Bangun Kebiasaanmu Dari Sekarang

Sulitnya Mengubah Kebiasaan Buruk Manusia Halaman 1 - Kompasiana.com

Bagi beberapa orang memiliki kebiasaan yang terus menerus dikerjakan setiap hari adalah hal yang mudah dilakukan namun tak dapat dipungkiri juga bahwa ada banyak orang yang hidup tanpa ada rutinitas kegiatan yang pasti, semua berantakan.

Sekarang coba pikirkan tentang satu jam pertama saat anda bangun tidur di pagi hari. Ada kebiasaan apa yang ada di jam tersebut? Apakah itu sudah terbentuk dengan baik ataukah masih berantakan dan dilakukan asal-asal saja atau melakukan sesuatu jika lagi ingin saja.

Saya berikan contoh saat bangun tidur untuk 1 jam pertama saya memiliki kebiasaan yang saya sebut “waktu pribadi” biasanya saya memulai dengan berdoa, membaca kitab suci saya dan kemudian menulis beberapa hal di catatan pribadi saya-karena itu saya benar-benar ingin waktu ini tenang, tidak ada berisik. Ini sudah rutin saya lakukan beberapa tahun, dan saya merasakan manfaat yang sangat besar dari kebiasaan ini.

Oleh karena itu jika ada suatu pagi dimana saya bangun dengan tidak melakukan 3 kegiatan utama yang saya sebutkan di atas maka saya selalu merasa bahwa ada bagian yang sangat kurang di diri saya pada hari tersebut. Dan saya sedang membangun kebiasaan lain lagi di sepanjang jam di dalam satu hari.

Bagaimana dengan anda? apa kebiasaan yang sudah terbentuk sebagai jadwal rutin anda?

Membangun rutinitas setiap hari juga termaksud membangun kebiasaan-kebiasaan positif yang membuat orang lain mengenal kita sebagai apa atau ada lebel apa yang dipasang kepada kita. Membangun pengenalan orang terhadap diri kita, membangun “nama” yang akan orang lain ingat tentang keberadaan kita tatkala kita sudah tidak ada nanti.

Bagunlah hal-hal positif yang menjadi budaya diri sendiri, bangunlah kebiasaan-kebiasaan benar yang membuat diri kita terbentuk menjadi manusia yang baik. Hancurkan dan tinggalkan semua kebiasaan buruk yang menghancurkanmu secara perlahan.

Bisa jadi contoh kecil adalah kebiasaan penggunaan atau pengaturan keuangan pribadi. Ada kebiasaan buruk apa yang perlu kamu tinggalkan di area ini, lalu ada peluang kebiasaan positif apa yang ingin kamu bangun di area ini. Bisa jadi menabung? atau apa saja yang perlu kamu mulai hari ini, agar tidak menyesal nanti.

Memang dalam proses pembentukkannya butuh komitmen karena itu tidak mudah untuk melakukannya. Ada yang mengatakan butuh 23 hari berturut-turut untuk membentuk satu budaya di diri kita.

Misalnya juga ketika anda ingin memiliki kebiasaan membaca, maka upayakan untuk selama sebulan minimal ada 1 jam yang diinfestasikan untuk membaca. Membaca buku yang topiknya sesuai dengan minat kita. Sehingga lama kelamaan kita akan merasa bahwa membaca itu seperti makan, yang kalau tidak dilakukan dalam sehari maka anda akan terasa sangat lapar.

Saya tidak tahu kebiasaan apa yang hendak kalian bangun, namun saya ingin mengajak untuk “ayo, kita lakukan dari sekarang sebelum terlambat” karena manfaatnya pasti untuk diri kita sendiri juga, dan nantinya akan berdampak pada orang-orang di sekitar.

Selamat membangun kebiasaan positifmu!

Hari Ke 15-17 #DirumahAja# Cuaca

Hujan di hari ke-15 sore, video diambil dari jendela kamar.

