Empat Hal Ini Terjadi Di Kupang Pada Hari Minggu

Kupang merupakan ibu kota dari propinsi Nusa Tenggara Timor (NTT) sekaligus sebuah kota yang hanya membutuhkan akses jalan darat menuju negara tetangga Timor Leste. Karena itu tidak heran bahwa bebepa tahun terakhir ini Kupang mengalami kemajuan yang sangat pesat, namun tetap saja kota ini memiliki keunikannya. Kali ini saya berfokus menuliskan keunikan kota ini jika di hari minggu.

Pertama: Rata-rata toko akan tutup

Jika ingin berbelanja di toko-toko maka sebaiknya itu di lakukan di hari antara senin-sabtu karena jika hari minggu maka semua toko akan tutup. Memang beberapa tahun belakangan ini hal ini sudah mulai terbantu karena adanya swalayan-swalayan besar yang mulai di buka di kota Kupang sehingga bisa membantu masyarakat untuk tetap bisa berbelanja di hari minggu.

Kedua: Susahnya transportasi umum

Ada beberapa jenis transportasi umum di kota kupang seperti bemo (baca juga: rute angkot bemo di kupangyang harus kamu ketahui) , ojek online dan layanan taxi. Namun jika di hari minggu pagi maka transportasi-transportasi umum ini akan susah di akses.

Ketiga: Pandangan religius yang kental sekali

Sebagai kota dengan mayoritas penduduk beragama Kristen maka pemandangan di minggu pagi adalah sangat religius karena rata-rata semua orang akan berangkat dengan memegang Alkitab ke gereja baik berjalan kaki, naik sepeda motor ataupun mobil. Gedung-gedung gereja yang berada di pinggir jalan raya selalu di padati oleh umat yang datang untuk beribadah dengan tulisan plang yang diletakkan di jalan rayapelan-pelan ada ibadah/jangan berisik ada ibadah”. Karena itu kota ini sangat terlihat sekali aktivitas keagamaannya pada hari minggu.

Keempat: Libur menggunakan helm

Ini adalah hal yang lucu namun terjadi karena pada hari minggu di kota Kupang seperti hari libur pekamakain helm. Sekalipun helm di anggap sebagai alat safe bagi pengendara sepeda motor sehingga kapan saja seseorang menggunakan sepeda motor maka seharusnya wajib menunggunakan helm. Namun berbeda dengan kota yang satu ini karena biasanya polisipun tidak akan memberhentikan pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm jika terlihat dari penampilannya dia akan pergi beribadah.

Nah itu dia empat fakta seputuran kota Kupang pada hari minggu semoga membantu kamu makin tahu seluk beluk kota Karang ini.

20 Kosa Kata Bahasa Kupang Yang Menarik untuk Di Ketahui

Kali ini saya akan menuliskan 20 kosa kata dalam bahasa Kupang beserta dengan artinya dimana kata-kata ini umumnya di pakai dalam percakapan sehari-hari di Kupang.

Beta artinya saya

Sonde artinya tidak

Dong artinya mereka

Lu artinya kamu

Katong artinya kita

Nona artinya mba; panggilan anak gadis secara umum

Nyong artinya mas; panggilan anak laki-laki secara umum

Makasi artinya terimakasih

Ta’usah artinya tidak usah

Pi/pigi artinya pergi

Bale artinya kembali; balik

Karmana artinya gimana

Kanapa artinya kenapa; mengapa

Barapa artinya berapa

Kas tahu artinya beritahu

Makadadoto artinya cerewet

Bikin apa artinya ngapain; lagi buat apa

Tasibu artinya berisik

Talalu artinya terlalu; sangat

Baomong artinya ngobrol; bercakap-cakap

Bagaimana menurut kamu, apakah mudah untuk dipelajari? semoga yah, dan siapa tahu malah ini akan membantu kamu untuk berkomunikasi dengan orang Kupang dan makin punya pengetahuan tentang uniknya bahasa dari Kota Kasih ini.

