage every day (from academic source). I collect every new word and put them in my vocab book.

This is what I find after I keep doing all of the activities above when I am going to scoring again, I see my band score is raised-has a progress.

I keep doing this and also learning the tricks that used for listening and reading sections where all of the sources that use is from YouTube: https://www.youtube.com/user/ieltsliz and https://www.youtube.com/channel/UCXg7gy4XmPZEGr4kumPNGyQ/videos.

Later I will share also about how I prepare another section from home.

Dimana Tuhan?

Masa sulit adalah masa yang membuat orang yang beriman menanyakan dimana Tuhan. Ada dimana keberadaan Sang Penguasa ciptaan?

Di setiap waktu yang penuh dengan kabut hitam yang tak bisa membuat siapapun bisa melihat arah masa depan adalah masa yang tepat untuk menguatkan iman percaya bahwa Tuhan tetap eksis dan tetap ada di dekat.

Namun dapatkah kebenaran pikiran dan keyakinan seperti ini masih bisa tumbuh, masih bisa ada, masih bisa dipertahankan atau masih bisa dipegang teguh di waktu semua tak baik?

Seperti waktu sakit yang tidak pernah sembuh, diwaktu ekonomi pribadi yang makin merosot, bagaimana dengan keadaan hari-hari yang tidak menjanjikan masa depan yang lebih baik, bagaimana dengan semua hal sulit yang sedang dihadapi yang tidak pernah berakhir sampai hari ini?

Dimana Tuhan?

Adakah Dia masih penuh kasih? adakah Dia masih murah hati? adakah Dia masih penyayang? adakah Dia masih dekat? dan sejumlah pertanyaan yang tak tertuliskan disini tentang diriNya?

Dimana Tuhan?

Padahal kita tidak pernah meninggalkan doa, padahal sudah banyak perintah ajaran keyakinan yang sudah dijalankan dengan setia, padahal sudah begitu khusuk dalam setiap waktu beribadah. Tapi kenapa seolah DIA TIDAK NAMPAK untuk memberikan pertolongan akan harapan yang disampaikan?

Dimana Tuhan di saat-saat seperti ini?

Dimana Tuhan di waktu-waktu yang sulit sedang di hadapi?

Kenapa Dia seolah tuli, berdiam diri dan tidak ingin menolong?

Bagiku, Tuhan tetap ada sekalipun situasi tidak baik. Tuhan tetap eksis meski keadaan diri makin merosot. Tuhan masih Maha Kasih, Tuhan masih Maha Pemurah, Tuhan masih Maha Baik.

Meski tidak ada mujizat bukan berarti Tuhan mundur dari hidup kita, meski tidak ada perubahan bukan berarti Tuhan sedang tidur. Meski tidak ada pertolongan bukan berarti Dia berubah. Meski tidak ada yang seolah baik dalam hidup kita bukan berarti kebaikan sudah hilang.

Dia hanya menunggu waktu yang terbaik untuk menyatakan pertolonganNya. Dia hanya mengijinkan segala sesuatu untuk menjadi bagian dari pembelajaran iman. Dia hanya mengijinkan kita mengecap versi lain dari kebaikanNya. Dia sedang membiarkan kita belajar dalam pelajaran akan kebaikanNya dalam topik yang berbeda.

Meski keadaanmu tidak baik dan tidak menentu tetaplah percaya bahwa Tuhan sedang ada bersamamu dan berjalan bersamamu di lembah kekelaman hidupmu.

Tuhan masih dekat denganmu, Tuhan masih bekerja untuk menyatakan kebaikanNya bagimu dalam cara yang akan membuatmu kagum kepadaNya.

Berbahagialah Yang Mendengar Panggilan Itu

Bila membandingkan desa dan kota maka akan ditemui adanya jurang perbedaan yang sangat dalam diantara keduanya. Dalam segala hal untuk menyangkut kehidupan yang lebih baik maka kota adalah tempat yang lebih baik dibandingkan kota. Mengapa? karena di kota segala hal sangat menunjang, karena itu tidaklah heran bahwa angka urbanisasi terus meningkat setiap tahunnya.