Kupang adalah daerah yang sangat panas, terik mataharinya itu serasa menggigit kulit. Meski di musim hujan asal saja tidak mendung maka terik matahari yang menggigit kulit ini pasti dirasakan. Karena itu meski saya adalah orang asli Kupang tetap saja tidak sanggup dengan teriknya matahari disini alhasil sering mengeluhkannya.

Oleh karena itu saya selalu berdoa agar hujan selalu turun. Kalaupun tidak turun hujan minimal mendung.

Dihari ke 15-17 #dirumahaja# aku sangat bersyukur bangat sama Tuhan karena hujan turun di sore hari. Di hari ke-15 pada saat siangnya, saya sempat berdoa meminta Tuhan hujan “mininal sejam saja Tuhan” itu yang saya ucapkan karena melihat kacang tanah yang tumbuh di pekarangan rumah sudah layu dan mau mati.

Dan sore harinya seolah doa itu dijawab Tuhan, benaran kurang lebih satu jam hujan turun dan itu berkat bangat untuk tanaman di kebun rumah dan juga membuat udara menjadi adem.

Hari 16 sejak siang cuaca mulai mendung dan deru hujan terdengar dari kejauhan. Meskipun hujan tidak turun di desa tinggal saya namun di kebanyakan wilayah di Kupang hujan turun dengan lebat. Dan di bagian daerah tinggal saya saja bisa menikmati udara yang adem.

Di hari ke-17 aku bersyukur karena cuaca mendung menyelimuti hampir sepanjang hari sehingga udara terasa berbeda bangat karena itu dirumah rasanya adem.

Aku menemukan kebaikan Tuhan dalam cuaca yang diberikan. Dimasa harus mengkarantina diri sendiri untuk mencegah penyebaran covid-19, aku tetap menemukan adanya cerita-cerita baik yang muncul.

Jujur memang tidak mengenakkan harus dirumah saja sejauh ini namun aku belajar untuk bisa merubah cara berpikir dimana “aku ingin melihat pada semua cerita baik di hari-hari ini, bahkan jika itu hal yang sangat sepele pun aku ingin beryukur untuk itu”. Lagian bonus besar dari dirumah saja adalah mengambil bagian dari pemutusan rantai penyebaran covid-19 di Indonesia. Jadi hal ini layak dilakukan dengan sabar dan terus berdoa agar Indonesia bisa segera di bebaskan dari virus ini.

Aku menemukan ada banyak hal positif yang diperoleh dari dirumah saja sejauh ini. Namun cuaca menjadi hal yang saya highlight untuk tiga hari ini. Karena itu, aku mengajak kalian semua untuk membagikan cerita baikmu selama di rumah saja.

Ayo sebar cerita baikmu!

Hari Ke-14 #Dirumah Aja# Nyanyian Syukur Sekeluarga

Di hari ke-14 saat dirumah saja ada nyanyian syukur dari kami sekeluarga “kami memuji kebesaran-Mu, ajaib Tuhan, ajaib Tuhan” Itulah penggalan kalimat dari lagu yang kami nyanyikan bersama karena sungguh Tuhan begitu ajaib bagi kami sekeluarga.

Tepat dua minggu berada di rumah saja, salah satu keponakan diberikan anugerah oleh Tuhan untuk genap berusia 2 tahun. Kami sangat bersyukur untuk kebaikan Tuhan karena keponakan diberikan panjang umur, kesehatan dan pertumbuhan yang baik.

Memang tahun ini kami tidak bisa membuat perayaan seperti tahun sebelumnya dimana mengundang teman-temannya untuk merayakan bersama namun kami masih bisa memasak sedikit makanan dirumah dan dibagikan kepada beberapa tetangga dekat kami.

Karena itu, bagi saya ini adalah cerita baik yang layak saya bagikan karena bagaimanapun tidak nyamannya untuk dirumah saja, masih tetap ada bagian yang harus di syukuri setiap harinya.

