Hari Ke 15-17 #DirumahAja# Cuaca

Hujan di hari ke-15 sore, video diambil dari jendela kamar.

Kupang adalah daerah yang sangat panas, terik mataharinya itu serasa menggigit kulit. Meski di musim hujan asal saja tidak mendung maka terik matahari yang menggigit kulit ini pasti dirasakan. Karena itu meski saya adalah orang asli Kupang tetap saja tidak sanggup dengan teriknya matahari disini alhasil sering mengeluhkannya.

Oleh karena itu saya selalu berdoa agar hujan selalu turun. Kalaupun tidak turun hujan minimal mendung.

Dihari ke 15-17 #dirumahaja# aku sangat bersyukur bangat sama Tuhan karena hujan turun di sore hari. Di hari ke-15 pada saat siangnya, saya sempat berdoa meminta Tuhan hujan “mininal sejam saja Tuhan” itu yang saya ucapkan karena melihat kacang tanah yang tumbuh di pekarangan rumah sudah layu dan mau mati.

Dan sore harinya seolah doa itu dijawab Tuhan, benaran kurang lebih satu jam hujan turun dan itu berkat bangat untuk tanaman di kebun rumah dan juga membuat udara menjadi adem.

Hari 16 sejak siang cuaca mulai mendung dan deru hujan terdengar dari kejauhan. Meskipun hujan tidak turun di desa tinggal saya namun di kebanyakan wilayah di Kupang hujan turun dengan lebat. Dan di bagian daerah tinggal saya saja bisa menikmati udara yang adem.

Di hari ke-17 aku bersyukur karena cuaca mendung menyelimuti hampir sepanjang hari sehingga udara terasa berbeda bangat karena itu dirumah rasanya adem.

Aku menemukan kebaikan Tuhan dalam cuaca yang diberikan. Dimasa harus mengkarantina diri sendiri untuk mencegah penyebaran covid-19, aku tetap menemukan adanya cerita-cerita baik yang muncul.

Jujur memang tidak mengenakkan harus dirumah saja sejauh ini namun aku belajar untuk bisa merubah cara berpikir dimana “aku ingin melihat pada semua cerita baik di hari-hari ini, bahkan jika itu hal yang sangat sepele pun aku ingin beryukur untuk itu”. Lagian bonus besar dari dirumah saja adalah mengambil bagian dari pemutusan rantai penyebaran covid-19 di Indonesia. Jadi hal ini layak dilakukan dengan sabar dan terus berdoa agar Indonesia bisa segera di bebaskan dari virus ini.

Aku menemukan ada banyak hal positif yang diperoleh dari dirumah saja sejauh ini. Namun cuaca menjadi hal yang saya highlight untuk tiga hari ini. Karena itu, aku mengajak kalian semua untuk membagikan cerita baikmu selama di rumah saja.

Ayo sebar cerita baikmu!

Hari Ke-14 #Dirumah Aja# Nyanyian Syukur Sekeluarga

Di hari ke-14 saat dirumah saja ada nyanyian syukur dari kami sekeluarga “kami memuji kebesaran-Mu, ajaib Tuhan, ajaib Tuhan” Itulah penggalan kalimat dari lagu yang kami nyanyikan bersama karena sungguh Tuhan begitu ajaib bagi kami sekeluarga.

Tepat dua minggu berada di rumah saja, salah satu keponakan diberikan anugerah oleh Tuhan untuk genap berusia 2 tahun. Kami sangat bersyukur untuk kebaikan Tuhan karena keponakan diberikan panjang umur, kesehatan dan pertumbuhan yang baik.

Memang tahun ini kami tidak bisa membuat perayaan seperti tahun sebelumnya dimana mengundang teman-temannya untuk merayakan bersama namun kami masih bisa memasak sedikit makanan dirumah dan dibagikan kepada beberapa tetangga dekat kami.

Karena itu, bagi saya ini adalah cerita baik yang layak saya bagikan karena bagaimanapun tidak nyamannya untuk dirumah saja, masih tetap ada bagian yang harus di syukuri setiap harinya.

Baca: Temukan 1 alasan saja

Bagimana denganmu? adakah cerita menarik yang layak kamu bagikan di hari-hari harus di rumah saja? saya berharap bahwa kamu mendapatkan kesempatan untuk mengumpulkan cerita baik juga dan bisa bagikan kepada orang lain, sehingga dunia penuh dengan warna cerita baik.

Selamat hari minggu!