Karena itu yang terjadi adalah di kota penuh dengan manusia unggul, produktif, kritis, kreatif, dan inovatif. Orang-orang ini akan membayar harga meninggalkan desa menuju ke kota untuk harapan memperbaharui kehidupan. Tidak ada yang salah dengan ini.

Lalu apa yang terjadi selanjutnya? desa menjadi kekurangan orang-orang dengan kategori di atas. Karena itu tidak heran jika pada akhirnya segala bentuk pelayanan masyarakat menjadi tidak begitu baik akibat dari kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas.

Namun dari pengalaman saya bepergian beberapa tahun ini ke wilayah pedalaman di Indonesia, saya mendapati bahwa ada saja orang-orang yang berani meninggalkan panggung kota yang membesarkan nama mereka. Ada saja orang-orang yang berani bayar harga mahal untuk bisa memberikan kontribusi di daerah-daerah yang membutuhkan.

Saya menamai mereka ini “berbagia” karena mereka mendengar panggilan kebutuhan itu. Mereka mendengar suara yang memanggil-manggil dari berbagai pelosok negeri, dan dengan kerelaan hati mereka menjawab panggilan itu.

Tidak mudah kehidupan yang mereka alami dari keputusan untuk mendengar jeritan-jeritan meminta pertolongan itu. Mereka harus meninggalkan keluarga, meninggalkan fasilitas, meninggalkan sorotan kamera, meninggakan tepukan tangan hanya demi senyuman mereka yang di desa-desa.

Saya pernah bertemu tenaga medis yang berani meninggalkan kota, saya pernah bertemu dengan tenaga pendidik yang berani meninggalkan tingginya gaji di perkotaan yang ditawarkan kepadanya. Saya juga pernah bertemu dengan banyak tokoh agama yang mau ke desa-desa dan dusun-dusun karena ada umat yang harus dilayani disana juga.

Keputusan mereka itu menginspirasi saya, keputusan mereka itu sungguh menguatkan saya. Komitmen mereka membuat saya untuk juga harus mendengar panggilan itu.

Saya menyebut mereka “berbahagia” itu bukan tentang materi yang diterima, itu bukan tentang penghormatan yang diperoleh. Tetapi mereka berani keluar dari zona nyaman kehidupan, membawa setiap talenta mereka untuk berguna bagi mereka yang tinggal di desa, membawa setiap kelebihan mereka untuk menjadi manfaat bagi mereka di desa.

Mereka saya sebut “berbahagia” karena mempunyai telinga yang tajam, mereka saya sebut “berbahagia” karena memiliki hati yang begitu iklas dan kuat. Mereka saya sebut “berbahagia” karena mereka memiliki cinta yang tulus.

Saya pernah bertemu dengan anak-anak yang begitu senang karena bisa di ajar oleh tenaga pendidik yang dari kota dengan wawasan yang begitu luas sehingga menginspirasi mereka saat belajar.

Saya pernah bertemu dengan para mantan pasien yang selalu berkata “bersyukur sekali ada dokter/bidan ….” karena ada tenaga medis dari kota yang mau ada di desa mereka sehingga ada banyak dari mereka yang tertolong saat sakit.

Saya juga pernah bertemu dengan banyak umat, yang bercerita penuh senyum karena mereka dipimpin, diajar tentang agama oleh pemimpin yang berani tinggalkan kota sehingga mereka bisa mendapatkan ilmu agama yang berkualitas dan dalam.

Mereka-mereka itulah yang akhirnya membuat saya menyimpulkan bahwa mereka yang memiliki telinga dan mendengar panggilan kebutuhan itu adalah orang-orang yang berbagia.