Baca: Temukan 1 alasan saja

Bagimana denganmu? adakah cerita menarik yang layak kamu bagikan di hari-hari harus di rumah saja? saya berharap bahwa kamu mendapatkan kesempatan untuk mengumpulkan cerita baik juga dan bisa bagikan kepada orang lain, sehingga dunia penuh dengan warna cerita baik.

Selamat hari minggu!

13 Hari #Dirumah AJa# Ada 9 Hal Di Rumah Yang Disyukuri

1. Anak Pisang Tumbuh

Tanaman pisang ini persis di depan jendela kamar saya, karena itu setiap hari ketika bangun dan membuka gorden jendela kamar, pohon pisang adalah hal pertama yang saya lihat. Karena itu saya sangat bersyukur karena beberapa minggu belakangan ini ada beberapa anak pisang yang tumbuh.
Kupang adalah daerah yang sangat panas karena itu di musim panas biasanya sangat sulit ada anak pisang yang tumbuh. Karena itu saya sangat bersyukur di musim ini ada beberapa yang tumbuh bersamaan. Bahkan pemandangan ini saya nikmati di hari-hari sedang #dirumah aja#

2. Banyak pohon pepaya yang tumbuh dan subur

Kebun di rumah sedang penuh dengan banyak sekali pohon pepaya, dimana bagi kami orang Kupang ini adalah sayur yang sangat nikmat. Jadi kami tidak perlu ke pasar untuk mencari sayur di musim ini, karena ada bunga (kembang), daun dan buah pepaya yang bisa di buat sayur sesuai dengan selera.

3. Cabe berbuah

Beberapa pohon cabe yang di rumah di minggu-minggu ini sedang berbuah banyak, karena itu kami di rumah tidak kuatir harus keluar rumah untuk membeli cabe, sudah tersedia.

4. Seledri tumbuh lebat

Tanaman seledri di rumah sedang tumbuh lebat dirumah.

5. Bunga lili Paris Subur

Ada 9 pot bunga ini yang ada dirumah yang sudah saya tanam sejak tahun kemaren namun tidak tumbuh dengan baik. Namun beberapa minggu terakhir ini saya melihat semua tanaman ini mulai mengeluarkan daun yang baru dan subur.

6. Pohon kelor atau moringga subur

Di kebun rumah, kami memiliki beberapa pohon moringga yang besar dan sedang berdaun lebat di musim ini. Ada banyak yang masih kecil juga yang tumbuh dimana-mana. Karena itu sayur sehat ini tidak perlu kami beli di pasar, tinggal petik dan langsung dimasak. Segar dan sehat… bahkan kadang diambil oleh tetanga rumah atau orang dari sekitar kampung.

7. Pohon Sipa (bahasa Kupang) atau pohon Ketumbar

Dirumah kami tanaman ini hanya tumbuh di musim hujan. Biasanya orang kupang memakai daun ketumbar di sambal untuk memberikan aroma dan rasa unik di sambal. Karena itu saya sangat senang ada tanaman ini di halaman rumah kami, kalau mau membuat sambal tinggal diambil saja.

8. Tanaman kangkung tumbuh

Saya menanam batang kangkung di halaman belakang rumah di awal minggu kemaren. Batang ini sisa dari kangkung yang kami masak, dari pada dibuang saya memanfaatkannya lagi dengan menanam kembali dan saat ini sudah mulai tumbuh tunas-tunasnya.

9. Banyak sekali tanaman bunga yang berbunga dan subur

Ada banyak sekali tanaman bungga di halaman rumah yang sedang tumbuh dengan subur, dan ini yang membuat saya masih betah-betah saja dirumah di masa social distancing ini.

Postingan ini terispirasi dari tulisan teman saya 1 april kemaren bisa lihat disini: https://janicewhyne.com/covid-chronicles/

Bagaimana dengan kamu, adakah sesuatu yang bisa disyukuri di hari-hari ini ketika harus di rumah aja?

