Mengapa Saya Begitu Mencintai NTT

Lahir dan di besarkan di sana

Alasan utama mengapa saya sangat mencintai daerah ini adalah karena di Kupang saya dilahirkan dan dibesarkan. Disana tinggal kedua orang tua yang amat saya cintai, disana ada rumah yang sangat saya rindukan. Disana ada masakan mama yang selalu saya rindukan, di sana ada moment-moment indah yang hanya terjadi ketika saya di kelilingi oleh mereka yang sudah mengenal saya sejak kecil, disana saya bisa marah tanpa takut pada apa saja, disana saya bisa menjadi saya yang tak banyak di kenal di luar.

Mengetahui bahwa Tuhan memanggil saya untuk membuat perubahan di sana.

Ada alasan besar yang membuat saya selalu dan akan selalu mencintai daerah ini adalah karena saya mengetahui bahwa Tuhan memanggil saya untuk mengerjakan suatu perubahan yang Tuhan pikirkan bagi daerah ini.

Kupang dan NTT (Nusa Tenggara Timur) selalu menjadikan saya manusia yang beriman kepada Tuhan, karena saya mengerti bahwa si Empunya kehidupan memanggil saya untuk mengerjakan sesuatu untuk perubahan daerah tersebut. Saya sudah memulainya, sedang mengerjakannya dan akan terus memberikan kontribusi bagi perubahan daerah itu, Karena alasan inilah hati saya begitu mencintai daerah ini.

Ada banyak tulisan di vission board saya tentang daerah ini.

Jika saya melihat vission board pribadi saya maka ada banyak tujuan-tujuan besar mimpi saya tentang daerah ini. Rasanya setiap tahun ketika saya menuliskan sesuatu di vission board saya akan selalu ada hal-hal yang akan saya masukkan di sana tentang daerah ini.

Beberapa hal yang tertulis di sana ada beberapa yang sudah berani saya share dengan orang lain, namun ada sejumlah list yang masih menjadi percakapan antara saya dengan Tuhan di waktu-waktu doa saya.

Jantung saya selalu berdebar-bedar ketika melihat tulisan impian saya di vission board tentang daerah ini, tentang propinsi ini, tentang daerah yang sering di underestimate oleh orang yang hanya mengenal kulit potensi yang terkandung di sana.

Karena itu jika kamu bertanya sampai kapan kamu akan selalu jatuh cinta pada daerah disana? saya akan menjawab: sampai mati saya akan mencintainya.

Semua alasan mengapa saya berdoa, belajar, bermimpi dan keluar dari zona nyaman hidup adalah karena daerah ini.

Setiap hari iman saya kepada Tuhan makin bertumbuh karena daerah ini, bagaimana tidak? karena ada hal-hal besar yang mustahil untuk saya kerjakan di daerah ini dengan kemampuan saya, dengan kapasitas saya. Hanya Tuhan yang menjadi alasan saya layak untuk terus mempercayai bahwa Dia bersama saya dan karena itu tidak ada perkara yang mustahil untuk saya kerjakan. Karena itu setiap hari iman di dalam diri saya terus bertumbuh, terus bertumbuh dan terus bertumbuh.

Jika saya menginfestasikan waktu untuk belajar maka alasan utamanya adalah saya ingin mengetahui apa saja karena siapa tahu dari pengetahuan tersebut saya akan mengerjakan sesuatu bagi Kupang- bagi NTT. Saya mendengar masukan dari siapa saja, saya memberikan diri di kritik oleh siapa saja, saya membiarkan diri saya selalu tampak paling kecil di hadapan orang-orang yang saya temui karena saya ingin BELAJAR.

Dari Mereka tabung pengetahuan saya selalu di isi, dari mereka membuat saya tidak langsung puas dengan pencapaian apapun yang saya raih.

Saya keluar dari semua zona nyaman hidup saya, semua proses hidup yang membuat saya banyak mengangis saat jalaninya, semua perjalanan yang tidak lazim bagi seorang perempuan saya tempuh, semua hal yang tidak nyaman saya jalani dan akan terus dijalani. Karena satu alasan, saya begitu mencintai daerah saya, saya ingin membangunnya, saya ingin mematahkan paradigma salah tentang anak daerah sana, saya ingin menjadi inspirasi bagi semua generasi saya. Karena saya mencintai daerah ini dan saya ingin membuat daerah ini bangga memiliki seorang putri daerah seperti saya.

Karena itu saat menuliskan tulisan ini, beberapa tawaran sedang saya terima semua tentang kembali ke zona nyaman hidup, kembali ke kehidupan yang menurut manusia itu adalah jalan sukses. Tetapi saya berkomitmen untuk kembali membangun cintaku, membangun daerahku, membangun tempat kelahiranku, membangun mimpiku.

Bagaimana dengan kamu, adakah alasan yang membuatmu benar-benar sadar bahwa kamu memiliki cinta akan daerahmu atau sesuatu lain yang sedang kamu kejar atau perjuangkan?