Saya mengagumi mereka dan saya berterima kasih kepada mereka.

Saya senang berjumpa dengan mereka dan benar-benar menghargai mereka.

Bagi saya mereka begitu hebat dan begitu luar biasa

Bagi saya mereka manusia-manusia berbahagia yang hidup untuk sebuah panggilan kebutuhan.

Terimakasih untuk kalian semua dan harapanku adalah semoga makin banyak yang di kota yang mendengar panggilan itu.

Salam kasih dan hormat untuk kalian semua.

Bangun Kebiasaanmu Dari Sekarang

Sulitnya Mengubah Kebiasaan Buruk Manusia Halaman 1 - Kompasiana.com

Bagi beberapa orang memiliki kebiasaan yang terus menerus dikerjakan setiap hari adalah hal yang mudah dilakukan namun tak dapat dipungkiri juga bahwa ada banyak orang yang hidup tanpa ada rutinitas kegiatan yang pasti, semua berantakan.

Sekarang coba pikirkan tentang satu jam pertama saat anda bangun tidur di pagi hari. Ada kebiasaan apa yang ada di jam tersebut? Apakah itu sudah terbentuk dengan baik ataukah masih berantakan dan dilakukan asal-asal saja atau melakukan sesuatu jika lagi ingin saja.

Saya berikan contoh saat bangun tidur untuk 1 jam pertama saya memiliki kebiasaan yang saya sebut “waktu pribadi” biasanya saya memulai dengan berdoa, membaca kitab suci saya dan kemudian menulis beberapa hal di catatan pribadi saya-karena itu saya benar-benar ingin waktu ini tenang, tidak ada berisik. Ini sudah rutin saya lakukan beberapa tahun, dan saya merasakan manfaat yang sangat besar dari kebiasaan ini.

Oleh karena itu jika ada suatu pagi dimana saya bangun dengan tidak melakukan 3 kegiatan utama yang saya sebutkan di atas maka saya selalu merasa bahwa ada bagian yang sangat kurang di diri saya pada hari tersebut. Dan saya sedang membangun kebiasaan lain lagi di sepanjang jam di dalam satu hari.

Bagaimana dengan anda? apa kebiasaan yang sudah terbentuk sebagai jadwal rutin anda?

Membangun rutinitas setiap hari juga termaksud membangun kebiasaan-kebiasaan positif yang membuat orang lain mengenal kita sebagai apa atau ada lebel apa yang dipasang kepada kita. Membangun pengenalan orang terhadap diri kita, membangun “nama” yang akan orang lain ingat tentang keberadaan kita tatkala kita sudah tidak ada nanti.

Bagunlah hal-hal positif yang menjadi budaya diri sendiri, bangunlah kebiasaan-kebiasaan benar yang membuat diri kita terbentuk menjadi manusia yang baik. Hancurkan dan tinggalkan semua kebiasaan buruk yang menghancurkanmu secara perlahan.

Bisa jadi contoh kecil adalah kebiasaan penggunaan atau pengaturan keuangan pribadi. Ada kebiasaan buruk apa yang perlu kamu tinggalkan di area ini, lalu ada peluang kebiasaan positif apa yang ingin kamu bangun di area ini. Bisa jadi menabung? atau apa saja yang perlu kamu mulai hari ini, agar tidak menyesal nanti.

Memang dalam proses pembentukkannya butuh komitmen karena itu tidak mudah untuk melakukannya. Ada yang mengatakan butuh 23 hari berturut-turut untuk membentuk satu budaya di diri kita.

Misalnya juga ketika anda ingin memiliki kebiasaan membaca, maka upayakan untuk selama sebulan minimal ada 1 jam yang diinfestasikan untuk membaca. Membaca buku yang topiknya sesuai dengan minat kita. Sehingga lama kelamaan kita akan merasa bahwa membaca itu seperti makan, yang kalau tidak dilakukan dalam sehari maka anda akan terasa sangat lapar.