Jangan Fokus Pada Kesulitan

Saya mendengar ada banyak orang mengeluh tentang kesulitan yang sedang terjadi, baik itu urusan covid-19 yang menghambat aktivitas luar rumah sampai segala macam urusan kehidupan yang sedang sulit.

Saya pernah menulis temukan 1 alasan saja untuk bisa bersyukur apapun itu situasinya. Entah itu di siang maupun malam, entah dihujan ataupun panas, entah di tertawa ataupun air mata, kita layak untuk terus berjuang agar menemukan satu alasan untuk tetap bisa bersyukur kepada Tuhan dan tidak menyalahkan keadaan apalagi menjadi terpuruk dalam hidup.

Secara pribadi saya juga sedang terus belajar untuk mengubah paradigma dalam menanggapi fakta-fakta yang sedang terjadi saat ini. Saya mulai nelajar melatih diri untuk tidak berfokus pada kesulitan namun memanufer pikiran dan berfokus pada hal positif lain yang bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri dan siapa tahu juga untuk orang lain.

Saran saya coba kita mulai memanfaatkan waktu dirumah untuk makin hangat dengan anggota keluarga, coba manfaatkan waktu dirumah untuk mempelajari skill-skill tertentu seperti: masak, membuat kue, menjahit, menulis, mempelajari bahasa tertentu, membaca dan segudang aktivitas rumah lainnya yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain kelak.

Jangan mengeluh, jangan menggerutu, jangan marah-marah, jangan menyalahkan keadaan, jangan menyalahkan seseorang, jangan menyalahkan diri sendiri, tetapi coba lihat pada PELUANG apa yang sedang ada.

Yah, peluang apa yang sedang disodorkan oleh kehidupan saat ini itulah yang harus dicari, diciptakan, dibangun, dikembangkan atau diperbanyak.

Peluang dalam hal apa saja yang bisa memberikan manfaat baik itu secara langsung ataupun jangka panjang.

Coba lihat pada buku catatan pribadi, apa yang pernah diimpikan dulu yang harusnya dikejar atau dipelajari yang tertulis disana, namun sampai saat ini belum bisa dilakukan karena berbenturan dengan waktu yang benar-benar tidak ada karena banyaknya aktivitas mencari nafkah selama ini.

Ambil salah satu hal dari dalam buku catatan itu dan coba mulai fokus memulainya. Memulai untuk mengejarnya, memulai untuk mempelajarinya, memulai untuk memperjuangkannya. Siapa tahu justru itu akan menghantarkan kamu pada jalan panjang kehidupan yang lebih baik dari saat ini, siapa tahu itu adalah jalan sukses yang sempat di abaikan, siapa tahu itu adalah jalan yang akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan juga orang lain.

JANGAN BERFOKUS PADA KESULITAN!

Mulailah untuk berkata pada diri sendiri bahwa pasti ada kebaikan dibalik kesulitan ini. Mulailah dorong diri sendiri untuk menemukan kebaikan itu. Mulailah membangun semangat untuk berjuang.

Mulailah sebuah mimpi di tengah kesulitan, mulailah susun kembali rencana-rencana hidup, mulailah memperbaiki semua hal yang perlu diperbaiki termaksud pemanfaatan waktu pribadi. Mulailah ubah orientasi target pribadi, mulailah ubah alasan-alasan berbuat sesuatu, mulailah ubah motivasi-motovasi diri sendiri.

Jika itu semua bisa dilakukan maka saya dan kamu tidak perlu lagi untuk mengeluh.

Saya dan kamu tidak perlu lagi menyalahkan keadaan atau siapa saja.

Saya dan kamu tidak perlu lagi berlarut dalam keputusasaan dan penyesalan.

Melainkan saya dan kamu mulai untuk bersyukur, bersemangat, berjuang dan seterusnya.

Mulailah hari ini dengan berpikir positif dan temukan hal baik apa yang bisa dikerjakan hari ini.