Rute Angkot/Bemo di Kupang Yang Harus Kamu Ketahui

Tak ada salahnya bagi kamu pengunjung ataupun pendatang di Kupang untuk mencoba bepergian atau berkeliling di kota Kupang dengan menggunakan angkot atau di Kupang di sebut bemo. Mengapa ini menjadi pilihan yang layak di coba? jawabannya adalah karena sangat ekonomis karena sekali naik, untuk orang dewasa atau pekerja dikenai tarif Rp 3.000, sedangkan pelajar atau anak-anak hanya Rp 2.000. Sangat murah bukan?

Namun sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan alat transportasi yang satu ini ada baiknya kamu tahu dulu fakta seputaran angkot di kota Kupang yang sudah saya tulis sebelumnya disini fakta angkot di kupang yang wajib kamu tahu biar kamu tidak syok atau kaget.

Sebutan Lampu adalah angka yang saya lingkari bemo warna putih adalah angka 1 dan yang satunya adalah no.10.

Hal penting yang perlu kamu ketahui bahwa bemo di Kupang memiliki tanda trayek yang biasa orang Kupang sebut dengan istilah “lampu” yaitu adanya angka di atas dari body angkot yang menyala dimalam hari, sedangkan di siang kita bisa melihat pada angka/nomor yang ada di atas body bemo tersebut.

Untuk semua jalur trayek yang saya tulis disini berpatokan dimulai dari Halte Kupang yaitu depan Gereja Katedral-Bank Mandiri Kupang. Sedangkan khusus untuk lampu no.27 yang dimulai dari RS. WZ.Yohanes Kupang.

Lampu No. 1 adalah angkot/bemo jurusan Kuanino, Oepura, Sikumana dan sebaliknya dari jalur yang sama dan akan berputar melalui terminal Kupang sampai ke Oeba.

Lampu No.2 adalah angkot dengan rute Kuanino melewati depan Polda NTT, Pasar Inpres dan Oepura dan jalur baliknya akan melewati terminal Kupang dan Oeba.

Lampu No. 3 adalah bemo dari Halte Kupang, Kuanino bawah, Perempatan, Bakunase dan jalur baliknya melewati Tedis dan Terminal Kupang dan Oeba.

Lampu No.5 Dari Halte Kupang angkot ini akan melewati SMP 2 Kupang, SMA 1 Kupang, Oebobo, Oeba dan Terminal Kupang.

Lampu No.6 Halte Kupang, SMP 2 Kupang, SMA 1 Kupang, Transmart, Ramayana Kupang, Oebufu bahkan ada yang sampai Tuak Daun Merah dan jalur kembali lewat terminal Kupang dan Oeba.

Lampu No.7 adalah jalur dari menuju Walikota dan Kupang

Lampu No. 10 adalah bemo dari terminal Kupang menuju Walikota melewati Ina Boi, Lippo Mall, sampai ke Bundaran PU-Hypermart dan kembali melewati jalur yang sama ke Terminal Kupang.

Lampu No.27 adalah bemo dengan rute dari Depan Rumah Sakit W.Z. Yohanes Kupang, Kuanino, Walikota dan Kembali ke Kupang.

Demikianlah 8 jalur trayek bemo yang khusus beroperasi seputaran dalam Kota Kupang. Semoga membantu kamu yang mau mencoba bepergian dengan menggunakan jenis transportasi ini.

Panggilan di Kupang yang Wajib di Ketahui Artinya Oleh Pendatang

Kupang merupakan ibu kota dari propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu kota terbesar saat ini yang berada di pulau Timor. Posisi kota Kupang saat ini begitu strategis karena berdekatan dengan dua negara tetangga yaitu Timor Leste dan Australia. Karena itu sebagai kota yang sedang berkembang maka tak heran jika kota yang memiliki sebutan lain “kota kasih” ini menjadi tempat mengais rejeki dari banyak suku di sekitar NTT maupun dari luar wilayah ini.