Saya tidak tahu kebiasaan apa yang hendak kalian bangun, namun saya ingin mengajak untuk “ayo, kita lakukan dari sekarang sebelum terlambat” karena manfaatnya pasti untuk diri kita sendiri juga, dan nantinya akan berdampak pada orang-orang di sekitar.

Selamat membangun kebiasaan positifmu!

Hari Ke 15-17 #DirumahAja# Cuaca

Hujan di hari ke-15 sore, video diambil dari jendela kamar.

Kupang adalah daerah yang sangat panas, terik mataharinya itu serasa menggigit kulit. Meski di musim hujan asal saja tidak mendung maka terik matahari yang menggigit kulit ini pasti dirasakan. Karena itu meski saya adalah orang asli Kupang tetap saja tidak sanggup dengan teriknya matahari disini alhasil sering mengeluhkannya.

Oleh karena itu saya selalu berdoa agar hujan selalu turun. Kalaupun tidak turun hujan minimal mendung.

Dihari ke 15-17 #dirumahaja# aku sangat bersyukur bangat sama Tuhan karena hujan turun di sore hari. Di hari ke-15 pada saat siangnya, saya sempat berdoa meminta Tuhan hujan “mininal sejam saja Tuhan” itu yang saya ucapkan karena melihat kacang tanah yang tumbuh di pekarangan rumah sudah layu dan mau mati.

Dan sore harinya seolah doa itu dijawab Tuhan, benaran kurang lebih satu jam hujan turun dan itu berkat bangat untuk tanaman di kebun rumah dan juga membuat udara menjadi adem.

Hari 16 sejak siang cuaca mulai mendung dan deru hujan terdengar dari kejauhan. Meskipun hujan tidak turun di desa tinggal saya namun di kebanyakan wilayah di Kupang hujan turun dengan lebat. Dan di bagian daerah tinggal saya saja bisa menikmati udara yang adem.

Di hari ke-17 aku bersyukur karena cuaca mendung menyelimuti hampir sepanjang hari sehingga udara terasa berbeda bangat karena itu dirumah rasanya adem.

Aku menemukan kebaikan Tuhan dalam cuaca yang diberikan. Dimasa harus mengkarantina diri sendiri untuk mencegah penyebaran covid-19, aku tetap menemukan adanya cerita-cerita baik yang muncul.

Jujur memang tidak mengenakkan harus dirumah saja sejauh ini namun aku belajar untuk bisa merubah cara berpikir dimana “aku ingin melihat pada semua cerita baik di hari-hari ini, bahkan jika itu hal yang sangat sepele pun aku ingin beryukur untuk itu”. Lagian bonus besar dari dirumah saja adalah mengambil bagian dari pemutusan rantai penyebaran covid-19 di Indonesia. Jadi hal ini layak dilakukan dengan sabar dan terus berdoa agar Indonesia bisa segera di bebaskan dari virus ini.

Aku menemukan ada banyak hal positif yang diperoleh dari dirumah saja sejauh ini. Namun cuaca menjadi hal yang saya highlight untuk tiga hari ini. Karena itu, aku mengajak kalian semua untuk membagikan cerita baikmu selama di rumah saja.

Ayo sebar cerita baikmu!

Hari Ke-14 #Dirumah Aja# Nyanyian Syukur Sekeluarga

Di hari ke-14 saat dirumah saja ada nyanyian syukur dari kami sekeluarga “kami memuji kebesaran-Mu, ajaib Tuhan, ajaib Tuhan” Itulah penggalan kalimat dari lagu yang kami nyanyikan bersama karena sungguh Tuhan begitu ajaib bagi kami sekeluarga.

Tepat dua minggu berada di rumah saja, salah satu keponakan diberikan anugerah oleh Tuhan untuk genap berusia 2 tahun. Kami sangat bersyukur untuk kebaikan Tuhan karena keponakan diberikan panjang umur, kesehatan dan pertumbuhan yang baik.