Fokus saja pada satu hal baik hari ini, dan biarkan satu hal baik itu yang akan mengajakmu bertemu banyak hal baik lainnya diluar sana kelak.

Matahari Berbicara

Terimakasih Tuhan untuk matahari yang Engkau telah ciptakan yang seringkali lupa untuk aku syukuri keberadaannya.

Namun minggu-minggu ini aku merasa bahwa dia sedang terus berbicara kepadaku. Dan aku syukuri akan itu!

Setiap hari ketika ufuk timur mulai memancarkan warna orange, kudengar dia mulai berbisik padaku “ada lagi satu kesempatan bagimu untuk mencoba, ada lagi jam-jam perjuangan yang bisa kamu pakai hari ini”

Setiap hari ketika panasnya begitu terik, bahkan ketika aku sedang bersembunyi di dalam rumah teriknya masih bisa dirasakan. Ku dengar suaranya bertanya “brapa banyak yang sudah kau selesaikan? ingat masih ada waktu lagi untuk mu untuk terus melanjutkan perjuanganmu, jangan cemas!”

Dan ketika warna jingga bercampur orange memenuhi ufuk barat dia tersenyum padaku dan berkata “well done! untuk usaha kerasmu hari ini. Jangan sedih kalau masih belum semua selesai, coba ambil sedikit ekstra waktu dan selesaikan semampumu saja“.

Ah,,, benar aku sedang mendengar suaranya besuara dengan begitu jelas dalam hari-hari ini.

Di pagi hari aku menjadi bersemangat mendengar suaranya, ketika siang hari rasa optimis itu makin membara dan ketika sore hari aku harus duduk dalam rasa syukur untuk hal yang bisa dikerjakan selama diberikan kesempatan.

Sore ini aku menulis ketika dia sudah bersembuyi di balik awan di ufuk barat. Aku menemukan bahwa ada begitu banyak yang hari ini coba aku upayakan dan ternyata tidak mudah.

Aku merasakan adanya dorongan untuk jika diberikan kesempatan besok aku ingin mengoptimalkan waktu itu sebaik mungkin karena target yang hendak aku raih masih sangat jauh.

Hari ini ketika matahari bersinar persis di tengah bumi dimana aku pijak, aku mendapati bahwa aku diminta untuk berjuang lebih keras lagi, melampaui semua kerja keras yang aku lakukan selama ini.

Aku semakin dibuat jelas bahwa aku tidak perlu lagi untuk membuang banyak waktu untuk hal-hal yang bukan prioritas. Aku semakin di buat jelas bahwa komitmenku untuk hal yang diupayakan harus lebih tajam lagi diasah.

Matahari sedang berbicara kepadaku dengan begitu keras, meski kadang dia berbisik namun bisikannya justru menggelegar laksana gemuruh.

Aku berterima kasih untuk matahari yang terus setia berbicara kepadaku.

Harapanku saat ini adalah ijinkanlah besok aku bisa bertemu denganmu lagi ya Penciptaku, karena aku ingin mendengarnya mendorongku, menginspirasiku, dan memotivasiku untuk lebih lagi taat, lebih lagi kerja keras, lebih lagi tekun dan lebih lagi disiplin.

Terimakasih untuk matahari yang begitu baik kepadaku.

Tetap Tenang

Situasi dunia saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa ada banyak rasa takut, ada rasa tidak aman, ada rasa kuatir dan ada rasa cemas yang bertebaran dimana-mana dalam hati dan pikiran manusia, lalu mengarahkan manusia pada pertanyaan “mengapa situasi berat ini ada?“.

Baca juga: Masalah pasti akan selalu ada

Kita semua tidak mempunyai kekuatan untuk mengubah keadaan ini seperti membalikkan telapak tangan. Namun kita semua bisa mengambil keputusan untuk TETAP TENANG dalam situasi ini.