Jadi tidak ada salahnya jika kita belajar beberapa panggilan yang biasa di gunakan di Kupang. Berikut ini ulasannya:

1. Mama dan Bapa; Ini adalah panggilan yang akan selalu dipakai baik itu di acara resmi maupun non resmi (area pergaulan sehari-hari). Mama adalah sapaan hormat dan juga panggilan akrab yang di tujukan kepada perempuan yang dihormati atau yang dituakan atau juga untuk perempuan yang sudah menikah/memiliki anak. Sedangkan Bapa adalah panggilan hormat dan akrab bagi laki-laki yang sudah menikah atau yang berkedudukan/ yang dituakan. Mama dan Bapa juga adalah panggilan dari anak untuk ibu dan ayahnya di rumah dan juga panggilan suami-istri. Itulah sebabnya panggilan ini sehari-hari terdengar di semua ruang kehidupan di Kupang. 

2. Ba’i dan Nene; Ba’i adalah panggilan untuk kakek. Biasanya di tujukan kepada orang laki-laki berambut putih, sedangkan Nene (tanpa bunyi huruf K di akhir) adalah panggilan bagi istri kakek atau wanita tua. Kedua sapaan ini sama dengan sapaan Opa dan Oma, tetapi di Kupang untuk panggilan Opa dan Oma tidak banyak dipakai dalam panggilan sehari-hari dimana hanya segelintir orang yang menggunakannya.

3. Nona dan Nyong; Nona adalah panggilan untuk anak gadis di Kupang sedangkan Nyong adalah untuk anak laki-laki muda. Kedua panggilan ini selalu dipakai baik untuk urusan di dunia formal maupun di lingkup pergaulan sehari-hari. Karena itu tidak ada salahnya para lajang yang hendak berkunjung ke kota Kupang, harus tahu panggilan ini karena harus merelakan diri untuk disapa dengan sapaan manis orang Kupang ini.

5. Bu dan Susi; Kedua kata ini lebih intim karena biasanya di pakai lebih kepada konteks hubungan kekeluargaan ataupun keakraban. Dimana Bu adalah panggilan untuk kakak laki-laki  yang sudah menikah dan Susi untuk kakak perempuan yang sudah menikah. Karena itu panggilan ini sangat familiar dipakai di kota Kupang. 

6. To’o dan Mamto’o; Ini adalah panggilan dari suku Rote untuk Paman dan istrinya. Biasanya jika ada yang memanggil seseorang dengan panggilan ini, maka orang Kupang langsung mendeteksi bahwa orang tersebut adalah suku Rote atau memiliki hubungan darah yang dekat dengan suku tersebut. Berhubung suku ini banyak merantau di kota Kupang maka sapaan ini begitu familiar di dalam lingkungan masyarakat Kupang. 

7. Ama dan Ina; Ama adalah panggilan dari suku Sabu untuk laki-laki dan Ina adalah panggilan untuk perempuan. Dikarenakan suku ini juga banyak merantau di kota Kupang maka panggilan ini selalu terdengar, baik di pasar-pasar atau di lingkungan tempat tinggal yang ada suku ini maka pasti panggilan Ama dan Ina ini akan selalu terdengar di sana. 

8. Kici dan Besa; kedua panggilan ini merupakan panggilan yang menunjuk pada adanya hubungan darah yang kental. Karena panggilan Kici (asal dari kata di bahasa indonesia kecil) adalah panggilan untuk adik laki-laki dari ayah (untuk istrinya mamkici) dan Besa (asal dari kata di bahasa indonesia besar) adalah panggilan untuk kakak laki-laki ayah (untuk istrinya mambesa).

Inilah delapan sapaan yang familiar di Kota Kupang yang selalu digunakan setiap hari, bukan saja sebagai bentuk penghormatan tetapi juga sebagai sapaan khas ala NTT yang ada di Kupang.

Gimana, menarik bukan untuk diketahui?