Memang tahun ini kami tidak bisa membuat perayaan seperti tahun sebelumnya dimana mengundang teman-temannya untuk merayakan bersama namun kami masih bisa memasak sedikit makanan dirumah dan dibagikan kepada beberapa tetangga dekat kami.

Karena itu, bagi saya ini adalah cerita baik yang layak saya bagikan karena bagaimanapun tidak nyamannya untuk dirumah saja, masih tetap ada bagian yang harus di syukuri setiap harinya.

Baca: Temukan 1 alasan saja

Bagimana denganmu? adakah cerita menarik yang layak kamu bagikan di hari-hari harus di rumah saja? saya berharap bahwa kamu mendapatkan kesempatan untuk mengumpulkan cerita baik juga dan bisa bagikan kepada orang lain, sehingga dunia penuh dengan warna cerita baik.

Selamat hari minggu!

13 Hari #Dirumah AJa# Ada 9 Hal Di Rumah Yang Disyukuri

1. Anak Pisang Tumbuh

Tanaman pisang ini persis di depan jendela kamar saya, karena itu setiap hari ketika bangun dan membuka gorden jendela kamar, pohon pisang adalah hal pertama yang saya lihat. Karena itu saya sangat bersyukur karena beberapa minggu belakangan ini ada beberapa anak pisang yang tumbuh.
Kupang adalah daerah yang sangat panas karena itu di musim panas biasanya sangat sulit ada anak pisang yang tumbuh. Karena itu saya sangat bersyukur di musim ini ada beberapa yang tumbuh bersamaan. Bahkan pemandangan ini saya nikmati di hari-hari sedang #dirumah aja#

2. Banyak pohon pepaya yang tumbuh dan subur

Kebun di rumah sedang penuh dengan banyak sekali pohon pepaya, dimana bagi kami orang Kupang ini adalah sayur yang sangat nikmat. Jadi kami tidak perlu ke pasar untuk mencari sayur di musim ini, karena ada bunga (kembang), daun dan buah pepaya yang bisa di buat sayur sesuai dengan selera.

3. Cabe berbuah

Beberapa pohon cabe yang di rumah di minggu-minggu ini sedang berbuah banyak, karena itu kami di rumah tidak kuatir harus keluar rumah untuk membeli cabe, sudah tersedia.

4. Seledri tumbuh lebat

Tanaman seledri di rumah sedang tumbuh lebat dirumah.

5. Bunga lili Paris Subur

Ada 9 pot bunga ini yang ada dirumah yang sudah saya tanam sejak tahun kemaren namun tidak tumbuh dengan baik. Namun beberapa minggu terakhir ini saya melihat semua tanaman ini mulai mengeluarkan daun yang baru dan subur.

6. Pohon kelor atau moringga subur

Di kebun rumah, kami memiliki beberapa pohon moringga yang besar dan sedang berdaun lebat di musim ini. Ada banyak yang masih kecil juga yang tumbuh dimana-mana. Karena itu sayur sehat ini tidak perlu kami beli di pasar, tinggal petik dan langsung dimasak. Segar dan sehat… bahkan kadang diambil oleh tetanga rumah atau orang dari sekitar kampung.

7. Pohon Sipa (bahasa Kupang) atau pohon Ketumbar

Dirumah kami tanaman ini hanya tumbuh di musim hujan. Biasanya orang kupang memakai daun ketumbar di sambal untuk memberikan aroma dan rasa unik di sambal. Karena itu saya sangat senang ada tanaman ini di halaman rumah kami, kalau mau membuat sambal tinggal diambil saja.

8. Tanaman kangkung tumbuh

Saya menanam batang kangkung di halaman belakang rumah di awal minggu kemaren. Batang ini sisa dari kangkung yang kami masak, dari pada dibuang saya memanfaatkannya lagi dengan menanam kembali dan saat ini sudah mulai tumbuh tunas-tunasnya.