Keputusan ini akan membantu kita untuk tetap bisa beribadah, untuk tetap mempercayai bahwa ada Tuhan yang memiliki kuasa yang mengendalikan semua hal.

Keputusan untuk tetap tenang bisa membuat kita bisa berdoa dan menyerahkan segala hal kepada Allah.

TETAPLAH TENANG!

Tidak perlu menjadi panik dan hilang iman disituasi saat ini, tidak boleh memutuskan hubungan dengan Tuhan dalam masa berat ini.

Dia Tuhan yang tetap bekerja meski kita tak melihat tangan yang bekerja itu.

TETAPLAH TENANG!

Allah yang besar mengendalikan cerita hidup dunia dan isinya tahu bagaimana mengendalikan apapun yang terjadi saat ini. Allah yang berkuasa mengerti cara yang tepat untuk menolong semua orang yang tetap tenang dan mempercayai-Nya.

Luangkan waktumu sejenak dengarkan lagu ini, semoga membuatmu makin yakin untuk memilih tetap tenang dimasa ini.

Saya pikir ini berlaku untuk semua hal yang berkaitan dengan hidup yang membuat manusia menjadi takut dan gelisah. Hal itu bisa merupakan masalah pekerjaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan atau apa saja.

Namun kita harus tetap tenang karena tangan Tuhan sanggup menolong untuk kita semua melewati gelombang kehidupan karena tidak mungkin Dia membiarkan umat-Nya tenggelam.

Doaku dan harapanku adalah:

Tetaplah miliki iman

Tetaplah mempercayai pemilik kehidupan

Tetaplah yakin bahwa Dia akan menyelesaikan semuanya dengan cara yang ajaib.

Semoga hari minggumu diberkati!

Bertanyalah Kepada Semua “Ibu” Harus Sesabar Apa?

Itu adalah arti sabar yang saya temukan dalam kamus besar bahasa Indonesia. Karena itu untuk belajar sabar saya pikir sebaiknya bertanyalah kepada ibu.

Tidak perduli apakah dia berpendidikan atau tidak, tanyalah kepadanya tentang kesabaran maka dia akan menjelaskan kepadamu.

Tanyalah harus sesabar apa saya terhadap hidup? Dia pasti akan memberikanmu penjelasan yang sederhana namun akan sulit untuk kamu lakukan.

Bertanyalah harus sesabar apa saya terhadap seseorang? Dia akan menceritakan kepadamu tentang bagaimana dia sabar menghadapimu. Dan itu akan makin sulit untuk kamu lakukan lagi!

Karena bukti sabarnya ibu adalah bagaimana dia sabar mencintaimu sampai hari ini. Eits, jangan munafik, kamu seringkali menguji kesabarannya bukan? dalam segala hal dan dalam banyak waktu kamu selalu menguji kesabarannya!

Sekarang coba pikirkan kenapa kamu sering meledak-ledak emosimu, kenapa kamu susah mengatur emosimu yang membuat banyak orang disekitarmu terganggu dan bahkan kamu tidak disukai banyak orang.

Tidak usah berguru dan bertanya pada guru yang jauh, cukup sediakan segelas teh dan duduklah dengan ibumu dan bertanyalah kepadanya. Bagaimana agar saya bisa menjadi lebih sabar?

Okey, mungkin ibumu telah berpulang kepada Sang Khalik, coba duduklah sejenak di pusara dan renungkanlah tentang kesabaran yang dimilikinya. Kenapa saya tidak memiliki kesabaran yang besar sepertimu?

Tanyalah kepada ibumu bagaimana ia begitu sabar menghadapi ayah, bagaimana ia begitu sabar menghadapi kamu dan kakak atau adikmu. Tanyalah kepada ibu bagaimana ia sabar terhadap mertuanya, tanyalah kepadanya bagaimana ia sabar menghadapi sederetan manusia yang ada di sekitarnya.

Mengapa kamu tidak bisa sabar?

Belajarlah pada ibu, mintailah dia wejangan untuk kamu bisa melakukannya juga.