Mungkin versinya dan alasannya berbeda namun jika itu kamu ketahui saya percaya bahwa cintamu untuk daerahmu atau negaramu atau pekerjaanmu atau apa saja yang kamu kerjakan itu akan membuatmu terus berjuang, pantang menyerah, terus bermimpi, dan terus berusaha untuk menjadi seseorang yang terbaik .

Semoga menginspirasimu!

Panggilan di Kupang yang Wajib di Ketahui Artinya Oleh Pendatang

Kupang merupakan ibu kota dari propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu kota terbesar saat ini yang berada di pulau Timor. Posisi kota Kupang saat ini begitu strategis karena berdekatan dengan dua negara tetangga yaitu Timor Leste dan Australia. Karena itu sebagai kota yang sedang berkembang maka tak heran jika kota yang memiliki sebutan lain “kota kasih” ini menjadi tempat mengais rejeki dari banyak suku di sekitar NTT maupun dari luar wilayah ini.

Jadi tidak ada salahnya jika kita belajar beberapa panggilan yang biasa di gunakan di Kupang. Berikut ini ulasannya:

1. Mama dan Bapa; Ini adalah panggilan yang akan selalu dipakai baik itu di acara resmi maupun non resmi (area pergaulan sehari-hari). Mama adalah sapaan hormat dan juga panggilan akrab yang di tujukan kepada perempuan yang dihormati atau yang dituakan atau juga untuk perempuan yang sudah menikah/memiliki anak. Sedangkan Bapa adalah panggilan hormat dan akrab bagi laki-laki yang sudah menikah atau yang berkedudukan/ yang dituakan. Mama dan Bapa juga adalah panggilan dari anak untuk ibu dan ayahnya di rumah dan juga panggilan suami-istri. Itulah sebabnya panggilan ini sehari-hari terdengar di semua ruang kehidupan di Kupang. 

2. Ba’i dan Nene; Ba’i adalah panggilan untuk kakek. Biasanya di tujukan kepada orang laki-laki berambut putih, sedangkan Nene (tanpa bunyi huruf K di akhir) adalah panggilan bagi istri kakek atau wanita tua. Kedua sapaan ini sama dengan sapaan Opa dan Oma, tetapi di Kupang untuk panggilan Opa dan Oma tidak banyak dipakai dalam panggilan sehari-hari dimana hanya segelintir orang yang menggunakannya.

3. Nona dan Nyong; Nona adalah panggilan untuk anak gadis di Kupang sedangkan Nyong adalah untuk anak laki-laki muda. Kedua panggilan ini selalu dipakai baik untuk urusan di dunia formal maupun di lingkup pergaulan sehari-hari. Karena itu tidak ada salahnya para lajang yang hendak berkunjung ke kota Kupang, harus tahu panggilan ini karena harus merelakan diri untuk disapa dengan sapaan manis orang Kupang ini.

5. Bu dan Susi; Kedua kata ini lebih intim karena biasanya di pakai lebih kepada konteks hubungan kekeluargaan ataupun keakraban. Dimana Bu adalah panggilan untuk kakak laki-laki  yang sudah menikah dan Susi untuk kakak perempuan yang sudah menikah. Karena itu panggilan ini sangat familiar dipakai di kota Kupang. 

6. To’o dan Mamto’o; Ini adalah panggilan dari suku Rote untuk Paman dan istrinya. Biasanya jika ada yang memanggil seseorang dengan panggilan ini, maka orang Kupang langsung mendeteksi bahwa orang tersebut adalah suku Rote atau memiliki hubungan darah yang dekat dengan suku tersebut. Berhubung suku ini banyak merantau di kota Kupang maka sapaan ini begitu familiar di dalam lingkungan masyarakat Kupang. 

7. Ama dan Ina; Ama adalah panggilan dari suku Sabu untuk laki-laki dan Ina adalah panggilan untuk perempuan. Dikarenakan suku ini juga banyak merantau di kota Kupang maka panggilan ini selalu terdengar, baik di pasar-pasar atau di lingkungan tempat tinggal yang ada suku ini maka pasti panggilan Ama dan Ina ini akan selalu terdengar di sana. 

8. Kici dan Besa; kedua panggilan ini merupakan panggilan yang menunjuk pada adanya hubungan darah yang kental. Karena panggilan Kici (asal dari kata di bahasa indonesia kecil) adalah panggilan untuk adik laki-laki dari ayah (untuk istrinya mamkici) dan Besa (asal dari kata di bahasa indonesia besar) adalah panggilan untuk kakak laki-laki ayah (untuk istrinya mambesa).

Inilah delapan sapaan yang familiar di Kota Kupang yang selalu digunakan setiap hari, bukan saja sebagai bentuk penghormatan tetapi juga sebagai sapaan khas ala NTT yang ada di Kupang.

Gimana, menarik bukan untuk diketahui?