9. Banyak sekali tanaman bunga yang berbunga dan subur

Ada banyak sekali tanaman bungga di halaman rumah yang sedang tumbuh dengan subur, dan ini yang membuat saya masih betah-betah saja dirumah di masa social distancing ini.

Postingan ini terispirasi dari tulisan teman saya 1 april kemaren bisa lihat disini: https://janicewhyne.com/covid-chronicles/

Bagaimana dengan kamu, adakah sesuatu yang bisa disyukuri di hari-hari ini ketika harus di rumah aja?

Jangan Fokus Pada Kesulitan

Saya mendengar ada banyak orang mengeluh tentang kesulitan yang sedang terjadi, baik itu urusan covid-19 yang menghambat aktivitas luar rumah sampai segala macam urusan kehidupan yang sedang sulit.

Saya pernah menulis temukan 1 alasan saja untuk bisa bersyukur apapun itu situasinya. Entah itu di siang maupun malam, entah dihujan ataupun panas, entah di tertawa ataupun air mata, kita layak untuk terus berjuang agar menemukan satu alasan untuk tetap bisa bersyukur kepada Tuhan dan tidak menyalahkan keadaan apalagi menjadi terpuruk dalam hidup.

Secara pribadi saya juga sedang terus belajar untuk mengubah paradigma dalam menanggapi fakta-fakta yang sedang terjadi saat ini. Saya mulai nelajar melatih diri untuk tidak berfokus pada kesulitan namun memanufer pikiran dan berfokus pada hal positif lain yang bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri dan siapa tahu juga untuk orang lain.

Saran saya coba kita mulai memanfaatkan waktu dirumah untuk makin hangat dengan anggota keluarga, coba manfaatkan waktu dirumah untuk mempelajari skill-skill tertentu seperti: masak, membuat kue, menjahit, menulis, mempelajari bahasa tertentu, membaca dan segudang aktivitas rumah lainnya yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain kelak.

Jangan mengeluh, jangan menggerutu, jangan marah-marah, jangan menyalahkan keadaan, jangan menyalahkan seseorang, jangan menyalahkan diri sendiri, tetapi coba lihat pada PELUANG apa yang sedang ada.

Yah, peluang apa yang sedang disodorkan oleh kehidupan saat ini itulah yang harus dicari, diciptakan, dibangun, dikembangkan atau diperbanyak.

Peluang dalam hal apa saja yang bisa memberikan manfaat baik itu secara langsung ataupun jangka panjang.

Coba lihat pada buku catatan pribadi, apa yang pernah diimpikan dulu yang harusnya dikejar atau dipelajari yang tertulis disana, namun sampai saat ini belum bisa dilakukan karena berbenturan dengan waktu yang benar-benar tidak ada karena banyaknya aktivitas mencari nafkah selama ini.

Ambil salah satu hal dari dalam buku catatan itu dan coba mulai fokus memulainya. Memulai untuk mengejarnya, memulai untuk mempelajarinya, memulai untuk memperjuangkannya. Siapa tahu justru itu akan menghantarkan kamu pada jalan panjang kehidupan yang lebih baik dari saat ini, siapa tahu itu adalah jalan sukses yang sempat di abaikan, siapa tahu itu adalah jalan yang akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan juga orang lain.

JANGAN BERFOKUS PADA KESULITAN!

Mulailah untuk berkata pada diri sendiri bahwa pasti ada kebaikan dibalik kesulitan ini. Mulailah dorong diri sendiri untuk menemukan kebaikan itu. Mulailah membangun semangat untuk berjuang.

Mulailah sebuah mimpi di tengah kesulitan, mulailah susun kembali rencana-rencana hidup, mulailah memperbaiki semua hal yang perlu diperbaiki termaksud pemanfaatan waktu pribadi. Mulailah ubah orientasi target pribadi, mulailah ubah alasan-alasan berbuat sesuatu, mulailah ubah motivasi-motovasi diri sendiri.