Jangan sombong! mintailah nasihatnya agar kamu bisa lebih sabar.

Sabar artinya tidak mudah putus asa.

Kenapa kamu mudah menyerah? kenapa kamu mudah meninggalkan perjuangan dan menjadi pemalas sehingga menggantungkan hidup pada orang lain.

Tanya ibu! Tanya kenapa dia tidak pernah menyerah, tanyalah kenapa dia begitu kreatif menanggapi jalan perjuangan. Tanyalah kenapa dia tidak pernah patah arang dengan kehidupan.

Lalu kenapa kamu yang adalah anaknya mudah sekali menyerah dan hilang semangat berjuang?

Lihat ibumu, dia begitu hebat! dia begitu memukau dalam perjuangan menaklukkan kegagalan.

Sabar artinya tenang, tidak terburu nafsu.

Renungkan kenapa ibu tidak pernah mementingkan kepentingannya tetapi selalu mendahulukan kepentingan semua orang yang dicintai? karena memang dia tidak pernah terburu nafsu dirinya sendiri.

Tanyalah kepada ibu kenapa dia tenang ketika menghapi jalan buntu di hidup? tanyalah kepadanya kenapa dia tidak pernah mengambil satupun jalan pintas untuk menyelesaikan perkara hidup?

Jawabannya karena dia tidak pernah termakan oleh nafsu.

Lalu kenapa saat ini kamu menjadi rapuh? kenapa saat ini kamu menjadi galau berat? kenapa hari ini kamu kehilangan pengharapan?

Belajarlah sabar, belajarlah pada ibu, belajarlah untuk kuat, tenang dan pantang menyerah.

Meski mungkin kamu tidak menyadarinya, namun sebenarnya belajar pada ibu untuk sabar adalah orang tepat untuk kamu mempelajari nilai kehidupan yang penting ini.

Besok-besok, jangan mudah menyerah lagi. Ingat ibu dan belajarlah padanya.

Besok-besok jangan tergesa-gesa dan terburu-buru untuk termakan nafsu. Ingat ibu dan belajarlah darinya.

Semoga kita semua mau belajar untuk makin sabar.

Terimakasih Untuk Sekian Gagal Yang Memelukku

Baru saja 86 hari dijalani di tahun 2020. Tahun dimana diawal pembukaan aku telah berdoa kepada Sang Pencipta untuk sekian deret sukses yang aku ingin capai di dalamnya.

Namun hari ini ketika semua orang sedang tertidur pulas dikamarnya masing-masing, aku masih duduk di depan laptop sambil melihat kepada beberapa tulisan. Tulisan-tulisan yang aku terima yang menyatakan bahwa ada sederet kegagalan yang sedang datang memelukku secara bersamaan.

Ah Tuhan, adakah Engkau tidak mendengar permintaanku itu? mengapa ada sekian banyak ketidak beruntungan yang datang dalam waktu bersamaan. Rasanya tidak adil!

Namun aku memilih untuk menutup mata sejenak dan menatap dengan diam-diam Sang Tuhan dalam imajinasiku. “kau pasti tidak salah kan?” aku tersenyum namun air mataku mengalir deras seolah menjelaskan bahwa ini semua tidak seharusnya aku alami namun kutahu Sang Tuhan tahu yang terbaik.

Sang Tuhan memberikan aku ketenangan dan membawaku untuk berpikir logis. Sedikit logis di sela waktu yang sendiri ini.

oh ternyata itu? aku berpikir bahwa itu semua adalah deretan hal yang tepat bagiku, namun ternyata tidak”. Kau ternyata sedang menyiapkan yang lebih baik dari itu semua.

Aku membuka mata dan meminta pada kegagalan yang kuusir itu untuk merangkulku dengan erat. Mari peluk aku sampai aku merasakan api perjuangan yang gigih lagi dari sebelumnya. Mari peluk aku sampai hatiku membencimu sehingga membuatku berjuang untuk mendapatkan “yang terbaik itu”.