Jika itu semua bisa dilakukan maka saya dan kamu tidak perlu lagi untuk mengeluh.

Saya dan kamu tidak perlu lagi menyalahkan keadaan atau siapa saja.

Saya dan kamu tidak perlu lagi berlarut dalam keputusasaan dan penyesalan.

Melainkan saya dan kamu mulai untuk bersyukur, bersemangat, berjuang dan seterusnya.

Mulailah hari ini dengan berpikir positif dan temukan hal baik apa yang bisa dikerjakan hari ini.

Fokus saja pada satu hal baik hari ini, dan biarkan satu hal baik itu yang akan mengajakmu bertemu banyak hal baik lainnya diluar sana kelak.

Matahari Berbicara

Terimakasih Tuhan untuk matahari yang Engkau telah ciptakan yang seringkali lupa untuk aku syukuri keberadaannya.

Namun minggu-minggu ini aku merasa bahwa dia sedang terus berbicara kepadaku. Dan aku syukuri akan itu!

Setiap hari ketika ufuk timur mulai memancarkan warna orange, kudengar dia mulai berbisik padaku “ada lagi satu kesempatan bagimu untuk mencoba, ada lagi jam-jam perjuangan yang bisa kamu pakai hari ini”

Setiap hari ketika panasnya begitu terik, bahkan ketika aku sedang bersembunyi di dalam rumah teriknya masih bisa dirasakan. Ku dengar suaranya bertanya “brapa banyak yang sudah kau selesaikan? ingat masih ada waktu lagi untuk mu untuk terus melanjutkan perjuanganmu, jangan cemas!”

Dan ketika warna jingga bercampur orange memenuhi ufuk barat dia tersenyum padaku dan berkata “well done! untuk usaha kerasmu hari ini. Jangan sedih kalau masih belum semua selesai, coba ambil sedikit ekstra waktu dan selesaikan semampumu saja“.

Ah,,, benar aku sedang mendengar suaranya besuara dengan begitu jelas dalam hari-hari ini.

Di pagi hari aku menjadi bersemangat mendengar suaranya, ketika siang hari rasa optimis itu makin membara dan ketika sore hari aku harus duduk dalam rasa syukur untuk hal yang bisa dikerjakan selama diberikan kesempatan.

Sore ini aku menulis ketika dia sudah bersembuyi di balik awan di ufuk barat. Aku menemukan bahwa ada begitu banyak yang hari ini coba aku upayakan dan ternyata tidak mudah.

Aku merasakan adanya dorongan untuk jika diberikan kesempatan besok aku ingin mengoptimalkan waktu itu sebaik mungkin karena target yang hendak aku raih masih sangat jauh.

Hari ini ketika matahari bersinar persis di tengah bumi dimana aku pijak, aku mendapati bahwa aku diminta untuk berjuang lebih keras lagi, melampaui semua kerja keras yang aku lakukan selama ini.

Aku semakin dibuat jelas bahwa aku tidak perlu lagi untuk membuang banyak waktu untuk hal-hal yang bukan prioritas. Aku semakin di buat jelas bahwa komitmenku untuk hal yang diupayakan harus lebih tajam lagi diasah.

Matahari sedang berbicara kepadaku dengan begitu keras, meski kadang dia berbisik namun bisikannya justru menggelegar laksana gemuruh.

Aku berterima kasih untuk matahari yang terus setia berbicara kepadaku.

Harapanku saat ini adalah ijinkanlah besok aku bisa bertemu denganmu lagi ya Penciptaku, karena aku ingin mendengarnya mendorongku, menginspirasiku, dan memotivasiku untuk lebih lagi taat, lebih lagi kerja keras, lebih lagi tekun dan lebih lagi disiplin.

Terimakasih untuk matahari yang begitu baik kepadaku.