Aku melihat pada sederet usaha yang sudah kulewati, “oh ternyata aku masih belum maksimal mengupayakan semuanya”

Karena itu ku buka kedua tanganku lagi dan kuminta pada kegagalan itu, tolong peluk aku lagi dengan lebih erat karena aku harus merasakan denyut nadimu agar nanti aku tahu bahwa aku tak perlu senadi denganmu dimasa yang akan datang.

Jantungku kembali berdetak normal, aku mengambil buku catatanku dan kutuliskan semua peristiwa ini agar kelak ketika berhasil aku ingat bahwa aku pernah gagal sebelum tiba di kesuksesan yang aku impikan.

Terimakasih banyak untuk sekian kegagalan yang sedang memelukku saat ini.

Peluklah aku dengan erat saat ini karena besok aku telah putuskan untuk memulai perjuangan lagi untuk keberhasilan dan kesuksesan yang aku telah doakan.

Aku meyakini bahwa jika banyak kegagalan yang datang memeluk dalam waktu yang bersamaan artinya ada satu keberhasilan besar yang sedang menanti di depan mata.

Selamat melanjutkan perjuangan untukmu jiwa yang tak lelah!

Ini Keuntungan #Dirumah aja#

Image result for foto social distancing ilustrasi dirumah aja

Berkaitan dengan wabah covid-19 dimana pemerintah menghimbau untuk bekerja, beribadah dan belajar dari rumah saja maka saya sendiri secara pribadipun sangat merasakan manfaat dari hal ini selain dari hal berkaitan dengan urusan penyebaran wabah.

Pertama: Tidak ada pengeluaran untuk jajan

Saya ada pecinta minum kopi dimana biasanya saya selalu ada jadwal mengunjungi kafe favorit saya setiap minggunya. Memang datang ke sana bukan sekedar untuk ngopi saja tetapi biasanya saya bekerja di tempat dimana saja ngopi.

Pengeluaran ini akhirnya tidak ada selama waktu harus dirumah saja. Lumayan bisa irit.

Kedua: Belajar sesuatu secara serius karena waktu cukup banyak

Berhubung semua aktivitas luar rumah di hentikan maka saya secara pribadi memiliki waktu yang cukup banyak untuk belajar hal yang sedang saya jadwalkan untuk pelajari.

Setiap hari saya menjadi benar-benar tahu berapa jam yang akan saya alokasikan untuk mempelajari hal baru yang sedang saya pelajari. Dan hasilnya sangat terasa.

Ketiga: Makan makanan rumah dan memperhatikan gizi yang dikonsumsi

Himbauan dirumah saja membuat saya secara pribadi akhirnya tidak ada alasan untuk makan di luar alhasil maka saya makan masakan rumah yang memang lebih sehat karena kebanyakan sayuran diambil dikebun sendiri yang organic.

Kebutuhan gizi tubuhpun makin diperhatikan, tahu jenis sayur mana yang harus dikonsumsi dan memilih makanan lainnya yang nilai gizinya memang diperlukan oleh tubuh.

Keempat: Memperhatikan kebersihan diri

Salah satu hal yang sangat terasa adalah menjadi lebih perhatikan masalah kebersihan. Sering cuci tangan seperti yang dianjurkan dan makin peka dengan kebersihan diri dan lingkungan rumah. Benar-benar dibawa untuk kembali aware dengan masalah kebersihan.

Kelima: Dirumah saling mengingatkan dan saling memperhatikan

Hal ini dimulai dari soal makan, kebersihan diri, mengingatkan soal sosial distancing dan banyak hal lainnya. Intinya kami dirumah menjadi saling mengingatkan dan saling memperhatikan karena tidak ingin kecolongan.

Nah kira-kira ini adalah manfaat yang saya rasakan saat dirumah sejauh ini. Bagaimana dengan kamu manfaat apa yang kamu dapatkan?

#dirumahaja#